RUINED MY SELF "DEMI YVE"

RUINED MY SELF "DEMI YVE"
DIAM-DIAM SAYANG


__ADS_3

Yazza tersenyum sembari mengelus bekas jarum yang ditutup kasa kecil di lengannya.


Dia mendongakkan kepala, melihat Vee yang baru keluar dari toilet.


Mata Vee langsung tertuju pada Yve yang masih belum sadarkan diri.


Dengan lemas dia berjalan mendekat.


Yazza yang duduk di kursi kecil di samping ranjang baring Yve langsung berdiri.


“Duduklah!” memegang bahu istrinya.


Vee melirik mencibir melihat ke arah Yazza sembari duduk di tempat suaminya duduk sebelumnya.


“Kamu jangan terlalu banyak berpikir! Dokter bilang, Yve hanya mengalami bocor kepala. Dia akan segera bangun! Untung saja mobil yang menabraknya tidak melaju dengan kencang,” mengelus rambut kepala Vee dengan lembut.


“Kenapa dia belum juga membuka mata?” menggenggam tangan mungil putrinya.


“Dulu kamu juga lama banget sadarnya! Sampai membuat kami semua panik setengah mati!” masih membelai rambut Vee, “Mau makan apa?”


Menoleh ke atas, “Jangan bersikap aneh deh!”


“Aku sedang sangat bahagia untuk saat ini,” tersenyum menatap mata istrinya.


“Tidak lihat jika putrimu sedang terbaring di sana? Bagaimana kamu masih bisa bahagia? Cuih,” cibir Vee memprotes.


“Bagaimana aku tidak bahagia … kamu sedang mengandung benih keturunanku,” tersenyum mengelus kening istrinya.


“Cuih … belum tentu juga ini anakmu! Aku tidak hanya tidur denganmu saja … jangan lupakan itu!” ucap Vee sengaja menggoda.


“Hya! Jangan merusak mood baikku!” protes Yazza mendengus kesal bertolak pinggang menggeser berdirinya ke samping Vee.


Wanita itu mencoba menahan senyum, “Itu bagus! Paling tidak … sekarang kamu juga ikut tidak tenang karena memikirkan hal itu bukan?” melirik ke arah Yazza, “Kita impas! Sama-sama khawatir sekarang!”


“Nggak! Aku tidak khawatir tentang itu! Aku yakin itu milikku!” menunjuk perut Vee.


Vee mendengus tersenyum kali ini, ekspresi yang Yazza tunjukkan tampak begitu lucu.


“Hya! Bagaimana bisa kamu tahu tentang itu?” goda Vee cengengesan.


“Karena … karena …,” tampak berpikir, “aku yang mengambil keperawanan mu!”


Vee mendengus tersenyum membuang muka, “Tidak tahu malu!” cibirnya.


Menarik sebelah tangan Vee, lalu menggenggamnya erat.


“Berapa usia janin itu?” tanya Yazza memanyunkan bibirnya.


“Lima minggu!”


“Nah kan! Jelas itu milikku!” Yazza kembali tersenyum menjentikkan jarinya.


Vee kembali mendengus tersenyum menggeleng-gelengkan kepala, “Astaga! Terlalu percaya diri! Di bali aku bertemu bule ganteng … dan aku tidur dengannya!”

__ADS_1


“Hya jangan mengarang cerita!” protes Yazza menurunkan tangan istrinya dengan kesal.


Vee menutup mulutnya dengan kedua tangan. Cekikikan tapi sengaja tidak disuarakan.


Yazza mendengus kesal, memicingkan mata “Itu tidak lucu!”


“Sudah aku bilang … bisa saja ini anak orang lain!”


“Nggak mungkin! Aku yakin ini anakku!” jongkok memegang perut Vee.


Vee tersenyum menatap Yazza yang tiba-tiba terlihat begitu manja menyandarkan kepala di pangkuannya.


“Kurasa kamu sudah akan punya banyak sekali keturunan jika setiap tidur dengan wanita, langsung bisa membuatnya hamil seperti ini!”


Pria itu tersenyum pongah mengelus perut Vee, “Aku hebat bukan?”


Tangan Vee terangkat merengkuh wajah Yazza yang masih di atas pahanya, “Jangan lagi menyangkal kehadiran Yve! Bagaimana pun juga, dia tetaplah putri kandungmu! Meskipun dia tidak lahir dari rahimku, aku yang sudah merawatnya bahkan sejak dia masih dalam kandungan!”


Mata Vee kembali berkaca-kaca, bibirnya mulai kelu.


“Setiap kali kamu membahas niat jahat yang sempat ingin kamu lakukan padanya, aku merasa sangat sakit dan ketakutan! Jika kamu saja kejam kepada putrimu sendiri, bagaimana dengan anak dalam kandunganku ini setelah dilahirkan nantinya? Aku hanya tidak mau, membayangkan hal-hal buruk seperti itu dimasa depan!”


Yazza mendongakkan kepala, tersenyum menggenggam tangan Vee yang masih merengkuh wajahnya.


“Aku akan sangat menyayanginya! Aku berjanji padamu … aku pasti akan jadi ayah yang baik untuknya!”


“Untuk Yve juga!” tegas Vee mengingatkan.


Vee ikut tersenyum membelai lembut kepala Yazza.


“Dengar! Aku sungguh tidak pernah menemui Daniel lagi sejak aku bersumpah kepadamu waktu itu. Bukan karena ingin mencari kebenaran untuk diriku sendiri. Tapi kehilangan kepercayaan darimu, ternyata lebih menyakitkan!”


Deg!


Yazza kembali bangkit menarik kepalanya untuk menatap wajah Vee dengan lebih jelas.


“Apa kamu sudah jatuh cinta sungguhan kepadaku?”


“Tidak!” cibir Vee setengah tersenyum “Jika aku kehilangan kepercayaan darimu … bagaimana nasib restauran yang kamu janjikan padaku?”


Yazza mendengus tersenyum mencemooh menatap istrinya, “Hya! Masih sempat-sempatnya memikirkan sampai ke sana!”


Vee tersenyum kembali merengkuh wajah Yazza sembari menoleh ke arah Yve, “Dia pasti sangat kesal kepada kita sampai harus lari dengan orang lain!”


Kembali menggenggam tangan istrinya, “Aku minta maaf karena menuduh mu! Aku hanya sangat marah sampai lepas kendali.”


“Apa yang akan kamu lakukan pada Daniel setelah ini?” tanya Vee sedikit takut mendengar jawaban dari Yazza.


“Aku akan menemui dan berbicara padanya!”


Vee menyipitkan mata khawatir.


“Apa kamu takut jika aku melukainya?” tanya Yazza sedikit memiringkan kepala.

__ADS_1


Vee mengangguk tipis, “Jangan menggunakan kekerasan! Kamu sendiri yang bilang, jika kamu malas berurusan dengan polisi bukan?”


“Aku tidak akan menggunakan kekerasan. Aku hanya ingin bicara baik-baik padanya dan memperingatkan agar dia tidak lagi mendekati keluarga kita!”


Meski Vee sedikit tidak setuju dengan itu, tapi dia lebih memilih diam.


Jika Vee berkeras membela Daniel saat ini, Yazza pasti akan marah lagi kepadanya.


“Aku tahu dia salah karena mengajarkan hal buruk kepada Yve. Tapi karena dia, Yve menjadi punya tempat untuk menghibur dirinya sendiri!” Vee menghela nafas panjang. Tersenyum tenang agar membuat Yazza ikut tenang.


“Kamu ingat apa yang Yve katakan tadi? Dia bilang kamu egois dan tidak pernah mau mengerti tentang dirinya,” mengelus rahang wajah Yazza dengan lembut, “Bagaiman jika kamu juga mulai belajar untuk berubah? Kembalilah seperti saat kamu pertama kali bertemu dengan Yve! Dia merasa sangat bahagia dan bangga kepadamu waktu itu!”


“Suatu saat nanti … Yve pasti akan memahami! Apa yang sudah aku lakukan ini, adalah untuk kebaikannya! Tasya, ibunya Caesar dan juga seniormu ayahnya Xean, mereka bukan orang baik-baik! Aku hanya berusaha menjauhkan mereka dari Yve.”


Vee menyipitkan mata, “Bukankah masih ada banyak hal yang kamu tutupi dariku?” melihat cincin di jarinya.


Cincin yang diberikan Mr. Bald dan Icha kepada dirinya.


“Aku tahu dengan siapa kamu berhubungan dekat. Mereka memang terlihat seperti pengusaha biasa. Tapi bagaiman bisa kalian dengan mudah menutupi masalah besar? Bukankah itu sudah terjadi sejak Yunna harus kehilangan nyawa?” Vee menarik nafas panjang lalu menghempaskan.


Dia masih mengingat dengan jelas, dua preman yang datang ke pesisir di malam badai ketika dia menemukan Yve di pasar ikan.


“Jika kamu memang menganggap aku sebagai istrimu … maka jangan ada lagi hal-hal yang kamu tutupi dariku,” tersenyum merengkuh wajah Yazza dengan kedua tangannya, “Aku hanya ingin lebih memahami tentang dirimu!”


Yazza tampak tidak bisa berkata-kata menatap istrinya dengan mata berkaca-kaca.


Jelas ini bukan keputusan yang mudah untuk mengatakan semua kebenarannya kepada Vee.


Dia baru saja memutuskan bergabung dan bahkan memimpin salah satu kelompok mafia dibawah Paradise.


Kelompok-kelompok yang seharusnya memang tidak perlu Vee ketahui.


Semakin banyak dia tahu … akan semakin sering juga dia terlibat!


Nggak!


Aku tidak boleh membiarkannya tahu tentang semuanya!


Ini terlalu berbahaya!


Vee mengerutkan kening menatap Yazza yang hanya terdiam dan tampak sedang bergulat dengan hati nuraninya sendiri.


Yazza ….


Aku tahu kamu pasti memang menyembunyikan sesuatu dariku!


Semakin kamu mencoba menguburnya dalam-dalam … aku justru semakin ingin menggalinya!


Bahkan jika aku harus menemukan kenyataan bahwa yang kamu sembunyikan adalah sebuah ranjau, Maka aku tidak akan menyesal jika kita harus mati bersama-sama!


...-@,@- To Be Continue -@,@-...


...>))))> ' ' <((((<...

__ADS_1


__ADS_2