SENIOR

SENIOR
Kolam berenang


__ADS_3

Selesai acara memasak onde-onde bersama mereka duduk di ruang tamu sembari mengobrol.


"Ah iyaa Bunda lupa mau ngasih tau kalo kita nyusul Farhannya dimajuin minggu ini kita berangkat ya kemungkinan 3 hari lagi," ucap Ita tersenyum.


"Siap Bunda aku gak sabar mau nyeret bang Han balik ke rumah," ucap Aisyah semangat.


Aldo kebingungan dengan topik pembicaraan yang dimulai oleh Ita ia menatap yang lainnya bergantian berusaha mencari wajah kebingungan sepertinya namun yang ia lihat hanya wajah tenang mereka.


"Farhan anak Tante juga?" tanya Aldo yang sudah tidak tahan menahan penasarannya.


"Iya dia itu saudara kembarnya bang Fath tau," saut Aisyah.


Aldo tercengang ia tidak percaya Fathan yang menurutnya menyebalkan mempunyai kembaran.


"Satu aja bikin jengkel apa lagi ada dua," gumam Aldo.


"Lo belom ketemu sama bang Han aja Do jangan nilai mereka sama Do mereka tuh kalo di ibaratin kaya sendal mirip tapi gak sama," ucap Raina terkekeh.


********


Reno dan Lala menghempaskan dirinya diatas sofa sesekali memijat bahu mereka masing-masing karena pegal seharian membersihkan rumah.


"Pegel banget yaampun gw butuh piknik kayanya deh habis ini," gerutu Lala.


"Gitu aja pegel gimana jadi ibu bisa-bisa pingsan kamu ngurus rumah," ledek Reno.


"Iya emang ibu tuh sosok paling super, tapi kan sekarang gw belom jadi ibu yaudah gapapa dong ngeluh dikit," ucap Lala.


"Iya terserah kamu lah, dufan aja yuk udah lama aku gak kesana katanya banyak wahana baru," ajak Reno.


"Ogah ah ke wahana pasar malem aja gw takut apa lagi dufan," tolak Lala.


"Ayoooo kita kedupannn naik bom bom cal telus keliling di istana boneka pake pelahu selu tauu, Pano ikut ya," ucap Fano mengedipkan mata sambil memasang wajah polosnya.


"Nah tuh lo pergi aja berduaan sama Fano gw engga deh mendingan gw seharian bersihin rumah dibanding ke dufan bisa-bisa mati muda ntar gw padahal gw pengennya jadi mama muda bukan mati muda," ucap Lala.


"Engga bisa gitu dong kamu harus ikut pokonya," tegas Reno.


"Tau kak Lala pooo gak setia kawan banget," sambung Fano.


"Hm emangnya Fano punya uang buat masuk ke dufannya?" tanya Lala.


"Engga dong kan dibayalin sama kak Leno santuy aja kak Lala woles woles," ucap Fano sambil menepuk-nepuk bahu Lala.


"Gaya banget bocil kalo kak Reno gak punya uang gimana," tanya Lala.


"Pano minjem duit dulu ke kak Jungkok kembalan Pano nanti bayalnya nyicil selebu selebu," ucap Fano santai.


"Gak usah sok-sokan nanya mulu kaya anak baru, kalian aku yang bayarin nanti ajak Raina sekalian kalo dia gak bisa kita bertiga aja," ucap Reno.


Lala mendengus sebal dan memasang wajah pasrahnya lalu berjalan menuju dapur meninggalkan kedua laki-laki yang sedang tertawa.


Lala kembali ke ruang tamu membawa 3 es krim serta 1 toples cemilan.


"Lo kenapa ngajak gw si Kak, harusnya kan lo ajak pacar lo yang waktu itu di toko kue barengan sama lo," tanya Lala mendudukan diri tepat di samping Reno.


Reno menatap Lala kesal lalu melempari Lala dengan kulit kacang yang baru saja ia pisahkan dengan isinya.


"Sembarangan kalo ngomong itu bukan pacar aku, ya emang dia pernah jadi pacar tapi itu dulu," ucap Reno.


"Oh jadi ceritanya clbk nih, wahh ternyata seorang kak Reno korban gagal move on toh," ucap Lala tertawa.


"Minta di smackdown nih anak ya, aku udah gak ada apa-apa sama dia pas di toko kue kebetulan aja ketemu terus dia nyapa, lagian aku ke toko kue tuh mau beliin ka..." ucap Reno kesal tanpa sadar ia keceplosan lalu menutup mulutnya.


"Smackdown aja kak Leno Pano dukung kak Leno," saut Fano.

__ADS_1


"Nyambung-nyambung aja kaya listrik, beliin apa? kalo ngomong tuh jangan setengah-setengah," ucap Lala penasaran.


"Kepoo! pokonya aku gak sengaja ketemu dia di toko kue," tegas Reno.


"Iya terus flashback gagal move on deh dan akhirnya clbk asikkkk ada yang mau balikan nih," ledek Lala tertawa.


"Nih anak bener-bener nantangin yaa, siap- siap aja kamu aku smackdown gak tau apa ya Reno tuh jago bela diri," gumam Reno menatap Lala kesal lalu menarik tangan Lala namun Lala menghindar dan kabur darinya.


"Gak kena wle, lo gak tau aja kak kalo Lala tuh jago ngeles," ledek Lala sambil menjulurkan lidahnya.


"Awas kamu ya kalo ketangkep gak bakalan aku lepasin mau minta ampun kaya apapun," teriak Reno barlarian mengejar Lala membuat Lala panik lalu menjauhkan dirinya dari Reno.


"Yeayyyy main kejal-kejalan ajak Pano juga dong Pano ikuttttt," teriak Fano.


"Fano bantuin kak Reno ya tangkep kak Lala," pinta Reno.


"Siap kapten, kak Lalaaaaa tungguin Pano," teriak Fano.


Fano berhenti sejenak ia kelelahan mengejar Lala yang tidak kunjung tertangkap sekalinya tertangkap Lala berhasil meloloskan diri.


"Kak Lala kaya lelenya bu Sulti nih susah banget ditangkepnya ngeles telus kalo udah ketangkep," ucap Fano.


Aksi kejar-kejaran diantara mereka berlangsung lama membuat orang yang berada di dalam rumah menatap ketiganya heran dan menggelengkan kepala, hingga akhirnya Lala terkepung di sekitaran kolam berenang ia berjalan mundur saat melihat Reno dan Fano yang perlahan mendekatinya tanpa ia sadari kakinya sudah sampai di ujung kolam berenang dan kehilangan keseimbangan.


Byarrrr!


Suara air yang beradu dengan tubuh Lala terdengar disekitaran kolam membuat orang disekitaran kolam terkejut lalu menghampiri sumber suara.


"Hahaha sukurin rasakan tuh air kolam," ledek Reno tertawa terbahak-bahak sambil mendekati Lala.


Lala menatap Reno jengkel ia menyipratkan air kolam ke arah Reno lalu menarik kaki Reno hingga membuat Reno ikut tercebur bersama dengannya.


"Pano mau ikut jugaaa tungguin Pano ya Pano mau ngambil bebek dulu," ucap Fano berlarian mencari pelampung.


Reno menatap Lala kesal lalu dengan sengaja ia menarik Lala dan menenggelamkan kepala Lala ke dalam air.


"Gilaaa lo ya Kak mau bunuh gw ya gak gitu juga kali itu mah gak mempan," ucap Lala.


"Pano datangggg," teriak Fano dari kejauhan yang sudah siap dengan pelampungnya.


"Jangan lari nanti jatoh," teriak Reno.


Namun Fano tidak mendengarkan perkataan Reno ia berlarian lalu menyeburkan diri ke dalam kolam beruntung nya ia tidak terpeleset.


"Jantungan gw liat Fano lari-larian," gumam Lala.


"Ayoo kita main pelang-pelangan di ail," ajak Fano sambil menyipratkan air ke Reno dan Lala secara bergantian.


Keadaan disekitar kolam berenang sudah tidak karuan berantakan dimana-mana akibat ulah Fano yang menebarkan bola-bola mainannya ke dalam kolam dan air kolam yang berserakan di sekitaran kolam akibat ulah ketiganya.


Reyhan yang baru saja keluar dari kamarnya kebingungan melihat ruang tamu yang sangat sepi tidak seperti biasanya ia hanya melihat Wina dan Gio yang sedang menonton televisi.


"Tumben sepi pada kemana," tanya Reyhan.


"Raina lagi keluar sama Fathan, trio rusuh lagi di kolam tuh," ucap Wina.


"Ngapain di kolam. Iya tuh suaranya kedengeran sampe sini mereka lagi perang apa berenang sih," ucap Reyhan penasaran segera menghampiri mereka.


Reyhan tercengang melihat keadaan sekitar kolam yang sangat berantakan ia menggelengkan kepalanya.


Bener-bener ya si Lala sampe abang gw yang terkenal berwibawa pun nurut sama dia apa kata mantan dan bawahannya dikantor ya liat atasannya begini gak kebayang dah pasti Abang gw jadi bahan gosipan.


"Kak Leyhan sini ikutan belenang kita tawulan di ael," teriak Fano semangat ketika melihat Reyhan.


"Ogah... mending gw ke dapur terus makan kalian berenang aja dah sono," tolak Reyhan membalikan tubuhnya meninggalkan ketiga biang rusuh yang asik dengan aktivitasnya di kolam.

__ADS_1


******


Reyhan melangkahkan kakinya menuju dapur namun terhenti saat melihat Raina dan Fathan yang baru saja sampai di rumah.


"Weiii pasangan bucin tumben udah balik," sapa Reyhan.


"Kalo ngomong suka gak berkaca," ketus Raina.


"Haha bawa apaan itu lo," tanya Reyhan matanya tertuju pada paperbag yang berada di tangan Raina.


"Ini onde-onde buat Fano dari Bundanya kak Fathan, Oh iya Fano mana tumben banget gak keliatan biasanya udah stay aja disini terus gengan nya juga ngilang pasti lagi ngelakuin hal aneh lagi deh mereka," ucap Raina.


"Dari pada nanya terus mending kalian ke kolam sono ntar nemu jawabannya," ucap Gio.


Raina dan Fathan melangkahkan kakinya menuju kolam dan benar saja mereka dibuat terkejut melihat kondisi kolam yang sangat berantakan.


"Ini kolam pribadi apa waterpark si ya ampun," ucap Fathan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2