
Sedari tadi Fathan dan teman temannya juga ikut menonton adegan siraman yang terjadi di kantin.
Rama melihat Fathan begitu tenang menonton adegan siraman tersebut ia menatap Fathan tak percaya ia menggeleng gelengkan kepalanya.
"Gilaaa lo Fath bukannya pisahin malah santai banget disini,"ucap Rama menepuk nepuk bahu Fathan.
Fathan menghela nafasnya sembari menonton adegan ribut mereka.
"Gak ada urusannya sama gw,"ucap Fathan acuh berniat meninggalkan kantin namun niatnya diurungkan.
"Jelaslah ada urusannya sama lo Fath merekakan berantem gara gara ngerebutin lo kalo berantemnya gara gara ngerebutin gw baru urusannya sama gw terus gw bakal dateng kaya di pilem pilem,"ucap Rama.
"Nih gw gantiin es teh lo 10x lipat,"ucap Maira meletakan uang diatas meja.
Lala menatap uang yang diletakan oleh Maira di atas meja ia mengerutkan alisnya menatap Maira sebal.
"Gw gak mau uang, gw maunya es teh jadi lo beliin es teh 10 burannn,"ucap Lala mengambil uang yang berada di atas meja memberikannya pada Maira.
"Ngelunjak lo ya gw kasih uang aja udah bagus ini minta di beliin,"omel Maira.
"Bodoamat, pokonya lo harus beliin gw es teh 10,"ucap Lala santai tersenyum pada Maira.
"Okee okee,"ucap Maira kesal berjalan menuju kedai es.
Zara menatap Lala bingung ia sangat paham dengan Lala kalau dia sudah seperti itu pasti ada saja kejahilan yang ia buat.
"Lo mau ngapain si La,"tanya Zara penasaran.
"Liat aja nanti, lo siapin kain pel aja Zar takut diamuk mba Wiwik dan Mba mba yang lain,"ucap Lala terkekeh.
Maira dan teman temannya datang membawa 10 gelas es teh menggunakan nampan.
"Nih udah gw ganti es teh lo,"ucap Maira ketus.
Lala tersenyum menyambut es teh beserta Maira dan teman temannya.
"Nah gitu dong, lain kali kalo mau nyiram orang modal yaa,"ucap Lala.
Lala mengambil gelas es teh lalu menyiramkan es teh tersebut pada Maira sedangkan yang disiram menatap Lala penuh kebencian.
__ADS_1
Byurrrrrr
Maira menatap bajunya yang sudah basah akibat ulah Lala ia menatap Lala tajam.
"Apa apaan si lo gak tau diri banget si es teh lo udah gw ganti 10x lipat lo malah nyiram gw,"omel Maira.
"Es teh gw kan lo pake buat nyiram temen gw yaudah es teh yang lo kasih gw pake buat nyiram lo lagi,"ucap Lala kembali menyiram Maira dengan es teh ia menyisakan 4 gelas es teh untuknya.
"Nah ini sisanya buat gw minum,"ucap Lala menyengir.
"Lo bener bener ya kurang aja banget,"geram Maira melayangkan tangannya belum sempat mendarat di wajah Lala tangannya sudah ditahan oleh Zara.
"Berani lo sentuh temen gw, tangan lo gw patahin,"ucap Zara menatap Maira tajam.
"Lo gak liat temen lo ini yang nyiram gw duluan,"omel Maira berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Zara.
"Siapa suruh lo nyiram Raina pake es gw, masih mending gw siram pake es teh bukan kuah bakso Mba Wiwik,"ucap Lala santai.
"Maira nyiram temen lo cuma segelas kenapa lo nyiramnya banyak banget, terus kita gak nyiram temen lo tapi lo siram juga,"omel Shasha melempari Lala dengan ciki yang sudah terbuka yang sedari tadi ia genggam.
"Kan lo temennya dia jadi susah seneng ya harus bareng bareng ya gak Maira,"ucap Lala tersenyum pada Maira.
"Awas lo yaa,"ucap Maira kesal.
"Gilaaa keren banget mereka saling jaga banget,"ucap Rama bertepuk tangan menatap kagum pada Raina dan teman temannya.
Fathan tidak menghiraukan perkataan Rama ia berjalan menghampiri tempat dimana Raina dan yang teman temanya ribut lalu menarik tangan Raina membawanya pergi dari kantin.
Maira tercengang menatap Fathan yang pergi menggandeng tangan Raina meninggalkan kantin.
"Fathan kok kamu gandeng cewe ganjen itu si, harusnya kamu gandeng aku liat nih aku disiram sama temennya dia,"teriak Maira.
Aisyah dan yang lain menahan tawanya melihat raut wajah Maira yang menurut mereka sangat lucu.
"Emang enak ditinggalin wleee,"ledek Aisyah menjulurkan lidahnya pada Maira
"Siapa sih lo ikut ikut aja, mending kita pergi dari sini,"ucap Maira pergi meninggalkan kantin bersama teman temennya dengan baju yang basah kuyup.
"Aisyah nanti nih ya kalo si nenek lampir tau lo adiknya kak Fathan bakal caper dia sama lo,"ucap Lala memandang gerombolan Maira yang perlahan menjauh.
__ADS_1
"Aku gak bakalan mau dideketin sama dia La ishh amit amit,"ucap Aisyah bergedik ngeri.
"Yaudah mending kita nyusul Raina aja yuk dia dibawa kemana tuh sama kak Fathan,"ajak Zara.
"Udah gak usah Zar aman kok dia sama Bang Fath mah gak bakalan lecet,"ucap Aisyah mencegah Zara.
"Yah terus kita kemana dong, gw juga kepo lagi mereka kemana,"ucap Lala.
"Kita jajan aja biarin aja mereka, terus abis jajan kita balik lagi ke kelas,"ucap Aisyah.
Akhirnya mereka memutuskan tidak menyusul Raina dan Fathan mereka memutuskan membeli beberapa cemilan dan membawanya ke kelas.
Fathan dan Raina berada di belakang kampus suasana sangat hening tidak ada yang memulai pembicaraan.
"Bisa gak sih lo gak usah bikin masalah dan buat gw malu sehari aja,"omel Fathan memecahkan keheningan yang sedari tadi melanda mereka.
"Emangnya gw buat mau lo ya, yang ada lo tuh yang buat gw malu pacar lo itu terus terusan ngebully gw,"ucap Raina tidak mau disalahkan.
"Udahlah gak usah dibahas, dia bukan pacar gw,"ucap Fathan.
"Ganteng ganteng gak jelas narik cuma mau ngomel doang, udahlah gw mau ke kelas terus ganti baju, liat nih baju gw basah gara gara pacar lo,"omel Raina beranjak dari duduknya.
"Bukan pacar gw,"ucap Fathan penuh penekanan.
"Terserah lo Kak gw gak peduli,"ucap Raina acuh pergi meninggalkan Fathan.
"Dasar cewe aneh,"teriak Fathan.
Raina mengacuhkan Fathan terus berjalan meniggalkan taman.
Raina baru saja sampai di kelas ia di buat pusing dengan pertanyaan yang diujarkan padanya terus menerus.
"Rainaaaa tadi lo ngapain sama kak Fathan keren banget deh so sweet,"ucap Lala heboh.
"Gak ngapa ngapain La,"jawab Raina membuka tasnya mencari baju ganti.
"Gak mungkin gak ngapa ngapain,"ucap Aisyah penasaran.
"Tau nih gitu ya sekarang gak mau cerita sama kita jelas jelas tadi lo ditarik sama kak Fathan dan lo gak liat si gimana ekspresinya Maira pas lo ditarik sama kak Fathan,"ucap Zara.
__ADS_1
"Udahlah gak usah dibahas, gw mau ganti baju dulu,"ucap Raina malas.
BERSAMBUNG.......