
Fathan dan Raina sudah berada di salah satu restoran mereka memesan makanan dan minuman.
Raina menatap Fathan penuh tanda tanya ia ragu bahwa laki laki dihadapannya benar benar Fathan selama ini Fathan yang Raina kenal sangat berbeda dengan Fathan yang sekarang ini duduk berhadapan dengannya.
Tidak lama pelayan sampai membawa pesanan yang mereka pesan, Raina tersenyum pada pelayan mengucapkan terima kasih mengambil minuman yang diletakkan dengan cepat meminumnya ia tidak kuat lagi menahan hausnya.
Raina terus menatap Fathan sambil mengunyah makanan ia teringat beberapa hari yang lalu saat di pasar malam Fathan begitu baik lalu esok harinya kembali menjadi Fathan yang ia kenal dan hari ini terulang kembali ia berfikir keesokan harinya apakah sikap Fathan akan berubah kembali.
Fathan dibuat salah tingkah saat tidak sengaja melihat Raina yang terus menatapnya, ia melambai lambaikan tangannya di depan wajah Raina.
"Hei, gw tau kok kalo gw ganteng gak usah begitulah natapnya,"tegur Fathan terkekeh berusaha menutupi kegugupannya.
Raina mengerutkan alisnya saat mendengar
perkataan Fathan yang terlalu percaya diri.
"Kak Fathan gw tuh ngeliatin lo lagi mikir bukan karena gw takjub liat lo ganteng, kalo soal takjub liat lo mah gw udah pernah udah bosen malahan,"ucap Raina terkekeh.
"Ngeles mulu si, udahlah akuin aja haha,"ucap Fathan terus tertawa.
"Bodoamat ah males mending gw makan,"ucap Raina.
Di kampus Lala, Zara, Aisyah dan Aldo mencari Raina tetapi tidak menemukannya di seluruh penjuru kampus, mereka sudah ke perpustakaan tetapi kata penjaga sudah keluar.
"Ah Raina kalo mau pulang si gapapa tapi gak usah ninggalin tasnya juga kali kalo kaya gini kan bingung nyarinya,"omel Zara.
Aldo mencemaskan Raina ia takut Raina di kerjain oleh Maira dan teman temannya lagi, ia terus bolak balik memikirkan kira kira dimana Raina berada hingga membuat yang melihatnya pusing.
"Aldo ngapain sih mondar mandir mulu kaya gosokan Bibi di rumah gw gosokan di rumah gw aja gak gitu banget, pusing tau kepala Lala liatnya,"omel Lala.
"Gak usah diliatin Lala kalo lo pusing,"ucap Aldo.
"Tapi mata Lala mau nya liatin Aldo terus, mata Lala tuh biasa liat yang bening, kalo liat yang bening bawaannya mau liat terus,"ucap Lala.
"Mata ganjen itu mah La,"ucap Aisyah terkekeh.
Zara baru saja mendapat pesan dari supir yang biasa menjemputnya bahwa ia sudah sampai di parkiran kampus.
"Yaudah terus gimana nih tas nya Raina, gw mau pulang nih soalnya udah dijemput,"ucap Zara.
"Gw aja sini yang anterin ke rumah Raina,"ucap Aldo menawarkan diri.
"Gak usah, gw aja soalnya besok gw mau main ke rumah Raina sama Mama gw,"ucap Lala.
__ADS_1
"Gw ngasih sekarang aja, kalo nunggu besok takutnya Raina butuh tasnya,"tolak Aldo.
"Yasudahlah kalo Aldo memaksa, jaga baik baik ya tasnya Raina jangan embat pulpen pulpennya Raina nanti gw gak bisa minjem,"ucap Lala.
"Yaudah nih tas nya sama lo ya Do, kalo ada yang ilang tanggung jawab lo,"ucap Zara memberikan tas Raina pada Aldo lalu berpamitan pulang.
"Inget jangan ambil pulpennya Raina, awas aja kalo ketauan gw laporin polisi,"ancam Lala.
Aldo dan Aisyah tertawa terbahak bahak mendengar perkataan Lala yang menurut
mereka tidak masuk akal.
"Lala polisi mana yang mau nangkep pencuri pulpen, bahkan pulpen di tasnya Raina cuma dikit,"ucap Aisyah.
"Tau kalo pencuri pulpen pada ditangkepin polisi nih ya itu penjara penuh sama bocah bocah SD yang suka embatin pulpen temennya,"saut Aldo sembari tertawa.
"Iya juga si tapi bodoamat kalo lo nyuri pulpennya Raina bakal gw laporin ke Mama Wina dan Papa Gio biar lo disidang sama mereka,"ancam Lala.
"Terserah lo dah mau laporin kemana pusing gw,"ucap Aldo pasrah.
Lala mengalihkan pandangannya pada Aisyah yang sedang sibuk mengotak ngatik ponselnya.
"Ais lo gak pulang,"tanya Lala.
"Gak tau nih La, bang Fath ngilang ditelpon gak ngangkat jangan jangan mereka pergi barengan lagi ya ngilangnya bisa samaan begini,"ucap Aisyah.
"Gak tau juga si kita gak boleh suudzon dulu, terus kalo gak ada kak Fathan lo pulang sama siapa,"tanya Lala.
"Bagus dong kalo mereka berdua bukan suudzon Lala, gak tau nih palingan nunggu supir rumah jemput kesini,"jawab Aisyah.
Lala menoleh pada Aldo yang sedang sibuk melihat isi tas Raina ia menepuk bahu Aldo kencang membuat Aldo terkejut dan terbatuk batuk.
Aldo menggeretakan giginya geram melempari Lala dengan kertas yang sedari tadi ia genggam.
"Lala lo mau buat gw mati keselek,"omel Aldo.
"Hehe maaf deh maaf salahin nih tangan Lala dia naboknya kekencengan suer deh gw gak niat jadi pembunuh nanti gw masuk penjara terus Mama gw nangis,"ucap Lala cemberut.
"Bodoah suka suka lo, kenapa lo manggil gw,"tanya Aldo.
Lala menyengir tangannya terangkat menepuk nepuk bahu Aldo pelan.
"Hehe Aldo baikkan anterin Aisyah pulang yaa, kasian dia pulang sendiri abis dari rumah Aisyah baru ke rumah Raina,"ucap Lala tersenyum lebar.
__ADS_1
"Tanpa lo suruh pasti gw anter kok, Aisyah ini temennya Raina nah temennya Raina temen gw juga,"ucap Aldo tersenyum.
Aisyah memandang Aldo lekat ia merasa Aldo memiliki perasaan yang lebih dari sahabat ataupun teman kecil kepada Raina.
"Yaudah yuk Aisyah gw anter ke rumah lo bahkan sampe depan rumah lo,"ajak Aldo beranjak dari duduknya bergegas pergi disusul oleh Lala.
Selesai makan Raina berniat menanyakan sikap Fathan yang sekarang berubah menjadi baik padanya.
"Kak, gw mau nanya nih lo gak boleh ngelak ya,"ucap Raina.
"Lo mau nanya apa, ohhh gw tau lo mau nanya gini Kak kenapa lo jadi baik banget sekarang, iyakan?"ucap Fathan terkekeh.
"Kok lo tau si,"ucap Raina.
"Taulah, gw gak tau kenapa gw jadi baik banget sama lo, ini bukan ngeles gw bener bener gak tau jangan paksa gw jawab pertanyaan yang bahkan gw gak tau jawabannya,"ucap fathan.
"Aneh banget masa gak tau,"ucap Raina.
"Yaudah gak usah dibahas ya, nanti kalo gw udah nemu jawabannya langsung gw kasih tau ke lo tenang aja hahaha,"ucap Fathan tertawa.
"Terserah lo aja dah kak, awas aja besok lo tiba tiba jadi aneh lagi,"ucap Raina pasrah.
"Btw besok ada acara gak,"tanya Fathan.
"Ada,"jawab Raina.
"Yaudahlah padahal gw mau ngajak lo jalan jalan,"ucap Fathan sebal.
Fathan menghela nafasnya kesal saat mendengar jawaban dari Raina, ia menerka nerka kalau Raina ada acara dengan Aldo.
"Kenapa kesel gitu si Kak, gw ada acara sama Lala dan Mamanya nanti bisa diamuk lo sama dia nikung nikung acaranya dia,"ucap Raina terkekeh.
Fathan mengela napas lega mendengar penjelasan Raina setidaknya ia bersama Lala bukan Aldo.
"Yaudah gimana kalo minggu aja?"ucap Fathan menaik turunkan alisnya.
"Iya nanti gw kabarin kalo bisa ya, Lo WA gw aja gampang sekarang mah jaman canggih Kak,"ucap Raina.
Raina merogoh saku celananya mencari ponsel untuk mengabari Mamanya kalau ia pulang telat, ia menepuk dahinya pelan teringat ponselnya yang ia tinggal di dalam tasnya.
"Kak gw lupa hp gw ada ditas terus tasnya masih di kampus, gw boleh pinjem hp lo gak buat nelpon Lala suruh bawa tas gw,"ucap Raina.
Dengan cepat Fathan menyodorkan ponselnya pada Raina.
__ADS_1
Bersambung......