SENIOR

SENIOR
ketemu bayu


__ADS_3

Lala terus berjalan tanpa tujuan sambil terus mengoceh sesekali menendang sampah botol air meneral yang ia temui.


"Bisa-bisanya kak Reno marahin Lala didepan orang banyak cuma gara-gara mantannya yang kaya badut itu, pokoknya Lala mau marah sama dia dan gak akan mau disogok pake ciki walaupun berkarung karung, eh tapi...kalo 100 karung Lala pikirin lagi deh, awas aja nanti kalo dia minta maaf gak akan Lala maafin," gerutu Lala menendang kaleng minuman sekuat tenaga.


Tanpa ia sadari kaleng yang ia tendang terkena orang yang sedang berlarian dengan nafas tersenggal-senggal.


"Siapa nih yang lempar kaleng gak liat kondisi banget sih," teriak Bayu.


Benar sekali orang yang terkena tendangan mautnya adalah Bayu laki-laki yang tempo hari sempat bertemu dengannya.


Lala meringis saat mendengar teriakan Bayu ia menundukan kepalanya berharap orang yang terkena tendangannya akan berbaik hati melepaskannya.


"Loh kaya pernah liat," ucap Lala kebingungan.


"Nanti aja inget-ingetnya mending kita ngumpet dulu sebelum orang yang ngejar-ngejar gw nyampe kesini," ucap Bayu sambil menarik tangan Lala bersembunyi di balik pohon besar.


Lala menatap Bayu sambil mengingat kembali dimana ia bertemu dengan laki-laki yang sekarang berada di hadapannya.


"Kok Lala ikut ngumpet ya kan yang dikejar-kejar bukan Lala, udah gak usah ngumpet lo tunggu sini nanti Lala boongin orang yang ngejar lo biar dia salah jalan," ucap Lala berjalan meninggalkan bayu.


Baru saja Lala menampakan dirinya di perempatan jalan ia dibuat terkejut dengan 3 orang laki-laki berbadan besar seperti sedang mencari orang.


"Mba liat cowo pake baju biru celana jeans kira-kira seumuran Mbanya lewat sini gak?" tanya salah satu dari mereka.


"Ohhh... Liat dong. Tyh tadi kearah sana dia maling ya Bang tabok aja Bang Lala rela kok," ucap Lala dengan heboh.


Ketiga laki-laki tersebut hanya menggelengkan kepalanya tanpa menggubris Lala mereka melangkahkan kakinya mengikuti arah tangan Lala.


"Suttt...sutttt... Woyyy gilaa bolot banget nih cowo," omel Lala.


"Sabar dong kan gw mastiin dulu beneran udah pergi apa belom kalo gak lo juga bakalan kena nantinya karena ketauan udah boongin mereka," ucap Bayu.


"Lo maling ya makanya lo dikejar-kejar mereka sampe sini," tuding Lala.


Bayu menatap Lala jengkel dengan cepat tangannya menyentil kening Lala.


"Enak aja lo kalo ngomong seenak jidat lo aja, lagian kalo diliat mah justru mereka tuh yang ada tampang malingnya," omel Bayu.


"Terus kalo bukan maling kenapa lo bisa dikejar-kejar sama mereka," tanya Lala penasaran.


Bayu menghela nafasnya ia menatap Lala dengan tatapan menyelidik hingga akhirnya ia yakin dengan Lala ia memutuskan untuk menceritakannya pada Lala.


"Gw bakal ceritain ke lo tapi gak disini takutnya mereka balik lagi kesini, mau ikut gw gak?" ucap Bayu.


"Lo bukan penculikan?" tanya Lala dengan tatapan curiga.


"Coba aja lo liat ada mobil gede yang suka dipake penculik-penculik di film gak? Kalo gak ada berarti gw bukan penculik, lagian penculik mana yang mau nyulik lo sih," ucap Bayu sambil tertawa.


"Yaudah deh gw ikut lagian gw bingung juga mau kemana tapi janji lo ya gak nyulik gw," ucap Lala.


"Iyaaa bawel banget sih," ucap Bayu geram.


Mereka berjalan menuju lokasi yang dituju oleh Bayu.


"Masih jauh? Pegel banget nih kaki gw," keluh Lala.


Bayu melirik kaki Lala yang masih mengenakan heels ia menantap Lala dengan tatapan jengah dengan cepat ia jongkok di depan Lala melepas heels yang Lala gunakan.


"Eh kok dicopot nanti kalo kaki Lala kena paku gimana," ucap Lala.


"Tenang aja anak daerah sini nyeker aman-aman aja kok, lagian kalo lo pake itu heels terus-terusan yang ada kaki lo bakalan tambah sakit, gw juga lepas sepatu gw deh biar adil," ucap Bayu sambil melepas sepatunya.


Kini mereka berjalan dengan sepatu yang mereka tenteng di tangan masing-masing.


"Berasa lagi dipantai jalan tanpa alas kaki tinggal aernya aja ini mah," ucap Lala.


"Tuh nyebur aja ke kali," ucap Bayu sambil tertawa.

__ADS_1


"Bodoamat! Oh iya gw inget lo cowo yang rese waktu itu nuduh-nuduh gw mau nyulik anak-anak kan," ucap Lala sambil memelototi Bayu.


"Inget juga dia gw kira daya ingetnya cetek," gumam Bayu.


Bayu menahan tawanya saat melihat Lala yang terus berjalan mendahuluinya.


"Heh lo mau kemana? sini kita udah nyampe tadi ngeluh pengen cepet nyampe sekarang anteng banget jalan kayanya lo nikmatin banget jalan sambil nyeker," ucap Bayu.


"Bilang kek dari tadi ngeselin banget sih lo jadi orang," ketus Lala.


Mereka memasuki salah satu rumah yang terbuat dari kayu di dalamnya terdapat banyak sekali buku-buku lama membuat Lala sedikit mengantuk berada disana.


"Ini rumah siapa? kenapa isinya buku semua ngantuk gw liatnya," ucap Lala sambil menguap.


"Ketauan nih males baca buku, buku tuh gudangnya ilmu dengan lo baca buku otak loh ini nih gak gampang ditipu orang," ucap Bayu sambil menyentuh pelan kepala Lala.


"Bener sih kata lo, tapi ilmu bisa didapet dari mana aja gak dari buku doang contohnya kaya bermain dari bermain itu sebenernya ada ilmunya kita bisa belajar bersosialisasi dengan orang banyak jadinya gak ngebuat kita anti sosial banget cuma bermain lah sesuai porsinya dan pintar-pintarlah mencari pergaulan dalam bermain maka kita akan mendapatkan ilmu dan manfaatnya," ucap Lala dengan santai sambil tersenyum.


Bayu menatap Lala kagum ia bertepuk tangan sambil menggelengkan kepala tidak percaya Lala bisa berfikir seperti itu.


"Lala teguh nih ceritanya, lumayan lah persepsi lo masuk ke otak gw, lo duduk aja dulu disitu gw mau beli minuman dulu pasti lo haus abis itu bakal gw ceritain semuanya yang buat gw bisa dikejar-kejar sama mereka," ucap Bayu melangkahkan kakinya keluar rumah.


********


Setelah Reno menyelesaikan masalah yang terjadi Reno berjalan bersama Fano menuju parkiran diikuti oleh Anna.


Saat sampai di parkiran Fano berjalan mendahului Reno masuk ke dalam mobil dengan wajah yang ditekuk sambil memonyongkan bibirnya.


"Pano gak mau deket-deket sama Tante badut jelek," gerutu Fano membuka pintu mobil dan menutupnya dengan kencang.


Reno tidak menghiraukan tingkah Fano ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru parkiran ia menghela nafasnya saat tidak menemukan orang yang ia cari.


"Kamu nyari siapa sih Ren, pacar baru kamu yang kaya anak kecil itu pasti ya? Udahlah gak usah dicari tadikan dia pergi ninggalin kamu gitu aja," hasut Anna.


Fano yang sengaja membuka kaca mobil supaya mendengar pembicaraan mereka, ia mendengar perkataan Anna dengan cepat ia menongolkan kepalanya menatap Anna garang.


Anna dan Reno berjalan menuju mobil sesekali Reno mengecek keadaan sekitar memastikan kalau Lala benar-benar sudah tidak berada di sekitar gedung.


"Siapa yang mau ikutin anak nakal kaya lo, gw mau bareng Reno kan yang bawa mobil Reno bukan lo minggir gw mau di depan," ucap Anna.


"Gak mau! Enak aja ngusil-ngusil Pano situ okee ngusil-ngusil Pano," tolak Fano sambil memelototi Anna.


"Udah gak usah ribut Anna kamu dibelakang aja biarin Fano disini," ucap Reno.


Fano menjulurkan lidahnya sambil meletakan kedua jari telunjuknya diatas kepala seperti membentuk tanduk.


"Emang enak kali ini Pano yang menang sukulin," ledek Fano.


Reno menjalankan mobilnya tanpa memperdulikan Fano dan Anna yang sibuk berdebat.


Setelah mengantar Anna pulang ke rumahnya Reno bergegas dengan cepat menancap gas menuju rumahnya dengan tidak sabar.


"Kak Leno tau gak kak Lala malah banget sama kak Leno tau katanya dia gak mau maafin kak Leno meskipun kak Leno beliin dia sekalung ciki tapi kalo kak Lala gak mau buat Pano aja cikinya Pano mau kok," ucap Fano menyengir.


"Ntar juga tiba-tiba ngajak ngobrol minta-minta jajan dia mah marahnya sebentar," ucap Reno acuh.


"Liat aja nanti taluhan aja yuk kita kalo hali ini sampe besok kak Leno gak dapet maaf dali kak Lala, Kak Leno beliin Pano ikan lele yang banyak," tantang Fano dengan percaya diri.


"Okey, kalo Fano yang kalah Fano gendong kak Reno keliling komplek ya," ucap Reno.


"Okey, ini mah udah jelas Pano yang menang," ucap Fano.


********


Sesampainya di rumah Reno dan Fano berjalan menghampiri yang lainnya yang sedang berkumpul di ruang tengah.


"Kaya ada yang kurang teletabis kemana?" tanya Reno.

__ADS_1


Raina menatap Reno heran karena terakhir kali ia melihat Lala pergi bersama Reno dan Fano namun sekarang yang muncul hanya dua orang dihadapannya.


"Lah gimana ceritanya si bang Ren kenapa bisa nanya ke kita kan Lala pergi sama kalian," ucap Raina.


"Tau nih aneh banget," saut Reyhan.


"Tuh kan kak Lala jadi pelgi gala-gala kak Leno nih Pokonya besok kak Lala halus balik lagi kesini kalo gak Pano malah selama-lamanya sama kak Leno," omel Fano berjalan berjalan meninggalkan yang lainnya yang masih kebingungan dengan apa yang terjadi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2