
"Ini doang nih temen yang ngatain temennya sendiri upik abu, Raina dia temen lo apa bukan si,"ucap Raka sambil melirik Lala.
"Biarin aja suka suka dia kak Raka biar dia seneng,"ucap Raina terkekeh.
"Tuh Raina aja suka dipanggil upik abu masa lo yang heran si kak Raka lo mau gw panggil upik abu juga,"ucap Lala.
"Bodoamat dah La suka suka lo,"ucap Rama gemas.
"Yaudah mending sekarang kita siap siap buat acara malem bakar jagung,"ucap Aisyah.
"Emang hutan ada pohon jagung jagung ya,"tanya Lala sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Yahhh nora jangankan pohon jagung pohon duit aja disini ada La,"ucap Raka terkekeh.
Mata Lala berbinar saat mendengar perkataan Raka ia berjalan mendekati Raka lalu berbisik namun terdengar oleh yang lain.
"Dimana Kak, siapin karung Kak nanti pulang pulang kita jadi orang kaya dadakan, jadinya Lala bisa beli ciki sama kinderjoy yang banyak tanpa malak kak Reno,"ucap Lala semangat.
"Lo gimana si teletabis bisik bisik tapi kedengeran,"ucap Rama.
"Kedengeran ya haha, yaudah kita aja ya yang tau mending sekarang kita berburu pohon duit,"ucap Lala semangat.
"Mau aja lo diboongin sama kak Raka mana ada pohon duit Lala,"ucap Zara gemas sambil melempar sisa cemilan yang tergeletak.
"Udah ah mending kita siap siap bentar lagi gelap tuh,"ucap Raina.
"Andai ini di pantai pasti para penikmat senja lagi nontonin matahari terbenam sambil minum kopi terus nyanyi lagu dangdut sambil joget joget deh,"ucap Lala sambil berkhayal.
"Eh teletabis gak usah ngayal yang aneh aneh dah mending kita balik ke tenda masing masing,"ucap Raka berjalan mendahului yang lain.
"Ngayal aja gak boleh pelit banget si ewh, jalan duluan lagi dia liat aja Lala balap,"gerutu Lala cemberut sambil menghentak hentakan kakinya berjalan dengan cepat hingga posisinya sejajar dengan Raka yang berada tidak jauh dari tenda Raina dan kawan kawan.
"Emang enak Lala balap wle, bye bye Lala mau masuk tenda,"ledek Lala menjulurkan lidahnya sambil memasuki tenda.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tiba saatnya acara bakaran jagung suasana di sekitaran tenda mereka menjadi ramai dengan kesibukan mereka masing masing.
Terlihat Raina dan Fathan yang sedang sibuk membakar jagungnya tanpa gangguan dari yang lainnya.
"Ini udah mateng belom si,"tanya Raina sambil membolak balikan jagungnya.
Fathan menolehkan kepalanya melirik jagung yang dipegang Raina ia menganggukan kepalanya pertanda jagung yang Raina bakar sudah matang.
"Oke, kita mau makan dimana,"tanya Raina.
__ADS_1
"Disini aja, kalo gabung sama yang lain rame pusing gw apa lagi ada teletabis si biang rusuh,"ucap Fathan.
"Takut banget lo sama Lala Kak haha,"ucap Raina tertawa.
"Bikin pusing liat kelakuannya, nih ya kalo kita kesono gw jamin pasti ada aja kerusuhan yang dibuat sama dia,"ucap Fathan dengan percaya diri.
"Gitu gitu dia temen gw loh Kak, orang yang mau temenan sama gw harus temenan juga sama dia,"ucap Raina.
"Bisa bisaan lo punya temen begitu,"ucap Fathan menggelengkan kepalanya.
"Bisalah jangan liat dari segi rusuhnya Kak tuh anak banyak sisi positifnya yang kita semua gak tau,"ucap Raina sambil mengunyah jagungnya.
"Telen dulu jagungnya nanti keselek aja, kita kan lagi ngomongin Lala jangan sampe kamu yang keselek,"ucap Fathan tertawa.
Raina menatap Fathan saat mendengar perkataan Fathan ia mencubit lengannya namun yang ia rasakan sakit berarti bukan mimpi, perlahan Raina menelan habis jagung yang berada di dalam mulutnya.
"Oh iya kita beneran pacaran ya,"tanya Raina.
"Hm,"jawab Fathan.
Raina melirik Fathan jengkel ia menarik hidung Fathan gemas, sedangkan Fathan hanya meringis.
"Aku udah mancung kenapa dicubit,"ucap Fathan menaikan sebelah alisnya.
"Nyebelin si, ditanyain bukannya jawab yang bener malah begitu jawabnya,"omel Raina membalikan tubuhnya dengan posisi membelakangi Fathan.
Fathan terkekeh melihat Raina yang merajuk saat tidak mendapatkan jawaban yang sesuai dengan pikirannya.
"Ngambek aja terus, iya kita pacaran,"ucap Fathan tersenyum.
Refleks Raina membalikan tubuhnya menatap Fathan lekat dan sibuk dengan pikiran yang berada di isi kepalanya hingga ia tersadar saat Fathan melambaikan tangannya di depan wajah Raina.
"Biasa aja kali gak usah gitu juga,"ledek Fathan sambil tertawa.
"Kita seriusan pacaran beneran,"tanya Raina yang masih sulit untuk mempercayai perkataan Fathan.
Fathan menghela nafasnya kesal ia mencubit kedua pipi Raina gemas.
"Iya Raina kita pacaran beneran gak bohongan!"ucap Fathan.
"Kok bisa,"tanya Raina dengan wajah polosnya.
"Kenapa kita bisa jadian, emangnya apa yang lo suka dari gw bukannya lo gak suka ya sama gw, kalo gw sih udah jelas dari dulu suka sama lo Kak cuma sekarang sedikit nyerah aja hehe,"ucap Raina menghujani Fathan dengan banyak pertanyaan yang berada di dalam otaknya yang sedari tadi bersorak sorak meminta untuk di keluarkan.
"Banyak banget pertanyaannya, intinya sekarang gw suka sama lo dan lo gak punya perasaan suka sendirian lagi, kaya yang Lala bilang upik abu berhasil dapatin pangeran impiannya hahaa,"ucap Fathan tertawa.
"Bodo ah kesel, kenapa gak dari dulu aja sih kak emang kalo suka sama cowo galak tuh gak perlu di kejar pas kita udah nyerah dia nyamperin sendiri di novel novel yang gw baca juga begini hahaha, tau gitu dari dulu gw nyerah aja ya,"ucap Raina tertawa.
Fathan tersenyum menatap Raina yang sedang tertawa lepas ada rasa bahagia tersendiri dihatinya saat melihat tawa Raina.
"Asal jangan sekarang aja nyerahnya,"ucap Fathan merangkul Raina.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Berbeda dengan Raina dan Fathan yang sedang asik kasmaran sedangankan di tempat pembakaran jagung yang tidak jauh dari keberadaan mereka suasana sangat ramai.
"Kalian kok jagungnya bagus punya Lala gosong semua tuh, kapan Lala makan jagungnya kalian udah abis dua,"ucap Lala sambil menunjuk ketiga jagung yang bentuknya sangat mengenaskan.
"Lagian banyak gaya si maunya bakar sendiri,"ucap Zara sambil memakan jagungnya.
Lala menatap jagung Zara dengan mata yang berbinar perlahan ia mendekati Zara.
"Zar bagi jagungnya dong Lala mau nyobain juga,"ucap Lala mengulurkan tangannya berniat meraih dan mengambil jagung Zara namun tangannya ditepis oleh Zara.
"Enak aja, ini punya gw tuh makan jagung gosong lo ada tiga lagi,"ucap Zara sambil menunjuk jagung.
"Gak enak itu gosong rasanya pait kaya kehidupan,"ucap Lala memelas.
"Kamu bikin aja lagi usaha sampe bisa La, tuh diajarin sama kak Raka sama kak Rama juga,"ucap Aisyah tertawa melihat jagung Lala yang semuanya berwarna hitam.
"Gak ah capek,"tolak Rama.
"Gw juga males,"sambung Raka.
"Pelit banget si, yaudah gw nyusul Raina aja sama kak Fathan minta bikinin pasti mereka mau bye bye teman temanku yang jahat,"ucap Lala memalingkan wajahnya berjalan menghampiri Fathan dan Raina.
Lala berlarian kecil menghampiri Raina dan Fathan yang sedang memakan jagungnya sesekali tertawa.
"Rainaaaa,"teriak Lala.
Raina dibuat terkejut dengan teriakan Lala yang tepat berada di depan telinganya.
"Lalaaaa bisa gak sih gak usah teriak bikin kaget aja,"omel Raina.
"Tuhkan apa aku bilang gak disamperin aja bikin rusuh,"gerutu Fathan.
"Ih aku aku biasanya juga lo gw sekarang cowo galak jadi bucin ya,"ledek Lala.
"Lo ngapain kesini La bukannya lo bakar jagung sama yang lain, gimana udah makan berapa banyak lo,"ucap Raina yang menebak Lala sudah menghabiskan banyak jagung.
"Satu aja belum, makanya Lala kesini mau minta jagung sama kalian,"ucap Lala cemberut.
"Boong banget lo mah,"saut Fathan.
"Gak percaya banget nih, Lala udah bikin jagung tiga sebenernya,"ucap Lala.
"Nah itu ada tiga ngapain minta lagi mau jualan lo,"ucap Fathan kesal saat mendengar perkataan Lala.
"Ihhh orang belom kelar ngomong udah dipotong aja bikin kesel, iya emang udah bikin tiga tapi gosong semua,"ucap Lala memelas.
Refleks Fathan dan Raina tertawa saat mendengar perkataan Lala sementara Lala terdiam sambil menatap kesal pada dua manusia yang berada di hadapannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.......