
Team Lala lovers sedang mengitari sekitar jalanan mencari lele yang dimaksud oleh Lala menggunakan sepeda motor yang dikendarai oleh Reno.
Sedangkan Fano yang berada ditengah sedari tadi tidak berhenti mengoceh sesekali tertawa bahkan sampai terkikik.
"Kita kaya team cabe-cabean ya boncengan beltiga kalo kata temen Pano kaya lantang," ucap Fano.
"Cerewet banget nih dari tadi ngomong terus lempar nih ya," omel Lala.
"Yee gitu aja malah nanti udah jelek tambah jelek telus Pano mengundulkan dili jadi pensnya kak Lala," ucap Fano.
Fano melirik sekitar sesekali menyapa beberapa orang yang ia lihat.
"Sok kenal banget manggil-manggil," ucap Reno tertawa.
"Kata olang-olang tak kenal maka tak sayang," saut Fano.
Lala menepuk bahu Reno mendadak berhasil membuat Reno kaget dan mengerem mendadak.
"Kebiasaan banget kalo nyuruh berenti tuh jangan dadakan oneng," omel Reno kemudian ia memarkirkan motornya lalu turun dari motor.
Fano sedari tadi sibuk meraba-raba dahinya lalu ia mendekati kaca spion.
"Untung aja jidat Pano gak benjol kalo gak nanti tingkat kegantengan Pano belkulang sedikit," ucap Fano.
"Berisik nih kalian berdua, mending masuk ke dalem katanya mau liat lele berenang di minyak," ajak Lala berjalan mendahului mereka masuk ke dalam kedai yang bertulisan pecal lele bu Surti.
"Gendong Pano dong kak Leno Pano magel jalan nih," pinta Fano memelaskan wajahnya.
Reno menghela nafas lalu menjulurkan tangannya untuk menggendong Fano.
"Kak Lala pooo Pano mau pamer nih, Pano digendong dong sama kak Leno kak Lala enggak wle emang enak kak Leno lebih milih Pano dali pada kak Lala," ledek Fano.
"Bodoamat! Bu nih anak kecil mau liat lele berenang di dalem minyak, kasih tau bu kalo ikan lele juga bisa berenang di minyak haha," ucap Lala.
Dengan penuh semangat Fano berlarian menyusul bu Surti lalu ia menggeser bangku dan menaikinya.
"Bu kita kenalan dulu yuk kata olang tak kenal maka tak sayang," ucap Fano.
"Nama aku Pano umul 5 taun masih PAUD masih jomblo kembalannya jungkook juga Bu," ucap Fano tersenyum.
"Hah 5 tahun kok pinter banget ngomongnya, nama ibu Surti," saut bu Surti.
"Bu sulti masih jomblo juga kaya Pano?"tanya Fano sambil melirik wajan yang berisi minyak.
"Eh gak usah nanya yang aneh-aneh anak kecil kepo banget si liat aja tuh ikan lele berenang diminyak," ucap Lala.
Fano memonyongkan bibirnya saat mendengar ucapan Lala, ia tidak menggubris perkataan Lala dan lebih memilih fokus dengan bu Surti yang sedang memukul lele.
"Bu itu kok kepala lelenya dipukul emangnya gak sakit, kesian Lelenya nanti meninggal telus nanti Mami sama Papinya Lele nangis," tanya Fano sambil turun dari duduknya menghampiri bu Surti.
Tidak sengaja Fano menendang ember yang berisi lele yang masih hidup membuatnya terkejut karena terpatil oleh lele.
"Ampunnnn Lele ampunnn jangan patok Pano yang bunuh sodara kalian bu Surti bukan Pano selang bu Sulti aja jangan selang Pano, huaaa kak Leno kak Lala tolongin Pano," teriak Fano panik berlarian kesana kemari.
Teriakan Fano membuat Lala dan Reno saling menatap satu sama lain secara bersamaan mereka beranjak dari duduknya menghampiri Fano.
"Hahahhaha sukurin makanya jangan banyak gaya jadi anak kecil di cium lele kan jadinya," ledek Lala tertawa terbahak bahak.
Fano berkacak pinggang memonyongkan bibirnya menatap Lala jengkel, ia melirik Lele yang berada di dekat kaki Lala yang sedang terkapar bergerak kesana kemari Fano tersenyum membayangkan ikan lele tersebut menyerang Lala.
Dan benar saja tidak perlu waktu lama kaki Lala sudah dipatil Lele membuat lala terkejut refleks menarik lengan Reno hingga Reno tersungkur.
Reno menatap baju dan celananya yang basah akibat terjatuh dengan cepat ia berdiri lalu menarik telinga Lala geram.
Fano melihat Lala dijewer tak kuasa menahan tawanya ia bersorak-sorak sembari bertepuk tangan berjalan menghampiri mereka.
"Ayooo kak Leno...Jewel telus kak Leno jangan dilepasin bial kupingnya kak Lala jadi kaya kuping gajah haha," teriak Fano.
Bu Surti dan suaminya sedari tadi sibuk menangkap lele yang berserakan.
Fano melihat pasangan suami istri tersebut ketar ketir menangkap lele tak kuasa menahan tawanya ia terkikik, namun tiba-tiba telinganya pun mendapat giliran dari Reno.
__ADS_1
"Minta maaf sama bu Surti, susah ya jalan sama biang rusuh kerjaannya bikin rusuh terus," omel Reno.
"Iya-iya ampun... Jangan jewel telinga Pano plisss nanti Pano gak ganteng lagi, Pano janji bakal minta maap sama bu Sulti sama Lelenya juga," ucap Fano memukul tangan Reno yang setia menempel di telinganya.
Fano berjalan dengan wajah yang tertekuk sambil mengelus telinganya menghampiri bu Surti.
"Bu Surti maapin Pano ya, Pano gak ada niatan bikin lelenya kabul kok tadi Pano gak sengaja nendang embelnya nanti diganti lugi kok sama team Pano noh kak Leno sama kak Lala yang ganti lugi," ucap Fano menunjuk Reno dan Lala bergantian.
Bu Surti terkekeh melihat tingkah Fano, ia menutup kembali ember yang berisi lele, lalu mulai menyalakan kompor dan menyemplungkan lele ke dalam wajan.
"Pano mau liat lele berenang di minyak gak?" tanya bu Surti.
"Mauuuu, tapi bu Sulti udah maapin Pano kan nanti kalo bu Sulti gak maapin Pano kasian kuping Pano dijewel kak Leno," ucap Fano memelas.
"Iya Ibu maafin, sini mau liat gak," ajak bu Surti.
Fano berjalan mendekati bu Surti lalu menaiki bangku agar dapat melihat wajan ia mengernyitkan dahinya membalikan badannya menatap Lala kesal lalu turun dari bangku menghampiri Lala.
"Kak Lalaaaaa itu namanya lele goleng bukan lele yang lagi belenang kalo kaya gitu mah Pano gak lela nyemplungin di akualium mending Pano makan bareng sayul kol goleng," teriak Fano.
*****
Setelah selesai Reno membayar pecel lele yang ia beli dan berpamitan pada bu Surti lalu kembali ke rumahnya.
Saat sampai di rumahnya Fano berlarian membawa kantong plastik dengan kucing yang sudah mengejarnya di belakang.
"Hushhh kucing jangan kejal Pano kalo mau beli aja sendili noh di bu Sulti," usir Fano.
Reno dan Lala tertawa melihat Fano yang terus menerus diikuti kucing hingga masuk ke dalam rumah.
"Mama Wina Papa Gio tolongin Pano, Pano dikejal kucing," teriak Fano berlarian melemparkan asal plastik berisi ikan lele dan tepat mengenai Reyhan.
"Udah gak ada di Pano suel deh cing nih peliksa aja kalo gak pelcaya tuh kejal kak Leyhan aja tuh ikannya Pano lempal kesono tadi," ucap Fano.
Raina dan Fathan saling pandang dan mengerutkan alisnya ketika melihat Fano berbicara dengan kucing.
"Fano bisa bahasa kucing ya," bisik Fathan.
"Heh bosuh(bocah rusuh) panas sumpah ya enak banget lo ngelemparnya," omel Reyhan.
Fano menyengir saat mendengar Reyhan yang memarahinya lalu kembali fokus berbicara dengan kucing.
"Ambil gak nih kantong sebelum gw makan semua," ancam Reyhan.
"Iya-iyaaa ih malah-malah telus kaya aki-aki," saut Fano berjalan menghampiri Reyhan diikuti oleh kucing.
"Tuh cing serang kak Leyhan nanti Pano kasih dikit aja tapi ya," ucap Fano.
Dan ntah mengapa kucing tersebut menuruti Fano, kucing berjalan menghampiri Reyhan membuat Reyhan bersin-bersin.
"Fanooo bawa kabur gak kucingnya hatchi... Awas lo ya," teriak Reyhan.
Seisi rumah dibuat panik saat melihat Reyhan bersin-bersin.
"Fano udah ya,Nak, suruh kucingnya minggir kak Reyhannya alergi sama kucing kasian tuh bersin-bersin," bujuk Wina.
"Iya Bro anak Papa Gio yang gantengnya kaya opa opa korea suruh kucingnya minggir yaa cakep," bujuk Gio.
Akhirnya Fano menuruti perkataan Wina dan Gio ia pun membawa kucing tersebut dan memakan lele bersama di dapur.
"Si Fano itu tingkahnya banyak banget gimana Mila gak pusing ngurusnya ajaran bapaknya nih emang sesat banget," ucap Gio.
"Tapi keren om Fathan malah mau punya anak kaya begitu rumah jadi rame gara-gara dia," saut Fathan.
"Waduhhh kayanya aing bakal dapet cucu titisannya Fano dah, Mama yang sabar ya," ucap Gio.
"Apaan si Papa lebay banget orang kita aja baru pacaran gak kepikiran sampe sejauh itu tau," sambung Raina memelototi Fathan.
Lala dan Reno baru saja memasuki rumah mendengar perkataan Gio dan Fathan membuat Lala penasaran ingin segera nimbrung.
"Gak mungkin anaknya kak Fathan dan Raina jadi kaya Fano, Pa. Nih ya yang ada anaknya tuh bakal jadi es batu yang sok ganteng kaya bapaknya terus tiba-tiba jadi bucin," saut Lala.
__ADS_1
"Nyambung-nyambung aja gak diajak ngobrol juga," gerutu Fathan.
"Coba Mama sama Papa tanyain tuh dia berdua nempel terus kaya perangko kalo perlu kawinin aja sekarang udah cocok kok mereka," ucap Raina sengaja mengalihkan pembicaraan dengan melemparkannya pada Lala dan Reno.
Refleks Lala dan Reno menjauhkan jarak tubuh mereka dan saling menghina satu sama lain.
"Ogah banget sama biang rusuh ini bisa-bisa suram hidup aku," ucap Reno.
"Ih Lala juga ogah sama kak Reno, sono jangan deket-deket," usir Lala.
"Ada juga kamu yang deket-deket aku terus," ucap Reno santai berjalan meninggalkan Lala.
"Tuh kan gw baru inget pecel lele gw yang dibawa Fano, Hai gais Fano kemana ya?" tanya Lala.
"Fano ke dapur bareng kucing," jawab Raina.
Lala berjalan menuju dapur menyusul Fano terlihat disana sudah ada Reno yang menggelengkan kepalanya.
Lala penasaran lalu menghampiri mereka dan tercengang melihat Fano memberikan ikan lele punyanya pada kucing.
"Fanooooo itu Lele punya gw kenapa dikasih ke kucing semua ih gemes gw sama lo," omel Lala.
"Bukan salah Pano salah kucingnya siapa suluh ikutin Pano telus, Pano kasian liat kucingnya kaya mau nangis yaudah Pano kasih aja lelenya kak Lala udah jangan malah-malah ya belamal diki, beli lagi sono sama kak Leno jangan minta punya Pano ya ini enak banget," celotehan Fano membuat Lala geram lalu pergi meninggalkan Fano dengan rasa kesal yang masih berada di puncak kepalanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.......
__ADS_1