SENIOR

SENIOR
Menghadiri acara ulang tahun Shasha


__ADS_3

Waktu menunjukan pukul 18.30 kediaman Raina sudah ramai dengan kedatangan Fathan dan Aisyah.


Raina siap menghampiri Aisyah dan Fathan menggunakan dress selutut berwarna biru dongker tak lupa tas kesayangannya dengan riasan yang natural serta enak di pandang.


"Maaf ya lama jadi gak enak kalian nungguin begini,"ucap Raina tersenyum.


Fathan tercengang melihat penampilan Raina yang berbeda dari biasanya meskipun menggunakan make up wajahnya tidak terlihat tua.


"Kak Laina milip jeniie blackpink, kok tumben kak Laina cantik,"ucap Fano terus memandang Raina mulai dari atas sampai ke bawah seolah olah seperti perancang busana yang sedang menilai modelnya.


"Kak Jungkook kak Laina cantikan padahal biasanya dekil kaya abis main layangan,"ucap Fano menyadarkan Fathan dari lamunannya.


"Ah iya cantik, tapi kayanya ada yang kurang,"ucap Fathan melirik Raina berjalan memutari tubuh Raina melihat dari atas sampai ke bawah.


Raina dibuat salah tingkah saat Fathan memandangnya begitu lekat, ia berusaha menetralkan rasa gugupnya agar tidak terlihat oleh orang sekitar.


"Kak ngapain sih muter muter ntar pusing aja,"ucap Raina gugup.


"Enggak gw ngerasa ada yang kurang aja makanya gw muter muter lo diem dulu ya disitu jangan banyak gerak,"ucap Fathan.


"Engga ada kak udah lengkap semua, iya tau kurang cantik kan,"ucap Raina melirik Fathan sekilas.


"Hahaha bukan itu,"ucap Fathan tertawa.


"Nih kurang cincin di jari lo, pas banget gw lagi bawa cincin sini jari lo,"ucap Fathan tersenyum melihatkan kotak cincin yang ia genggam sedari tadi, sebenarnya ia sengaja membelikan cincin itu kemarin saat di mall.


"Lo mau jualan cincin nih ke gw ceritanya segala nawarin cincin Kak,"tanya Raina gugup.


"Enak aja, cincin dari gw mah gak dijual tau orang yang nerima berarti hoki,"ucap Fathan terkekeh.


"Tapi ini gw gak disuruh bayarkan, ntar lo itung nyewa cincin lagi,"ucap Raina.


"Cincin buat Pano mana, masa Pano gak hoki."ucap Fano cemberut.


"Nanti ya pas Fano ulang tahun di beliin batu akik,"ucap Fathan tertawa.


"Batu akik apa,"tanya Fano bingung.


"Udah yuk berangkat nanti telat kalo terus terusan ngeladenin nih bocil,"ucap Raina.


"Tungguin Pano, kado dali Pano belum dibawa,"ucap Fano berlarian mengambil kado yang sudah ia bungkus sendiri.


Fano kembali dengan menenteng kado yang terlihat sudah tidak beraturan sekali bungkusnya banyak lakban berwarna coklat bertebaran disekitaran kotak bahkan hampir menutupi kertas kadonya.


"Fanooo itu apaaan kok kaya lemper hahahah,"tanya Fathan tertawa terbahak bahak.


Sama halnya dengan Raina dan Aisyah yang sedang menunggu Fano ikut tertawa ketika melihat Fano kembali membawa kado yang bentuknya tidak seperti kado.


"Ini kado tau Pano susah payah sampe mutel mutel buat bungkusinnya pusing kepala Pano untung gak ada bulung telbangnya diatas kepala Pano kaya di pilem pilem,"ucap Fano melirik kotak yang ia bawa.


"Emangnya kamu ngadoin apa si, kayanya kemaren kamu gak beli apa apa buat kado,"tanya Aisyah.


"Pano kadoin cikinya kak Lala yang Pano ambil dali kamalnya kak Laina telus sama golengan yang ada di meja makan,"jawab Fano.


Fano sukses membuat mereka bertiga tertawa


terbahak bahak ketika mendengar perkataan Fano tentang isi kadonya untuk Shasha.


"Yaudah yuk belangkat, tapi Pano mau tas kaya kak Laina buat kado Pano,"ucap Fano.


"Ah iyaaa Pano tau dideket kulkas dapul ada klesek bekas nasi kotak, tungguin lagi yaaa kalian jangan kemana mana,"ucap Fano.


"Sumpah yaaa Raina sepupu kamu ajaib banget akalnya banyak,"ucap Aisyah terkekeh.


"Iya dong anak SGM tuh, kalo gw dancow jadi gak kaya begitu aktifnya,"ucap Raina asal.

__ADS_1


Fano kembali berlarian dengan menenteng kantong yang sudah kusut, ia meminta bantuan Fathan untuk memasukan kadonya kedalam kantong plastik.


"Gak kebayang nih pas Shasha buka kadonya dia bakal ngamuk kaya apa,"ucap Fathan terkekeh sembari menggelengkan kepalanya.


Mereka berjalan bersama memasuki mobil dan pergi menuju acara Shasha yang bertempat di kediamannya sendiri.


Lala yang baru saja selesai bersiap siap menolehkan pandangannya mengitari ruang tamu lalu ia berjalan menuju tempat terparkirnya mobil Fathan, ia mendengus kesal saat melihat mobil Fathan sudah tidak berada di tempatnya, Lala kembali memasuki rumah dengan wajah yang ditekuk.


"Ngeselin banget si gw ditinggalin, udahlah gw gak usah dateng sepatunya gw kasih orang aja,"gerutu Lala.


"Kenapa kamu, kok gak ikut Raina sama yang lainnya,"tanya Reno tertawa melihat wajah Lala yang sangat menyedihkan.


"Gak usah ketawa, gw lagi kesel gara gara ditinggalin Raina sama yang lain,"ucap Lala kesal.


"Hahahah sukurin emang enak ditinggal,"ledek Reno menertawakan Lala sembari memakai sepatunya.


"Ini lo mau kemana,"tanya Lala.


"Mau pergilah, temen aku ade nya ulang tahun terus aku diundang yaudah deh sekarang aku mau berangkat bye bye selamat jadi penghuni rumah,"ledek Reno melambaikan tangannya.


"Ihhhh tunggu dulu, acaranya di jalan anggrek bukan,"tanya Lala menahan tangan Reno.


"Iya kok kamu tau, sekarang kerja sampingannya dukun ya,"ucap Reno.


Lala menatap Reno senang dengan mata yang berbinar binar.


"Ayooooo kitaa bareng aja, gw kesoni juga,"ucap Lala menarik Reno.


"Enak aja, emangnya nama temen kamu siapa,"ucap Reno.


"Nama temen aku Shasha, ayo buruannn gak sabar pengen marah marah disono,"paksa Lala menarik narik tangan Reno.


"Kok sama, ini mah namanya temanmu ternyata adiknya temanku bisa jadi judul sinetron indosiar nih,"ucap Reno sambil berjalan menuju mobilnya.


"Wihhhh banyak cewe cewe cantikkk, kayanya Pano balik dali sini gak jomblo lagi deh,"ucap Fano.


"Eh jangan kemana mana nanti ilang, inget janjinya sebelum ikut kesini, kalo ingkar besok besok gak boleh ikut lagi,"ucap Raina mengingatkan Fano.


Tidak lama terlihat Maira dari arah berlawan menghampiri mereka, ia berjalan menghampiri Fathan dan memeluk lengan Fathan.


"Kamu dateng Fath, enjoy yaa di acara Shasha kok kamu gak bareng sama Rama dan Raka,"tanya Maira.


Fano menatap Maira garang ia melepas paksa tangan Maira dari lengan Fathan.


"Tanteee jangan genit sama kak Jungkooknya Pano, kak Jungkook pacalnya kak Laina awas ya deket deket lagi Pano cebulin ke dalem kolam belenang itu,"omel Fano berkacak pinggang menatap Maira garang sembari menunjuk kolam renang yang berada di samping kirinya.


"Eh anak kecil berani beraninya ya ngomel ngomelin gw,"bentak Maira menarik telinga Fano.


"Ihhhh tanteee jangan nalik nalik kuping Pano nanti kalo kuping Pano kaya kuping gajah gimana,"omel Fano memukul kencang tangan Maira yang berada di telingannya.


"Tante tante enak aja lo manggil gw tante kapan gw nikah sama om lo,"bentak Maira.


Raina sedari tadi ingin menghentikan Maira yang terus memarahi Fano namun dicegah oleh Fathan karena Fathan tahu Fano anak yang pintar pasti menang melawan Maira.


"Papa Gio juga gak mau nikah sama Tante galak, cantikan Mama Wina dali pada Tante galak wle,"ledek Fano.


"Ishhh dasar bocah,"geram Maira mengangkat tangannya ingin memukul Fano namun terhenti dengan ucapan Fano.


"Etttt gak boleh mukul mukul anak kecil, nanti Pano lapolin ke UNICEF bial dipenjala tau lasa,"ucap Fano dengan ketus.


Maira merasa jengkel dengan Fano, ia pergi meninggalkan Fano dengan perasaan yang kesal sembari menghentakan kakinya.


"Cemennnnnn, sama Pano aja kabul,"ledek Fano.


"Kerennnnn Fanooo, ini baru sohib Lala tos dulu dong,"teriak Lala yang baru datang sejak perdebatan Fano dengan Maira dimulai, ia sengaja menonton pertunjukan tersebut dan menahan Reno agar tidak menghampiri mereka.

__ADS_1


"Widihhhh kak Lala, kelen banget kan Pano,"ucap Fano menyambut tangan Lala.


"Fano ikut kak Lala sama kak Reno aja yuk kita cari makanan yang banyak, biarin kak Jungkook kamu pacaran sama kak Raina,"ajak Lala menggandeng tangan Fano.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2