SENIOR

SENIOR
Sampo


__ADS_3

Lala sudah sampai di tenda lain halnya dengan Raina dan Fathan yang sedari tadi menunggunya, sesekali melirik sekitar melihat tanda tanda kemunculan Lala.


"Udahlah kita balik ke tenda aja dulu. Kali aja dia ada di sono, lo kaya gak tau aja temen lo itu kaya apa,"ajak Fathan yang sedari tadi bosan menunggu Lala yang tidak kunjung datang.


"Tapi Kak kalo dia gak ada di tenda gimana,"tanya Raina cemas.


"Kalo gak ada kita cari bareng bareng sama yang lain juga, intinya kita balik dulu ke tenda terus kita liat ada gak tuh si biang rusuh,"ucap Fathan.


Raina terdiam sambil memikirkan perkataan Fathan, ia rasa ada benarnya juga yang di ucapakan Fathan.


"Ah kelamaan,"ucap Fathan kesal sambil menarik tangan Raina.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Lala sedang asik memakan cemilan yang baru saja ia ambil dari dalam tasnya sembari mendengar musik dari ponselnya, tiba tiba Maira dan teman temannya datang menginjak daun pisang yang sengaja ia letakan tepat sampingnya.


Lala menoleh ia terkejut melihat kaki Maira yang sudah berada diatas daun pisang, ia beranjak dari duduknya berkacak pinggang memelototi Maira.


"Hehhhh kaki lo minggir gak daun pisang Lala ini kalo rusak gimana emangnya kalian bisa ganti,"omel Lala memukul kaki Maira.


"Apaan si lo daun pisang doang lo ributin lagian siapa suruh lo taro daun pisang disini,"omel Maira tanpa memindahkan posisi kakinya dari daun pisang bahkan ia semakin menginjaknya.


"Mairaaaaaaa, gantiin daun pisang Lalaaa,"teriak Lala sambil menjewer telinga Maira.


Keributan yang terjadi antara Lala dan Maira semakin menjadi hingga membuat daun pisang yang semulanya sangat cantik dan utuh menjadi robek.


Di tengah keributan mereka muncul Aldo dengan tatapan kebingungan melihat pertengkaran diantara mereka.


Lala membelalakan matanya saat melihat keadaan daun pisang yang ia jaga seperti menjaga dirinya sendiri robek nyaris kebelah dua.


"Arghhhh Mairaaa lo udah buat Lala marah,"teriak Lala menjambak rambut Maira tanpa ampun.


"Woyyyy udahh udah kalian apaan si,"teriak Aldo berusaha memisahkan mereka namun sangat sulit hingga membuat Aldo tersungkur di atas tanah berkali kali karena di dorong.


"Ini cewe tenaganya kaya badak ya,"gerutu Aldo ia menyerah memisahkan mereka akhirnya ia mendudukan dirinya di tempat yang sempat Lala duduki ia mengambil cemilan Lala dengan santai ia menonton pertengkaran mereka.


"Bodoamatlah gw capek misahin mereka mental mulu mending gw disini aja,"ucap Aldo.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Raina dan Fathan baru saja sampai di sekitaran tenda saat melihat teman temannya bergegas menyusul mereka.


"Lo berdua kemana aja si,"tanya Raka.


"Abis dari sono pokonya dilarang kepo,"ucap Fathan.


"Kalian liat Lala gak,"tanya Raina dengan raut wajah cemas karena ia melihat di tempat kumpul teman temannya yang tidak ada hanya Lala.


Fathan menghela nafasnya menyusul Raina yang baru saja berlarian menyusul Lala saat Rama memberitahu keberadaannya tanpa menjawab ucapan Rama.


"Eh songong banget malah kabur dia berdua,"omel Rama.


"Mending kita susul aja yuk,"ajak Aisyah.


Mereka berjalan menyusul Fathan dan Raina setibanya disana mereka dibuat terkejut saat melihat rambut Maira yang megar seperti singa.


"Gilaaa si Maira abis kesetrum itu rambutnya jadi begitu hahaha,"ucap Rama tertawa terbahak bahak.


"Lala lo kenapa sama dia kok bisa ribut,"tanya Raina.


"Ituuu tuh nenek gimbal gangguin Lala terus ngerusak daun pisang Lala jadi robek gara gara dia yaudah Lala tarik terus Lala acak acak aja rambutnya tuh liat hasil karya Lala,"ucap Lala sambil menunjuk rambut Maira yang sudah berantakan tidak karuan.


"Heh lagian ini cuma daun pisang ya gak sebanding sama perawatan rambut gw, bener bener lo yaaa,"omel Maira.


"Perawatan rambut murah tinggal beli sampo lifebouy gope dapet 2 rambut bisa jadi berkilauan dan lebat tersedia di warung warung gak usah lebay deh tapi Lala gak pake sampo lifebouy Lala pakenya zinc biar dingin kepala Lala, sedangkan ini daun pisang penuh perjuangan tau ngambilnya Lala harus izin dulu sama penghuni pohon pisangnya biar Lala gak diikutin,"ucap Lala dengan nada polosnya.


Sedangkan yang lainnya menghela nafas dan menatap Lala geram ingin rasanya mereka memasukan Lala ke dalam karung lalu menghanyutkannya di lautan.


"Yaudah lo juga Maira ngapain disini, tenda lo kan bukan di sini kenapa lo kesini sini,"ucap Raina.


"Suka suka gw dong emangnya nih hutan punya nenek moyang lo,"ucap Maira santai sambil merapikan rambutnya.


"Eh Maira nenek moyangnya Raina itu seorang pelaut bukan seorang pemburu,"ucap Lala.


"Udah udah ribut terus lo bedua, terus ini daun pisang mau diapain si sebenernya,"ucap Rama.


"Ini tuh daun pisang sengaja Lala ambil buat kak Fathan nembak ulang Raina soalny......"ucap Lala terputus karena mulut Lala ditutup oleh Fathan.

__ADS_1


"Hehe iya daun ini emang diambil buat gw tapi sejujurnya gw gak tau kalo nih anak mau ngambil daun pisang,"ucap Fathan menyengir sembari memelototi Lala.


"I..i..iyaaa tapi bener kok itu daun pisang Lala ambilin buat kak Fathan nembak Raina,"ucap Lala polos.


Aldo yang semulanya tidak berminat dengan apa yang dibicarakan oleh mereka refleks beranjak dari duduknya saat mendengar perkataan Lala.


"Bercanda lo gak lucu La, mana mungkin orang nembak pake daun pisang ya gak Raina,"ucap Aldo terkekeh sembari merangkul Raina.


"Siapa yang bercanda Lala serius tau mereka berdua tuh udah jadian cumaa ya gitu jadiannya beda dari yang lain,terserah deh mau percaya apa engga,"ucap Lala acuh berjalan mengambil cemilannya ia mengerutkan alisnya saat melihat cemilannya yang tinggal sedikit namun ia tak menghiraukannya.


Sementara Fathan mengepalkan tangannya sambil menatap Aldo tajam.


"Aldo minggir nanti lo diseruduk banteng loh, bantengnya Raina ngamuk tuh,"ucap Lala sembari memakan cemilannya memperagakan bentukan banteng.


"Minggir lo,"ucap Fathan dingin.


"Tuhkan untung gak diseruduk,"ucap Lala.


"Kalian berdua beneran jadian jadi yang diomongin sama teletabis rese ini beneran,"ucap Maira.


"Maira lo cantik cantik oon yaa kan Lala udah bilang mereka udah jadian masih nanya juga ish heran rapunzel,"ucap Lala gemas.


"Emangnya lo siapa nyuruh nyuruh gw minggir Raina ini temen kecil gw hak lo apa,"ucap Aldo kesal.


"Semua yang diomongin Lala bener, Raina udah sekarang pacar gw, jadi sekarang lo minggir,"tegas Fathan mendorong tubuh Aldo.


Pengakuan Fathan sukses membuat orang orang disekitaran mereka tercengang kecuali Lala yang dengan santainya menikmati cemilan.


"Tuhkan Lala mah gak hoax udah Aldo sama Maira aja tuh dia jomblo ehh tapi jangan deh sama Zara mau gak Do, Zara baik tau walaupun galak tapi dia aslinya baik atau mau sama Aisyah yang polos dan lebih kalem dari Zara"ucap Lala.


"Sama gw aja mau gak Do,"ucap Rama menggandeng tangan Aldo dengan cepat Aldo melepaskan tangannya dari Rama.


"Gw masih belom bisa percaya,"ucap Aldo.


"Sama gw juga,"ucap Maira.


"Terserah kalian mau percaya atau gak itu bukan urusan gw, mending kalian pergi dari sini,"ucap Fathan acuh.


"Raina laku banget ya sekarang, ternyata sekarang upik abu sudah mendapatkan pangeran impiannya dan bonus temen TK hehe,"ucap Lala yang sedari tadi tidak berhenti nyeletuk.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.........


__ADS_2