SENIOR

SENIOR
Ketauan


__ADS_3

Fano membuka kulkas matanya berbinar saat melihat ikan kaleng yang biasa disebut oleh orang-orang sarden.


"Tun di dapul gak ada ikan lele adanya ikan ini nih liat gambalnya semoga Atun suka ya," ucap Fano sambil menunjuk gambar ikan yang tertera di kemasan kaleng sarden.


"Tapi Tun Pano gak bisa bukanya gak usah makan ikan kaleng deh, hm kita makan ciki aja ya Tun bental Pano ke kamalnya kak Laina dulu biasanya disana banyak ciki Atun jangan kabul ya nanti kepala pangelan pusing nyalinya," ucap Fano meletakan Atun di atas meja makan melangkahkan kakinya berlarian menuju kamar Raina.


Fano kembali ke dapur dengan 4 bungkus snack besar ia terkejut melihat Atun tidak ada di atas meja makan ia menyusuri sekitaran dapur hingga akhirnya menemukan Atun di dalam kamar mandi sedang minum.


"Atun ngapain disini kalo haus ngomong nanti Pano kasih susu ultla," ucap Fano sambil menggendong Atun lalu meletakannya kembali di atas meja makan ia membuka kulkas mengambil susu ultra dan menuangkan semuanya ke dalam baskom.


********


Lala menghela nafas leganya berjalan menuju sofa menjatuhkan tubuhnya ke sofa sambil melihat kakinya yang terdapat bekas merah karena disosor angsa.


"Kaki Lala kenapa jadi begini awas aja ya tuh soang ketemu Lala anaknya Lala jual ke tukang ikan," omel Lala.


"Gak usah aneh-aneh, luka gak tuh kaki lagian bukannya pake celana panjang besok-besok pake celana panjang aja dah," ucap Reno.


"Gak tau belom liat yang jelas kaki Lala merah-merah kaya korban kdrt, kalo gw tau bakal dikejar-kejar soang nih ya tanpa lo kasih tau gw bakal pake celana panjang bahkan sampe 2 lapis," ucap Lala.


Disela-sela pembicaraannya dengan Reno, Lala melihat Raina yang terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu Lala mengembangkan senyumnya melirik Reno sambil menaik turunkan alisnya dan menyikut lengan Reno.


Reno menatap Lala kebingungan sambil melirik arah pandangan Lala namun tidak mengerti juga dengan maksud Lala.


"Apaan si La yang disosor soang kaki kamu kenapa jadi otak kamu yang sengklek," ucap Reno.


"Terus aja hina gw awas aja suatu saat nanti kalo lo baper sama gw ya," omel Lala.


"Hih... Pede sekali kamu Nak, minum obat dulu yuk biar tingkat kewarasanmu kembali," ucap Reno.


"Bodoamat ah terserah lo Kak, liat tuh Raina dari tadi diem aja kaya gak ada semangat hidup," adu Lala.


"Terus hubungannya sama aku apa?" tanya Reno.


Lala menatap Reno sebal sambil menyentil dahi Reno gemas.


"Dasar Abang yang gak peka pantes aja jomblo sama adiknya sendiri aja gak peka," ucap Lala.


"Heh songong ya tangannya," omel Reno memukul punggung tangan Lala pelan.


"Hehe iyaiya maaf tangan Lala suka gak sopan sama orang tua apa lagi orang tua yang gak peka," ucap Lala menyengir.


"Rainaaaa, udah gak usah galau di London kak Fathan gak bakalan ada yang suka kok secara kak Fathan gak seganteng yang Lala bayangkan jadi santuy aja justru lo bisa cuci mata karena gak ada kak Fathan yang tiap hari kerjaannya melototin cowo-cowo yang ngedeketin lo," ucap Lala.


Raina menolehkan kepalanya melihat lala sekilas sambil menghela nafasnya.


"Iyakan cowo ganteng yang ada dibayangan lo cuma kak Reno doang makanya dibayangan lo kak Fathan tuh gak ganteng seandainya lo ketemu chanyeol sama Baekhyun terus tiba-tiba ditembak sama mereka tetap aja lu milih kak Reno yakan hahaha," ledek Raina sambil tertawa berhasil membuat Lala kesal.


"Kenapa jadi aku yang kena," saut Reno.


"Karena emang bang Ren yang jadi topik pembicaraan sekarang," ucap Raina terkekeh.


"Ngaco lo Raina ntar kalo Lala terima si chanyeol sama baekhyun nanti lo iri lagi sama Lala," ucap Lala.


"Gak bakalan irilah karena gak mungkin lo terima mereka karena hati gak bisa boong tuh hati lo barusan ngadu ke gw ada tulisan Renonya, udahlah ngaku aja Raina mah gak bisa dikibulin," ucap Raina.


"Dih berarti hati Lala boong, ya ampun amit-amit jangan sampe nanti yang ada Lala didatengin sama mantannya yang jutek itu terus dia dendam sama Lala, lagian kak Reni tuh bespren gw tau," ucap Lala.

__ADS_1


"Sejak kapan kita jadi sahabatnya temenan aja belom tentu mau aku," ucap Reno dengan polosnya.


"Malaikat tolong cabut saja nyawa laki-laki disampingku ini aku ikhlas dan rela soalnya dia sangat menyebalkan," gerutu Lala.


"Sembarangan kalo ngomong yang ada nanti kalo aku meninggal kamu nangis-nangis sambil ngeguling guling ditanah terus gak mau mandi gak mau makan setiap hari kerjaannya natapin foto aku terus," ucap Reno.


"Halah... Bener-bener lo ya kak udah ngeselin kepedean lagi, Mending gw natapin foto kucing lebih menarik dari oada foto lo," elak Lala.


"Ah masa? Kemarin aku liat di hp kamu ada foto aku pas masih kecil bahkan gak ada foto kucing di galeri hp kamu, terkadang kalo mau ngeles harus punya keahlian biar gak keliatan bloonnya," ucap Reno sambil tertawa.


Lala membelalakan matanya refleks melirik ponsel yang berada di kantong celananya.


"Kok lo bisa buka hp gw sih tau polanya dari mana?" tanya Lala.


"Bisalah, orang pinter mah bukan begituan doang kecil," ucap Reno.


"Segala orang pinter dukun kali ah, itu foto lo gw ambil dari facebook soalnya itu lucu banget," ucap Lala.


"Kan diem-diem dia nyimpen foto lo bang Ren kudu dipertanyakan tuh haha," Raina terus mengompori Reno.


"Lo gak usah kompor ya Raina," omel Lala.


"Bodoamat! coba bang Ren cek lagi galerinya kayanya banyak deh foto lo yang sekarang hahah," ucap Raina.


"Cek aja nih adanya foto kak Reno kecil doang yang alay-alay," ucap Lala gugup.


"Biasa aja kali gak usah ketar ketir begitu La," ledek Reyhan yang sedari tadi menguping pembicaraan ketiganya.


"Gak usah ikut-ikutan kok jadi gak jelas sih itu foto Lala ambil emang sengaja karena lucu dan alay gak ada maksud lain," ketus Lala.


"Gara-gara lo nih kak Reno jadi gosipkan mereka, tau ah sebel Lala mau nyusul Fano aja," ketus Lala beranjak dari duduknya mendorong tubuh Reno.


Reno tertawa saat melihat Lala pergi sambil menghentakan kakinya.


"Haha bisa ngambek juga dia padahal tadi aku asal ngomong eh ternyata beneran dia ngaku sendiri ngoleksi foto aku pas kecil," ucap Reno tertawa.


Raina dan Reyhan membulatkan matanya menatap Reno tidak percaya dengan bersamaan mereka menggelengkan kepala dan tertawa.


"Gila lo bang Ren bakat jadi dukun kayanya," puji Reyhan.


"Kalo si Lala denger omongan bang Reno yang tadi pasti dia nyesel dan malu sampe ke ubun-ubun deh," ucap Raina tertawa terbahak-bahak.


"Lagian dia nyerocos sih, sukurin kejebak omongan sendiri," ucap Reno.


"Nah sekarang Raina mau nanya nih bang Ren juga nyimpenin fotonya Lala ya," tanya Raina dengan tatapan menyelidik.


Reno tertawa mendengar saat pertanyaan Raina lalu memberikan ponselnya pada Raina dengan suka rela.


"Dia sendiri yang naro mukanya di situ, liat aja galeri aku penuh sama foto dia mau dihapus tapi males ngapusnya," ucap Reno.


"Males apa sayang ngapusnya, lo lagi kerasukan setan apa sih bang Ren di kantor banyak cewe cakep kenapa suka banget nempel-nempel sama bocah biang rusuh itu," ucap Reyhan.


"Seru aja deket sama dia apa lagi Fano berasa awet muda stress jadi ilang kalo bareng mereka," jawab Reno.


"Udahlah fix Abang aku memang udah pantes buat berkeluarga aku setuju kok bang Ren sama Lala asal jangan sama mantan kak Reno yang itu aja," ucap Raina sambil mencubit gemas pipi Reno.


"Gak kebayang anaknya bakal kaya apa bentuknya kalo mereka ditakdirkan berjodoh," ucap Reyhan.

__ADS_1


"Pastinya sih gak mungkin kaya bang Rey," ledek Raina.


"Udah kelar belom ngehalunya? Kalian berdua ini kerjaannya tiap hari kalo gak ngehalu ya ngebucin aneh aku liatnya," ucap Reno menatap keduanya bergantian.


"Wajar dong Bang kan punya pacar yang jomblo mah diem aja gak usah iri ya," saut Reyhan.


"Begayaan giliran putus baru ngaku-ngaku jomblo sejati yang anti bucin liat nanti kalo kamu putus sama Kinan kamu gak diterima dikomunitas jomblo sejati," ucap Reno sambil tertawa.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2