SENIOR

SENIOR
Persiapan Surprise Lala


__ADS_3

Reno menyuruh Lala dan Fano pergi terlebih dahulu dan ia berjanji akan menyusulnya karena ia ingin ke toilet.


"Yaudah yuk kak Lala kita jalan duluan, bialin aja kak Leno nanti nyusul kan kak Leno udah gede gak bakal nyasal kalo nyasal yaudah kita cali aja keliling mall," oceh Fano.


"Yaudah yuk, beneran ya nyusul awas aja kalo boong Lala marah 1 tahun sama kak Reno," ucap Lala.


"Kaya kuat aja marah sama aku satu tahun," gumam Reno.


Lala dan Fano berjalan meninggalkan Reno yang masih diam di tempat.


"Tadi dia liat apaan ya di toko ini mukanya memprihatinkan begitu," gerutu Reno.


Reno memasuki toko lalu melangkah menuju arah dimana Lala sempat berhenti dan melihat beberapa perhiasan yanga di sana.


Pelayan toko berjalan menghampiri Reno dengan senyum ramahnya ia menyapa Reno.


"Nyari perhiasan untuk pacarnya ya Mas? Kita punya koleksi bagus dan pengeluaran terbaru pasti cocok buat pacarnya Mas." Pelayan menawarkan beberapa perhiasan yang ia maksud.


"Eh engga Mba, saya nyari perhiasan di sebelah sini tapi saya gak tau orangnya suka yang mana," ucap Reno.


"Oh yang ini, kalo menurut saya ini aja Mas, ini salah satu koleksi toko kita yang limited edition saya jamin pacarnya pasti suka dan gak akan nolak," ucap pelayan sambil menunjukan cincin pada Reno.


Reno menganggukan kepalanya sambil melihat beberapa perhiasan, pandangannya teralihkan dengan salah satu kalung couple ia tertarik dengan kalung tersebut.


Kenapa aku suka kalung yang ini ya, pasti lucu banget kalo kita pake kalung kembaran.


Fathan tersenyum menatap kalung yang kini berada di tangannya namun dengan cepat ia menggelengkan kepalanya kembali meletakan kalung pada tempat semula.


Ah apaan sih Ren gak usah aneh-aneh, ngapain juga aku beli kalung kembaran mending gak usah deh.


"Yaudah Mba saya ambil yang barusan Mba tawarin," ucap Reno.


"Oke Mas, silahkan ikut saya ke kasir untuk melakukan pembayaran," ucap pelayan.


Reno berjalan mengikuti pelayan namun dalam hatinya seperti masih ada yang mengganjal ia terus memikirkan kalung kembar tersebut.


Selesai membayar ia keluar dari toko berniat menyusul Fano dan Lala, baru sampai di depan toko ia mengurungkan niatnya dan kembali masuk ke dalam toko berjalan menuju tempat dimana kalung tersebut diletakan.


"Udah lah ambil aja dari pada gak tenang, mau diapainnya nih kalung liat nanti aja yang penting aku tenang dulu," gumam Reno.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Zara dan Farhan yang baru selesai makan berniat keliling sekitaran mall terlebih dahulu untuk mencari kado untuk Lala, setelah mereka menemukan barang yang cocok untuk Lala tidak sengaja mereka melihat Reno yang baru keluar dari toko perhiasan.


"Loh itu kan kak Reno ngapain dia di toko perhiasan gak mungkin banget kan dia ngadoin Lala perhiasan," heran Zara.


"Memangnya kenapa? Iri bilang aja gak usah kaget gitu, lagian terserah dia dong mau kemana aja bukan urusan kamu, gak usah kepo sama urusan orang," saut Farhan.


Zara menatap Farhan kesal lalu menghela nafas berusaha menahan rasa kesalnya.


"Sabar Zara sabar, siapa yang iri? saya tuh cuma heran aja bapak dosen yang terhormat, soalnya mereka gak ada hubungan spesial masa sampe segitunya ngadoin Lala, kalo pun bener ya gak masalah saya ikut senang karena Lala sahabat saya," ucap Zara tanpa jeda.


Farhan menatap Zara tak berkedip saat Zara berbicara tanpa jeda.


"Gak haus kamu ngomong tanpa jeda begitu?" tanya Farhan dengan raut wajah herannya.


"Gak! Kembung saya Pak minum mulu lama-lama perut saya kaya ikan Mas koki," ucap Zara.

__ADS_1


Sebelum memesan makanan saat di restoran Zara dan Farhan dengan terpaksa membuat kesepakatan untuk berdamai satu hari saja demi melancarkan acara ulang tahun Lala.


"Inget perjanjian kita jangan ngeyel kalo kamu ngelanggar ada sanksi nya," ucap Farhan.


"Iya bapak dosen yang terhormat, mending kita samperin kak Reno aja yuk, saya penasaran pak sama perhiasaan yang dibeli sama kak Reno." Zara menarik tangan Farhan dengan tergesa-gesa.


Farhan menatap tangannya dengan tatapan acuh ia menatap Zara dengan angkuh.


"Kalo mau modus mah bilang aja gak usah banyak alesan," sindir Farhan.


Zara menatap Farhan dan terkejut saat melihat tangannya yang menggandeng tangan Farhan dengan cepat ia menghempas tangan Farhan.


"Gak usah kepedean, saya bener-bener penasaran gak ada niatan apa-apa pantes aja tangan saya panas banget gak taunya dia tersiksa gara-gara berdekatan sama tangan dosen ngeselin." Zara sengaja meniup-niup tangannya yang sejujurnya tidak panas sedikit pun.


Farhan tersenyum saat mendengar ucapan Zara , ia mendekatkan dirinya pada Zara lalu menarik tangan Zara meletakan telapak tangannya tepat diatas telapak tangan Zara.


"Dasar tukang bohong tangan dingin kaya es begini bilangnya panas," ucap Farhan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Berbeda dengan yang lainnya yang sedang sibuk mencari kado dan menyiapkan acara surprise untuk Lala, sepasang kekasih yang baru saja berdamai sedang asik berduaan menunggu kedatangan Aisyah dan yang lainnya.


"Kamu udah beli kadonya Lala?" tanya Fathan.


"Udah, tadi aku taro di deket kolam makanya punya pacar jangan ganjen Kak, aku beli sendiri tadi abisnya kamu asik banget sih sama Fahira." Raina sengaja menyidir Fathan.


"Tuh kan mulai diungkit-ungkit lagi kita kan udah damai Raina, mending kita ketemu deh sama Fahira terus kita klarifikasi biar kamu gak curiga dan nyidir aku terus," ucap Fathan.


"Gak usah aku bercanda He-He, gitu aja ngambek sensitif banget sih kamu," ucap Raina.


"Kak seandainya Fahira yang suka sama kamu gimana? Apa kamu bakal balik ke dia terus ninggalin aku?" tanya Raina.


Fathan menatap Raina lalu meraih tangan Raina ia menghela nafas sejenak.


"Dengerin aku, Fahira cuma masa lalu sekarang masa depan aku adalah kamu, seandainya omongan kamu bener pun aku tetap sama kamu dan selamanya tetap sama kamu, gak usah berfikiran yang aneh-aneh karena hati aku cuma buat kamu," jelas Fathan.


Raina terdiam dan menunduk saat mendengar ucapan Fathan, jauh di dalam hatinya ia masih sedikit takut jika Fathan kembali dengan Fahira dan meninggalkannya.


"Yaudah gak usah dibahas, Aisyah sama yang lainnya kemana? Keburu si Lala balik nih," Dengan sengaja Raina mengalihkan pembicaraan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


Lala dan Fano asik bermain di timezone sampai mereka lupa dengan Reno yang belum juga menyusul mereka.


"Kak Lala taluhan yuk main capit boneka yang kalah jajanin yang menang," ajak Fano.


Lala tertawa mendengar ajakan Fano ia merasa aneh dan lucu dengan perjanjian yang dibuat oleh Fano.


"Emangnya Fano punya uang? Kalo Fano kalah mau bayar pake tiket timezone ini Ha-ha-ha, mana mau orang yang jualannya ," ledek Lala.


"Pano gak punya uang sih tapi Pano yakin kalo Pano gak bakalan kalah, ayooo belani gak cemen nih kak Lala." ajak Fano.


Reno yang sudah berada di belakang mereka tersenyum menggelengkan kepalanya.


"Tau nih cemen, ayo kak Reno ikut deh tapi fix nih ya yang kalah jajanin yang menang," ucap Reno menarik turunkan alisnya.


Fano dan Lala dengan bersamaan menolehkan kepalanya pada sumber suara.


"Kak Leno dali kapan ada di belakang?" tanya Fano.


"Gak penting itu mah, intinya jadi gak taruhannya?" ucap Reno.


"Jadi dong, pasti Pano menang nih siap-siap kalah ya kak Leno sama kak Lala," ucap Fano dengan percaya diri.


"Liat aja nanti, jangan nangis ya kalo kalah," saut Reno.


Lala menggaruk kepalanya kebingungan saat melihat dan mendengarkan perdebataan mereka.


Kenapa jadi kaya gini ya, udah pasti ini Lala kalah soalnya kan dari dulu Lala gak jago main capit boneka, kalo Lala gak ikut nanti dikatain cemen sama mereka, tapi kalo Lala ikut pasti Lala kalah dan harus jajanin dua kupret, kalo jajannya gorengan doang mah gapapa takutnya oreo supreme bisa gak jajan sebulan Lala, berikan Lala petunjuk ya Allah Lala bingung harus apa.


Reno menahan senyum saat melihat Lala terdiam, ia yakin Lala tidak bisa memainkan game capit boneka dengan gerakan cepat ia menepukan tangannya di depan wajah Lala hingga membuat Lala kaget.


"Kak Reno apaan sih ngeselin banget gak tau apa ya Lala kaget," omel Lala.


Reno tertawa ketika melihat raut wajah Lala yang begitu lucu saat terkejut.


"Iya iya maaf, lagian kamu bengong gitu sih takutnya kamu kesambet hantu timezone kan yang repot aku juga jadinya," ucap Reno.


"Mana ada hantu timezone," ketus Lala.


"Berarti deal nih ya kita taluhan," sambung Fano menyodorkan tangannya untuk bersalaman.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung ....


Jangan lupa like dan komennya guys kalo ada kritik silahkan bisa dititipkan di kolom komentar meskipun aku gak sempat balas pasti aku baca hehe.


Sskian dan terima kasih 😊😉

__ADS_1


__ADS_2