
Lala beranjak dari kursinya berniat memesan makanan namun tangannya di tahan oleh Farhan.
"Apa pak dosen? Mau makan juga," tanya Lala.
"Iya, saya ikut kamu mesan makanan ya sekalian nanti kamu kasih tau menu apa yang paling enak di sini, Aku baru disi jadi kalo makan gak tau apa-apa selalu menu yang sama setiap hari," ucap Farhan.
"Yaudah ayok dah, tenang aja Lala bakal rekomendasiin makanan paling maknyos disini dijamin pak dosen bakal ketagihan." ajak Lala dengan semangat ia menarik tangan Farhan dengan tergesa-gesa.
Tadi dia ngajakin Aku, sekarang malah narik-narik tangan orang lain dasar plin-plan jadi perempuan, biarin aja nanti bayar tuh makanan sendiri.
Reno menatap Lala jengkel tanpa ia sadari ia sedang diperhatikan oleh yang lainnya.
"Kak Reno kaya kesel gitu gak si Ais pas liat si Lala narik-narik tangannya dosen ngeselin itu," tanya Zara.
Aisyah menolehkan kepalanya melihat Reno yang sedang menatap Lala dengan raut wajah kesalnya, ia mengembangkan senyumnya lalu menggelengkan kepala.
"Lagi cemburu kayanya Zar, biarin Zar kita nontonin aja, seru juga liatin mereka, apa lagi kalo kak Reno lagi nahan kesel gara-gara cemburu jadi gemes pengen cubit tapi takut diamuk Lala hehe," saut Aisyah.
Zara mengerutkan dahinya menatap Aisyah dengan tatapan bingungnya.
"Kak Reno kan mau nikah, kenapa Lala yang cemburu?" heran Zara.
"Nanti Kamu paham kok Zar, tante Wina bakal kasih tau siapa calonnya kak Reno, Aku sih setuju banget kak Reno sama perempuan itu soalnya cocok kaya saling melengkapi gitu. Perempuannya pecicilan kak Renonya anteng." Aisyah berbicara sambil menatap Lala dan Reno bergantian sejujurnya ia belum bisa percaya kalau mereka akan menikah karena rasanya baru saja ia kenal dan dekat dengan Lala sulit juga baginya untuk berpisah dengan Lala.
"Maksudnya apa sih Ais bikin gagal fokus nih, lo ngomongin calonnya kak Reno tapi matanya ngeliatin Lala mulu. Jangan bilang calonnya si Lala, tapi kalo emang bener kok dia gak ngasih tau ke gw sama Raina." Zara ikut memandangi Lala yang kini sedang menarik-narik tangan Farhan.
"Woi! Awas nanti kalian jadi suka sama gw loh dari tadi betah banget ngeliatin gw mulu, iya tau kok Lala cantik pasti kalian gemay kan liat kecantikan Lala." Lala tersenyum meletakkan kedua jari telunjuknya ke pipi kanan dan kiri.
"Dih kepedean banget lo orang gw liatin orang yang lo tarik-tarik," ketus Zara.
Lala mengalihkan pandangannya menatap Farhan lalu kembali melirik Zara dan ia mengulangi hal tersebut sebanyak tiga kali.
"Ih Zara ternyata diem-diem merhatiin pak dosen, ternyata kalian di kelas dan di depan orang banyak doang ya ributnya giliran lagi kaya begini saling perhatian Haha. Yaudah deh Lala gak jadi jajan sama pak dosen, Lala sama kak Reno aja biar pak dosen sama Zara, tenang aja pak dosen selera makan Zara keren kok Hehe." Lala menarik paksa tangan Reno hingga membuat Reno terpaksa beranjak dari duduknya lalu mengikuti Lala.
Zara menatap Lala jengkel lalu melempari Lala dengan kulit kuaci yang sempat ia pisahkan.
"Berisik dan sok tau banget lo kaya dukun, mending jajan aja deh lo sana," usir Zara.
"Gitu aja marah, yaudah yuk kak Reno kita jajan biarin aja si Zara disini," ucap Lala.
***
Mba Wiwik tersenyum pada Lala dan melirik Reno yang masih bergandengan tangan dengan Lala.
"Siapa La? Pacar ? Asik pelanggan Mba sekarang gak jomblo lagi, teraktir dong La pajak jadian gitu kaya orang-orang," ucap Mba Wiwik.
"Apaan sih Mba, Lala tuh masih jomblo ini namanya kak Reno dia Abangnya Raina. Mba Wiwik Lala mau cerita deh masa Raina kecelakaan terus buta gara-gara si Maira nenek gerandong, Lala kesel banget deh sama si Maira andai tadi di kelas dia ada kuah bakso mungkin udah Lala siram pake kuah bakso kepalanya biar jadi orang bener dan gak jahat lagi." Lala bercerita dengan semangat tangannya sibuk mengaduk-aduk kuah bakso yang berada di dalam panci besar.
Mba Wiwik refleks menjatuhkan mangkuk plastik yang ia pegang hingga membuatnya panik.
"Duh hati-hati Mba untung bukan mangkok beling," tegur Lala.
"Iya La untung aja bukan mangkok beling kalo gak ribet nih Mba beresinnya. Mba kaget dengernya perasaan kemaren Mba liat Raina masih sehat-sehat aja malahan lagi pacaran sama si Fathan kok tiba-tiba jadi buta," ucap mba Wiwik.
"Nah itu Mba makanya Lala kesel bangat terus tadi Lala kejar aja ke kelasnya terus Lala jambak-jambak rambutnya abisan Lala sebel banget sama dia, gara-gara dia Raina jadi gak bisa liat lagi, andai aja mata Lala ada 4 pasti Lala kasih deh buat Raina 2, Lala sedih liat Raina gak bisa liat." Lala asik bercerita dengan mba Wiwik hingga membuat Reno menghela nafas jengahnya.
"Kamu mau makan apa ngerumpi?" tanya Reno dengan nada malas.
"Makan lah, tapi ngerumpi dulu bentar, Mba Wiwik ada mie yamin gak? Lala bosan makan bakso mulu nih," tanya Lala.
"Ada, Lala tungguin aja tuh disitu biar mba bikinin dulu mie yaminnya, oh iya La kalian cocok loh," ucap mba Wiwik sambil menunjuk meja kosong.
"Ah masa sih?" tanya Lala sambil melihat Reno dan mendekatkan wajahnya ke arah Reno.
"Gak mungkin Mba, gantengan saya," saut Reno.
__ADS_1
"Iya gak mungkin Mba, soalnya Lala cantik kita tuh beda," sambung Lala.
Reno melangkahkan kakinya menuju meja kosong tempat yang sebelumnya ditunjuk oleh mba Wiwik diikuti oleh Lala.
Lala terdiam sambil memandang Reno, sikap Lala membuat Reno menjadi gugup hingga akhirnya Reno menyentil kening Lala untuk menghilangkan rasa gugupnya.
"Gak usah segitunya kali mandangin Aku. Gak bisa lupa tau rasa," ucap Reno.
"Tuh kan kepedeannya mulai, Lala liatin kak Reni karena ada yang mau Lala omongin tapi gak tau mau ngomong apa," saut Lala.
Reno menghela nafas sambil menatap Lala kesal.
"Udahlah gak usah ngomong bikin kesel aja," ketus Reno.
"Gak ah Lala tetap mau ngomong," tolak Lala.
"Terus kamu mau ngomong apa Lala, kamu aja gak tau mau ngomong apa ke Aku, jangan sampe aku cemplungin kamu ke panci bakso," geram Reno.
"Iya-iya, Lala udah inget kok. Kak Reno kenapa bilang ke mereka mau nikah? Emangnya kak Reno mau nikah sama siapa? Cantik gak ya cewenya, cantikan Lala apa dia?" Lala terus menghujani Reno dengan pertanyaan-pertanyaan hingga membuat Reno memijit dahinya pelan.
"Bisa gak sih nanyanya satu-satu aja, bingung nih mau jawab yang mana," keluh Reno.
"Ih tinggal jawab aja, mau nikah sama siapa terus cantikkan mana Lala sama dia, gitu aja bingung," ucap Lala.
"Aku mau nikah sama orang nyebelin dan kerjaannya tiap hari bikin aku repot terus dan kalo ditanya cantikkan mana jawabannya gak ada yang cantik kalian sama aja jeleknya," jawab Reno.
Lala terdiam dan berusaha berfikir siapa kira-kira orang yang dimaksud oleh Reno.
"Lala kenal gak?" tanya Lala dengan wajah polosnya.
Reno mengepalkan kedua tangannya dengan gemas di depan wajah Lala.
"Kamu ini beneran gak tau apa pura-pura polos sih Lala, semalem pas di ruang tengah kamu gak dengerin apa yang dibilang sama Mama," geram Reno.
"Maksudnya dari tadi yang kak Reno maksud Lala bukan orang lain gitu?" tanya Lala.
"Kenapa kak Reno bilang gitu ke mereka sih, kita kan gak beneran mau nikah palingan mama Wina cuma bercanda kaya biasanya, pantesan aja dari tadi Aisyah ngeledekin Lala terus," omel Lala.
"Loh emangnya kenapa? Lagian semua orang pasti mau nikah kan dan aku gak nyebut nama siapapun disana," ucap Reno.
"Ish tapi kan mereka tau kak Reno deketnya sama Lala doang pasti mereka nuduh Lala, ah Lala gak mau nikah muda pasti nanti Lala gak bisa main-main lagi bareng teman-teman Lala. Lagian emangnya kak Reno mau sama Lala?" ucap Lala.
"Gak usah kegeeran kamu La, sama Fano juga deket kok gak sama kamu aja. Ya gak mau lah yang ada hidup aku gak tenang digangguin terus sama kamu," saut Reno.
"Ih Fano kan cowo emangnya kak Reno mau nikah sama cowo udah gitu anak kecil lagi. Iya tau Lala suka nyusahin kak Reno tapi kan kak Renonya seneng-seneng aja direpotin sama Lala hehe," ucap Lala.
"Iya terserah kamu aja deh," pasrah Reno.
***
Fathan dan Rama berjalan keluar dari kantor polisi dengan senyum yang mengembang mereka merasa sangat senang karena berhasil membuat Maira masuk penjara.
"Eh Fathan, ngapain disini," sapa Fahira.
Fathan menolehkan kepalanya ke sumber suara, ia bingung dengan keberadaan Fahira.
"Gw ada urusan disini, lo sendiri ngapain disini?" tanya Fathan.
"Gw disini mau urus skck tapi sekalian mampir ketemu sama suaminya tante gw kebetulan dia lagi dinas di kantor, bisa pas begini ya kita ketemunya tumben banget lo gak bareng Raina." Fahira melirik sekitar memastikan bahwa Raina benar-benar tidak ada disana.
Rama berniat menjawab pertanyaan Maira, baru saja ia membuka mulutnya tetapi terlebih dahulu dipotong oleh Fathan dengan sengaja.
"Kita balik duluan ya Hira, soalnya masih ada lagi yang mau kita urus salam aja sama orang tua lo," pamit Fathan sengaja menghindari Fahira.
Rama menatap Fathan heran lalu bergantian ia melirik Fahira dalam hatinya bertanya-tanya ada apa sebenarnya dengan mereka setaunya dalu Fathan sangat menyayangi Fahira.
__ADS_1
Fathan melangkahkan kakinya meninggalkan Rama dan Fahira yang masih mematung di tempat sambil menatap Fathan heran.
Rama tersadar dari lamunannya, lalu menatap Fahira dan berpamitan dengannya. Rama berlarian kecil menyusul Fathan yang jaraknya semakin jauh darinya.
"Fathan tungguin gw woi!" teriak Rama.
"Kenapa gak lo ceritain aja sih, terus tadi kenapa lo motong omongan gw Fath," tanya Rama.
"Biarin aja lah, lagian kan kita mau ke kampus lagi jemput yang lain, lo mau nanti di sembur sama ade tiri lo yang rusuh itu gara-gara kelamaan," jawab Fathan.
"Bukannya lo sayang banget ya sama dia, banyak orang yang bilang cinta pertama tuh katanya susah buat dilupain tau," ucap Rama.
"Kata siapa? Buktinya gw bisa lupa bahkan sekarang hati gw sepenuhnya buat Raina. Udah ya gak usah bahas masa lalu lagi, sekarang gw mau fokus sama Raina," ucap Fathan.
Mereka sampai di area parkir lalu masuk ke dalam mobil.
"Fath kenapa lo masih bertahan sama Raina? Padahal sekarang keadaan Raina gak sempurna," tanya Fathan.
"Karena gw cinta dan sayang sama dia. Lo bakal paham nanti kalo lo udah ngerasain jatuh cinta yang benar-benar kaya ngerasa gak mau kehilangan. Kalo sekarang kayanya percuma gw jelasin ke lo, jomblo mana paham Haha," jawab Fathan tertawa.
***
Zara tersentak saat ponselnya bergetar dengan cepat ia mengecek ponselnya, wajahnya berubah menjadi murung saat membaca pesan tersebut.
"Kenapa Zar?" tanya Aisyah.
"Gapapa Ais, ada pesan masuk aja dari orang iseng tadi," jawab Zara asal.
"Terus kenapa kamu keliatannya murung gitu? Pesannya bikin sedih ?" tanya Aisyah.
"Masa sih murung? Perasaan gw biasa aja kok, oh iya ini kak Fathan sama kak Rama kok lama banget sih, sampe si Lala pesen makanan noh liat." Zara sengaja mengalihkan topik pembicaraan dan menunjuk ke arah Lala dan Reno yang sedang membawa nampan berisi beberapa mangkuk makanan.
"Makan terussss gede engga," ledek Aldo.
"Sirik aja huuuu," saut Lala.
"Nih kita beliin juga buat kalian, baikkan gw udah teraktir kalian, pasti kalian laper deh gara-gara nungguin kak Fathan lama banget udah gitu dosen pada rapat semua lagi dan kita libur," ucap Lala.
"Kita? Perasaan semuanya aku yang bayar deh," ucap Reno.
"Lama banget si Fathan sama Rama padahal gw penasaran banget sama calonnya bang Reno kira-kira siapa ya, padahal gw kira bang Reno sama si teletabis rusuh ini," ucap Raka sambil melirik sekilas ke arah Lala.
"Udah yuk makan aja gais, makanan bikin perut kenyang," ucap Lala.
Mereka menyantap makanan masing-masing dengan hikmat.
Lala melirik ke arah Reno, melihat cara Reno melahap makanan tiba-tiba saja ia kepingin makan bakso.
"Kak Reno minta baksonya dong, tiba-tiba Lala pengen bakso nanti Lala bagi mie yamin deh," ucap Lala.
"Ambil aja." Reno menggeser mangkuk baksonya sedikit ke arah Lala.
Dengan semangat Lala menarik mangkuk bakso lalu memakan bakso tersebut hingga habis.
"Ada ya orang bilangnya minta tapi diabisin," sindir Reno.
"Lah iya parah lo nember teletabis makanan orang diabisin, omelin aja bang Reno udah makan dibayarin sekarang malah ngabisin makanan orang," ucap Aldo.
"Yaudah sih maaf, nih makan punya Lala aja, maafin Lala ya kak Reno soalnya gak tau kenapa tiba-tiba baksonya mba Wiwik jadi enak banget." Lala menyengir sambil menepuk-nepuk lengan Reno pelan.
***
Bersambung ....
Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya ya gais. Kalo mau kasih saran juga boleh kok, silahkan titipin di kolom komentar nanti author ambil.
__ADS_1
Semoga kalian terhibur ya dengan episode hari ini, terima kasih udah mau baca cerita ini.
Sekian dan terima kasih.