SENIOR

SENIOR
Nyaris tenggelam


__ADS_3

Setelah berdiskusi lama mereka sepakat untuk ke bengkel bersama-sama untuk mengetahui bagaimana kelanjutannya mengenai mobil Fathan.


Benar saja setelah di periksa oleh montir ternyata ada kerusakan pada rem mobil Fathan yang kabelnya terlihat seperti sengaja di gunting. Mendengar Hal tersebut berhasil membuat Fathan mengepalkan tangannya. Ia mengalihkan pandangannya pada Lala dan Reno.


"Kalian bener-bener gak tau orang itu siapa?" tanya Fathan.


Lala dan Reno menggelengkan kepalanya bersamaan dengan raut wajah polos keduanya.


"Ciri-cirinya deh, ini bahaya banget loh untung aja bang Reno sama Lala liat dan nungguin kita loh Kak, coba kalau mereka gak liat pasti kita udah kecelakaan," sambung Raina dengan raut wajah paniknya.


"Lo tenang aja Raina, selagi ada kita berdua gak ada yang bisa berbuat jahat Hehe," saut Lala.


"Iya bener kata Lala, gak mungkin kita biarin aja orang itu berhasil nyelakain kalian sedangkan kita tau hal buruk yang akan terjadi sama kali, sekarang kita fokus aja cari pelakunya," ucap Reno.


"Selesai masalah Fahira dan Maira sekarang ada lagi masalah. Heran banget masalah gak ada habisnya," keluh Fathan.


***


Fano dan Cila yang sedang berenang terkesiap saat mendengar suara Lala dan Reno, mereka berniat keluar dari kolam untuk mendekati keduanya, namun mereka mengurungkan niatnya saat melihat Reyhan yang berada di sekitaran kolam sedang memelototi mereka.


"Gak usah aneh-aneh, nanti lama-lama rumah jadi kolam berenang semua. Sampe kalian berdua keluar dari area kolam ini, semua mainan gw buang ya," ancam Reyhan dengan tatapan garangnya.


Fano memundurkan langkahnya kemudian memakai pelampungnya lalu dengan sengaja ia melompatkan dirinya ke kolam.


"Dasal kak Ley galak, jangan sentuh-sentuh mainan Pano. Awas aja kalo kak Ley buang mainan Pano, kamal kak Ley Pano acak-acak bial nanti diomelin sama mama Wina huuuu...." Selesai berbicara Fano kembali bermain-main di dalam air.


Berbeda dengan Cila yang memang sudah bisa berenang tanpa menggunakan pelampung, ia langsung saja menyeburkan dirinya tanpa menggunakan pelampung.


"Pano cemen masa berenangnya masih pake bebek-bebekan. Liat nih Cila bisa berenang, gimana nanti kalo rumah kamu kebanjiran pasti kamu gak bisa berenang deh," ejek Cila.


Fano memicingkan matanya sambil memonyongkan bibirnya, ia sebal dari awal berenang Cila terus mengejeknya. Fano melepaskan pelampung yang ia gunakan kemudian memasang wajah angkuhnya pada Cila.


"Liat nih Pano bisa, nolak banget sih Cilok, Pano magel aja belenang benelan, Pano lebih suka pake pelampung." Baru beberapa detik Fano berbicara seperti itu tiba-tiba saja ia merasakan kakinya sakit sekali dan sulit untuk digerakan, hal tersebut membuat Fano panik.


Melihat raut wajah Fano yang begitu panik membuat Cila ikutan panik, ia kebingungan harus berbuat apa, ia menatap Fano penuh selidik karena ia takut Fano kembali mengerjainya.

__ADS_1


"Cila tolong Pano, kaki Pano sakit banget. Pano gak bisa belenang huaaa. Tolongggg!" teriak Fano sambil melambai-lambaikan tangannya.


Cila menatap Fano dengan tatapan santainya, ia masih mengira kalau Fano hanya mengerjainya.


"Pasti Pano boongin Cila lagi kan, udah gak mempan bocil wle," ledek Cila.


"Suel Pano gak boong buluan tolongin Pano dong Cila, Pano gak mau tenggelem nanti Pano diculik sama melmaid di dalam kolam," teriak Fano.


Melihat kepala Fano yang keluar masuk kolam secara terus menerus membuat Cila sedikit curiga, ia menatap Fano memastikan kalau Fano tidak membohonginya kembali.


"Pano beneran tenggelem, kenapa gak bilang dari tadi sih. Sini buruan Cila bantuin dasar anak kecil, makanya jangan suka boongin orang lain," ucap Cila dengan panik.


Cila tergesa-gesa mendekati Fano kemudian ia membantu Fano menuju tepi kolam. Cila mengedarkan pandangannya ke segala arah untuk meminta bantuan pada yang lainnya.


"Kak Reyhan, kak Lala, kak Reno. Semuanyaaaa ... Tolongin si Pano. Dia hampir tenggelem!" teriak Cila.


Mendengar teriakan Cila semua berlarian menuju kolam berharap tidak terjadi hal yang buruk pada Fano.


Reyhan yang berada di sekitaran kolam segera berlarian menghampiri Cila dan Fano.


Fano mendengus sebal, ia menatap Reyhan dengan tatapan jengkelnya. Andaikan saja ia tidak sedang lemas, pasti Reyhan habis terkena tinjuan tangan mungilnya.


"Kak Ley celewet banget sih, Pano kembung nih abis minum ail kolam banyak banget. Lasanya kepala Pano pusing mutel-mutel, Pano kapok belenang gak pake si bebek," ucap Fano dengan nada lemasnya.


"Heh udah ditolongin malah ngatain orang, gw ceburin ke kolam lagi nih ya," omel Reyhan.


Reno, Lala, Fathan dan Raina menghela nafas leganya bersamaan ketika melihat Fano yang baik-baik saja, tetapi rasa cemas mereka sama sekali belum hilang.


"Fano kenapa bisa tenggelem di kolam," tanya Fathan.


"Kaki Pano sakit gak bisa digelakin kaya ada yang pegang kaki Pano, kayanya melmaid di bawah kolam suka sama Pano makanya meleka mau talik kaki Pano," ucap Fano dengan polosnya.


"Abis kelelep makin ngeselin anak ini ya, udah sana kalian berdua mandi terus ganti baju. Gak usah lama-lama di kolam," ucap Reyhan.


"Sana La urus Fano sama Cila. Mama lagi gak di rumah soalnya," pinta Reno.

__ADS_1


Lala tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, ia memberi kode pada Fano dan Cila untuk segera mengikutinya.


Cila mulai berdiri kemudian menyusul Lala, namun Fano masih setia duduk di pinggir kolam sambil menatap kedua kakinya.


"Gendong Pano dong kak Lala, kaki Pano masih sakit nih," keluh Fano memasang wajah memelasnya pada Lala.


"Gak ah, Fano basah kaya gitu nanti kak Lala ikutan kena basah. Minta sama yang lain aja noh, kak Lala gak kuat gendong Fano soalnya," tolak Lala.


Reno mmendelikkan matanya, tanpa banyak berbicara ia berjalan mendekati Fano lalu menggendong Fano, ia berjalan mengikuti Lala dari belakang.


Fano tersenyum saat Reno menggendongnya kemudian ia menolehkan kepalanya ke arah belakang, ia menjulurkan lidahnya pada Reyhan.


"Asik akhilnya ada yang mandiin Pano juga. Pano males dimandiin sama kak Leyhan, sama kak Leyhan gak boleh main-main," adu Fano.


Reno menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan Fano, ia tidak mengerti dengan Fano dan Reyhan yang sejak dulu memang tidak pernah akur. Mereka saling ejek satu sama lain.


"Fano diem dulu jangan ngoceh terus, kakinya masih sakit kan? Nanti abis kelar mandi minta dipijetin sama kak Lala ya," ucap Reno.


Mata Lala membola saat mendengar perkataan Reno, ia menatap Reno garang.


"Kak Reno nyebelin banget sih. Emangnya Lala ahli pijat apa. Nanti kalo Lala yang pijat terus tulang Fano ketuker-tuker gimana," bantah Lala.


"Gak mungkin. Udah buruan kita kelarin urus dua bocah ini, biar kita bisa ambil Vico di mama. Kasian mama kemana-mana bawa Vico pasti repot banget," ucap Reno.


"Ah iya jadi kangen sama Vico deh, yaudah yuk buruan kita urus mereka dulu abis itu kita buru-buru ambil Vico," saut Lala dengan semangat.


Mereka sibuk dengan pekerjaannya yaitu memandikan Fano dan Cila.


***


Bersambung ....


Jangan lupa like, komen dan sarannya ya gais. Kalau ada saran boleh dititipkan di kolom komentar buat bahan evaluasi aku di bab selanjutnya hehe.


Sekian dan terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2