
Seteleh selesai mengambil gambar di beberapa wahana Fathan dan Raina berniat menyusul Wina namun langkah mereka terhenti karena tidak jauh dari posisi mereka, ada yang meneriaki nama Fathan.
Orang tersebut berlarian menyusul Fathan dan Raina yang sedang menatap ke arahnya. Ia melirik Raina sekilas kemudian kembali menatap Fathan.
"Wah bener yang gw liat ini Fathan, si ketua osis hits pada jamannya. Gw kira lo jalan sama Fahira ternyata beda. Kenalan dulu boleh kali," ucapnya tersenyum sambil menyodorkan tangan kanannya.
Melihat orang yang berada di hadapannya tersenyum sambil menyodorkan tangannya, Raina pun ikut tersenyum dan berniat meraih tangan orang tersebut, namun saat melihat Fathan yang sedang memasang wajah kesalnya membuat dirinya mengurungkan niatnya.
Fathan menatap orang yang berada di hadapannya dengan tatapan jengkel. Ia menepis kasar tangan orang tersebut dan memberikan tatapan tajamnya pada orang yang berada di hadapannya.
"Jangan deket-deket pacar gw!" Fathan menatap kesal orang tersebut.
"Mau kenalan doang Fath, kenapa pelit banget sih lo. Dulu pas sama Fahira perasaan lo gak gini-gini amat dah. Padahal tadi pacar lo udah senyum dan mau kenalan sama gw tapi pas ngeliat lo beuh langsung diem dia. Pacar idaman banget sih penurut sama cowonya, istri masa depan gw nih nanti kalo udah putus sama Fathan dateng aja ke gw ya," sautnya tersenyum pada Raina sambil menepuk bahu Raina.
Melihat hal tersebut membuat darah Fathan naik. Ia kembali menepis tangan orang tersebut.
Ini orang maunya apa sih, udah lama gak ketemu tiba-tiba dateng bikin kesel doang.
"Genta! Gw sama Raina gak akan putus. Lo cari cewe lain aja sana. Jangan jadi perusak hubungan orang kaya gak laku aja lo. Lagian disini banyak noh cewe jomblo. Pergi sana lo," omel Fathan.
Yaa ... Orang tersebut adalah Genta salah satu teman di masa putih abu-abunya. Genta yang dahulunya sangat terkenal dengan julukan playboynya dan kerusuhannya di masa sekolah membuat siapapun yang satu angkatan dengannya tidak bisa lupa dengan sosok laki-laki ini termasuk Fathan.
Genta terkekeh geli melihat respon Fathan yang menurutnya sangat berlebihan. Sejak awal dirinya melihat Raina memang ada rasa ketertarikan tersendiri tetapi tidak ada sejarah di dalam hidupnya merebut perempuan yang berstatus pacar orang.
"Santai aja Fath, gak usah tegang gitu mukanya kaya duit baru aja tegang bgt tuh muka. Gw gak akan rebut pacar orang kok, tapi gw bakalan tunggu kalian putus. Adil kan? Hehe." Genta tersenyum sambil menaik turunkan kedua alisnya.
"Ah iya namanya Raina ya. Cocok banget sama orangnya yang cantik dan lebih cocok lagi nama Raina sama Genta bersanding di undangan, kalo sama Fathan kayanya gak cocok deh. Nanti dipikir-pikir lagi ya Raina biar gak nyesel," lanjut Genta.
Mendengar ucapan Genta yang terus menerus menggoda Raina membuat Fathan kesal. Tangannya menggepal ingin sekali rasanya ia meninju wajah Genta hingga babak belur bahkan kalau bisa hingga penyok.
"Genta jangan buat gw marah. Mendingan lo pergi sana gak usah gangguin kita. Atau gw ...." Belum sempat Fathan menyelesaikan ucapannya, namun terlebih dahulu dipotong oleh Genta.
"Apa? Lo mau aduin gw ke Pak anjayanto si guru Bk berkumis tebal itu? Gak mempan! Ini bukan putih abu-abu lagi pak ketos Hehe," saut Genta.
Melihat perubahan raut wajah Fathan membuat Genta senang, rasanya ia puas sekali sudah membuat Fathan kesal karena dulu sulit sekali membuat Fathan kesal yang ada justru dirinya yang dibuat emosi saat berbicara dengan Fathan.
"Pergi gak lo! Kamu jangan mau deket-deket sama dia Raina. Dia itu dulu biang rusuh dan playboy cap kadal. Gak akan bahagia kalo kamu sama dia," ucap Fathan memberikan lirik sinis pada Genta.
"Itu dulu Raina. Suer deh sekarang aku udah hijrah jadi cowo yang lebih baik lagi. Selain jadi lebih baik sekarang penampilan aku lebih cakep dan glow up juga lagi. Masa kamu gak mau sih sama cowo glowing tanpa pori-pori kaya aku. Liat tuh mukanya Fathan makin asem aja kaya sayur asem," ucap Genta tersenyum bangga.
"Haha bisa aja kak Genta. Jangan gitu dong, asem-asem gini gw sayang tau sama dia," ucap Raina mencubit gemas pipi Fathan.
Fathan tersenyum penuh kemenangan, ia merangkul Raina kemudian sengaja memanas-manasi Genta.
"Aku yakin pasti lama kelamaan kamu bakal sayang aku. Sekarang gw rela deh Raina sama lo tapi nanti nikahnya sama aku ya Raina," ucap Genta.
Telinga Fathan rasanya tidak sanggup lagi jika terus menerus harus mendengarkan ocehan yang keluar dari mulut Genta. Ia menarik tangan Raina berjalan meninggalkan Genta yang sedang menertawakannya.
"Dia cuma becanda tau kak. Jangan kesel gini ah, jelek banget mukanya. Ternyata bener kata kak Genta muka kak Fathan asem, senyum dong jangan ditekuk gini mukanya," ucap Raina memperlihatkan senyum manisnya pada Fathan.
Fathan mendengus sebal, ia menghentikan langkahnya kemudian menggeser posisi tubuh Raina menjadi berhadapan dengannya. Ia menatap dalam mata Raina.
"Kamu gak tau dia kaya apa sayang. Aku lebih kenal dia. Dia tuh playboy cap kaki tiga, aku gak suka dia deket-deket sama kamu," ucap Fathan.
"Gak sekalian jadi cap kaki lima biar jadi pedagang. Kamu gak usah dengerin dia sayang. Sepenglihatan aku nih ya, kak Genta itu cuma seneng liat kamu kesel kaya tadi. Liat aja dia ketawa terus dari tadi. Makanya kamu jangan gampang kepancing sama dia anggep aja dia gak ngomong," ucap Raina.
"Mana mungkin aku diem aja liat pacar aku sendiri digodain terus-terusan sama dia, kalo dia godain orang lain aku gak peduli. Awas aja kalo dia berani deket-deket sama kamu, aku bakal botakin rambut dia kaya dulu lagi," geram Fathan.
__ADS_1
"Oh pacar aku ini dulunya punya sampingan jadi tukang cukur rambut ya ternyata. Jadi penasaran deh dulu kamu SMA kaya apa, pasti keren banget ya ketua osis hits pasti banyak fansnya deh," ucap Raina dengan semangat.
"Gak usah kepo deh. Nanti kesel, cemburu dan ujungnya aku lagi yang kena," ucap Fathan.
"Emangnya ada apa? Jadi makin penasaran, kita duduk di sana aja yuk sambil ceritain ke aku," ajak Raina menarik tangan Fathan menuju bangku panjang yang terbuat dari kayu.
"Katanya laper, kenapa jadi duduk. Nanti aja cerita-ceritanya. Aku gak mood cerita, aku masih kesel sama kamu soalnya tadi kamu senyum sama Genta." Fathan mengalihkan wajahnya ke sembarang arah sambil bersidekap dada.
Raina menahan tawanya saat mendengar ucapan Fathan, ia mencubit gemas pipi Fathan. Melihat Fathan yang kesal karena cemburu membuat Raina gemas padanya.
"Ih gemes banget sih pacar aku kalo lagi cemburu kaya gini. Oke kita makan tapi kamu utang banyak cerita ya sama aku, kalo kamu gak mau cerita nanti aku yang marah sama kamu pokoknya," ancam Raina.
Raina beranjak dari bangku kayu yang ia duduki, kemudian ia berjalan meninggalkan Fathan.
"Untung sayang, kalo gak sayang udah aku masukin ke dalem karung. Udah narik-narik kesini sekarang malah ninggalin bener-bener ya ngeselin banget jadi pacar," gerutu Fathan.
Fathan berlarian kecil menyusul Raina, sesekali ia meneriaki nama Raina supaya Raina mengentikan langkahnya.
"Kejar aku dong, masa kakinya panjang gitu kalah sama aku yang kakinya gak panjang-panjang banget," ucap Raina sambil tertawa.
"Oh jadi ceritanya nantangin nih," ucap Fathan.
***
Zara, Aisyah, Reyhan dan Fathan memutuskan untuk berjalan bersama-sama. Dua wahana sudah mereka coba.
Reyhan tidak peduli dengan yang lainnya yang sibuk berdebat, ia sibuk menikmati suasana dan mengingat beberapa momennya saat dirinya ke tempat yang sama saat bersama dengan Kinan.
Rasanya aneh banget kesini tanpa kamu Kinan. Ini tempat paling bersejarah, tempat dimana aku nyatain cinta sama kamu. Sekarang aku kesini tanpa kamu, andai kamu ada disini pasti kita flashback bareng deh. Tapi sayangnya sekarang aku flashback sendirian disini.
"Ais gantian dong kita fotonya berdua aja, gw gak mau foto sama Abang lo yang ngeselin ini," ucap Zara melirik Farhan dengan sinis.
Disela perdebatan mereka, tanpa disengaja mereka melihat banyak sekali orang sedang berkumpul di suatu tempat. Mereka penasaran dengan apa yang membuat tempat itu menjadi ramai sekali.
"Itu ada apa sih, kesana mau gak? Aku penasaran banget sama tempat itu soalnya rame banget," ucap Aisyah menatap ke arah sekerumunan orang.
"Ayo, gw juga penasaran disana ada apa sih, kenapa bisa rame begitu," saut Zara.
"Palingan game-game yang dibuat sama pihak pengurus wisata disini, udah biasa itu mah biarin aja gak penting," sambung Reyhan dengan malas.
"Iya bener kata Reyhan. Udahlah gak usah ikut-ikut game itu," ucap Farhan.
Keramaian tersebut tidak asing bagi Reyhan karena Reyhan sering sekali berkunjung ke tempat wisata ini bersama Kinan. Melihat keramaian tersebut kembali membuatnya teringat dengan Kinan. Setiap mereka mengunjungi wisata ini, game tersebut lah yang sangat mereka nanti-nantikan.
"Wah asik tuh. Pasti seru banget deh. Aku mau liat ah, kali aja aku bisa ikut. Yuk Zara kita kesana biarin aja yang cowo disini," ajak Aisyah menarik tangan Zara dengan semangat tanpa mempedulikan Reyhan dan Farhan yang sedang menatap mereka jengkel.
Zara dan Aisyah berhasil menerobos kerumunan, mereka dibuat kaget saat mendapati Fathan dan Raina yang berada di dekat mereka juga ikut melihat acara tersebut.
"Raina sama bang Fathan disini juga, pasti mau ikut gamenya ya. Wah kita gak boleh kalah sama mereka Zar, kita harus ikut juga," ucap Aisyah dengan heboh.
Fathan menolehkan kepalanya kemudian menatap Adiknya tersebut dengan tatapan herannya.
"Pasti lo gak denger kata panitia nya ya De. Game ini harus pasang-pasangan dan pasangannya harus beda gender, jadi kalian berdua kalo mau ikut cari pasangannya sana," ucap Fathan.
"Peraturan macam apa itu, panitianya bucin banget nih. Yaudah nanti Ais sama bang Han aja deh. Nanti Zara sama kak Rey aja pas kan jadinya," ucap Aisyah tersenyum.
"Gak boleh ada hubungan saudara Aisyah, bolehnya sama temen tapi cowo. Ini kan game kaya mak comblang bikin yang pacaran makin deket terus yang jomblo jadi gak jomblo Hehe," sambung Raina.
__ADS_1
"Ya ampun ribet banget peraturannya. Jadi inget kak Rama yang gak ada pasangannya Haha," ucap Aisyah.
"Nanti kak Rama sama gw aja Ais. Gw gak mau sama dia. Bukannya menang yang ada baru mulai udah kalah duluan," ucap Zara.
"Iya itu karena kamu yang cerewet makanya bakal kalah," saut Farhan.
"Gak! Pokoknya Zara harus sama bang Han. Gak boleh diganggu gugat. Lagian kak Ramanya gak ada disini, cari yang ada aja ya Zar," ucap Aisyah.
Zara mengerutkan dahinya menatap Reyhan dan Aisyah bergantian dengan tatapan bertanya-tanya.
"Terus lo sama kak Rey gitu. Ada apa kalian beberapa hari ini berduaan terus," tanya Zara menatap keduanya penuh curiga.
Reyhan mendengus sebal saat mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Zara. Ia tidak terima dengan apa yang Zara katakan.
"Gak usah aneh-aneh deh. Hati gw masih buat Kinan gak ada cewe lain. Itu mah dia dia nya aja yang kepo dari kemaren ngikutin gw terus. Harusnya gw yang nanya sama lo Zara, kenapa lo berduaan mulu sama kembarannya Fathan. Ribut tapi maunya berduaan mulu kaya sendal swallow," ucap Reyhan dengan malas.
"Kok jadi ngebalikin omongan gw sih. Topik pembicaraanya kan kalian berdua. Dasar gak jelas," ketus Zara.
Raina dan Fathan yang sudah selesai mendaftarkan diri mereka kembali menuju tempat mereka. Keduanya menggelengkan kepala saat melihat Zara, Farhan, Aisyah dan Reyhan yang masih sibuk dengan perdebatan mereka.
"Ribut terus. Buruan sana daftar kalo mau ikut gamenya sebelum game dimulai. Katanya mau ikut," ucap Raina.
"Tau nih doyan banget debat kalian berempat. buruan sana daftar," sambung Fathan.
"Loh kalian udah daftar?" tanya Zara.
"Iya, makanya jangan ribut terus jadi gak sadar sama sekitaran kan," saut Raina.
"Yaudah kalo gitu ayo kita daftar kesana, ayo bang Han sama kak Rey kita harus ikut dan menangin game ini," ucap Aisyah.
Mereka pun pergi menuju tempat pendaftaran untuk mendaftarkan diri mereka untuk mengikuti game tersebut.
***
Fano dan Cila pun tak mau kalah dengan yang lainnya, mereka ikut mendaftarkan diri. Mereka sama sekali tidak mau kalah dengan orang dewasa karena mereka yakin walaupun mereka anak kecil tetapi mereka tidak bisa dikalahkan.
Saat sampai di depan tempat pendaftaran Fano menarik-narik ujung baju panitia yang bertugas mencatat pendaftaran.
"Pak, Pano sama Cila mau ikutan lombanya, boleh kan?" ucap Fano.
Petugas dibuat kebingungan saat melihat dua anak kecil yang meminta diri mereka untuk di daftarkan untuk mengikuti lomba yang mereka adakan.
"Ini lombanya buat orang dewasa adik-adik. Nanti ada lomba khusus buat kalian ya, sebenyar lagi akan dibuka pendaftarannya. Gak kalah seru kok dari lomba ini," ucap Panitia.
Fano menggelengkan kepalanya, ia kekeuh dan tak mau mengalah untuk mengikuti lomba tersebut.
"Engga mau pak. Pano maunya ikut lomba ini, Pano gak mau ikut lomba anak kecil soalnya gak selu, bolehin ya Pak. Bapak ganteng deh," rengek Fano.
"Iya Pak bolehin kita ya, kita janji gak akan kalah sama orang gede, kita bakal buktiin anak kecil juga hebat," ucap Cila dengan percaya diri.
Panitia tidak tega melihat Cila dan Fano terus merengek padanya hingga akhirnya ia menganggukkan kepala menyetujui Cila dan Fano mengikuti game tersebut.
"Yeayyyy. Bapak paling ganteng tapi gak sedunia makasih ya. Huaaa Cila, Pano seneng banget. Ayo kita joget-joget," heboh Fano sambil berjoget-joget dan diikuti oleh Cila. Mereka tidak mempedulikan orang-orang yang sekarang sedang menertawakan mereka dalam fikiran keduanya hanya mengutarakan rasa senang mereka dengan berjoget.
***
Bersambung ....
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan sarannya ya gais. Kalo ada saran boleh dititipkan di kolom komentar buat bahan evaluasi di bab selanjutnya. Usahakan beri saran dan kritik yang sopan tidak dengan cara mencaci ya gais. Aku tau kok kalian semua pembaca yang hebat dan keren.
Sekian dan terima kasih.