
"Kenapa takut? Lo ngeraguin Abang gw La? Gw tau banget bang Reno kaya apa, gw yakin dia gak akan ninggalin lo bahkan gw yakin juga bang Reno bisa buat lo bahagia," ucap Raina.
"Tapi kan gw sama kak Reno sebelumnya emang gak ada hubungan spesial bahkan perasaan satu sama lain aja kita baru tau tadi," ucap Lala.
Raina mengembangkan senyumnya lalu menggeser posisi duduknya sedikit, matanya berbinar ia sangat penasaran apa yang baru saja mereka saling ungkapkan mengenai perasaan mereka dan ia berharap jawaban Lala sesuai dengan apa yang ia bayangkan.
"Emangnya perasaan kalian kaya gimana? Cie udah saling jujur-jujuran soal perasaan." Raina terkekeh sengaja menggoda Lala.
Lala menghela nafasnya ia menunduk kemudian menatap Raina dengan tatapan memelas.
"Pasti lo udah ngayal kita saling ungkapin perasaan kaya di drama korea yang lo tonton kan Raina," ucap Lala.
Raina tersenyum sambil mengangguk-anggukkan kepalanya dengan semangat.
"Gw tebak pasti hayalan gw bener nih, asik dah kakak iparku ternyata sahabatku," ucap Raina.
"Boro-boro kaya di drakor yang deketan aja deh misalnya kaya sinetron, sama sekali kisah kita gak ada mirip-miripnya tau. Kak Reno gak ada perasaan apapun ke gw begitu pun sebaliknya dan sekarang gw tanya sama lo gimana caranya gw nikah tanpa ada perasaan diantara kita, lo masih yakin kita bakal awet nantinya?" Lala menatap Raina lekat sambil memegangi bahu Raina.
Raina terdiam ia tidak menyangka dengan pengakuan keduanya karena siapapun yang melihat mereka pasti pendapat mereka berbanding terbalik dengan pengakuan keduanya.
"Lala gw mau lo jujur sama gw. Lo percaya sama gw kan?" ucap Raina.
"Mau jujur apa Raina emangnya gw lagi boong apaan," keluh Lala.
"Jujur sama gw sebenernya lo ada perasaan gak sama bang Reno? Gw mau lo jawab jujur dan jangan bercanda jawabnya," tegas Raina.
Lala terdiam bola matanya melirik ke sekitaran berharap ada seseorang yang akan membantunya mengalihkan topik seriusnya dengan Raina namun lagi-lagi ia harus menghela nafas pasrah karena di sekitar kolam hanya ada dirinya dan juga Raina.
"Ini gw jujur ya. Sebenernya gw gak ngerti sama perasaan gw sendiri, kalo dibilang suka jelas engga lah orang kak Reno ngeselin gitu, tapi gw sayang sama kak Reno soalnya dia baik banget. Tadi pas di kampus kak Reno bilang dia mau nikah tapi gak tau nikahnya sama siapa dan lo tau gak sih gw sedih tau, gw takut nanti kak Reno gak mau main lagi sama gw terus kak Reno gak mau buang-buang uangnya lagi buat gw karena dia udah ada istrinya." Lala mencurahkan apa yang membuatnya saat di kantin kampus gelisah.
__ADS_1
Raina tertawa saat mendengar curahan hati Lala yang menurutnya sangat lucu dan menggemaskan ingin sekali rasanya ia memukul kepala Lala dengan batu bata supaya ia cepat tersadar dengan perasaannya sendiri.
Lala menatap Raina heran, ia kembali mengingat apa yang baru saja ia ceritakan ke Raina dan mencari celah kelucuannya ada dikata apa hingga membuat Raina menertawainya, namun ia tidak menemukan apa yang ia cari.
"Raina kenapa ketawain gw sih? Padahal gak ada yang lucu, giliran gw cerita yang serius lo malah ketawain gw, jadi orang serius rumit juga ternyata ya," keluh Lala.
"Ya lagian lo lucu sih La, bukan lucu doang malahan lo tuh aneh jadi orang gak pekaan banget, gw yakin kalo lo ceritain ini ke Zara dan Aisyah pasti lo diketawain juga," ucap Raina.
"Emangnya lucu ya?" Lala melihat Raina dengan raut wajah polosnya.
"Lucu lah. Lo itu ada perasaan ke Abang gw tau, gw tebak nih ya kalo Abang gw lagi sama cewe lain pasti lo ngerasa kesel, sebel bahkan jengkel," ucap Raina.
Lala refleks menganggukkan kepalanya namun sejujurnya ia tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Raina.
"Abang lo yang mana? Kak Reyhan? Ogah banget ih Lala punya perasaan sama dia bisa-bisa Lala jantungan dadakan, kak Kinan doang tuh yang mau sama dia, mendingan Lala sama kak Reno aja deh dari pada kak Rey," ucap Lala sambil bergedik ngeri.
"Woi! Lama amat ampe disusulin orang berkali-kali, repot amat lo Lala buruan balik ditungguin sama yang lainnya tuh, belom nikah aja repot apa lagi nikah bisa seminggu gak akad-akad ini gara-gara perempuannya repot." Reyhan berdiri tidak jauh dari posisi Raina dan Lala sambil berkacak pinggang.
"Tuh liat kan baru aja diomongin orangnya nongol udah gitu ngeselin banget lagi dia. Gak kebayang deh kalo gw jadi kakak iparnya dia," keluh Raina.
"Husss jangan gitu Lala. Kita juga udah kelamaan juga sih disini, oh iya gw setuju banget lo nikah sama bang Reno dan gw berharap lo gak nolak pasti banyak banget orang yang kecewa dan sedih kalo lo nolak," ucap Raina.
"Iya liat nanti aja deh ya, lo cukup nyimak aja mending kita balik ke dalem aja yuk sebelum semuanya pada pindah kesini gara-gara kita kelamaan Haha." Lala beranjak dari duduknya kemudian memegangi tangan Raina membantu Raina berjalan kembali ke ruang tengah.
***
Saat melihat Raina dan Lala yang sedang berjalan ke arah mereka sontak semua perhatian teralihkan ke arah mereka.
"Tuh kan dateng mereka coba aja tadi gak gw samper nih acara gak kelar-kelar," ucap Reyhan
__ADS_1
"Ngomongin apaan sih mereka kok lama banget, berasa lagi pencerahan sama guru bk di sekolahan," ucap Raka.
Zara melirik sekilas ke arah Raka, kemudian ia kembali mengalihkan pandangannya ke arah Lala dan Raina.
"Dih kepo banget sih lo kak Raka, urusan perempuan dilarang kepo," sambung Zara.
"Nyambung-nyambung aja sih lo kaya kabel PLN, tolong dong Han lo kan dosennya dia nih tatar aja biar gak ngeselin nih perempuan," ketus Raka sambil menoleh ke arah Farhan yang sedari tadi hanya menikmati perannya sebagai tamu.
"Tenang aja nanti kalo udah masuk kelas gw, bakal gw kerjain abis-abisan," saut Farhan.
Raina dan Lala mendudukan dirinya dengan Raina yang dibantu oleh Fathan, kemudian kembali fokus dengan tujuan.
"Lala sama Reno udah tau kan ya, kenapa kita semua kumpul disini. Sekarang kita mau nanya sama kalian berdua, Apakah kalian setuju dengan keputusan kami? Kalian bisa jawab sejujurnya, seandainya kalian gak setuju kita bisa terima karena kita gak mungkin paksain keinginan kita ke kalian," ucap Gio.
Lala dan Reno saling menatap satu sama lain, ia saling melempar pandang memberi kode untuk berbicara terlebih dahulu.
"Oke Reno dulu kali ya biar gak kelamaan. Reno pribadi sih ikut keputusan Mama dan Papa aja, kalau menurut Mama dan Papa baik kenapa gak dijalanin aja, Reno yakin pilihan orang tua gak mungkin salah karena orang tua mau yang terbaik untuk anaknya, sekarang semuanya tergantung di Lala nya aja, dia mau apa engga." Dengan yakin Reno berbicara pada semua orang hingga membuat yang lainnya menatap Reno kagum.
Semua orang menatap ke arah Lala penasaran karena dipandangi semua orang Lala dibuat menjadi gugup, ia terlihat seperti orang kebingungan, ia terdiam sejenak kemudian menoleh ke arah Raina.
"Semuanya jangan liatin Lala kaya gitu dong, Lala jadi bingung nih mau ngomong apa," keluh Lala sambil mencubit-cubit pelan tangannya sendiri.
"Lama nih Lala bikin penasaran aja jangan bilang abis ini bersambung nih kaya sinetron, gw lempar galon lo ya La." ancam Rama sambil menatap Lala jengkel.
***
Bersambung ....
Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya kalo punya saran silahkan dititipin aja di kolom komentar, aku nerima saran kok hehe.
__ADS_1
Semoga terhibur ya sama bab ini, maaf juga belum bisa up banyak aku masih gak bisa ngatur waktu huhu.
Sekian dan terima kasih.