
Lala menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan seperti mencari sesuatu hingga membuat yang lainya ikut mengedarkan pandangannya mencark tahu apa yang Lala cari.
"Ngapain sih La, celingak celinguk kaya keilangan anak aja lu," tanya Rama.
"Nah pinter tumben banget nih kak Rama pikirannya jalan, Lala tuh lagi nyari dede bayi yang tadi di sini dia tidur di samping Lala," ucap Lala sambil menunjuk karpet.
"Oh nyari bayi toh, ngobrol dong jangan diem aja. Tuh tadi diangkut Raina sama Fathan ke sono, mending lo susul aja sana biar gak penasaran," saut Raka mengarahkan jari telunjuknya ke arah pintu yang terbuka.
"Kak Reno ayo kita kesana temenin Lala ngambil dede bayi, takutnya yang bawa dede bayi bukan Raina sama kak Fathan tapi jin jelmaan mereka yang nyamar jadi Raina dan kak Fathan, Ish serem juga kalo dibayangin." Lala bergedik ngeri sambil membayangkan sesuatu di dalam fikirannya.
Reno yang melihat Lala bergedik ngeri seperti itu pun sangat paham dengan apa yang sedang Lala bayangkan dengan cepat ia beranjak dari duduknya kemudian menarik tangan Lala supaya Lala tidak berkhayal lebih jauh yang ujungnya akan membuat dirinya pusing.
"Ayo buruan gak usah ngayal yang aneh-aneh terus," ajak Reno.
Lala beranjak dari duduknya sambil menarik tangan Reno kemudian ia berjalan bersamaan dengan Reno mencari keberadaan Fathan dan Raina.
Reno menolehkan kepalanya melirik Lala melalui sudut matanya, ia melihat Lala sedang menggelengkan kepalanya.
"Udah gak usah mikir yang aneh-aneh mulu, tuh liat Raina sama Fathan ada disana sama bayi-bayinya sekaligus dan liat tuh kakinya napak gak ngambak berarti mereka manusia tulen," ucap Reno menunjuk ke arah dimana Raina dan Fathan sedang duduk.
Lala pun mengikuti arah pandangan Reno, ia menatap lekat ke arah kaki Raina dan Fathan.
"Ah iya bener yang dibilangin sama kak Reno, kakinya gak melayang, Alhamdulillah yaAllah dede bayi gak diasuh sama jin," ucap Lala.
"Mulai dah gak jelasnya, mana ada jin siang-siang gini sih Lala," ucap Reno.
"Lala nonton di youtube katanya anak indigo jin itu ada walaupun siang-siang, tapi lebih sering malem sih," ucap Lala.
"Terserah kamu La, pusing aku dengerin kamu ngomong." Reno mendengus sebal berjalan meninggalkan Lala sendirian.
"Kak Reno tungguin! Gitu aja ngambek nih!" teriak Lala.
Lala berlarian menyusul Reno sambil meneriaki Reno. Lala memukul bahu Reno dengan sekuat tenaga hingga membuat Reno membelalakan matanya sambil meringis kesakitan.
__ADS_1
"Sakit!" Reno memelototi Lala.
"Rasain tuh pukulan maut dari Lala, siapa suruh ninggalin Lala sendirian wle," ledek Lala.
"Untung sayang kalo gak udah aku smackdown kamu," geram Reno sambil mengacak gemas rambut Lala.
Raina dan Fathan mengembangkan senyumnya saat mendengar ucapan Reno, mereka saling melempar pandang kemudian menatap keduanya.
"Iya tau yang lagi sayang-sayangan mah beda ya dede bayi," sindir Raina sambil mengelus lembut pipi dede bayi seolah-olah sedang berbicara dengan bayi.
"Iri bilang boss. Makanya kalian buruan nikah biar Lala bisa kondangan nih, udah lama gak dangdutan di kondangan orang," ucap Lala.
"Sombong amat. Iya tau kok kalo lo mau nikah bentar lagi. Nanti ya gw adain orkes dangdut pas nikahan lo, pas banget nih gw kan kebagian ngurus tema nikahan lo," ucap Raina.
"Gimana kalo kita nikahnya gabung aja biar hemat biaya kan lumayan tuh," ucap Lala menunjukkan cengirannya.
Sontak Lala mendapatkan hadiah berupa jitakkan dari Fathan.
"Sembarangan aja lo kalo ngomong. Ga modal dong gw nikahnya numpang di nikahan lo. Plis ya sayang kamu jangan terhasut sama ide gak jelasnya teletabis kw satu ini," ucap Fathan memohon pada Raina dengan wajah memelasnya.
"Wuih tumben Raina otaknya fresh. Selamat menunggu ya kak Fathan hehe," ucap Lala.
"Eh Lala lo nemu bayi dimana? Lucu banget gemes juga lagi," ucap Raina.
"Itu adiknya Cila, kasian deh mereka ditinggal gitu aja sama Mamanya, makanya gw bawa mereka kesini kalo bisa sih biarin mereka tinggal disini, tapi kalo kalian gak setuju gapapa nanti Lala bawa aja ke rumah Lala," ucap Lala menatap iba pada dede bayi.
"Disini aja gapapa kok pasti mama sama Papa gw setuju, apa lagi dede bayinya ganteng begini pasti setuju banget. Mending kita ke dalam yuk bilang sama Mama," ucap Raina.
Mereka berjalan bersamaan memasuki rumah kemudian mereka mengumpulkan seluruh penghuni rumah. Lala dan Reno berniat menceritakan bagaimana mereka bisa bertemu dengan Cila dan juga adiknya hingga membuat mereka melupakan tujuan mereka ke studio foto.
Gio menatap Lala dan Reno geram karena mereka belum juga menceritakan bagaimana mereka bisa bertemu dengan dua anak. Gio geram melihat keduanya yang sedari tadi sibuk melempar pandang satu sama lain sambil menepuk bahu secara bergantian.
"Buruan cerita, jangan liat-liatan mulu dasar bucin," desak Gio yang sudah tidak sabar untuk mendengarkan cerita dari mereka.
__ADS_1
"Sabar papa Gio, kita lagi diskusi siapa yang mau ceritain dengan ikhlas ke kalian. Tapi Lala udah dapet jawabannya kok. Kak Reno yang bakalan ceritain semuanya ya gais, silahkan kak Reno ceritain," ucap Lala tersenyum pada Reno.
Sedangkan Reno hanya memasang wajah pasrahnya karena mau bagaimana pun perempuan yang sangat berkuasa disini. Jika ia menolaknya bisa lebih panjang urusan dan ceritanya dari apa yang akan ia ceritakan pada seluruh orang yang ada di ruangan yang sama dengannya.
Ngalah lebih baik Ren, sabar sabar sabar.
"Jadi kita gak sengaja ketemu mereka karena Reno gak sengaja hampir mau nabrak Cila pas mau ke studio. Si Lala turun terus dia ngobrol sama Cila dan Cila bilang dia ditinggal sama mama tirinya, tapi dia gak ditinggal sendirian dia ditinggal sama adiknya juga, nah adiknya itu yang sekarang lagi digendong sama Raina. Karena si Lala gak tega akhirnya Lala minta aku buat bawa mereka dan aku pun setuju karena kalo difikir-fikir kasian juga anak-anak yang masih kecil kaya mereka dibiarin telantar. Akhirnya kita pun mutusin buat bawa mereka kesini. Sekarang semua keputusan ada di Mama sama Papa, kalo mama dan Papa ngebolehin mereka tinggal disini aku dan Lala seneng banget dan terima kasih banget sama Mama dan Papa." Reno menjelaskan secara singkat bagaimana awal mereka bertemu.
"Gila sih mak tirinya jahat amat kaya di sinetron-sinetron, anak anteng kaya gini dibuang, kena azab tau rasa tuh orang," geram Rama.
"Yaampun kasian banget, terus orangtua kandungnya kemana Ren? Atau Papanya gitu masa iya tega banget orangtua kandungnya biarin kedua anaknya dibuang sama mama tirinya," ucap Wina dengan nada kesalnya.
"Orangtua kandungnya udah meninggal Ma. Papanya belum lama ini meninggal makanya ibu tirinya itu sengaja buang mereka gitu aja," jawab Reno.
"Tuh kan Ma, Pa, gais. Kasian kan mereka ditinggal gitu aja. Jahat banget mak tirinya liat aja nanti kalo Lala ketemu sama bu mona, Lala jorokin ke empang lele biar dimakan sama lele," sambung Lala sambil mengepalkan tangannya.
"Kaya berani aja lo," ledek Zara.
"Berani lah, seorang Lala gak pernah takut sama apapun kecuali Allah sama orangtua," ucap Lala dengan percaya diri.
"Lo kira ibu Mona itu orang muda? Orang tua juga kan dia Lala," geram Zara.
"Eh iya juga ya, Yaudah ralat orangtuanya yang baik aja bukan yang kejam kaya ibu Mona," ucap Lala.
Raina yang melihat Reno menepuk dahinya sambil menatap Lala kesal pun hanya tersenyum berusaha menahan tawanya.
"Sabar ya bang Ren, tapi Raina yakin dia sumber kebahagiaan bang Reno kok," bisik Raina.
***
Bersambung ....
Jangan lupa like dan komentarnya ya gais. Kalo ada saran boleh kok dititipkan di kolom komentar.
__ADS_1
Sekian dan terima kasih.