
Raina dibuat geram melihat tingkah Fano yang terus saja mengambil alih ponselnya dan berbicara dengan saudara kembar yang berada di layar ponselnya ingin rasanya ia menenggelamkan Fano ke dalam gayung.
"Fano sini dong hape nya pake hp sendiri dong gak usah ngerecokin orang terus," ucap Raina menatap Fano malas.
Fano melirik Raina sekilas lalu kembali lagi menatap layar ponsel berbicara dengan Fathan dan Farhan.
"Pano gak punya hp punyanya tablet yang kaya nampan eh engga deh kaya kayu yang suka mama Wina pake buat potong cabe," ucap Fano membuat saudara kembar yang berada diseberang sana tertawa.
"Ini anak gokil banget Fath pokoknya nanti kalo gw sampe di Indonesia harus ketemu dia, Fano nanti kita jadi bespren okee," ucap Farhan dengan heboh.
Fano menganggukan kepalanya dengan cepat seketika ia teringat Lala dan Reno.
"Oh iya Kak Jungkook kedua, gabung aja sama Lala lopels nanti kita jadi besplen polepel tak telpisahkan ada kak Lala yang oon tapi baik sama kak Leno yang galak tapi baik juga meleka besplen Pano kak Jungkook," ucap Fano tanpa jeda.
"Apaan sih Fano segala Jungkook kedua siniin hp kak Raina sono pinjem hp Lala gih dia banyak opa-opanya ganteng-ganteng lagi kaya chanyeol," ucap Raina berusaha membohongi Fano.
"Cenyol itu apa?" tanya Fano dengan polosnya sambil menaikan bola matanya seperti sedang berfikir.
"Chanyeol itu loh opa-opa korea ganteng bisa joget-joget lagi pinggangnya lentur kaya pensil inul bikin meleleh liatnya," ucap Raina.
"Mana potonya Pano mau liat milip gak sama Pano," ucap Fano.
"Nanti aja liatnya sama kak Lala sono gih samperin kak Lala," ucap Raina.
Fano berlarian menghampiri Lala dan Reno sambil membawa ponsel Raina membuat Fathan dan Farhan tak kuasa menahan tawanya mereka menertawakan Raina yang begitu kerja keras menghasut Fano namun ponselnya tetap dibawa oleh Fano.
"Fanoooo hp nya jangan dibawa ya ampun sabar Raina sabar," teriak Raina segera menyusul Fano.
Fano bertepuk tangan sambil bersorak-sorak ketika melihat Lala dan Reno yang sedang mengaitkan jari kelingkingnya.
"Asikkkk akhilnya kalian baikan yuhuuu Pano berlhasil hole wididit," teriak Fano sambil berjoget-joget ala kartun dora.
Fathan dan Farhan tak hentinya tertawa saat mendengar Fano berbicara terkadang wajahnya terlihat namun kadang tidak.
Raina yang melihat Fano berjoget-joget menatapnya heran lalu melirik kearah Lala dan Reno ia mengembangkan senyumnya seketika niatnya mengambil ponsel dari Fano lenyap begitu saja saat melihat Abangnya sudah berdamai dengan sahabatnya.
"Widih udah baikan tinggal cincin aja ya yang belom dikaitin buruan dah kalian jadian sebelum kak Reyhan ngamuk kehalangan nikah gara-gara kalian yang betah banget HTSan( Hubungan Tanpa Status) terus," ledek Raina sambil tertawa.
Perkataan Raina berhasil membuat Lala malu dengan cepat ia menggelengkan kepalanya.
"Apasi aneh-aneh aja lo kalo ngomong kita tuh cuma sahabatan aja gak lebih ya kan kak Reno lagian gak mungkin diantara kita ada yang baper apa lagi kak Reno yang seleranya cewe-cewe menor haha," ucap Lala diakhiri dengan ledekan membuat Reno melirik Lala kesal.
"Itu pipi kak Lala udah menol kaya badut abis ditonjok hehe belalti kak Lala cocok sama kak Leno," ucap Fano sambil menujuk pipi Lala yang sejak kapan tersipu menjadi merah merona.
"Udah ah ngeledekin mulu kalian mending pergi dah sono gak usah gangguin gw," usir Lala.
Fano membulatkan matanya saat melihat ikan Lele berada di kolam yang tidak jauh dari posisinya ia melangkah menghampiri kolam dengan semangat.
"Huaa ada ikan lele disini, Atun tenang ya nanti Atun gak bakalan kelapelan lagi telyata di lumahnya kak Lala ada banyak lele nyasal," ucap Fano semangat.
"Kak Jungkook 1 dan kak Jungkook 2 nanti kita ngblol lagi ya Pano mau jadi petani lele dulu," pamit Fano.
"Iya Fano cari lele yang banyak ya nanti kalo aku ke Indonesia kita masak lele bareng-bareng, tapi jangan dimatiin video callnya kasih aja ke kak Raina biar kita ngomong sama kak Raina dulu ya," ucap Farhan.
Fathan menatap Farhan kesal saat Farhan berbicara dengan Fano.
"Kenapa lo jadi ngatur-ngatur Raina kan pacar gw harusnya gw yang ngomong begitu bukan lo," omel Fathan.
__ADS_1
"Apa bedanya muka kita aja mirip buktinya tadi pacar lo gak bisa bedain mana gw mana lo ada untungnya gw belajar bahasa gaul orang Indonesia selama 1 bulan," ucap Farhan dengan senyum bangganya.
Fano berjalan menghampiri Raina lalu menyodorkan ponsel yang masih tersambung dengan kedua saudara kembar tersebut.
"Nih kak Laina aja yang ngomong Pano mau nangkep Lele dulu," ucap Fano dengan sengaja menggeser tombol merah lalu berlarian menjauhi Raina.
Emosi Raina memuncak saat melihat panggilan berakhir kini ia menatap Fano seolah ingin menelan Fano hidup-hidup.
Fano bersembunyi dibalik punggung Reno meminta pembelaan dari Reno agar tidak kena jeweran dari Raina.
"Kak Leno belain Pano kalo gak Pano sumpain nih ya belantem lagi sama kak Lala telus kak Lala kabul ke India," ucap Fano asal.
"Udahlah Raina gak usah diperpanjang tau sendiri kan si Fano emang gak bisa diem mending lo liat tuh hp ada video call kayanya dari ayang beb lo tenang aja biar si Fano sama kita aja dijamin aman dah pokoknya terserah lo mau vidcall setahun juga boleh," ucap Lala.
Akhirnya Raina pergi meninggalkan mereka, Fano bernafas lega saat Raina pergi menjauh darinya.
"Makasih ya kak Lala poo yang jelek tapi kadang cantik udah belain Pano pokoknya Pano sayang kak Lala," ucap Fano mencubit pipi Lala gemas.
"Ih ganjen sekarang ya nyubit-nyubit pipi orang," ucap Reno.
"Pano tuh gemes bukan ganjen tau," ucap Fano berjalan menuju kolam lalu menurunkan dirinya ke dalam kolam membuat Lala panik saat melihat Fano sudah turun ke kolam.
"Kak Reno ambil si Fano nanti dipatil lele nangis tuh anak lagian sok ide banget sih ngambil lele segala nyemplung ke kolam," ucap Lala panik.
"Terus gimana aku bingung mau ngapain kamu sih buat aku panik jadinya gak bisa ngambil solusi nih," ucap Reno kelabakan.
Terdengar suara teriakan Fano memanggil nama Lala membuat Lala semakin panik dan cemas ia memanggil seluruh anggota keluarga yang sedang berkumpul di ruang tengah untuk mengikutinya ke kolam.
"Kak Lala tolongin Pano lelenya galak kaya tante geduluwo Pano dipatok telus sebenelnya ini lele apa ayam sih," teriak Fano.
Reyhan tertawa terpingkal pingkal saat melihat Fano diserbu oleh ikan lele perlahan ia mulai menghampiri Fano karena dikeluarganya yang berani dengan lele hanya Reyhan saja.
"Tolongin Panoooo kak Ley kasianin Pano lelenya ganjen banget sama Pano," ucap Fano memelas hingga akhirnya Reyhan turun menyeburkan dirinya menggendong Fano.
"Huaaa akhilnya Pano bebas dali ikan Lele makasih ya kak Leno tuyul kepala melah si laja lele," ucap Fano sambil mencium tangan Reno.
"Pujian macam apa itu seperti hinaan untung lo cium tangan gw kalo gak udah gw ceburin lagi lo ke kolam lele," ucap Reyhan.
"Baju Pano basah Pano gak bawa baju ganti," ucap Fano.
"Tenang aja Pano disini ada baju buat anak kecil , Pano mau ganti baju sekarang apa mau berenang dulu tuh disana ada kostum mermaidnya ada yang buat Fano juga," ucap Linda.
"Ini lumah apa ancol ya ada seawolnya ada watelpaknya yang gak ada cuma dupan besok-besok bikin biang lala ya disini Tante cantik," ucap Fano.
"Pano mandi ntal aja deh Pano mau jadi pangelan melmait dulu," ucap Fano.
"Yaudah ya kita balik lagi nih lagi asik ngobrol dibuat panik sama si Lala," ucap Linda terkekeh.
Mereka kembali menuju ruang tamu tersisa Raina, Reno, Lala dan Fano disusul Reyhan.
"Ayooo kalian semua halus jadi pelajulit pangelan melmait," ucap Fano menarik paksa tangan mereka secara bergantian.
"Raina disini aja lo gak usah aneh-aneh lo kan gak bisa berenang kaya kutu," ucap Reyhan.
"Terus aja lo hina adek lo ini gak sadar aja lo ya kalo adeknya kutu Abangnya juga kutu," ucap Raina.
Mereka berjalan mengambil kostum mermaid mereka masing-masing lalu pergi ke kamar mandi untung berganti kostum.
__ADS_1
Fano berloncat-loncatan melewati ruang tamu membuat yang lainnya tertawa.
"Ini mermaid apa pocong sih jalannya loncat-loncat begitu," ledek Gio.
"Melmaitlah Pano kan mau jadi pangelan melmait bukan pangelan pocong, gendong Pano dong Papa Gio kaya kak Lala tuh digendong sama kak Leno culang kal Leno gak ganti kostum," ucap Fano sambil menunjuk ke arah Lala dan Reno.
"Ogah ah ntar encok Papa kambuh emangnya Fano mau pijit Papa Gio sebulan pake minyak nyong-nyong," ucap Gio.
Dengan cepat Fano menggelengkan kepalanya lalu mulai berloncatan kembali ia sangat tidak suka mencium aroma dari minyak yang sering kali digunakan oleh Gio untuk terapi pijatnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung........