
Reno kini berada di dalam kamarnya dengan raut wajah cemas sambil menatap ponselnya berulang kali ia mencoba menghubungi Lala namun tidak ada satu pun yang di respon sudah banyak pesan berisi permintaan maaf namun belum ada respon jangankan respon dibaca saja belum.
"Kemana sih nih anak ngambeknya gini banget gak tau apa orang pada cemas mikirin dia," gerutu Reno.
Fano masuk ke dalam kamar Reno tanpa permisi lalu naik keatas kasur Reno mengambil alih ponsel yang berada digenggaman Reno.
"Ada potonya kak Lala Poooo Pano telpon ah," ucap Fano dengan asal memencet fitur video call yang tersedia pada aplikasi whatsapp.
Lala baru saja memasuki rumahnya meletakan tasnya sembarang tempat ia membiarkan ponselnya berbunyi hingga akhirnya Linda yang mengangkat panggilan tersebut.
Linda sudah pulang dua hari yang lalu ia sengaja tidak mengabari Lala karena ia mau melihat sebetah apa anaknya itu menginap di rumah Raina.
Panggilan terangkat muncul wajah Fano yang masih penuh dengan makeup hasil karya Raina dari ponsel Lala membuat Linda terkejut dan tertawa.
Fano menyengir saat melihat respon Linda yang menertawainya sambil mengutuki Raina di dalam hatinya.
"Hallo Tante cantik jangan takut ya liat muka Pano aslinya Pano ganteng kok ini gala-gala kak Laina Pano jadi kaya badut," ucap Fano sambil tersenyum.
"Lucu banget sih kamu, pasti kamu nyari Lala ya," ucap Linda masih dengan tawanya.
"Makasih Tante Pano emang lucu gemesin lagi kaya opa-opa kolea, Tante kelen bisa ngelamal mulai hali ini Pano ngepens sama Tante besok-besok kita main sulap ya Tante," ucap Fano kegirangan.
Reno menatap Fano bingung sambil bertanya-tanya dengan siapa Fano berbicara setahunya tadi Fano menghubungi Lala mengapa saat berbicara ia memanggilnya dengan sebutan Tante, Reno menggeserkan tubuhnya mendekati Fano sambil melihat layar ponsel.
"Itu siapa?" tanya Reno.
"Ini Mamanya kak Lala cantik tau kak Len lebih cantik dali kak Lala telus jago ngelamal lagi," jawab Fano.
"Itu Reno ya wahh ternyata tampan ya kapan-kapan kita ketemu okay, Lala banyak cerita tentang kamu Tante jadi penasaran mau liat aslinya," heboh Linda.
Lala baru saja keluar dari kamar mandi sehabis mencuci muka melihat penasaran ke arah Mamanya yang begitu heboh ia segera menghampiri Linda betapa terkejutnya saat ia melihat layar ponsel yang menampakan wajah Reno dan Fano dengan cepat ia mengambil ponsel tersebut dari Linda terdengar suara teriakan Fano memanggil nama Lala.
"Mama kenapa diangkat sih, Lala kan lagi musuhan sama kak Reno," ucap Lala tanpa ia sadari terdengar oleh Reno karena video call belum sempat ia putus.
"Kenapa musuhan? Ternyata Reno tuh ganteng ya apa lagi yang kecil tuh gemes banget Mama liatnya besok Mama mau ketemu mereka ajak mereka kesini pokoknya," ucap Wina sambil mengembangkan senyumnya berjalan meninggalkan Lala memasuki kamarnya.
Lala melirik ponselnya jengkel ia sempat kaget saat melihat wajah Reno dan Fano masih terlihat di ponselnya.
"Ngapain nelpon-nelpon segala vc lagi pokoknya gw masih marah sama lo kak Reno gak usah nelpon-nelpon gw lagi sono telpon aja mantan terindah lo yang drama itu," omel Lala.
"Tapi nyatanya Mama kamu nyuruh kamu bawa kita ketemu Mama kamu kan berarti kamu tidak ditakdirkan buat marah sama aku udahlah kita damai aja ya," ucap Reno mengembangkan senyumnya sambil menaik turunkan alisnya.
"Gak usah sok imut, gak mau! pokoknya Lala gak mau maafin kak Reno mending matiin deh dari pada Lala yang matiin nih," ketus Lala sejujurnya ia tidak tega mematikan sambungan telfon.
"Fano liat tuh kak Reno udah minta maaf sama kak Lala tapi ditolak gitu aja udah galak banget lagi kaya ibu kost gak dibayar 5 tahun," adu Reno sambil memonyongkan bibirnya.
Fano tertawa melihat raut wajah Fano dengan cepat tangannya menutup mulut Reno.
"Tenang aja kak Lala nanti kak Leno bakal dateng ke lumah kak Lala bawa bunga matahali yang banyak buat minta maap sama kak Lala, tunggu kedatangan kita yaaa," ucap Fano mengakhiri panggilan.
Reno melirik Fano kesal dan mengambil ponselnya yang berada di tangan Fano.
"Kenapa dimatiin sih tangannya iseng banget gak tau apa kak Reno tuh nelpon dia berkali-kali gak diangkat terus ngirim pesan gak dibales baru ngomong dikit malah Fano matiin emang ya dasar bocah somplak," geram Reno.
__ADS_1
"Suka-suka Pano dong itu kan yang nelpon Pano belalti Pano juga yang matiin kalo mau ngblol lagi sono telpon lagi lah, dadah Pano mau cuci muka dulu kesian muka ganteng Pano jadi jelek," ucap Fano perlahan turun dari kasur Reno berlarian keluar mencari Wina.
*********
Lala menghampiri Linda yang sedang terduduk menikmati cemilan sambil menonton drama kesukaannya.
"Mama beneran mau mereka kesini," tanya Lala.
"Beneranlah masa boongan," saut Linda.
"Gak usahlah ya Lala lagi males sama kak Renonya kalo Fano gapapa deh," tawar Lala.
"Gak ada tawar menawar kalo perlu satu keluarga semuanya kesini, kalo ada masalah di kelarin jangan kabur-kaburan kaya kucing aja kamu," ucap Linda.
Lala menatap Linda sambil mengerucutkan bibirnya berjalan menuju kamarnya dengan malas.
"Anaknya sendiri disama-samain sama kucing heran dah punya Mama gini amat untung Lala sayang Mama," gerutu Lala.
*********
Pagi hari di rumah Raina sudah Ramai dengan teriakan Fano yang mengetuk pintu kamar dengan tidak santai.
"Bangunnnnn," teriak Fano.
"Apasih berisik banget biang rusuh kecil ini udah berkurang satu tapi masih aja gak berubah nih suasana rumah," omel Reyhan.
Fano menghampiri Gio yang sedang berada di kebun bunganya ia tersenyum menoel-noel bahu Gio.
"Mau apaan," tanya Gio.
Gio mengerutkan dahinya menatap Fano heran.
"Buat apaan," tanya Gio.
"Buat kak Leno minta maap ke kak Lala katanya kam Leyhan cewe tuh suka banget sama bunga laflesia soalnya bunganya gedeeee banget," ucap Fano dengan polosnya.
"Bener-bener si Reyhan iseng banget, bunga Raflesia itu mahal dia langka juga bunga yang lain aja ya tuh banyak di kebun Fano tinggal pilih aja mau yang mana," ucap Gio menunjuk beberapa bunga yang sudah siap dipetik.
"Yah... Padahal Pano maunya bunga laflesia yaudah deh Pano ambil bunga yang ada dikebun aja, Pano mau bunga campul campul yang banyak bial kak Lala mau maapin kak Leno telus balik lagi ke lumah ini," ucap Fano semangat.
Bunga sudah dipetik oleh Gio ia memberikan bunga yang sudah dirangkai pada Fano membuat wajah Fano tertutup oleh bunga hingga ia kesulitan berjalan sampai tiga kali nabrak tembok rumah.
"Kak Lenoooo ambil nih bunganya benjol kepala Pano nablak tembok telus gala-gala nih bunga," teriak Fano.
"Emangnya kalian mau kemana sih sampe ngajak kita semua dan harus ikut semua lagi," tanya Raina.
"Kita mau ke lumahnya kak Lala," jawab Fano sambil bertepuk tangan.
"Oh jadi si Lala pulang ke rumahnya ya ampun bikin panik aja tuh anak," ucap Raina bernafas lega saat mengetahui sahabatnya kembali ke rumahnya.
"Sekalang kita mau ke lumahnya kak Lala soalnya Mamanya kak Lala ngajak kita ke lumahnya sekalian kak Leno suluh minta maap bial gak musuhan lagi kata Pak ustad dosa musuhan lebih dali 3 hari tau," ucap Fano.
"Iya-iya Fano emang pinter dah gak sia-sia Papa Gio jadi om nya Fano," puji Gio yang baru saja sampai di ruang tamu.
__ADS_1
"Yaudah yuk kita ke lumahnya kak Lala sebelum kak Lalanya kabul lagi," ucap Fano berjalan mendahului yang lainnya.
"Kaya pada tau aja rumahnya Lala dimana heran gw nih keluarga heboh doang awas aja ntar tiba-tiba nanya rumahnya Lala gw kacangin kalian semua ya," gerutu Reyhan melangkahkan kakinya menyusul yang lain.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.......
Happy reading guys jangan lupa like, komen, gak subscribe juga gapapa kok 😊
__ADS_1
Lop u pull 💞😍