SENIOR

SENIOR
Kedatangan Fano


__ADS_3

Situasi di rumah Raina ramai dengan perdebatan yang terjadi antara Raka dan Rama yang saling mengejek.


"Cemen lo ah kalah mulu, liat nih gw menang terus," ledek Rama.


Raka menatap Rama dengan tatapan kesalnya dengan geram ia meninju bahu Rama.


"Gak usah banyak gaya menang baru dua kali aja norak," ketus Raka.


"Biarin aja intinya gw menang lo kalah." Rama menjulurkan lidahnya meledek Raka yang sedang menatapnya dengan tatapan jengkel.


"Halooooo semua! Pano kece disini." Fano bereriak sambil berlarian menghampiri Raina dan Fathan hingga membuat Mila dan Steven yang berada di belakangnya hanya mendesah pasrah saat melihat tingkah anak semata wayangnya yang sangat aktif dan susah sekali dilarang.


"Jangan lari-lari Fano nanti jatuh, awas aja ya nanti kalo sampe jatoh Mama gak mau ngajak kamu kesini lagi." Mila meneriaki Fano yang sudah sampai di hadapan Raina dan Fathan.


Fano menolehkan kepalanya menghadap ke arah Mila dan Stevan, ia tersenyum dan mengacungkan kedua jari jempol nya ke arah Mila.


"Iya ini Pano belenti gak lali lagi soalnya Pano udah sampe, nanti kalo mau pelgi kesana Pano lali lagi," saut Fano.


"Halo kak Laina dan kak Jungkook kembalan Pano pasti semuanya pada kangen sama Pano kan." Fano menyapa Raina dan Fathan sambil menaik turunkan alisnya, Fano menatap Raina heran saat ia melihat Raina terus menatap lurus ke depan sama sekali tidak melihat ke arahnya.


Fano memiringkan wajahnya sambil melambai-lambaikan tangannya tepat di depan wajah Raina lalu menempelkan kedua tangannya di pipi Raina kemudian menggerakan kepala Raina menjadi menghadap ke arahnya.


"Kak Laina sombong banget sih sama Pano balu juga sebental Pano pelgi udah dilupain aja telus Pano dateng kesini gak di liatin sama sekali sama kak Laina, Pano ngambek ah sama kak Laina pokoknya nanti jajanin Pano yang banyak." Fano mencibirkan bibirnya menatap Raina sebal sambil menyilangkan tangannya di depan dada.


Fathan gelagapan ia melirik Raina memastikan Raina baik-baik saja dan tidak tersinggung ataupun sedih dengan ucapan Fano.


Di sudut ruangan terlihat Aisyah dan yang lainnya mendengar ucapan Fano refleks Shasha beranjak dari duduknya lalu berjalan menghampiri Fano berniat mengajak Fano bermain supaya tidak membuat Raina menjadi sedih.


"Fano ikut aku aja yuk, kita main PS disana bareng sama yang lainnya tuh lagi rame pada main disitu, kasian kak Rainanya lagi sakit nanti kalo kak Rainanya nangis kesakitan gara-gara Fano gimana." Shasha berusaha membujuk Fano dengan menajak Fano bermain Play station bersama dengan yang lainnya.


Fano terdiam ia memicingkan matanya menatap Shasha, ia merasa tidak asing dengan perempuan yang berada di hadapannya, ketika Fano mulai mengingat Shasha ia berkacak pinggang menatap Shasha sebal sambil memonyongkan bibirnya.


"Kakak ini temannya nenek gelandong kan? Ngapain disini! Pano gak suka sama Kakak ini jangan dekat-dekat Pano," teriak Fano.


Raina kebingungan saat mendengar teriakan Fano yang seperti memarahi seseorang, ia menepuk-nepukan tangannya tepat di lengan Fathan.


"Fano lagi marah-marah sama Shasha, kayanya dia inget kalo Shasha temannya Maira makanya dia marah banget." Fathan yang paham maksud Raina tanpa menunggu Raina bertanya padanya ia langsung menjawab.


Raina menggelengkan kepalanya dengan bantuan Fathan ia berusaha mendekati Fano lalu membawa Fano untuk duduk di sofa yang sempat ia duduki.


"Fano gak boleh kaya gitu ya gak sopan sama yang lebih yia, Kakak yang tadi Fano marahin namanya kak Shasha, Fano gak boleh ya teriak-teriak kaya tadi nanti kak Raina gak mau temanan sama Fano lagi." Raina berbicara tanpa melihat ke arah Fano dan lagi-lagi membuat Fano kebingungan.


"Udah biarin aja Raina, Gw gak masalahin kok He-He, Fano kan emang benar dia gak salah jadi jangan dimarahin ya Fanonya," ucap Shasha.

__ADS_1


"Kak Laina kenapa si dali tadi kalo ngomong sama Pano liatnya ke tipi telus emangnya ada muka Pano apa di tipinya?" tanya Fano.


"Kalian bawa Fano dulu ya kalian kasih tau ke Fano pelan-pelan," pinta Fathan sambil melirik teman-temannya.


"Fano belum tau kalo kamu gak bisa liat jadi jangan dimasukkin hati ya," ucap Fathan.


Raina terkekeh ketika mendengar perkataan Fathan, ia pun tahu kalau Fano belum mengetahuinya karena terlihat sekali tadi Fano kebingungan.


"Iya aku tau, aku gapapa kok gak usah panik gitu lah He-He, Kamu telpon kak Reno sama Lala aja suruh cepat-cepat balik ke rumah, biasanya yang kuat ngasuh si Fano selain Mama ya dia berdua, Aku takutnya mereka gak kuat ngurus Fano yang gak bisa diem yang ada nanti malah mereka yang diatur sama Fano," ucap Raina.


Raina dan Fathan sangat paham betul bagaimana rusuhnya Fano. Fathan memutuskan untuk menghubungi nomor Lala.


*****


Fano yang kini berada di pojok ruangan bergabung dengan yang lainnya bermain Play station, ia menatap Shasha penuh selidik ia belum percaya kalau Shasha berubah menjadi orang baik.


"Kak Sasa, Pano mau nanya," ucap Fano.


Shasha yang semulanya sedang mengecek ponselnya refleks menolehkan kepalanya ke arah Fano lalu menganggukan kepalanya dan tersenyum.


"Fano mau nanya apa?" tanya Shasha.


"Kak Sasa benelan udah tobat? Kak Sasa abis kena azab apa emangnya kok bisa jadi olang baiknya cepet banget," tanya Fano dengan raut wajah polosnya.


"Fano tau-tauan azab dari mana? Tua banget omongannya kamu," ucap Zara.


"Dali kak Leyhan," jawab Fano.


Fano kembali menatap Shasha yang sedang tersenyum sambil menatapnya.


"Kak Sasa jangan senyum-senyum telus Pano tau kok Pano kece, tapi jawab dulu peltanyaan Pano," ucap Fano.


****


Maira dan Sinta yang kini sedang berada di restoran, iseng-iseng Maira melihat ponselnya dan ia kaget saat melihat status yang dibagikan oleh Maira.


"Sin liat ini, ini beneran si Shasha gabung sama mereka? Bener-bener penghianat dia, bisa-bisanya dia gabung sama mereka dasar penghianat," gerutu Maira.


Sinta yang penasaran dengan apa yang dilihat oleh Maira ia mengecek ponselnya lalu melihat sendiri apa yang diposting oleh Shasha di akun instagramnya.


"Oh jadi Shasha gabung ke mereka biarin aja lah Ra, lagi pula kan emang lo udah ngusir dia kan," saut Sinta dengan santai.


"Tapi lo tau kan kita udah berapa lama bareng-bareng masa cuma gara-gara masalah kemarin doang dia berkhianat gitu aja," protes Maira.

__ADS_1


"Lo juga lagian ngapain nantangin Shasha kan jadinya beneran dia pergi bahkan gabung sama mereka dan harusnya lo pikirin nasib lo nanti gw yakin Shasha pasti cerita soal kecelakaan Raina bukannya lo marah-marah, sekarang bukan waktunya lo pikirin Shasha harusnya lo cari cara biar lo bebas dari tuduhan," ucap Sinta.


"Terus gw harus apa Sinta, ini semua gara-gara Shasha yang sok merasa bersalah dan sok-sokan mau kasih tau semuanya jadi berantakan," geram Maira.


"Lo harus jauhin mobil lo biar gak ada barang bukti setidaknya untuk sementara lo bisa ngeles," ucap Sinta.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung ....


Jangan lupa like dan komentarnya gaisss

__ADS_1


Sekian dan terima kasih


__ADS_2