
Selamat membaca semoga kalian terhibur dengan episode hari ini.
Reyhan kini berada di kantin rumah sakit, ia duduk di salah satu kursi yang tersedia di kantin sambil melamun. Jauh di dalam lubuk hatinya ia sangat senang melihat adiknya kembali normal, tetapi di sisi lain ia sangat kecewa pada dirinya sendiri karena ia gagal menjaga Kinan hingga membuat Kinan meninggal.
Kinan gimana kabar kamu disana? Pasti kamu lagi nikmatin surga ya. Kamu egois banget sih pergi gak ngajak aku. Kamu tau gak sekarang hidup aku rasanya sepi banget. Semua orang sibuk sama kesembuhan Raina tanpa mikirin aku, tapi aku ngerti kenapa mereka seheboh itu sama Raina.
Aisyah yang berada di ruang rawat Raina menyadari kalau Reyhan tidak ada di satu ruangan yang sama dengannya, ia memutuskan untuk berpamitan dengan yang lainnya kemudian mencari Reyhan karena ia yakin Reyhan sedang tidak baik-baik saja.
"Gais aku izin ke keluar bentar ya, mendadak perut laper banget nih takut bersuara dan kedengeran kalian Hehe." Aisyah berbicara dengan gelagapan karena bingung harus memberikan alasan apa pada mereka hingga apapun yang melintas di dalam fikirannya ia katakan.
"Ya ampun Ais ada-ada aja sih kamu Nak, yaudah sana kamu makan dulu kasian cacing di perut kamu Haha." Wina menggelengkan kepalanya menertawakan Aisyah.
"Saking senengnya karena mata Raina otw normal sampe gak peduli sama makanan aku Tan Hehe. Aku pamit ya tante, om nanti aku balik lagi kesini pas udah kelar," pamit Aisyah.
Mata Zara tidak lepas dari Aisyah, ia menatap Aisyah penuh curiga karena tidak biasanya Aisyah segugup itu saat berbicara.
Aisyah menaik turunkan alisnya saat menyadari Zara yang menatapnya dengan tatapan menyelidik, ia berusaha membuat raut wajahnya terlihat biasa saja supaya Zara tidak semakin mencurigainya.
"Kenapa Zara? Kamu laper juga ya, yaudah ayo kita makan jangan gitu ah ngeliatin aku nya, jujur serem banget tau," ucap Aisyah terkekeh.
"Emangnya kenapa? Emang ada larangannya natap-natap orang Haha. Gw gak laper, lo aja sana buruan makan nanti ditinggal tau rasa," saut Zara dengan santai.
Ah perasaan gw aja kali ya, mungkin aja dia gelagapan gara-gara gak sanggup nahan teriakan cacing-cacing di perutnya yang lagi demo. Gak ada alasan gw buat curiga sama Aisyah, lagian kalo bohong motifnya apaan. Udahlah pusing main tebak-tebakan mulu dari tadi.
Aisyah berjalan menuju pintu ruang rawat Raina kemudian membukanya dan pergi dari ruangan tersebut setelah menutup kembali pintu ruangan.
Aisyah mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Reyhan kesana kemari hingga membuatnya sedikit kelelahan hingga membuatnya menghentikan langkah kakinya sejenak.
"Kemana sih dia, gak mungkin kan dia pulang duluan," gumam Aisyah.
Aisyah kembali melangkahkan kakinya mencari keberadaan Reyhan, Ia menghela nafas leganya saat melihat keberadaan Reyhan di salah satu kursi yang berada di kantin.
"Akhirnya ketemu juga, cowo kalo galau suka ke kantin ya ternyata kirain Lala doang yang kaya begitu. Samperin gak ya, tapi aku takut nanti kak Rey marah lagi. Bodo amat ah mau marah juga yang penting aku gak penasaran," gumam Aisyah.
Aisyah melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa mendekati Reyhan kemudian ia mendudukan dirinya di samping Reyhan.
Reyhan yang terbuai dengan lamunannya tidak menyadari keberadaa Aisyah bahkan ia tidak mendengar suara kursi yang sempat digeser oleh Aisyah.
Aisyah yang merasa diabaikan mulai mengangkat tangannya dan melambai-lambaikan tangannya tepat di hadapan wajah Reyhan dan benar saja cara yang digunakan oleh Aisyah berhasil membuat Reyhan tersadar dari lamunannya.
Reyhan mengerutkan alisnya, ia mengedarkan pandangannya ke sekitar kantin kemudian kembali menatap Aisyah.
"Lo ngapain disini? Bukannya lo di kamar rawatnya Raina ya," heran Reyhan.
"Harusnya aku yang nanya kak Rey ngapain disini, di kantin tapi gak makan dan gak minum untung gak di usir sama yang punya kantin." Mendengar ucapan Aisyah refleks Reyhan melirik ke arah meja yang berada di depannya. Ia mendelikkan matanya dengan malas.
"Sebelum gw diusir sama yang punya kantin pasti lo duluan yang diusir. Udah ikut nimbrung di meja orang terus gak mesen makanan dan minuman lagi," saut Reyhan.
"Aku kan baru dateng terus liat kak Rey disini yaudah langsung aku samperin aja deh dan ternyata orangnya lagi bengong. Kak Rey kenapa sih? Cerita aja sama aku biar lega tenang aja aku gak ember kok," ucap Aisyah tersenyum.
"Oh gw tau, pasti lo kesini gara-gara kepo ya? Ngaku lo! Udah sono balik lagi ke sana, parah lo gak bantuin Raina beberes teman macam apa lo. Gw gapapa emangnya salah kalo gw bengong, lagian bengong tuh hobi gw dari lahir," ucap Reyhan dengan santai.
Aisyah menatap Reyhan kagum, ia tidak menyangka orang yang sangat ia ketahui bahwa keadaan hatinya sedang tidak baik-baik saja justru Reyhan menutupi kesedihannya di hadapan orang lain termasuk dirinya.
Aku gak nyangka kak Rey sekuat ini, padahal kalo dia mau curhat pasti aku bakalan jadi pendengar yang baik.
__ADS_1
Reyhan menatap Aisyah aneh karena Aisyah terus menerus menatapnya hingga membuatnya risih.
"Heh bukannya balik malah ngeliatin gw, ada apasih di muka gw? Lalat joget? Tapi gak mungkin. Awas nanti lo baper sama gw lagi. Gw gak mau tanggung jawab ya kalo omongan gw jadi kenyataan," ucap Reyhan.
"Ih apaan sih kepedean banget jadi cowo. Siapa juga yang baper cuma gara-gara ngeliatin muka kak Rey, Aku ngeliatin muka kak Rey tuh karena ada ini." Mata Aisyah fokus pada satu titik di wajah Reyhan kemudian dengan cepat ia menepuk tangan kanannya di wajah Reyhan.
Plak!
Suara pukulan tangan Aisyah di wajah Reyhan membuat orang yang berada di dekat mereka memperhatikan keduanya. Mereka mengira kalau Reyhan dan Aisyah sedang bertengkar soal asmara.
"Aduh! Lo ada dendam apa sih sama gw. Dulu gw pernah jahat sama lo emangnya?" Reyhan mengusap-usap pipinya yang terasa berdenyut rasanya seperti ingin berubah menjadi ironman.
Aisyah kaget saat mendengar suara pukulannya yang lumayan kencang dan melihat pipi Reyhan yang memerah refleks ia menarik tangan Reyhan dari pipinya untuk melihat keadaan pipi Reyhan.
"Duh maaf kekencengan ya mukulnya, sumpah aku gak ada niat jelek apa lagi dendam. Tadi ada nyamuk di pipi kak Rey makanya langsung aku pukul cepet-cepet nanti takutnya kak Rey kena demam berdarah," ucap Aisyah dengan raut wajah menyesalnya.
"Nyamuk-nyamuk. Gak gitu juga kali mukulnya liat noh orang pada ngeliatin kita pasti mereka ngiranya lo lagi nyiksa gw. Sono lo klarifikasi sebelum lo viral di sosmed liat tuh ada yang videoin lo," ucap Reyhan sambil menunjuk beberapa orang yang sedang mengabadikan kejadian tersebut dengan membuat video.
Aisyah mengalihkan pandangannya kemudian menyuruh orang tersebut berhenti mengambil video.
"Sukurin, viralin aja mba dia jahat masa pipi saya di keplak padahal pipi saya gak bersalah," ucap Reyhan memelas sambil mengusap pipinya.
"Engga! Engga! Semuanya salah paham tadi tuh aku cuma ngusir nyamuk doang terus gak sengaja kekencengan mukulnya. Kak Rey ngeselin banget sih bukannya bantuin malah ngomporin mulu. Jadi nyesel aku udah bunuh nyamuk tadi harusnya aku biarin aja biar bentol-bentol tuh muka," omel Aisyah.
"Udah ah gw mau balik ke ruangan Raina. Bye bye." Reyhan melambai-lambaikan tangannya pada Aisyah sambil berjalan meninggalkan Aisyah hingga membuat Aisyah kesal dan tidak peduli dengan videonya yang akan tersebar, Aisyah pun menyusul Reyhan yang sedang berlarian kecil.
***
Fano kini sedang asik memain-mainkan rambut Cila yang panjangnya hampir sepinggang, Fano membuka kotak yang berisi beberapa aksesoris milik Raina, ia mengambil karet kemudian mengambil rambut Cila sedikit dan menguncirnya.
"Fanoooo! Kak Renoooo! Cilaaa!" teriak Lala sontak membuat mereka menolehkan kepalanya pada Lala.
"Ditinggalin bentar doang kenapa jadi berantakan gini sih ya ampun. Haduh ini lagi bedak dibuang-buang emangnya kalian fikir ini belinya pake daun mangga di belakang rumah apa. Kak Reno juga bukannya awasin dua kurcaci ini malah asik-asikkan main hp," omel Lala.
Cila yang mendengar omelan Raina refleks menundukkan kepalanya tidak berani menatap Lala.
"Maafin Cila kak. Cila cuma nurut aja sama Fano," ucap Cila.
Lala menghembuskan nafasnya ia tidak tega melihat Cila yang menunduk takut padanya.
"Kamu lagi pms ya kerjaannya dari tadi marah-marah terus, padahal biasanya juga kamu ikut-ikutan berantakin semuanya dan buat aku kepusingan," ucap Reno tanpa melihat Lala dan asik melihat ponselnya.
Lala penasaran dengan apa yang dilihat oleh Reno di ponsel milik Reno hingga membuat Reno tidak bisa mengalihkan pandangannya dari ponsel.
"Oh lagi chattingan ternyata. Segala kangen-kangenan lagi, siapa tuh gebetan apa mantan?" sindir Lala.
Reno menyerahkan ponselnya dengan santai pada Lala hingga membuat Lala kebingungan.
"Kok dikasih ke Lala hpnya? Aturan kak Reno tuh harusnya panik terus gelagapan ngomongnya karena ketauan ganjen," protes Lala.
"Siapa yang ganjen emangnya salah bilang kangen ke sodara aku sendiri? Kenapa harus gelagapan emangnya aku salah apa," saut Reno dengan santai.
"Tau ah, nih nitip dede bayi bentar. Lala mau duduk dulu pegel banget soalnya." Lala memberikan dede bayi pada Reno yang langsung disambut oleh Reno.
"Cila jangan takut sama kak Lala pooo. Kak Lala poo mah cemen liat hantu bohongan aja takut. Tenang kalau Cila dimalahin sama kak Lala nanti Pano belain," bisik Fano dengan percaya diri.
__ADS_1
Usia Fano dan Cila hanya berselisih 1 tahun dengan Cila yang lebih tua darinya namun tinggi badan Cila yang lebih pendek membuat Fano terlihat seperti kakak dari Cila.
"Fano gak bisa ngomong R ya?" tanya Cila.
Fano menunjukkan cengirannya ia menganggukkan kepala mengiyakan pertanyaan Cila.
"Iya Cila lidah Fano musuhan sama huluf L nih," saut Fano.
***
Kini Raina dan Fathan berada di satu mobil yang sama karena Fathan sengaja meminta izin pada orangtua Raina untuk satu mobil dengan Raina.
"Akhirnya kamu bisa liat lagi Raina, pokoknya kita harus rayain ini berdua aja, aku bakal ajak kamu kemana pun kamu mau," ucap Fathan dengan antusias.
"Mulai deh lebaynya Haha. Aku lagi gak mau kemana-mana lagi pengen fokus ngurusin nikahan Lala dan Abang aku aja. Kamu bantuin aku ya," ucap Raina tersenyum menatap Fathan.
"Jadi makin sayang deh sama pacar aku ini, nikahan orang aja semangat banget ngurusinnya apalagi nikahan kita nanti ya hehe. Udah siap dihalalinkan?" ucap Fathan mengedipkan matanya membuat Raina tertawa melihat tingkah Fathan yang menggemaskan tetapi tidak dengan Rama yang berusaha pura-pura tidak mendengarnya.
Rama yang sedang mengendarai mobil Fathan berulang kali mendengus sebal karena ia merasa seperti obat nyamuk.
"Aku tidak mendengarnya dora," sindir Rama.
"Sirik aja lo Ram. Makanya buruan cari pacar kesian amat jomblo sendirian," ledek Fathan.
"Aku tidak mengerti bahasa orang yang sedang bucin dora, tolong bantu aku terjemahkan apa yang ia katakan dora," ucap Rama yang masih fokus pada kemudinya.
"Udah sayang anggep aja gak ada orang. Anggep aja mobil aku ajaib bisa jalan sendiri," ucap Fathan.
"Kurang ajar sekali kau ferguso. Kau durhaka sekali Fathan kundang, ku kutuk kau jadi celengan," ucap Rama.
"Udah ah kalian ini ribut terus. Maaf ya kak Rama, kita gak ada maksud nyuekin kok, cuma gak mau aja ganggu lo nyetir nanti yang ada nih mobil nabrak lagi kan kasian si mobilnya kak Fathan nanti jadi rusak," ucap Raina.
"Tolong perbanyak stok kesabaran yang berada di dalam diriku ini ya Allah. Kalian berdua benar-benar berdosa ya, nabrak bukannya khawatir sama gw malah khawatir sama mobil," omel Rama.
Raina tertawa terbahak-bahak, ia senang sekali melihat raut wajah Rama yang sedang menahan kesalnya.
"Becanda kak sensitif banget sih kaya gigi," ucap Raina.
Fathan melirik Rama dan Raina bergantian ia merasa tidak dianggap, Rama yang menyadari hal tersebut terus bersorak-sorak di dalam batinnya.
Sukurin lo dikacangin sama pacar sendiri Fath Haha. Ternyata karma datangnya seinstan ini ya makasih ya Allah.
"Kenapa kalian jadi ngobrol berduaan ya? Terus lo kenapa senyum-senyum begitu ngeledek lo ya," omel Fathan.
"Bibir-bibir gw bebas dong mau ngapain aja. Mau senyum, monyong, mangap pun itu hak gw dan gak ada larangannya bucin," saut Rama.
****
Bersambung ....
Jangan lupa like dan komentarnya ya gais. Kalo ada saran boleh dititipkan di kolom komentar barang kali saran kalian bisa jadi motivasi aku buat nulis cerita ini.
Terima kasih untuk yang sudah membaca dari awal hingga bab sekarang ini. Makasih udah sabar nungguin aku up hehe. Ini bab lumayan panjang ternyata.
Sekian dan terima kasih.
__ADS_1