
Fathan dan Rama baru saja sampai di area kampus mereka. Mereka keluar dari mobil dengan bersamaan berjalan menuju kantin.
Rama berlarian dengan semangat saat melihat teman-temannya sedang asik menyantap makanan.
"Weh parah kalian udah makan duluan aja padahal gw belom makan," ucap Rama berkacak pinggang.
"Telat lo datengnya Kak. Tuh liat tinggal mangkoknya doang, yuk kita pulang aja gw kangen banget sama Raina rasanya disini ada yang kurang gara-gara gak ada Raina," ucap Zara sambil menunjuk meja yang terdapat beberapa mangkuk dan sisa-sia makanan.
"Pesenin lagi dong buat gw, cacing di perut gw kasian nih pada demo," keluh Rama sambil memegangi perutnya dan memasang wajah melas.
"Bungkus aja Ram ntar makan di rumahnya tante Wina aja, gak enak sama tante Wina nungguin kita kelamaan," ucap Fathan.
Fathan sengaja menyuruh Rama memesan makanan dengan dibungkus karena sejujurnya ia sangat merindukan Raina.
"Alesan aja lu ah Fath, bilang aja gak sabar pengen ketemu sang kekasih segala bilang gak enak sama tante Wina." Raka menepuk pelan jidat Fathan sambil tertawa.
"Emangnya kalian gak penasaran sama apa yang mau diomongin sama tante Wina? Gw yakin kalian bakalan heboh pas tau apa yang mau diomongin sama tante Wina, gw sih karena gak penasaran karena gw udah tau duluan." Fathan berbicara dengan santai sambil tersenyum dan menaik turunkan alisnya.
Aisyah menatap Fathan dengan malas.
"Ih sombong banget ya kamu bang Fath, Aku juga tau kok," saut Aisyah.
"Oh iya gimana nenek gerandong? Udah di penjara belum jangan bilang belum ya kalian berdua. Awas aja nanti kalian berdua yang Lala jambak kalo kalian gak berhasil masukin dia ke penjara." Lala berkacak pinggang menatap Fathan dan Rama bergantian.
"Udah lah. Nah sekarang lo yang gw jambak ya," kesal Rama.
"Ih yaudah si galak banget sama Ade lo sendiri, gw aduin ke Mama gw lo ya ntar biar diceburin ke kolam lele," ucap Lala.
***
Setelah makanan yang di pesan oleh Rama sudah jadi, mereka memutuskan untuk segera pergi dari kantin.
"Yaudah yuk buruan," ajak Fathan.
"Sabar dong. Iya gw tau lo kangen berat sama Raina tapi gak gitu juga kali," ucap Aldo.
Fathan menolehkan kepalanya pada Aldo, ia mengerutkan dahinya menatap Aldo heran karena sedari tadi Fathan tidak menyadari keberadaan Aldo.
"Ngapain lo disini? Sejak kapan nih orang ada disini," heran Fathan.
__ADS_1
"Dari tadi kali, bahkan sebelum lo ngikut ke kantin," saut Aldo.
"Oh, terus lo ngapain masih disini? Kita mau balik," ucap Fathan menatap Aldo sebal.
"Gw mau ikut ke rumahnya Raina lah, gw mau jenguk Raina soalnya gw baru tau soal kecelakaan Raina," saut Aldo dengan santai.
"Gak usah, Raina gak perlu dijenguk sama lo cukup kita-kita aja." Fathan menahan bahu Aldo sambil menatap Aldo tajam.
"Kenapa gak boleh kan niat gw baik mau jenguk Raina. Oh gw tau lo cemburu kan dan lo takut kalo Raina bakal suka sama gw Haha," ejek Aldo.
Reno menghembuskan nafasnya setelah merasa bosan mendengar perdebatan keduanya, ia beranjak dari kursi lalu melangkah meninggalkan yang lainnya sambil berbicara.
"Udah gak usah ribut. Siapa pun boleh ketemu Raina, Aldo kalo mau ikut yaudah ayo ikut aja. Kelamaan debat yang ada kita gak nyampe-nyampe rumah." Reno sengaja melerai perdebatan yang terjadi diantara Fathan dan Aldo.
Aldo tersenyum penuh kemenangan lalu mengalihkan pandangannya ke arah Fathan dan dengan sengaja ia meledek Fathan.
"Tuh denger kata bang Reno, dia aja yang Abangnya Raina gak masalahin bahkan ngebolehin, lo pacar doang ngatur-ngatur jadi sebel deh gw, yuk gais jalan," ucap Aldo.
"Awas aja lo ya nanti deket-deket Raina," ancam Fathan sambil menuding wajah Aldo.
"Ih pak dosen kok posesif banget sih kembarannya pak dosen, kenapa kalian beda sekali ya padahal kalian kembaran dan kenapa kalian gak mirip upin ipin sih." Lala sengaja menyindir Fathan dengan cara mengajak berbicara Farhan.
"Botak dong kalo Aku mirip sama upin ipin terus nanti rambutnya Fathan cuma ada satu dong," saut Farhan tertawa.
Reno yang berada tidak jauh dari posisi mereka, ia menatap kesal ke arah mereka dengan perasaan kesal ia berjalan menghampiri mereka.
"Mau ikut gak? Aku tinggal nih ya, kebanyakan ngomong dari tadi nih," ketus Reno lalu melangkahkan kakinya kembali meninggalkan mereka.
Saat mendengarkan perkataan Reno yang lainnya refleks terdiam lalu melihat ke arah Reno yang sudah berjalan meninggalkan mereka lalu mereka saling tatap satu sama lain.
"Kenapa itu bang Reno, perasaan tadi anteng-anteng aja kenapa jadi kaya abis kerasukan gitu," tanya Aldo.
"Iya kenapa itu bang Reno, Lo apain itu kak Reno La kenapa jadi ketus begitu," tanya Raka.
Lala terkesiap dan kebingungan sambil menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuknya.
"Ih kok Lala sih, Lala aja dari tadi disini gak kemana-mana. Mungkin tadi ketemu orang ngeselin kali makanya jadi galak begitu," protes Lala.
"Makanya kita buruan jalan susul bang Reno, kalian masih aja diem disini nanti bang Reno bisa ngacak-ngacak kantin lama-lama nih gara-gara nahan panas di hatinya Haha," ucap Fathan perlahan berjalan meninggalkan yang lainnya.
__ADS_1
"Hatinya kak Reno kenapa emangnya?" tanya Lala kebingungan.
"Udah gak usah ditanya-tanya mending kita jalan Lala dari pada omongannya kak Fathan jadi kenyataan kan jadi repot," sambung Aisyah.
Aisyah menepuk-nepuk bahu Lala sambil tersenyum lalu melangkahkan kakinya menyusul Fathan.
Farhan yang mengerti maksud dari ucapan saudara kembarnya hanya melirik Lala penasaran.
"Kamu ada hubungan apa emangnya La sama kakaknya Raina?" tanya Farhan.
"Hubungan apa? Kita cuma teman dekat aja gak ada apa-apa, emangnya kenapa pak dosen?" tanya Lala.
"Masa sih? Keliataannya kalian kaya ada hubungan gitu soalnya kalian dekat banget dan tadi keliatannya dia cemburu gara-gara aku ngobrol sama kamu," jawab Farhan.
Lala menatap Farhan bingung, ia tidak mengerti maksud dan arah pembicaraan Farhan kemana.
"Ah gak mungkin, lagian kak Reno itu tipenya jauh banget dari seorang Lala. Mungkin aja dia lagi unmood kali makanya ngomel-ngomel, nanti deh Lala tanyain," ucap Lala.
Farhan menggelengkan kepalanya sambil melirik Lala sekilas.
Nih anak polos apa gimana sih gitu aja gak peka, orang-orang aja pada paham kalo bang Reno lagi cemburu tapi dia ngiranya kemana-mana.
"Yaudah terserah kamu aja lah, sana susul yang lainnya," ucap Farhan.
"Loh pak dosen gak ikut?" heran Lala.
"Aku pake mobil sendiri dong, kalo aku ikut nebeng juga jadi sempit dong dan gak muat," ucap Farhan terkekeh.
"Gapapa pak dosen nanti pangku-pangkuan anggep aja kita kaya lagi di angkot gitu," saut Lala.
****
Bersambung ....
Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya ya gais kalo ada saran silahkan di titipin aja ke kolom komentar aman kok disana hehe
Terima kasih sudah membaca semoga terhibur ya sama bab ini, mohon maaf untuk sekarang aku belum bisa crazy up ya gais
Sekian dan terima kasih.
__ADS_1