
Setelah mendengar sedikit banyaknya cerita dari Raina sampai kondisi Raina yang kehilangan penglihatannya, Alisya menatap Raina iba tangannya terangkat menuju pundak Raina kemudian mengusap lembut pundak Raina. Alisya ikut merasakan bagaimana sedihnya jika ia berada di posisi Raina.
"Raina yang dulu kak Alisya kenal manja sekarang jadi perempuan hebat ya, jarang loh ada orang sehebat kamu berusaha happy di depan orang-orang. Intinya jangan pernah ngerasa sendiri disini banyak orang yang sayang sama kamu termasuk Aku." Alisya mengembangkan senyumnya.
"Iya kak, makasih banyak ya. Raina kangen banget loh sama kak Alisya semenjak kak Alisya gak pernah main ke rumah jadi gak ada temen nonton drakornya Hehe," ucap Raina terkekeh.
"Yah begitulah Raina, orang yang awalnya deket banget bisa jauh apapun alesannya begitupun sebaliknya, kecuali jodoh mau dijauhin kaya apapun pasti bakal balik lagi Haha." Alisya tergelak sambil melirikkan matanya pada Reno yang sedang berbicara dengan Lala.
Raina pun ikut tertawa saat mendengar ucapan Alisya, ia menggelengkan kepalanya.
"Gak berubah ya kak Alisya ini bucinnya pasti masih sering nonton drakor ya?" tanya Raina.
"Iya dong. satu hari bisa delapan episode tau Aku nonton drakor," saut Alisya.
Lala yang berada tidak jauh dari posisi Raina dan Alisya terus menatap keduanya dengan tatapan heran.
Kayanya mereka udah kenal lama deh soalnya akrab gitu berasa ketemu sodara kandung yang terpisah. Tapi kok gw gak pernah liat dia ya padahal dari awal gw kenal Raina gw sering banget main ke rumah Raina.
Alisya merasa diperhatikan oleh Lala membalas tatapan Lala hingga membuat Lala terpaksa mengalihkan pandangannya. Sedangkan Alisya menatap Lala heran kemudian mengalihkan pandangannya pada Raina.
"Oh iya Raina kayanya Aku ketinggalan banyak deh soal keluarga kamu, terutama Abang kamu dan kamu sendiri. Yang tadi dateng barengan sama kamu pasti pacar kamu ya? Cie Raina si anak manja udah gede sekarang punya pacar." Alisya terus menggoda Raina sambil mencubit gemas pipi Raina dan sekilas melihat ke arah Fathan yang sedang bermain dengan Fano.
Raina dibuat gugup sekaligus malu saat mendengar ucapan Alisya, pipinya memerah seperti habis memakai perona pipi hingga membuat Alisya tertawa saat melihat raut wajah Raina yang menggemaskan.
"Hayooo pipinya merah, kenalin lah ke Aku, jadi penasaran deh sama cowo yang udah buat adik manja aku ini jatuh cinta," ucap Alisya.
"Udah ah kak Alisya jangan godain Raina terus, malu tau pasti pipi Raina merah banget deh," keluh Raina.
"Haha lucu banget sih kamu, iya deh aku gak godain kamu. Oh iya itu cewe yang sama Reno siapa? Kayanya dia deket banget ya sama Reno," tanya Alisya sambil menatap ke arah Lala.
Raina terdiam ia sedikit berfikir siapa yang dimaksud oleh Alisya setau dirinya perempuan yang sedang dekat dengan Abangnya hanya sahabatnya yaitu Lala.
"Siapa kak? Lala?" tanya Raina memastikan kembali.
"Kayanya sih iya namanya Lala, soalnya ada anak kecil yang manggil dia Lala," ucap Alisya.
"Kayanya sih iya itu Lala. Soalnya setau aku cewe yang lagi dekat sama bang Reno cuma Lala. Lala itu sahabat aku sekaligus dia juga bakal jadi kakak ipar aku. Lucu banget gak sih kak, sahabat aku sendiri bakal jadi kakak ipar aku, padahal dulunya aku kira kak Alisya yang bakalan jadi kakak ipar aku ternyata takdir gak pernah disangka-sangka ya, tapi siapapun yang jadi jodoh bang Reno aku support apalagi pasangannya sahabat aku sendiri." Raina mengembangkan senyumnya sambil mengulang kembali bagaimana awal bertemunya Reno dan Lala.
Penjelasan Raina sontak membuat Alisya terkejut, ia tidak menyangka perempuan yang berada di dekat Reno akan menjadi istri Reno. Awalnya ia hanya mengira kalau Lala hanya saudara Reno.
Pantes aja mukanya bete begitu pas liat gw, ternyata dia ada hubungan sama Reno. Padahal baru aja beberapa menit gw bahagia bisa ketemu Reno lagi dan sekarang gw dibuat kaget sama kenyataan yang baru aja gw denger.
"Cocok ya mereka, udah pacaran berapa lama?" tanya Alisya.
__ADS_1
"Mereka tuh punya sifat yang beda banget jadi kaya saling melengkapi gitu, gak bosen liat mereka kalo lagi berduaan. Mereka gak pacaran kak," jawab Raina.
Alisya mengerutkan dahinya menatap ke arah Lala dan Reno, ia terus berfikir bagaimana bisa mereka menikah tanpa ada hubungan diantara mereka sebelumnya, sedangkan ia tahu betul bagaimana sikap Reno terhadap lawan jenisnya.
"Mereka dijodohin?" tanya Alisya.
"Engga. Kalo mau tau jelasnya mendingan kak Alisya tanya langsung aja ke mereka. Aku gak bisa ngobrol lama kak soalnya aku mau nemenin yang lainnya buat nyiapin acaran bang Reno sama Lala. Maaf ya kak." Raina berbicara dengan hati-hati supaya Alisya tidak tersinggung dengan perkataannya, sejujurnya ia enggan untuk menceritakan apapun tentang Abang dan sahabatnya pada orang lain.
Fathan berjalan menghampiri Raina dengan Fano yang berada digendongannya.
"Sayang jadi ke percetakkan gak buat ambil undangan pernikahan bang Reno sama Lala," tamya Fathan.
Raina menghela nafas lega saat mendengar suara Fathan, ia mengembangkan senyumnya sambil menganggukkan kepalanya.
"Jadi dong, nanti sisain satu ya desain undangannya buat Aku, nanti pas aku udah bisa liat lagi jadinya aku bisa liat desain undangan mereka," pinta Raina.
"Siap? Mau sekalian cetak juga gak buat kita?" tanya Fathan.
"Gak usah ngada-ngada, kuliah aja dulu sampe lulus baru ngomongin nikah," ucap Raina.
"Pano mau cetak juga dong, Pano mau nikah sama Mba-mba kolea yang cakep-cakep," sambung Fano.
"Ini anak siapa sih, kecil-kecil gemes banget omongannya bikin gemes pengen cubit jadinya." Alisya beranjak dari duduknya mendekatkan diri kearah Fathan kemudian mengangkat tangannya berniat mencubit Fano namun terlebih dahulu Fano mengelak.
"Fano mau ikut kita apa disini aja?" tanya Raina sengaja mengalihkan pembicaraan supaya tidak makin panjang.
"Pano mau ikut aja deh, Pano mau lecokin kak Jungkook sama kak Laina aja bosen gangguin kak Lala po telus," saut Fano.
"Yaudah yuk. Woy Han sama Zara ayo. Jangan melupakan tugas kalian berdua," teriak Fathan.
"Iya santuy aja ngapa, gak bakalan kabur gw mah," saut Zara.
"Sekarang?" tanya Farhan.
"Lo pikir gw teriak sekarang perginya besok gitu? Ternyata dosen bisa lola juga ya, bikin citra dunia perdosenan jadi jelek aja lo," canda Fathan.
"Omelin aja kak Fathan kali ini gw setuju sama lo, kembaran lo ini dosen yang kejam sekaligus nyebelin," ucap Zara.
Fano mendelik sebal, ia mengerucutkan bibirnya melirik sekitar dengan raut wajah kesalnya.
"Yah Pano dicuekin deh. Jadi pelgi gak sih?" kesal Fano.
"Haha maaf ya Fano kasian banget jadi dicuekin omelin aja tuh perempuan cerewet itu dia berisik banget soalnya," ucap Farhan sambil menunjuk Zara.
__ADS_1
***
Reno menolehkan kepalanya ke arah Lala yang sedang asik dengan lamunannya dengan sengaja ia melambai-lambaikan tangannya di hadapan wajah Lala.
Lala terkesiap refleks menarik tangan Reno yang berada di hadapannya kemudian menggigitnya dengan gemas.
"Argh sakit!" teriak Reno berusaha menarik jari tangannya dari mulut Lala hingga akhirnya berhasil terlepas terlihat beberapa bekas gigitan Lala.
Reno menatap Lala jengkel dengan cepat tangannya menarik tangan Lala berniat membalas perbuatan Lala namun terlebih dahulu Lala menyembunyikan tangannya.
"Gak boleh dendam," ketus Lala.
"Enak aja. Liat nih jari aku jadi kaya gini banyak bekas gigi kamu. Manusia apa singa sih galak banget," keluh Reno sambil menyodorkan jarinya.
"Siapa suruh tangannya di depan muka Lala. Udah tau Lala lagi ngidam makan orang," ketus Lala.
"Dasar singa. Keliatannya kamu gak suka ya sama Alisya? Ada masalah dimasa lalu sama dia? Kamu kenal sama Alisya?" Reno menghujani Lala dengan banyak pertanyaan hingga membuat Lala menghela nafas sebalnya.
"Sama sekali gak kenal. Adanya kak Reno tuh yang ada masalah di masa lalu kayanya sama Mba-mba tadi, keliatannya tadi dia sedih banget ngeliat ke arah kak Reno," saut Lala.
"Sok tau," ucap Reno.
"Emang tau," saut Lala.
"Udah ah Lala laper mau makan, jari kak Reno pait banget kaya puyer anak sumeng," sambung Lala.
"Gigi kamu juga pedes kaya boncabe sampe merah jari-jari aku," saut Reno.
Lala beranjak dari duduknya berniat mencari makanan menuju dapur diikuti oleh Reno dibelakangnya.
"Ngapain ikut-ikut?" ketus Lala.
"Suka-suka aku dong ini kan rumah aku, kok jadi kamu yang marah-marah ya," ucap Reno.
***
Bersambung ....
Jangan lupa like dan komentarnya ya gais kalo ada saran silahkan dititipkan di kolom komentar ya, maaf udah lama gak up dan buat kalian nanya-nanya terus.
Terima kasih buat kalian semua yang udah baca cerita aku yang suka melenceng kemana-mana, maklum aku baru belajar hehe.
Sekian dan terima kasih.
__ADS_1