
Saat diperjalanan Aisyah bingung melihat Maira dan teman temannya tidak ikut bersamanya.
"Bang Fath kok mereka gak ikut bukannya tadi
bang fath setuju jalan sama perempuan itu,"tanya Aisyah.
"Gak mungkinlah de abang jalan sama dia, ini
kerjaan nya si Farhan pasti,"gerutu Fathan kesal.
"Memangnya bang Han ngapain ?" tanya Aisyah yang lupa kalau abangnya kembar.
"Kamu lupa muka abang mirip sama abangmu itu, tadi dia kan tiba tiba muncul di kampus terus berkeliaran disitu mungkin orang ngiranya itu abangmu yang ganteng ini,"ucap Fathan terkekeh.
"Ah iya tadi aku ketemu bang Han aku juga sempet salah padahal aku adiknya hahaha,"ucap Aisyah tertawa.
"Nah ini karena abangmu itu aku jadi ditempelin
jin perempuan dan buntut buntutnya gak sabar
pengen cepet sampe rumah mau nampol dia,"ucap Fathan membayangkan.
"Terus gimana sama mereka ? " tanya Aisyah
Gak usah dipikirin mereka, mending kita pulang,"ucap Fathan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sesampainya dirumah Fathan segera memarkirkan mobilnya di parkiran lalu berlari cepat kedalam rumah.
"Farhannnnnnn," teriak Fathan namun yang dipanggil tidak menampakkan wajahnya.
"Farhannnnn keluar kau," teriak Fathan meniru gaya bicara Farhan.
" Bang gak usah teriak teriak," ucap Aisyah.
"Ada apa kau memanggilku," tanya Farhan menampakkan dirinya dari arah tangga.
"Apa yang lo bilang ke perempuan rese itu?"tanya Fathan memelototi Farhan.
"Perempuan rese yang mana ? siang tadi aku
banyak sekali bertemu perempuan termasuk pacarmu yang bar bar itu,"ucap Farhan menahan tawanya.
"Pacar yang mana gw ga punya pacar, gw tau lo
tadi di kampus ngaku ngaku jadi gw kan ? ngaku lo,"omel Fathan.
" Aku tidak mengaku ngaku , mereka saja yang
menganggap aku ini kau padahal sudah jelas aku dan kau sangat berbeda dari cara berbicara," ucap Farhan.
" Bodoamat ,sekarang gw mau nanya lo ngomong apa aja sama tuh perempuan kok bisa tiba tiba dia bilang gw mau jalan sama dia ke mall," ucap Fathan kesal.
"Ohhhh perempuan itu hahahhahahaha," Farhan
tertawa terbahak bahak setelah mendengar
pertanyaan dari saudara kembarnya.
"Gak usah ketawa, jawab buruan durhaka lo sama abang lo," ucap Fathan.
" Jadi perempuan itu.... " Farhan menjelaskan
bagaimana awal ia bertemu dengan Maira sampai ia berjanji pada nya untuk jalan ke mall.
Fathan yang mendengarkan dengan fokuspun menatap Farhan geram ingin sekali rasanya menendang Farhan sampai planet pluto.
"Ya ampun kenapa gw punya ade oon banget,"geram Fathan.
"Abang ngatain aku juga," ucap Aisyah cemberut.
"Maksud abang adik yang ini nih," ucap Fathan lalu menindih ala smack down.
" Ampun ampun, kau ini bagaimana aku kan tidak tahu kalau dia bukan pacarmu kau marah saja pada perempuan itu jangan padaku," omel Farhan.
" Bisa gak si lo jangan kaku kaku banget, kalo di kantor si kepake tapi di kampus mah aneh kedengerannya," ucap Fathan.
__ADS_1
"Biarkan saja begini saja nyaman," ucap Farhan.
"Aku di cuekin nih," ucap Aisyah menghentikan
perdebatan saudara kembar yang terpisah.
"Bang Han ngagetin tau tiba tiba di kampus aku
kira bang Fath ngerjain aku," ucap Aisyah memeluk Farhan.
"Kau tidak bisa membedakan abangmu yang
tampan dan baik hati ini dengan yang galak itu,"ucap Farhan.
"Tapi kan kalian sama di mataku , bang Fath
galaknya sama orang lain sama aku engga, tadi nyebelin deh bang perempuan yang ngaku pacarnya bang Fath," Adu Aisyah.
" Memangnya mengapa dia ? sampai wajahmu jadi jelek seperti ini," ledek Farhan menahan tawa.
"Rasain dikatain kan kamu sama abang
kesayanganmu," ledek Fathan, Aisyah hanya merespon dengan cemberut.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dirumah Raina.
"Abangmu mau bawa calon mantu rain," ucap Wina tersenyum senang.
"Abangku yang mana ? rain punya abang 2 loh
mah," ucap Raina.
"Bang Rey maka nya dia suka keluyuran gak
pernah bilang," ucap Wina.
"Ohhh pantes dia kalo jemput aku telat terus,"omel Raina.
"Maklumi saja Rain kasian abangmu jomblo terus,"ucap Wina.
" Tapi Bang Ren yang anak pertama aja gak masalah jomblo terus,"ucap Raina.
"Makanya dirumah ini harus ada yang pacaran dulu biar nular, kali aja bang Rey nanti bawa pacarnya terus seminggu kemudian Bang Ren,"ucap Wina.
"Semoga aja ya mah, kasian bang Rey pacarannya sama laptop dan kertas hahaha,"ucap Raina tertawa.
"Kalian ini ngomongin aku ya,"ucap Reno tiba tiba muncul dan menyomot makanan.
"Iya hahaha," tawa Raina.
"Jujur banget kamu de," ucap Wina.
"Ya udah Raina ke depan ya mah, keliatannya udah kelar semua," ucap Raina.
"Emang udah kelar, ya udah sono," ucap Wina.
"Ikut gak bang Ren dari pada ditagihin mantu mulu sama mama hahaha," ucap Raina.
"Oh iyaaa ikut de, bye bye mamaku sayang,"pamit Reno dan Wina pun menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak anaknya.
Acara makan malam segera dimulai mobil Reyhan baru saja memasuki teras rumah.
"Rey aku takut keluarga kamu gak suka sama aku,"ucap Kinan gugup.
"Gak usah takut mama aku baik pasti kamu diterima," ucap Reyhan meyakinkan Kinan.
"Gimana kalau adik kamu gak suka sama aku?"tanya Kinan karena ia tahu Reyhan sangat menyayangi adik perempuannya jika adiknya tidak menyetujui maka ia akan mengakhiri.
"Kalau dia gak setuju gampang, kamu beliin es
krim yang banyak nah itu alesannya tadi aku
mampir ke mini market beli es krim banyak hehe," ucap Reyhan melihatkan tentengan yang sempat ia beli di mini market.
__ADS_1
" Kenapa kamu gak bilang kalo ini buat adik kamu,"ucap Kinan cemberut.
"Kamu gak nanya hehe, udah jangan gitu mukanya yuk masuk,"ajak Reyhan menggandeng tangan Kinan.
"Weyyyyyyy abang jomblo nenteng cewe Bang
Ren," ledek Raina menyikut Reno.
"Widih ade gw melangkahi abangnya," ucap Reno tepuk tangan.
"Lo nya yang kelamaan jomblo buruan gih cari
pasangan haha," ledek Reyhan.
"Bang Rey itu apaan," tanya Raina menunjuk plastik yang dipegang Reyhan.
"Ini ? " mengangkat plastik yang ia tenteng,"Ini
alat buat nyogok kalian," ucap Reyhan tersenyum santai.
"Kok kamu bilang? " bisik Kinan.
"Tenang aja serahin sama aku hehe," ucap Reyhan.
"Bisik bisikan kaya anak SD," ucap Raina.
"Bentar gw belom ngenalin kan ke kalian," ucap
Reyhan," Ini Kinan pacaran abangmu yang tampan ini Rain dan pacar dari adikmu yang tampan juga bang Ren," ucap Reyhan.
"Ish terserah bang Rey lah, kak Kinan kok mau
sama abang rain yang Reyhan dan Kinan hanya tersenyum malu,"ucap Raina sembari menunjuk Reyhan.
"Oh menghina abangnya yaa , tadinya mau
ngasih ini nih tapi ga jadi deh," ucap Reyhan mengeluarkan es krim dari kantong plastik dan memasukannya kembali.
"Gapapa masih ada Bang Ren duit nya banyak wle," ledek Raina lalu memeluk Reno.
"Oh gitu sekarang awas minta anterin kalo mau
kemana mana lo ya bang Ren pasti sibuk gak
bakalan bisa nganterin lo," ucap Reyhan kesal.
"Hei udah dari tadi disini, bukan masuk kalian
ini ada tamu juga gimana sih," ucap Wina tiba tiba muncul memotong perdebatan tersebut.
Mereka bergegas masuk ke dalam rumah setelah mendapat teguran dari Wina.
"Malam om tante," ucap Kinan lalu mencium tangan Wina dan Gio
"Kinan kenalin ini mama aku nama nya mama
Wina dan Ini papa Gio papaku dan ini saudara aku yang ini bang Reno anak pertama dikeluarga ini dan ini si bontot Raina,"ucap Reyhan mengenalkan keluarganya.
"Aku Kinan om, tante, Raina, bang Reno," ucap Kinan tersenyum memperkenalkan diri.
Keluarga tersebut memulai makan malamnya dan hanyut dengan obrolan obrolan keluarga.
"Yah kak Kinan mau pulang, nginep aja kak disini aku senang loh berasa punya kakak perempuan," ucap Raina menahan tangan Kinan yang sudah bersiap ingin berdiri.
"Nanti aku sering main kesini kok biar kamu ada
temannya," ucap Kinan.
Setelah obrolan keluarga Raina sangat nyaman
dengan Kinan ia suka sekali dengan sosok Kinan, ia tersenyum melihat Kinan yang sedang berpamitan.
Reyhan berpamitan mengantar Kikan pulang.
"Apa aku bilang kamu gampang berbaur sama
keluarga aku apa lagi Raina, tapi kamu keren bisa meyakinkan Raina secepat itu, dikeluarga kita tuh yang paling susah di bujuk Raina loh, susah juga buat nyaman sama orang anak itu,"ucap Reyhan.
"Aku juga senang bisa dekat sama Raina dia asik banget," ucap Kinan terkekeh mengulang kembali bagaimana pertama kali berusaha beradaptasi dengan keluarga kekasihnya.
Setelah banyak berbicara tentang keluarga Reyhan tanpa disadari Kinan sadari mobil Reyhan sudah berhenti tepat di depan rumahnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG......