SENIOR

SENIOR
Toko oleh-oleh


__ADS_3

Mereka sudah berada di bus masing masing dan bus sudah mulai berjalan meninggalkan tempat kemping mereka.


"Mari pulang marilah pulang marilah pulang bersama samaa yeayyyy,"teriak Lala yang sedang bernyanyi bersama Bimo dan temannya yang lain.


"Sumpah lo gak bakat nyanyi dari SD La mending diem deh sono duduk manis,"ucap Bimo dengan kedua tangan yang masih menempel di telinganya.


"Biarin si Bim kan gw pengen nyanyi juga,"ucap Lala cemberut.


"Yaudah terserah lo deh ah menang terus lo pokonya,"ucap Bimo pasrah.


"Emang begitu seharusnya, eh iya Aldo lo kemaren janjikan mau ngasih apapun buat gw kalo gw maafin lo hehe,"ucap Lala sambil menunjukan cengirannya.


Aldo membelalakan matanya mengehela nafas pasrah sambil mengelus dadanya.


"Kenapa inget sih nih anak, bangkrut dah gw,"gerutu Aldo.


"Inget dong Lala mah anti lupa lupa club kalo soal janji janji hahaha,"ucap Lala.


"Iya Lala, emangnya lo mau beli apa si,"tanya Aldo.


"Liat aja nanti di toko oleh oleh,"ucap Lala mengembangkan senyumnya.


"Yaudah Lala balik ah ke Raina kesian dia kaya jomblo sendirian soalnya pacar bucinnya dia beda bus, bye bye para fans Lala,"pamit Lala dengan hati hati turun dari bangku dengan berpegangan dengan tangan Aldo.


"Berasa tuan putri deh mau turun aja tangannya dipegangin,"oceh Lala.


"Eh kok busnya berenti, udah nyampe? Padahal Lala belum duduk,"ucap Lala heran.


"Bus berenti bentar di tempat oleh-oleh makanya jangan di belakang mulu gak tau kan lo kenapa bus berenti, ganjen banget si,"ucap Zara melirik sinis Lala.


"Liat tuh gw punya temen galak banget kaya macan, kalian ada yang mau gak sama Zara,"adu Lala.


"Bodoamat bawel banget si lo,"ketus Zara.


Mereka sudah keluar dari bus dan mahasiswa yang lain berhamburan memburu oleh-oleh yang tersedia di toko tersebut.


"Huaaa banyak makanan, Lala datang come to mama guyssss,"teriak Lala berniat pergi memasuki toko namun ditahan oleh Rama.


"Ehhh mau kemana lo tungguin yang lain dulu ilang tau rasa lo,"ucap Rama.


"Lama banget keburu keabisan nanti gw gak bisa berburu oleh-oleh,"teriak Lala.


"Yaudah yuk masuk,"ajak Fathan yang baru saja kembali sehabis mengambil dompetnya.


"Yeayyy akhirnya bisa jajan juga, kak Fathan ayooo lo punya hutang sama gw terus lo juga Aldo mari kita berburu oleh-oleh,"ucap Lala semangat menarik kedua laki-laki yang akan ia buat bangkrut dalam sekejap.


"Raina lo ikut gw yuk ogah banget gandengan sama biang rusuh mending gandeng pacar gw dah, ya gak?"ucap Fathan tersenyum pada Raina.


"Iyaiya, yaudah yuk buruan nanti waktunya habis,"ajak Raina.


Mereka mulai berpencar mencari beberapa oleh-oleh kecuali Raina, Fathan, Lala dan Aldo.


"Nih Lala mau ini terus ini juga yang itu juga,"ucap Lala terus memasukan makanan ke dalam keranjang hingga penuh.


"Kak lo lagi ada uang gak? Sumpah demi apapun Lala kalo malak orang suka gak mikir tau ntar yang ada lo diomelin sama orang tua lo, Aisyah aja gak lo beliin,"bisik Raina.


"Udah santai aja gw mau liat dia berani nguras berapa si, nanti kalo uangnya kurang dia yang gw gadein disini,"ucap Fathan terkekeh.

__ADS_1


Lala melirik sekitar ia melihat toko beras, terbesit niatnya membagikan beras tersebut pada anak jalanan yang sering kali ia temui dipinggiran kota.


"Lala mau beli beras deh sekarung,"ucap Lala menatap beras dengan tatapan berbinar.


"Ngapain si Lala gak usah aneh aneh diwarung juga banyak beras lagian gak muat juga di bus diomelin sama dosen ntar lo terus di pelototin supir tau rasa,"protes Aldo.


"Kali ini gw setuju sama lo,"ucap Fathan ketus.


"Iya juga ya gimana bawanya ini aja Lala belinya banyak banget,"ucap Lala menaikan bola matanya sambil berfikir.


"Nah yaudah beli yang ada disini aja gak usah aneh aneh gw yakin itu jajanan yang lu beli bisa bisa sekarung,"ucap Raina tertawa.


"Iya kalian bener yaudah deh Lala udahan belanjanya ini udah banyak nanti Lala nyangkut di pintu bus kaya Fano pas bawa karung nyangkut di pintu rumah lagi,"ucap Lala berjalan menuju kasir toko.


"Untung ada lo Fath jadinya gw gak bangkrut banget kaget gw liat total belanjaannya,"ucap Aldo melihat struk belanjaan.


"Gw kan udah bilang tuh anak kalo malak niat banget,"ucap Raina terus menertawakan kedua laki-laki yang berada di hadapannya yang terus merengut setelah melihat struk belanjaan.


"Nih si Lala kudu nikah sama aki-aki milioner kayanya, gw mah ogah sama dia jajannya kuat,"keluh Aldo.


"Eh enak aja lo temen gw cantik begitu disuruh nikah sama aki-aki, tenang ada Abang gw yang sabar banget sama dia hahaha,"ucap Raina membayangkan bagaimana raut wajah Reno sehabis pergi keluar bersama Lala.


Lala baru saja kembali dari toilet menghampiri teman temannya yang sudah berkumpul di dekat toko.


"Gilaaa kalian beli apaan ini banyak banget,"ucap Raka terkejut melihat karung yang berada di hadapannya.


"Ini tuh punya Lala semua,"saut Aldo dengan raut wajah kecutnya.


"Hehe nanti kalian Lala bagi satu aja yaaa,"ucap Lala tersenyum.


"Yaudah bawa tuh belanjaan lo,"ucap Fathan menarik tangan Raina pergi meninggalkan mereka disusul dengan yang lainnya.


"Coba disini ada kak Reno pasti dia gak bakalan pergi kaya mereka deh,"gerutu Lala.


Lala melirik sekitar ia melihat jasa kirim barang terbesit niatnya untuk menggunakan jasa tersebut jadi ia tidak perlu merepotkan dirinya mengangkat semua ini.


Dengan senyum yang mengembang ia berlarian kecil menghampiri jasa tersebut lalu bernegosiasi hingga akhirnya deal dan ia memberikan alamat rumah Raina lalu membayar jasa kirim tersebut.


"Pastiin barangnya sampe tanpa kurang sedikitpun ya Bang, pokoknya hari ini harus sampai ya,"ucap Lala.


"Siapppp, pokonya langsung anter neng,"


"Okeee, Lala tinggal ya Bang nanti Lala WA okeyyy,"ucap Lala dengan senyum sumringah ia berjalan kembali menuju bus dengan hati gembira.


Sedangkan yang lainnya menunggu Lala di depan bus dengan perasaan cemas.


"Tenang aja gak usah panik kalian kaya gak kenal Lala aja dia tuh akalnya banyak aku yakin nih ya Lala balik kesini gak bawa tuh karung,"ucap Aisyah terkekeh membayangkan bagaimana temannya tersebut yang memiliki seribu macam akal.


"Nah tuh dia, senyum-senyum sendiri lagi terus gak bawa karung,"ucap Rama bergedik ngeri.


"Tuhkan bener apa aku bilang haha, dia tuh akalnya banyak banget,"ucap Aisyah tertawa.


"Hallo gaisss kalian ngapain disini, bukannya masuk malah diem disini,"sapa Lala.


"Karung lo mana,"tanya Raka.


"Karung gw bisa jalan sendiri dia lagi otw rumah Raina, udah ah nanya mulu bantuin juga enggak mending Lala masuk ke dalem, Raina mana?"ucap Lala.

__ADS_1


"Raina udah di dalem sama kak Fathan,"jawab Zara.


"Lah kok bisa merekakan beda bus, ahhhhh gua tau pasti dia rebut tempat gw, kak Fathannnnnn ,"teriak Lala memasuki bus menghampiri mereka diikuti oleh yang lain.


Jadi sebelum kedatangan Lala mereka bertukaran tempat dengan beberapa mahasiswa yang berada di dalam bus dan beruntungnya yang di ajak negosiasi setuju.


"Lo ngapain disini, minggir gak!"teriak Lala.


"Lo cari tempat lain aja ya, gw disini ya Lala kan udah gw beliin jajanan banyak,"ucap Fathan berusaha membujuk Lala namun Lala tetap pada pendiriannya.


"Lala masa lo tega si misahin kita berdua, coba bayangin deh kalo lo lagi sama kak Reno terus gw gangguin gimana rasanya padahalkan lo pacaran aja engga,"ucap Raina sengaja mengkambing hitamkan Reno.


"Yaudah gangguin aja gapapa lagian gw udah sering digangguin sama Fano kalo lo doang mah kecil wle,"ucap Lala.


Raina dan Fathan saling melirik meminta solusi, Setelah beberapa menit berfikir akhirnya ia menemukan ide.


"Yaudah kita duduk dikursi yang ada tiga aja biar adil, tapi lo mau jadi obat nyamuk gak La,"ucap Fathan menahan tawanya.


Lala menatap Fathan jengkel lalu menghembuskan nafas beratnya.


"Ogahhh, yaudah gw ngalah tapi gw gak mau mindahin barang-barang gw sampe barang gw dipindahin lo berdua gua tendang dari bus ini,"ancam Lala dengan berkacak pinggang.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2