SENIOR

SENIOR
Kedatangan Anna


__ADS_3

Fano yang sedang asik berenang bersama pelampungnya tidak menyadari kedatangan Raina dan Fathan yang sudah berada di tepi kolam.


Begitu pun dengan Lala dan Reno yang tidak menyadari kedatangan mereka.


"Weyyyy trio rusuh," teriak Raina.


Teriakan Raina membuat ketiganya menghentikan aktivitasnya dan menolehkan kepalanya ke arah Raina.


"Eh ada kak Jungkook sama kak Laina sini loncat kita belenang," ucap Fano semangat sambil menggerakan kakinya di air berniat menghampiri mereka.


"Fano kak Raina gak bisa berenang jadi jangan aneh aneh ya," ucap Reno.


******


Ketiganya mulai menggigil lalu memutuskan keluar dari kolam dengan tubuh yang gemetaran.


"Dingin banget tangan Pano keliput kayanya bental lagi Pano jadi kakek," ucap Fano dengan bibir yang bergetar.


"Fanoooo udahan Nak nanti sakit," teriak Wina berjalan menuju kolam sambil membawa handuk dan kimono.


Wina tercengang melihat Fano yang menggigil lalu menghampiri Fano.


"Tuh kan pucet banget susah si dibilanginnya ini juga yang gede bukannya ngasih contoh yang baik," omel Wina sambil menarik tangan Fano.


*******


Di ruang tamu terlihat Lala dan Reno yang sedang duduk berkumpul dengan yang lainnya.


"Ini rambut keringin dulu si," ucap Reno melirik rambut Lala yang sangat basah.


"Males ah ntar juga kering," ucap Lala.


"Ini onde-onde punya siapa?" tanya Lala dengan tangan yang sudah siap ingin meraih onde-onde namun tertahan oleh Fathan.


"Mau ngapain lo, ini buat Fano dari Bunda gw," ucap Fathan memukul punggung tangan Lala.


"Bagi satu aja ya gw laper nih capek abis berenang pasti Fano dengan senang hati kok berbagi sama gw," ucap Lala memelas.


Fano berlarian mendahului Wina dengan wajah yang penuh dengan bedak hasil karya Wina.


"Yuhuuuu Pano ganteng disini," teriak Fano mendudukan dirinya di tengah-tengah Fathan dan Raina.


Fano melirik meja matanya berbinar saat melihat kue kesukaannya terpampang di hadapannya ia melirik kanan kiri lalu mengembangkan senyumnya dengan cepat kedua tangannya mengambil onde-onde.


"Ondel-ondel makanan kesukaan Pano," gumam Fano.


Lala menatap Fano sambil menelan ludahnya memasang wajah paling melasnya.


"Kak Lala mau?" ucap Fano.


Fano yang menyadari hal tersebut menyodorkan onde-onde yang sempat ia gigit pada Lala hingga membuat mata Lala berbinar tangannya terangkat ingin mengambil onde-onde namun Fano menarik kembali tangannya.


"Tapi boong haha," ledek Fano dengan tawanya.


Lala menatap Fano jengkel dengan cepat tangannya mengambil dua onde-onde yang berada di meja lalu melarikan diri sebelum diamuk oleh Fano.


"Kak Lalaaaaa itu punya Pano dasal penculi ondel-ondel, huaa Pano mau nangis tapi cowo ganteng gak boleh nangis," teriak Fano dengan mata berkaca-kaca.


"Udah-udah tuh masih ada lagi semuanya buat Fano jagain makanya biar gak diambil," ucap Fathan terkekeh.


"Benelan ini buat Pano semua, pokoknya Pano sayang sama yang kasih Pano ondel-ondel," ucap Fano kegirangan.


Reno menggelengkan kepala beranjak dari duduknya berniat menyusul Lala yang entah kabur kemana.


"Dicariin ternyata ngumpetnya disini ya kamu biang rusuh," sindir Reno.


"Hehe mau gak kak ? tapi tinggal ini doang bekas gigitan gw juga pasti lo gak mau kan ydh berarti ini buat Lala semua," ucap Lala tersenyum senang.

__ADS_1


Namun berbeda dengan ucapan Lala justru Reno mendekatkan dirinya ke Lala lalu menggigit onde-onde yang berada di tangan Lala hingga tinggal seperempat


Lala terkejut menatap Reno yang sedang mengunyah tidak percaya ia melirik onde-onde yang tinggal seperempat.


"Kenapa liatinnya begitu? Gak ikhlas nih aku balikin," ucap Reno membuka mulutnya.


"Ah engga gw ikhlas bahkan ikhlas banget tapi kok lo mau sih makan bekas gigitan gw biasanya kan lo gak mau makanya gw sengaja nawarin lo tadi," ucap Lala heran.


"Gapapa sekali-sekali hidup jorok," ucap Reno terkekeh.


"Heh lo kira bekas gigitan gw kuman apa, liat tuh muka lo nikmatin banget tuh onde-onde bekas jigong gw," omel Lala sambil menunjuk wajah Reno.


Reno menatap Lala kesal ia paling tidak suka wajahnya dituding dengan sengaja ia menggigit telunjuk Lala hingga membuat Lala menjerit.


"Jelaslah menikmati karena rasa onde-ondenya yang enak bukan jigong kamu yang enak," ucap Reno.


"Kak Renoooo lo kenapa suka banget si gigit telunjuk gw ini udah kedua kalinya loh sakit tau liat nih banyak banget remahan kacang ijo yang nempel lagi ish jorok banget si," teriak Lala memukul bahu Reno tanpa ampun.


Reno tertawa lalu melarikan diri membuat Lala geram dan mengejarnya sambil memegangi jari telunjuknya.


Lagi-lagi penghuni rumah dibuat pusing dengan tingkah mereka.


"Belom puas lari-lariannya ya sekarang diulang lagi nih anak dua bener- bener ya," keluh Wina menghela nafas gusarnya.


"Kak Reno sini gak lo," teriak Lala.


"Hahaha bialin aja meleka mau kaya pilem pilem india yang suka di tonton kak Kinan," saut Fano.


Reno berlarian mendekati yang lainnya yang sedang berkumpul hingga membuat yang lainnya gelagapan dan kebingungan.


"Wei kalo mau main kejar-kejaran jangan kesini," tegur Gio.


"Itu kak Reno ngeselin Papa Gio jari telunjuk Lala di gigit sama dia tuh liat banyak kacang ijonya udah gitu gak mau tanggung jawab malah kabur, sini gak lo," adu Lala sambil memelototi Reno.


"Enggak!" tolak Reno sambil menjulurkan lidahnya.


"Bodoamat! aku aduin juga ke Mama sama Papa aku yang udah ada disini," ucap Reno.


"Ribut terus kalian berdua ya giliran salah satunya gak ada dicariin mulu pusing kepala Siwon," ucap Gio sambil menepuk dahinya.


"Salahin aja kak Reno yang ngeselin, kak Reno ini telunjuk gw bersihin," teriak Lala saat melihat Reno yang sudah berlarian ke luar rumah lalu menyusulnya.


"Bang Reno jadi bar bar ya deket sama Lala baru tau gw Abang gw itu suka gigit telunjuk orang," heran Reyhan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Saat Reno berlarian keluar rumah langkahnya terhenti saat melihat perempuan yang sangat ia kenal sudah berada di hadapannya Reno menoleh kebelakang terlihat Lala yang sedikit lagi menyusulnya.


"Anna, ada apa kamu kesini?" tanya Reno.


Lala baru saja sampai ia terkejut melihat perempuan yang berdiri di hadapannya sekarang.


"Cieee diapelin mantan cie gagal move on dah tuh," bisik Lala dan mendapatkan tatapan garang dari Reno.


"Hallo kak kenalin aku Lala," sapa Lala menyodorkan tangannya sambil senyum manisnya namun hanya direspon dengan anggukan oleh Anna membuat Lala mengerucutkan bibirnya.


Reno menahan tawanya saat melihat Lala yang cemberut akibat diabaikan oleh Anna.


"Ini siapa Ren," tanya Anna.


Reno melirik Lala sekilas lalu kembali menoleh pada Anna.


"Ini pacar aku, kamu ada keperluan apa ya dateng kesini, tau dari mana rumah aku," ucap Reno sambil merangkul Lala sambil menatap memelototi Lala.


Perkataan Reno membuat Lala terkesiap ia menyenggol lengan Reno namun tidak digubris oleh Reno.


"Kamu sekarang sukanya sama anak kecil ya haha," ledek Anna.


"Terus urusannya sama kamu apa? kalo tujuan kamu kesini gak penting-penting banget mending pulang aja," ketus Reno.

__ADS_1


"Santai dong aku kesini kan mau berkunjung selama kita pacaran kamu gak pernah ngajak aku main ke rumah kamu loh," ucap Anna melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah membuat Lala dan Reno saling menatap satu sama lain.


Lala dan Reno menyusul Anna yang sudah berjalan mendahului mereka dengan posisi yabg tidak berubah masih saling merangkul.


Kedatangan Anna membuat seisi rumah kebingungan mereka melirik Anna dari atas sampai bawah.


"Siapa ya? kok dateng kemari tanpa permisi berasa masuk mall aja," ketus Wina.


"Maaf sebelumnya Tante aku Anna mantannya Reno," ucap Anna tersenyum.


Sedangkan Fano yang sedang mengunyah onde-onde terus menatap Anna dengan tatapan tidak sukanya.


"Tante Anna pipinya melah banget kaya badut abis di tonjok emangnya gak sakit?" tanya Fano dengan wajah polosnya.


Perkataan Fano membuat Anna kesal dan terus mengutuk Fano dalam hatinya.


"Ini blush on sayang ini tuh lagi trend pake blush on merah banget kaya gini," ucap Anna dengan senyum yang dipaksakan.


"Ih jangan panggil Pano sayang nanti gebetan Pano cembulu," ucap Fano sambil mengunyah onde-onde.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2