SENIOR

SENIOR
Berhasil damai


__ADS_3

Setelah berdebat beberapa menit akhirnya Farhan menyetujui permintaan Zara. Mereka perlahan mulai mengerjakan pekerjaan mereka dengan damai hingga membuat Shasha dan Raka menatap keduanya dengan raut wajah kebingungan.


 


"Kok bisa seakur itu ya mereka, perasaan tadi ribut mulu," ucap Raka menatap ke arah Farhan dan Zara dengan tatapan herannya.


 


"Iya aneh banget, sekalinya damai kaya upin ipin yang gak bisa dipisahin. Bagus kalo mereka damai jadinya semuanya cepet selesai. Mending kita lanjutin kerjaan kita aja," saut Shasha.


 


 


Farhan teringat dengan kejadiaan saat di rumah Zara. Farhan melihat laki-laki yang tidak asing masuk ke dalam rumah Zara, ia mengira kalau laki-laki tersebut adalah kekasih Zara yang ingin berkunjung ke rumah Zara. Ia berniat menanyakan hal tersebut pada Zara sekarang karena ia melihat Zara tidak begitu sibuk dengan tugasnya.


 


"Ah iya... Tadi gw liat ada cowo yang dateng ke rumah lo, awalnya gw kira dia pacar lo tapi ngeliat lo pergi dari rumah kayanya dugaan gw salah deh. Dia ngapain ke rumah lo atau lo punya kakak yang pacaran sama cowo itu," tanya Farhan penasaran.


 


Zara tampak terdiam mencerna apa yang dikatakan oleh Farhan kemudian melirik Farhan sekilas, Ia tahu yang dimaksud oleh Farhan adalah kekasih dari Ibu sambungnya. Zara menghela nafasnya menatap Farhan dengan serius. Ia tidak tahu harus menjawab atau tidak tetapi Farhan terlihat seperti mengenal laki-laki tersebut.


 


"Lo mata-mata di rumah gw ya, gw tau nih jangan-jangan lo mulai ngefans sama gw. Hayo ngaku!" Zara memicingkan matanya menatap Farhan hingga membuat Farhan mendelikkan matanya dengan gemas ia meniup mata Zara hingga membuat Zara berkedip.


 


"Kurang kerjaan banget jadi mata- mata lo, mendingan gw urus kerjaan gw di kampus dah. Siapapun keluarga lo yang berhubungan sama dia mendingan hati-hati aja karena dia bukan orang yang baik," ucap Farhan.


"Gak boleh buruk sangka sama orang lain, Pak dosen gimana sih malah ngajarin yang gak bener. Emangnya lo kenal sama dia?" ucap Zara.


 


"Justru karena gw dosen yang baik makanya gw kasih tau biar lo gak nyesel nantinya. Kalo gw gak kenal mana mungkin gw bilang kaya tadi," saut Farhan dengan santai.


"Bentar ya gw heran deh kenapa lo bisa jadi dosen tiba-tiba padahal umur lo aja muda banget kaya gak masuk akal aja gitu. Gw jadi curiga lo nyogok orang dalem ya?" Zara menatap Farhan dengan tatapan penuh selidik.


 


"Biasa aja dong, gw bukan kriminal jadi santai aja. Itu namanya kekuatan otak tau gak usah norak deh. Gw udah ngasih tau pokoknya itu cowo gak baik jadi terserah lo mau percaya apa engga," saut Farhan.


 


"Kok kesel Haha. Iya gw udah tau kok sebelum lo kasih tau ke gw," ucap Zara dengan santai.


 


Farhan mengerutkan alisnya saat mendengar perkataan Zara. Ia menatap Zara dengan tatapan tidak percayanya karena bisa-bisanya ia membebaskan laki-laki itu bebas keluar masuk ke rumahnya padahal ia sudah tau bagaimana sikap dan kelakuan buruk laki-laki itu.


 


"Udah tau kenapa masih dibiarin keluar masuk ke rumah lo. Itu kan rumah bukan indomaret yang bisa keluar masuk dengan bebas. Ternyata selain bar-bar lo itu termasuk cewe yang aneh juga ya," ucap Farhan.


 


"Wah ngajak ribut nih orang. Kalo gw bisa mah udah gw usir tuh laki jauh-jauh dari rumah gw. Tapi nyatanya banyak hal yang gak perlu semua orang tau termasuk lo. Btw makasih ya udah ngasih tau meskipun gw udah tau hehe lain kali kalo kasih info yang lebih update lagi ya pak dosen," ucap Zara yang diakhiri dengan ejekkan untuk membalas perkataan Farhan yang mengatakan dirinya bar-bar dan aneh.

__ADS_1


 


 


 


DI saat mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba saja Rama datang menyempil diantara Zara dan Farhan yang sedang duduk di atas bangku panjang yang terbuat dari kayu hinggaa nyaris membuat Zara terjungkal. Fathan yang melihat hal tersebut hanya menggelengkan kepalanya.


 


 


"Widihhhh, ada keajaiban apa hari ini tom and jerry keliatan akur sekali bahkan sampe duduk di bangku yang sama sambil ngobrol lagi," ucap Rama dengan heboh.


 


"Gw geplak lo ya kak Rama dateng-dateng rusuh banget, untung gw gak jatoh," omel Zara.


 


"Maapin dah ya, abisan gw terkejut ngeliat kalian berdua. Ini ceritanya dosen dan mahasiswanya udah berdamai apa udah jadian?" Rama menatap keduanya dengan tatapan penasaran. Bukan hanya dirinya saja yang menatap penasaran pada Zara dan Farhan tetapi Shasha, Rama dan Fathan pun ikut menatap keduanya hingga membuat Farhan dan Zara salah tingkah.


 


 


"Apaan sih lo gak jelas banget, gak usah ngada-ngada dah," bantah Zara.


 


"Lo tau gak sih tadi mereka ribut sampe bikin kerjaan gw sama Shasha jadi acak-acakkan terus aneh juga sih sekarang tiba-tiba jadi sedeket ini. Kali ini kita satu pemikiran Ram," sambung Raka.


 


 


Fathan menganggukkan kepalanya dengan cepat, rasanya sangat tidak sabar menunggu beberapa jam lagi. Ia berharap sikapnya beberapa hari belakangan ini tidak menjadi alasan Raina untuk menolaknya.


 


 


******


Lala kini berada di ruangan Reno bekerja, wajahnya nampak kesal saat melihat beberapa pegawai perempuan berusaha mencari perhatian Reno dengan berbagai cara. Ingin sekali rasanya ia memaki satu per satu perempuan-perempuan tersebut tetapi ia tidak ingin membuat Reno malu karena kecemburuannya.


 


Reno melihat Raut wajah Lala yang berubah-ubah hanya bisa menahan tawanya. Ternyata Istrinya sangat menggemaskan saat cemburu padanya.


"Panas mbak?" ledek Reno.


"Aku bukan mbakmu," saut Lala dengan nada ketusnya.


"Tapi aku masmu," ucap Reno dengan percaya dirinya sambil menaik turunkan alisnya.


"Heleh pede banget segala naik turunin alis, aku sumpahin alisnya gak bisa balik lagi kebentuk semula," saut Lala.


"Katanya nyumpahin suami itu dosa loh. Kamu mau dosa terus masuk neraka," ucap Reno.

__ADS_1


"Kamu nyumpahin aku masuk neraka? Dasar suami durhaka. Vico liat kelakuan Papa kamu dia jahat sama Mama nanti kalo kamu udah gede tolong balesin dendam Mama ya Nak," ucap Lala.


 


Mereka berbicara serasa di ruangan hanya ada mereka saja padahal nyatanya disana ada pegawai perempuan yang ikut menyaksikan perdebatan aneh pasangan suami istri tersebut.


"Pak Reno beda banget ya sikapnya kalo ada istrinya, lebih keliatan mudah digapai gitu hehe. Becanda ya Bu jangan marah," ucap pegawai perempuan.


 


"Emangnya beda gimana?" tanya Lala penasaran.


 


"Jangan dikasih tau, udah kamu balik aja ke tempat asalmu," ucap Reno setengah mengusir.


 


Setelah pegawainya pergi Reno beranjak dari kursinya kemudian mengajak Vico bermain.


 


*****


Lagi-lagi Fathan dibuat menghela nafas gusarnya saat mendengar saran dari Zara. Ia merasa menyesel sudah bertanya-tanya banyak mengenai pernikahan impian Raina.


 


"Gw yakin Raina pasti seneng banget kalo beneran lo mau ikutin saran gw kak. Dia tuh penggemar korea-koreaan banget tau mulai dari drama, kpop, bahkan sampai makanannya aja dia suka. Mumpung masih ada waktu nih Gapapa kalian coba aja dulu latihan ajak kak Rey, kak Genta, kak Reno, Aldo atau siapapun terserah dah intinya kak Fathan harus ikut. Demi kebahagiaan bersama loh ini. Kalian semua juga harus bantuin yang cowo-cowo, gak setia kawan banget sih kalian," ucap Zara dengan panjang lebar.


 


 


"Ini namanya malu-maluin diri sendiri. Nyanyi aja gw gak bisa apalagi joget-joget. Udahlah jangan ajak gw ya, gw sesi dokumentasi aja gapapa dah kalo gak di konsumsi juga gapapa Hahaha," saut Farhan.


 


"Kembaran macam apa kau ini pak dosen, kalian kan kembar harusnya semua dijalanin bareng-bareng dong," ucap Zara.


 


"Kata siapa? Emang dia mau pas nikahan bertiga sama gw di pelaminannya, meskipun kembar gak semuanya dilakuin bareng-bareng," bantah Farhan.


 


"Udah gak usah ribut, demi Raina gw bakal lakuin dah. Tapi gak mungkinkan dadakan kaya gini," keluh Fathan berharap Zara membatalkan sarannya.


 


"Tenang aja Fath. Gw punya temen yang bisa ngajarin kalian biar bisa dalam waktu sehari meskipun gak perfect banget," sambung Shasha.


 


 


****


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya gais.


Sekian dan terima kasih.


__ADS_2