
Setelah berpamitan dengan yang lain Raina dan Lala berjalan kearah dimana mobil Rey terparkir.
"Lama amat lo de, kering gw nungguin lo disini untung ada Kinan,"ucap Reyhan tersenyum kearah Kinan.
"Ngebucin aja terus,"ledek Raina.
"Hallo kak Rey ketemu lagi,"sapa Lala melambai lambaikan tangannya kearah Reyhan.
"Lo ngikut lagi La,"tanya Reyhan.
"Iya dong bolehkan? kalo gak boleh gw tetap ikut masuk ke mobil,"ucap Lala tersenyum.
"Iya iya suka suka lu dah,"ucap Reyhan pasrah.
Lala menolehkan kepalanya dan melihat Kinan.
"Hallo kakak kenalin aku Lala, kak kita mirip deh sama sama cantik,"ucap Lala mengulurkan tangannya kepada Kinan.
"Ah iya hai aku kinan, hehe bisa aja kamu,"ucap Kinan tertawa.
"Kak kinan pacar nya kak Rey?."tanya Lala melirik kearah Rey lalu direspon anggukan oleh Kinan.
"Udah buruan masuk ntar gak pulang pulang kalo ngobrol terus,"ucap Rey.
Lalu mereka masuk kedalam mobil dan Reyhan
menjalankan mobilnya.
"Kak kinan kembaran aku, udah berapa lama pacaran sama kak Rey,"tanya Lala.
"Baru La belum ada setahun,"jawab Kinan.
"Berarti lagi bucin bucinnya ya,"ucap Lala melirik kearah Rey.
"Yang bucin mah Bang rey bukan kak Kinan La,"ucap Raina tertawa.
"Ohhh gitu gapapa Rain bagus biar gak ganjen,"ucap Lala.
"Kak rey banyak duit juga gak kaya kak Reno?"tanya Lala tersenyum.
"Mulai deh,"gerutu Raina menepuk dahinya.
"Bang Ren mah udah kerja duit nya jelas lebih banyak dari pada gw, kenapa emang?."tanya Reyhan sambil melirik spion.
"Niatnya gw mau minta uang haha,"ucap Lala
tertawa.
"Lo kata gw bapa lo segala minta duit sama gw, Raina minta duit aja gak gw kasih,"omel Reyhan.
"Ye itu mah namanya pelit ke adik sendiri aja nahan,"ledek Lala."Kak Kinan kok mau si sama kak Reyhan,"tanya Lala.
"Songong nih anak ya gak pernah di selepet kali ya,"ucap Reyhan.
"Bodoamat wle,"ledek Lala sambil menjulurkan lidahnya.
"Kak Kinan kalo bang Rey pelit tinggalin aja ya,"ucap Lala mengompori.
"Heh ngomong lagi gw turunin lo ya,"ancam Reyhan yang geram dan berhasil membuat Lala bungkam.
"Rey mampir ke mini market dulu ya bentar,"pinta Kinan yang berniat membelikan es krim untuk Raina dan Lala.
"Mau beli apa?."tanya Rey menatap Kinan.
"Nanti juga kamu tau,"ucap Kinan.
Raina sedari tadi diam sibuk dengan pikirannya
"Bang Rey sekarang memprioritaskan pacarnya
dibandingkan aku,"ucap Raina dalam hati sambil
menatap Reyhan. "Aku suka sama kak Kinan tapi aku gak suka dengan bang Rey yang menomor duakan aku, aku tau tadi pagi sebenarnya dia jemput kak Kinan dan acara yang dia maksud itu acaranya kak Kinan."gerutu Raina.
Kinan menyadari Raina menjadi diam sekali tidak seperti biasanya.
__ADS_1
"Raina kok lo diem aja si, lo sakit?"tanya Lala sambil meletakkan tangannya di atas kening Raina.
"Tapi gak panas,"ucap Lala mengernyitkan dahinya.
"Gw gapapa La,"ucap Raina tersenyum.
"Terus lo kenapa? cerita sama gw,"ucap Lala penasaran.
"Nanti gw ceritain,"ucap Raina.
Mobil Reyhan memasuki parkiran mini market. Merekapun keluar dari mobil lalu masuk kedalam mini market berjalan menuju stand es krim.
"Kak Kinan mau beli es krim,"tanya Lala tersenyum senang.
"Gak usah senyum senyum pasti lo mau kan,"ucap Reyhan.
"Iya kok tau,"saut Lala.
"Raina kamu suka es krim kan kamu pilih aja apapun yang kamu mau aku teraktir,"ucap Kinan menyentuh bahu Raina direspon anggukan oleh Raina.
Mereka selesai membeli es krim dan beberapa cemilan dan berniat untuk pulang.
Lala melihat seorang anak kecil yang menatapnya saat ia memakan es krim, Lala menghampiri anak itu dan mengajak bicara.
"Hai aku Lala, nama kamu siapa? dimana orang tua kamu," tanya Lala menatap anak itu.
"Hai kak Lala, aku Mila, aku tidak punya orang tua,"jawab Mila.
Lala tersentuh mendengar perkataan anak tersebut."Dia masih kecil aja kuat bangat tanpa orang tua sedangkan aku yang masih ada mama malah marah terus pergi dari rumah,"ucap Lala sedih dan menyesal.
"Mila kamu mau es krim gak,"ucap Lala menunjukkan sekantong es krim yang ia pegang.
"Es krimnya banyak bangat kak,"ucap Mila melihat isi kantong tersebut.
"Kalo kamu mau ambil aja yang kamu suka boleh ambil berapapun yang kamu mau,"ucap Lala tersenyum.
"Aku ambil 3 aja ya kak buat adik dan kakakku,"ucap Mila.
"Kamu punya adik dan kakak?"tanya Lala.
"Iya kak mereka lagi ngamen di lampu merah,"ucap Mila.
"Makasih ya kak, kakak baik bangat,"ucap Mila senang.
"Sama sama aku pulang dulu ya udah ditungguin sama teman aku,"pamit Lala.
"Iya kak dadah,"ucap Mila melambaikan tangannya.
"Lama amat lo, itu cemilan lo kemanain,"tanya Reyhan.
"Gw kasih ke anak kecil hehe,"ucap Lala nyengir.
"Itukan cemilannya Raina kenapa lo kasih oneng,"ucap Reyhan geram.
"Itukan cemilan bersama, ya udah beli lagi aja tenang pake uang gw kok,"ucap Lala tersenyum sambil menunjukkan uang 2 ribuan.
"2 ribu dapat pilus doang yang kecil satu,"ucap Reyhan.
"Pilus kan isinya banyak, kalo dimakan satu satu gak bakal abis,"ucap Lala.
Akhirnya mereka masuk kembali kedalam mini
market membeli cemilan.
"Udahkan yuk bayar,"ucap Reyhan berjalan kekasir lalu membayar semua totalnya.
"Ini gw donasi 2 ribu,"ucap Lala menyodorkan uang dua ribuan.
"Gak usah,"tolak Reyhan.
"Ya udah kalo gak mau gw masukin lagi ke kantong,"ucap Lala memasukkan kembali uangnya.
Mereka masuk kedalam mobil dan Rey
menjalankan mobilnya menuju rumahnya.
__ADS_1
"Udah sampai,"ucap Reyhan.
"Yuk masuk Rian anggep aja rumah sendiri,"ucap Lala berusaha mengajak Raina berbicara.
"Ini rumah dia wey kenapa seolah olah jadi Raina yang kaya tamu,"ucap Reyhan dan direspon dengan cengiran oleh Lala.
"Eh anak anak mama udah pada pulang,"ucap Wina tersenyum.
"Kok sepi ma bang Reno mana,"tanya Reyhan.
"Abangmu lagi keluar mama suruh nganter pakaian yang mau diloundry,"ucap Wina.
"Ohh gitu ya udah aku ganti baju dulu ya ma, Kinan kamu disini aja dulu ngobrol sama mama,"ucap Reyhan.
"Anak mama yang cantik ini kenapa diam terus dari tadi hm,"tanya Wina kepada Raina.
"Gapapa ma cuma capek aja, aku ke kamar ya ma mau ganti baju,"ucap Raina malas lalu menarik tangan Lala.
"Raina lo kenapa si,"tanya Lala kebingungan.
"Gw sebel sama bang Rey,"ucap Raina setelah sampai dikamarnya.
"Kenapa?"tanya Lala, Raina mulai menceritakan alasan dia sebal sama abangnya.
"Oh wajar lah Raina orang baru pacaran, lo gak boleh egois abang lo juga berhak bahagia sama perempuan pilihan dia,"ucap Lala.
"Terus gw harus biasa aja gitu,"tanya Raina.
"Iyaa, terkadang kita perlu mendewasakan diri ditengah tengah orang yang dewasa walaupun kita yang paling muda, emang lo tega liat abang lo sedih karena lo bersikap begini dan akhirnya dia mutusin buat gak berhubungan lagi sama Kak Kinan dan yang sedih bukan bang rey doang tapi kak Kinan juga,"ucap Lala menasehati Raina.
Perlahan Raina mulai mengerti,"Makasih ya La kadang lo pinter juga ya,"ucap Raina memeluk Lala.
"Kaya teletubies peluk pelukan,"ucap Reno yang
baru saja sampai rumah melihat pintu kamar Raina terbuka.
"Tuh La katanya lo mau ngasih permen ke bang Reno,"bisik Raina sambil menyenggol lengan Lala.
"Sekarang malah bisik bisikkan aneh sekali kalian ini,"ucap Reno menggelengkan kepalanya heran lalu menutup kembali pintu kamar Raina.
"Ntar Rain tunggu waktu yang tepat,"ucap Lala serius.
"Gaya amat mau ngasih permen doang,"ucap Raina terkekeh.
"Ini permen mahal loh Rain, jadi ngasihnya nunggu harus nunggu waktu yang tepat dulu,"ucap Lala.
"Iya iya terserah lo lah La,"ucap Raina pasrah lalu mengambil ponselnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.....