
Selamat datang dan selamat membaca semoga kalian semua terhibur ya gais hehe.
Aisyah melihat Reno yang sedang berjalan ke arah mejanya, ia melirik Lala yang asik main game di ponselnya dengan semangat ia menepuk-nepuk pundak Lala berniat memberi tahu pada Lala kalau Reno sedang berjalan menghampiri mereka. Namun Lala tidak memberikan respon sedikit pun justru ia semakin asik dengan ponselnya.
"Lala ada kak Reno tuh, cie disamperin sama calon," bisik Aisyah sengaja menggoda Lala.
Lala sedikit menggeser posisi duduknya dan menolehkan kepalanya ke arah Aisyah, ia mengangkat tangannya lalu menempelkan jari kelingkingnya tepat di depan dahi Aisyah.
"Suttt Aisyah, Lala lagi asik main nih bentar lagi ngelebihin rekor, nanti ya ngomongin calonnya kalo Lala udah menang," ucap Lala.
Lala kembali terfokus pada ponselnya, ia tidak menyadari keberadaan Reno yang kini sudah berada di hadapannya.
Reno mendengus sebal saat melihat Lala mengabaikan keberadaannya dan asik memainkan ponselnya.
Main hp terus nih anak sampe gak sadar Aku ada disini. Ambil aja kali ya hp nya biar gak main hp terus.
Reno merampas ponsel Lala dengan cepat hingga membuat Lala kaget dan meneriakinya.
"Copet! Woi hp gw dicopet, masa di kantin kampus ada copet sih!" teriak Lala.
Lala menengadahkan kepalanya hingga kini ia melihat Reno yang sedang berkacak pinggang dan tersenyum padanya.
Lala menunjukkan cengiran khas kudanya pada Reno, ia melihat sekelilingnya yang kini sedang menatap ke arah Lala.
"Kak Reno ngapain sih ngambil hp Lala udah kaya copet aja ngambilnya bikin panik tau gak sih, maaf ya semuanya Lala kira tadi copet ternyata bukan Hehe," ucap Lala dengan raut wajah memerahnya karena menahan malu.
"Makanya jangan main hp terus kerjaannya. Untung bukan copet beneran, nih hp kamu." Reno menyodorkan ponsel yang sempat ia rampas dari pemiliknya kepada pemiliknya kembali.
Lala tersenyum pada Reno dengan cepat ia mengambil ponselnya, saat melihat ponselnya ia membelalakan matanya lalu menatap Reno kesal. Lala mengepalkan tangannya lalu mencubit lengan Reno dengan gemas.
Reno mendesis kesakitan saat merasakan cubitan Lala. Ia berusaha menahan tangan Lala supaya Lala tidak terus menerus mencubit lengannya.
"Lala udah La sakit pasti warna-warni nih tangan Aku, kebiasaan kalo nyubit gak pake perasaan," keluh Reno.
"Rasain tuh cubitan Lala, siapa suruh gangguin Lala main game dan bikin Lala kalah padahal dikit lagi menang, mana ada orang nyubit pake perasaan, Lala tuh kesel bukan lagi jatuh hati," omel Lala.
Reno mendelikkan matanya menghela nafas sambil melirik Lala.
"Siapa juga yang bilang kamu lagi jatuh hati." Reno menatap Lala malas.
Lala mengambil tangan Reno lalu mencubit lengan Reno dengan pelan.
"Lagian sejak kapan ada orang nyubit pake perasaan kaya gini nih. Kalau semua orang nyubit kaya gitu pasti pada nagih," ucap Lala tidak mau kalah.
"Iya-iya perempuan selalu benar dan laki-laki selalu salah," ucap Reno sengaja mengalah karena jika diteruskan 100 episode tidak akan selesai berdebatan mereka.
Berbeda dengan Lala dan Reno yang sibuk berdebat sedangkan yang lainnya menikmati perdebatan mereka. Mereka saling melempar pandang satu sama lain.
"Berasa lagi nontonin drama keluarga," ucap Shasha terkekeh.
"Debat aja kalian berdua sampe besok, kantin berasa punya kalian doang ya kita disini dianggep angin," sindir Zara.
"Lagi berantem aja gumush sih kalian, jadi penasaran sama kelanjutan yang semalem gimana," ucap Aisyah sambil menatap Lala dan Reno dengan tatapan gemas.
Perkataan Aisyah berhasil membuat yang lainnya menatap Aisyah dengan tatapan penasaran.
"Emangnya semalem kenapa? Semalem sih gw sempat denger ribut-ribut tapi kata Fathan gak ada apa-apa yaudah gw tidur lagi," ucap Raka penasaran.
"Itu loh semalem Aku gak sengaja dengar mama Wina ngomongin nikah gitu terus ...." belum selesai Aisyah berbicara terlebih dahulu Lala menutup mulut Aisyah dengan telapak tangannya.
"Siapa yang nikah? Kok kita gak dikasih tau?" tanya Zara penasaran.
"Itu tetangganya Raina mau nikahan terus mama Wina cerita dan pas banget Aisyah baru aja turun," saut Lala.
Aisyah berusaha melepaskan tangan Lala yang berada di mulutnya hingga akhirnya tangan Lala terlepas dari mulutnya, ia mendekatkan dirinya di depan telinga Lala.
"Lala inget boong itu dosa," bisik Aisyah.
Reno menggelengkan kepalanya lalu ia menggeser kursi Lala perlahan dan duduk di kursi tersebut.
__ADS_1
"Aku yang mau nikah," saut Reno dengan acuh.
Berlainan dengan raut wajah Reno kini yang lainnya memasang wajah kaget dengan bersamaan mereka menggelengkan kepalanya kecuali Aisyah yang memang semalam sudah terkejut terlebih dahulu.
"Bang Reno gak usah becanda lah, lo gak bakat bercanda soalnya," ucap Raka.
"Lagian kalau bang Reno mau nikah, nikahnya sama siapa? Masa iya sama si Lala kayanya gak mungkin banget," saut Zara menatap Lala tidak percaya.
"Lucu banget muka kalian pas kaget barengan Haha, Aku jujur nih ya sama kalian sebenernya Aku udah tau semalem makanya aku gak sekaget kalian, nanti bakal dikasih tau kok sama tante Wina siapa calonnya kak Reno Hehe." jelas Aisyah melirik Lala sekilas.
Ih kak Reno ngeselin banget sih, itu kan cuma salah paham kenapa dia percaya diri banget bilang mau nikah, Lala belum siap jadi Mama muda huhu ... Siapapun tolongin Lala plis
Lala terus menatap Reno dengan jengkel sedangkan Reno membalas tatapan Lala dengan santai.
"Kok lo ngeliatin bang Reno serem amat sih La? Jangan sedih La, masih banyak cowo diluar sana ikhlasin aja bang Reno nikah," ucap Aldo terkekeh.
Perkataan Aldo membuat yang lainnya tertawa termasuk Aisyah, meskipun ia sudah mengetahui semuanya namun perkataan Aldo membuatnya tak bisa menahan tawa.
"Ih apa si Aldo gajebo ( gak jelas bo), oh iya kak Reno tadi ketemu kak Fathan gak?" tanya Lala sengaja mengalihkan pembicaraan.
Farhan yang baru saja selesai mengajar, ia berniat mencari cemilan di kantin, saat melihat Raka dan yang lainnya ia pun bergegas menghampiri meja mereka.
"Asik banget keliatannya sampe gak berenti-berenti ketawanya, itu tumben banget si Lala mukanya ditekuk biasanya orang gak ketawa dia ketawa sendirian," sapa Farhan.
"Itu loh bang Han kita semua ketawa karena ngetawain Lala makanya muka dia kaya gitu haha," saut Aisyah.
"Oh gitu, oh iya aku dengar Raina kecelakaan ya gimana keadaan dia sekarang?" tanya Farhan.
"Raina kasian gak bisa liat lagi gara-gara nenek gerandong," saut Lala.
"Nenek gerandong siapa?" tanya Farhan menaikan alis kanannya.
Lala salah fokus dengan alis Farhan yang bisa terangkat sebelah, ia berusaha mengikuti Farhan tetapi gagal terus.
"Kamu ngapain sih La, itu alis dua-duanya bergerak gitu Haha." Farhan tertawa tangannya terangkat mengusap pelan wajah Lala.
"Itu loh keren banget alisnya Pak dosen bisa naik sebelah doang, tapi kok Lala gak bisa ya caranya gimana sih ajarin dong," pinta Lala.
Norak banget kaya gitu doang Aku juga bisa, padahal aku sering begitu di depan dia tapi dia gak pernah minta ajarin sama Aku bahkan nanya aja engga. Emang dasarnya mau modus aja pasti tuh anak.
Reno mengumpati Lala di dalam hatinya, ia merogoh saku celana mengambil ponselnya, ia sengaja mengambil ponselnya supaya tidak terus menerus kesal melihat sikap Lala yang menurutnya sangat berlebihan.
Lala tidak sengaja melihat Reno yang sedang sibuk dengan ponselnya hingga membuat Lala menatap Reno jengkel.
Tadi aja hp gw diambil katanya gak boleh main hp terus, eh sekarang malah dia yang main hp gak konsisten banget sih.
"Ini lagi main hp terus, giliran gw aja gak boleh, sini-sini hp nya biar Lala sita," ucap Lala mengambil paksa ponsel Reno dari tangan Reno.
"Sita aja sepuas kamu," saut Reno dengan cuek.
Lala terdiam ia merasa ada yang aneh dengan sikap Reno karena biasanya kalau Lala mengganggunya pasti Reno akan memarahinya dengan ocehan-ocehannya.
"Kok tumben pasrah? Biasanya marah-marah," heran Lala.
Reno mendelikkan matanya dengan gemas ia mengacak-acak rambut Lala hingga berantakan lalu mencubit gemas pipi Lala.
"Ngoceh dibilang bawel, pasrah malah ditanyain, mau kamu apa sih Lala po," ucap Reno.
"Kalian berdua lucu banget ya," ucap Farhan tertawa.
"Ah iya gimana kelanjutan kasusnya kecelakaan Raina, terus Fathan sama Rama mana tumben banget dia gak ada disini," sambung Farhan.
"Fathan sama Rama lagi ke kantor polisi bawa orang yang udah nabrak Raina. Kebetulan orang yang nabrak Raina anak kampus sini juga," ucap Raka.
"Siapa?" tanya Farhan.
"Lo liat aja nanti di kantor polisi ntar juga tau," jawab Raka.
"Kalian gak laper? Sumpah deh Lala laper banget pengen makan baksonya mba Wiwik," keluh Lala.
__ADS_1
***
Keadaan rumah sangat sepi karena penghuni rumah yang sebagian pergi keluar rumah kini tinggal Raina dan Wina di rumah.
"Fano kemana Ma? Tumben banget gak ada suaranya," tanya Raina.
"Fano kan sekolah. Dia dianter sama Mama dan Papanya tadi sekalian," jawab Wina.
Raina menganggukkan kepalanya, ia teringat dengan ucapan Wina pada teman-temannya yang menyuruh mereka untuk secepatnya kembali ke rumah karena ada yang mau dibicarakan olehnya.
"Ah iya Raina lupa Ma, tadi Mama nyuruh yang lainnya ngumpul sehabis pulang kuliah emangnya ada apa ya Ma?" tanya Raina.
"Itu soal pernikahan Abang kamu," saut Wina dengan senang.
Raina terdiam dan berusaha menerka-nerka Abangnya yang mana yang dimaksud oleh Wina.
"Bang Rey? Pantes aja dari tadi dia gak kedengeran suaranya ternyata lagi sibuk ngurus nikahan, pasti sama kak Kinan ya Ma Hehe," ucap Raina.
"Bukan bang Rey sayang, tapi bang Reno yang mau nikahan," ucap Wina.
Raina tercengang saat mendengar ucapan Wina karena sejauh ini dia tidak pernah membayangkan Reno akan menikah dalam waktu dekat ini.
"Ha? Mama gak bercanda kan, nikah sama siapa Ma? Perasaan dia gak pernah ngenalin perempuan deh ke rumah, teman main cewe dia sekarang ini kan Lala terus gak ada cewe lain kayanya. Mama jodohin bang Ren ya?" Raina menghujani sang Mama dengan pertanyaan-pertanyaan.
"Sabar dong Nak, nanyanya satu-satu. Mama gak jodohin mereka kok, lagian kamu kenal sama calonnya malahan dekat banget," ucap Wina sambil mengusap rambut Raina.
"Siapa Ma? Lala?" tanya Raina asal menebak.
"Iya Nak, gimana kamu setuju gak?" ucap Wina.
Lagi-lagi Raina dibuat kaget dengan jawaban yang diberikan oleh Wina, awalnya ia hanya asal menebak sama sekali tidak ada bayangan kalau Abangnya akan menikah dengan Lala.
"Kok bisa Ma? Mereka kan gak pacaran kenapa tiba-tiba mau nikah. Raina setuju Ma bahkan setuju banget. Raina tau banget Lala orangnya kaya apa mereka cocok banget, tapi Raina sedih gak bisa liat moment bahagia mereka." Raina menundukkan kepalanya saat mengucapkan kalimat di bagian terakhir.
"Kamu jangan sedih Nak, kita lagi usaha cari pendonor kornea mata untuk kamu supaya mata kamu kembali normal kalau perlu sebelum pernikahan mereka kamu sudah mendapatkan donor mata." Wina mengusap punggung Raina berusaha memberi Raina semangat.
"Tapi kalo Raina lama dapat pendonor matanya gapapa kok Ma acara mereka di jalanin aja yang penting nanti videoin terus ambil foto aku sama mereka yang banyak, biar nanti kalo mata aku bisa liat lagi aku bisa nonton ulang," ucap Raina.
***
Fathan dan Rama kini berada di kantor polisi dengan tangan Fathan yang menarik paksa Maira yang terus menerus menahan dan memohon untuk melepaskannya.
"Sekarang lo jelasin ke polisi," tegas Fathan.
Maira memberikan keterangan pada polisi dengan berbelit-belit hingga membuat Fathan emosi.
"Jelasin yang bener jangan memperkusut cerita," bentak Fathan.
"Itu udah bener, lo gak usah ngatur-ngatur gw deh biarin polisi yang nilai," saut Maira.
"Pak pastiin dua perempuan ini masuk penjara jangan biarin mereka lolos, bukti-bukti yang udah saya serahin ke bapak sudah lebih dari cukup dan saya juga ada saksi pak. Jangan percaya sama cerita palsu dia barusan, dia cuma ngarang cerita pak," ucap Fathan sambil menatap Maira kesal.
"Lagian si Fathan ada-ada aja, mana ada penjahat ngakuin kesalahannya secepat itu, pasti dia ngibul-ngibul dikit lah," gumam Rama sambil melihat Sinta.
"Apa lo liat-liat gw!" ketus Sinta.
"Gw liatin lo biar lo gak kabur, gw ingetin nih ya ke lo mending jujur aja deh dari pada Fathan ngamuk nanti yang ada lo jadi peyek ikan," ucap Rama.
"Bodoamat!" ketus Sinta.
"Saya udah jelasin semuanya dengan sejujur-jujurnya pak, emang dasarnya orang ini aja yang gak suka sama saya pak makanya dia nuduh saya sampe sebegitunya, padahal saya gak ngelakuin apa-apa Pak polisi." ucap Maira memasang wajah sedih.
***
Bersambung ....
Jangan lupa like dan komennya gais kalo ada saran juga gapapa kok boleh dititipin ke kolom komentar, aku nampung semuanya kok.
Terima kasih kalian sudah baca cerita receh ini, semoga kalian terhibur ya sama karya ini hehe.
__ADS_1
Sekian dan terima kasih.