
Kini Reno dan Lala berada di dapur sambil sesekali mengobrol menunggu hingga mie matang.
"Kak Reno lo gak mau curhat apaan gitu ke gw," ucap Lala.
"Gak ada, kenapa emangnya?" saut Reno.
"Ya gapapa kali aja lo mau curhat gitu tentang apa aja deh pasti Lala dengerin kok kita kan bespren kata orang-orang bespren adalah pendengar terbaik setelah tuhan dan orang tuanya," ucap Lala tersenyum sambil mengangkat mie yang sudah matang dan meletakannya di atas piring yang sudah tersedia bumbu.
"Oh gitu, ada! jadi gini aku tuh laper banget dari tadi, aku nyuruh orang buat masakin mie goreng tapi dari tadi gak kelar-kelar, ngeselin banget gak tuh orang masak mie goreng aja lama banget," curhat Reno.
Lala menatap Reno kesal dengan sengaja ia mengambil bubuk cabai lalu menuangkan banyak sekali bubuk tersebut ke dalam mie goreng milik Reno dengan raut wajah kesal ia menyodorkan piring berisi mie goreng pada Reno.
"Hm gitu ya... Tau gak sih yang minta bikinin mie goreng juga ngeselin minta doang tapi gak mau bantuin kerjaannya komen terus kaya netizen galau," ketus Lala.
"Yang minta mie goreng mah ganteng, akhirnya mie gorengku jadi juga besok-besok kayanya kamu harus kursus masak mie goreng deh biar gak lelet," ucap Reno terkekeh.
"Mana ada orang yang buka jasa kursus cuma buat mie goreng doang kadang-kadang suka eror nih," ucap Lala mendudukan dirinya di kursi yang berada di hadapan Reno.
"Oh iya kak Reno gw mau nanya dong, Anna itu mantan lo beneran?" tanya Lala dengan kondisi mulut yang penuh dengan mie goreng.
Reno melirik Lala sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah Lala yang tidak pernah berubah selalu saja berbicara saat makan.
"Telan dulu itu makanan yang di mulut kebiasaan banget lagi makan ngoceh mulu kaya Fano," ucap Reno sambil memasukan mie goreng ke dalam mulutnya ia terdiam sejenak saat merasakan panas di sekitaran mulutnya, wajah dan telinganya mulai memerah, keringatan bercucuran dengan tergesa-gesa ia mengambil air minum.
Lala menahan tawanya saat melihat Reno seperti cacing kepanasan namun wajahnya berubah menjadi cemas saat melihat Reno terus menerus terbatuk-batuk ia segera beranjak dari duduknya menghampiri Reno.
"Kak lo gapapa kan? Jangan bikin gw panik sini-sini duduk dulu biar gw ambilin air es," ucap Lala panik menuntun Reno menuju meja makan lalu berlarian mengambil air es.
Reno yang terduduk di meja makan mengembangkan senyumnya melihat Lala yang kalang kabut.
Sukurin, siapa suruh ngerjain aku rasain tuh bolak-balik kebingungan haha.
"Kak Reno tahan ya jangan pingsan dulu soalnya Lala gak kuat angkatnya," teriak Lala.
"Kak Reno maafin Lala ya sumpah Lala cuma mau bikin kak Reno kepedesan bukan batuk-batuk jangan bikin panik Lala dong," ucap Lala dengan rasa cemas yang berlebih ia menepuk-nepuk bahu Reno.
Reno tidak bisa menahan tawanya saat melihat raut wajah Lala yang begitu lucu di matanya hingga akhirnya ia tertawa terbahak-bahak membuat Lala jengkel.
"Aku kepedesan Lala bukan keselek," ucap Reno.
"Sama aja beda dikit doang, lo ngerjain gw ya parah banget sih lo Kak gw panik beneran takut lo meninggal ntar member kita ilang satu dan gak ada satu orang pun yang bisa gantiin posisi lo di hati gw haha" ucap Lala tertawa dengan perkataan terakhirnya.
"Hih... Gombalan macam apa itu gak mempan di aku," ucap Reno memutar bola matanya.
"Iyalah jelas gak mempan. Kalo yang gombal sang mantan yang baru saja kembali baru mempan yakan haha, hayoo ngaku," ucap Lala.
"Kenapa si dari tadi ngomongin mantan terus pusing aku dengernya kaya gak ada yang lain aja contohnya kaya ngomong masa depan kita nanti mau kaya gimana kaya nya lebih asik dibahas," ucap Reno sambil menyengir.
Lala terdiam menatap Reno sambil menggelengkan kepalanya sesekali memukul kepalanya sendiri.
Lala gak usah mikir yang aneh-aneh itu cuma bercanda doang maksudnya kak Reno tuh masa depan yang lain bukan masa depan kita bersama, lagian kita tuh cuma sahabatan gak mungkin diantara kita ada si baper yang nimbrung.
Reno memperhatikan tingkah Lala yang memukul kepalanya sendiri dengan cepat ia menarik tangan Lala agar tangannya tidak memukuli kepalanya sendiri yang ada nanti udah eror tambah eror si Lala.
"Eh sakit kepala kamu La? Minum obat sono gak usah dipukulin gitu ntar yang ada kamu tambah bloon," ucap Reno.
"Enak aja kalo ngomong gw tuh gak sakit tau cuma shock aja denger gombalan lo yang kedengerannya menggelikan di kuping gw," ucap Lala.
__ADS_1
"Siapa yang ngegombal?" tanya Reno sambil mengerutkan alisnya.
"Lo lah gak mungkin Fano lagian disini kita cuma berdua," ketus Lala.
Reno terdiam berusaha mengulang kembali perkataannya yang sudah terlewat hingga akhirnya ia menyadari sesuatu lalu tertawa.
"Gak usah kegeeran masa depan yang aku maksud bukan masa depan yang ada di kepalamu ini," ucap Reno sambil mengusap kepala Lala.
"Makanya kalo ngomong tuh yang jelas jangan ambigu kan kasian otak gw udah mikir kemana-mana," ketus Lala.
"Bilang aja kamu berharapkan," ledek Reno.
"Ih ogah banget malaikat tolong berikan kesadaran buat kak Reno," ucap Lala bergedik ngeri.
"Ada juga kamu tuh yang suka ngehalu berlebihan aku ngomong masa depan aja udah ngayal kemana mana hahaha," ledek Reno.
********
Fano terus menghakimi Reyhan tanpa henti hingga membuat rambut Reyhan berdiri seperti habis kesetrum.
"Tunggu disini jangan kabul Pano mau ambil centong buat tawulan sama kak Ley," ucap Fano berlarian menuju dapur.
"Centong Mama bakal ilang lagi dah nih," keluh Wina.
"Sabar-sabar ya Ma orang sabar banyak pahalanya," ucap Raina tertawa.
"Rambut lo kaya abis kesetrum 5 kali Rey," ucap Fathan terkikik melihat rambut Reyhan.
"Songong sama Abang ipar lo ya gak gw restuin tau rasa," omel Reyhan.
"Gapapa yang penting dapet restu mak bapaknya restu lo mah belakangan," ucap Fathan dengan santai.
Fano memasuki dapur tidak sengaja melihat Reno dan Lala yang sedang berfoto ia berlarian memanjat kursi naik ke meja makan menyelipkan kepalanya hingga menutupi kamera ponsel.
"Fanooo, ngapain si tuh kan liat jadi ketutupan semua hasilnya rusuh banget sih," omel Lala.
"Lagian salah sendili selpi-selpi gak ajak Pano," ucap Fano mengambil alih ponsel Reno lalu asik mengambil gambarnya sendiri hingga ia melupakan tujuannya ke dapur.
"Fano ngapain dah kesini," tanya Reno.
Fano terdiam berusaha berfikir dan mengingat namun ia tetap tidak mengingat tujuannya.
"Gak tau Pano lupa kesini mau ngapain gala-gala kak Leno sama kak Lala nih Pano jadi lupa kan," oceh Fano sambil mengacak-acak ponsel Reno.
Fano bergaya di kamera lalu memposting fotonya bersama Lala dan Reno di akun instagram Reno dengan caption 🐣 Fano tertawa melihat fotonya sudah terupload di akun instagram Reno dengan cepat ia menutup layar ponsel Reno dan mengembalikan ponsel pada Reno.
"Ini mie goleng siapa masih banyak lagi, Pano mau ya," ucap Fano semangat menyendok mie goreng saat sendok sampai di depan mulutnya ia dibuat kaget dengan teriakan Lala dan Reno hingga sendok beserta mie terjatuh berserakan.
"Ih lusuh banget si Pano minta dikit doang jangan pelit-pelit nanti masuk nelaka," omel Fano kembali mengambil sendok berniat ingin memakannya namun di tahan kembali oleh Lala dan Reno.
"Jangan dimakan itu pedes banget nanti Fano sakit perut," ucap Reno.
"Boong, bilang aja gak mau bagi Pano makanya bilang mie golengnya pedes udah ah Pano mau ngambek kalo mau baikan sama Pano beliin Pano dulen dulu balu kita baikan," ucap Fano cemberut dengan cepat menurunkan dirinya dari atas meja dengan bantuan Reno.
"Halusnya gak usah dibantuin Pano bisa tulun sendili tau," ketus Fano sambil berkacak pinggang melangkah meninggalkan Reno dan Lala.
"Ini gak ada yang ngejal Pano apa ya dasal team yang enggak peka," gerutu Fano.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Baru sadar udah nyampe di 100 bab aja 😂 terimakasih untuk kalian yang sudah terus mendukung karya recehku gak nyangka bisa ngetik sampe 100 bab 😂 Terus munculkan komen-komen yang buat aku ngakak ya itu motivasi buat aku tersendiri.
__ADS_1
Lop yu gaissss 💞😍