SENIOR

SENIOR
Fano mendadak viral


__ADS_3

Fano membuka kardus kue dengan semangat sesekali ia menjulurkan lidahnya sambil menggoyang-goyangkan bokongnya meledek Reyhan yang sedari tadi menatap kotak yang dibawa Fano dengan tatapan penasaran.


"Pano hali ini jadi olang kaya, punya duit banyak telus dapet lambut nenek gelandong telus ada kue juga senangnya jadi jomblo gak kaya tuyul kepala melah pacalan telus," sindir Fano dengan wajah menggemaskannya.


"Kecil-kecil mulutnya nyinyir banget ketua gengnya netizen lo ya," ucap Reyhan melempari Fano dengan kulit kacang.


"Mama Wina kak Ley nyampah tuh buang-buang kulit kacang omelin aja telus jewel dia," adu Fano tangannya tidak berhenti membuka kardus kue, raut wajahnya mulai kesal karena sedari tadi ia tidak bisa membuka kotak kue.


Reno menghela nafas mengambil alih kotak kue perlahan mulai membuka kotak tersebut sampai kue terpampang jelas dihadapan Fano.


Fano terdiam ia memandang kue dengan dahi yang berkerut tangannya bergerak memutar alas kue sesekali ia menatap kearah Fathan dan Raina.


"Kenapa kuenya begini emangnya ultlamen pacalan sama plinces elsa, ultlamen itu jomblo sejati tau," protes Fano tangannya bergerak mencolek krim kue lalu memasukan jarinya ke dalam mulut.


Raina memelototi Fathan dan tangan kirinya menyenggol Fathan kode supaya Fathan yang menjelaskannya pada Fano.


"Kamu aja yang jelasin ya," bisik Fathan.


"Enak aja itu kan usul cinta masa lalu kamu, harusnya kamu dong yang jelasin, pake tuh teori dari dulu, sejak dulu, tempo dulu buat jelasin ke Fano," bisik Raina dengan nada ketus.


"Malah bisik-bisikan, ngomongin Pano ya? Gak boleh ngomongin olang nanti dosa masuk nelaka, tapi gapapa omongin aja," ucap Fano.


Fano terus mencolek-colek krim kue yang terasa sangat nikmat di lidahnya, ia tidak tega memotong kue pemberian Fathan dan Raina hingga akhirnya ia memutuskan untuk mencolek-colek krim kue dengan jarinya.


"Kenapa begitu sih makannya dipotong aja kuenya terus bagi-bagi ke yang lain," tegur Steven.


"Ini kue Pano, Pano gak lela bagi-bagi," tolak Fano tangannya mendekap kue seolah-olah tidak mau dipisahkan dengan kue.


"Fano gak tau ya kalo ultramen lagi PDKT sama princess elsa?" tanya Fathan.


Fano menggelengkan kepalanya, bola matanya naik keatas seperti sedang berfikir.


"PDKT tuh apa?" tanya Fano.


"Kepo! Udah gak usah dijelasin Fath makin tua nih anak ntar yang ada kita dikalahin sama dia," ucap Reyhan.


"Papi Stepen tau gak? Anak Papi yang ganteng ini punya duit banyak hasil joget di pasal malem," ucap Fano dengan mulut yang belepotan penuh krim kue.


"Mana coba liat?" tanya Steven sangat antusias dan penasaran keanehan apalagi yang dibuat oleh putra semata wayangnya.


"Nih Pano punya goceng banyak kan," pamer Fano.


"Ini bukan goceng, nanti kita belajar tentang uang ya biar anak Papi makin pinter ngalahin kak Reno biar bisa ngerecokin kak Reno kalo lagi ngantor," ucap Steven.


"Ah iya maaf mengganggu moment bahagianya om, Fathan izin pamit pulang ya udah malem nanti dicariin soalnya tadi Aisyah sama Farhan udah pulang duluan," pamit Fathan.


"Ah iya, kembarannya udah disini kenapa gak diajak kesini penasaran sama kopiannya kaya apa sama betul apa engga," ucap Wina.


"Sama banget mama Wina, kaya naluto bisa selibu bayangan, tapi kak Jungkook gal ada selibu," saut Fano.


"Ikut-ikutan aja nih bocil, bagi lah kuenya pelit banget jadi anak kecil nanti sakit gigi loh," ucap Reyhan berjalan menghampiri Fano.


*********


Fathan dan Raina berada di depan pintu rumah Raina dengan raut wajah Raina yang begitu masam.


Fathan terkekeh melihat tingkah Raina yang menurutnya sangat menggemaskan hingga akhirnya ia tidak tahan tangannya terangkat mencubit gemas pipi Raina.


"Apasih nyubit-nyubit sakit tau," ketus Raina.


"Gemes banget sih cemburunya lucu banget, gak usah cemburu gitu dong, tadikan yang diomongin sejak dulu, dari dulu, tempo dulu pokoknya yang dulu-dulu tentang aku sama Hira. Kamu gak usah cemburu karena itu cuma dulu faktanya sejak hari ini, besok, 1 bulan kemudian, 10 tahun kemudian semua yang dibahas cuma tentang kita yang dulu gak ada apa-apanya," jelas Fathan dengan senyum yang mengembang.

__ADS_1


Perkataan Fathan berhasil membuat Raina salah tingkah dengan pipi yang merona merah membuat Fathan lagi-lagi tersenyum melihat reaksi Raina.


"Nyontek gombalan dari mana?" tanya Raina.


"Gak nyontek kata-katanya muncul dari hati yang paling dalam tersalurkan ke otak terus ditransfer ke mulut, kalimat tadi jujur dan murni dari mulut aku sendiri," jawab Fathan.


"Bisa aja ngomongnya, udah sana pulang nanti kemaleman dikunciin lagi," usir Raina.


"Kalo dikunciin aku kesini aja," canda Fathan.


"Disini juga dikunci, sana pulang besokkan kamu ada kelas Kak," ucap Raina.


"Iya ya ampun tega banget sih pacar sendiri diusir," keluh Fathan dengan wajah yang sengaja dibuat melas.


Raina terkekeh melihat ekspresi Fathan ia tersenyum lalu menggandeng tangan Fathan menuju mobilnya.


"Udah gak usah kode terus nih aku anterin ya sampe depan pintu mobil tuan, silahkan masuk hati-hati dijalan jangan ngebut kalo kamu kenapa-kenapa kasian dokternya," ucap Raina.


"Iya-iya terserah kamu deh tinggal bilang aja takut aku kenapa-kenapa segala mengkambing hitamkan dokter, aku masuk mobil nih kamu istirahat ya pasti capek banget," pamit Fathan perlahan ia mengeluarkan mobilnya dari perkarangan rumah Raina dan melambaikan tangannya berpamitan dengan Raina hingga akhirnya mobil pun tak terlihat.


Kadang ngeselin, kadang gemesin, kadang bikin emosi, kadang bikin kangen untung gw sayang sama dia.


Raina menaikan bahunya lalu menutup pagar rumah setelah itu kembali masuk ke dalam rumah dengan senyum-senyum.


"Tuh tadi muka ditekuk sekarang senyum-senyum sendiri aneh banget anak gw," gumam Gio.


"Kak Laina lagi seneng belalti papa Gio makanya senyum-senyum sok cantik," saut Fano.


"Heh anak kecil nyinyir banget," tegur Reyhan.


Reyhan membuka ponselnya ia melihat video Fano yang sudah tersebar luas yang sedang berjoget-joget di pasar malam.


"Mama, Papa, liat nih kelakuan si bocil satu ini ha-ha-ha," adu Reyhan tangannya terulur menyodorkan ponsel pada Gio.


"Widih Pano viral, belajar dari mana itu jogetnya," tanya Gio.


"Pano joget aja kaya gini doang gampang," jawab Fano sambil menyontohkan gerakannya saat di pasar malam.


Jari telunjuk ia tempelkan didahinya dengan gerakan cepat ia menggelengkan kepalanya tidak lupa ia meliuk-liukan pinggang seperti jelly.


"Udah ah capek ketawa mulu nih, bang Reno perasaannya gimana nyaksiin live jogetnya nih anak," tanya Raina tangannya bergerak mengusap air mata yang berada diujung matanya.


"Malu sih, tapi mau gimana lagi udah terlalu sering nikmatin aja udah," jawab Reno.


"Jadi ini uang dari hasil joget gituan?" tanya Gio.


Reno menanggukan kepalanya bersamaan dengan Fano.


"Kelenkan Pano, kasih Pano hadiah dong," ucap Fano dengan berbangga diri.


*********


Fathan baru sampai di rumahnya ia berjalan santai memasuki rumahnya mencium tangan kedua orang tuanya tidak lupa menyapa kedua saudara kandungnya.


"Liat tuh Bun, udah baikan sama pacarnya gak inget pulang," adu Aisyah.


"Makanya punya pacar biar gak ngadu mulu ke Bunda," ledek Fathan.


"Dasar bucin," ledek Farhan.


"Bucin ke pacar mah gapapa itu tanda rasa bukti sayang dan cinta gw ke dia, jomblo mah mana paham," ucap Fathan terkekeh.

__ADS_1


"Bisa aja, Papa sibuk kerja sampe gak sadar ternyata anak-anak Papa sudah besar semua," ucap Rahardian memandang anaknya dengan rasa terharu sekaligus sedih.


"Papa mudanya bucin juga gak sih kaya bang Fath," tanya Aisyah dengan wajah polosnya.


"Kepo banget nih anak kecil," ucap Fathan melempari Aisyah dengan jaket yang baru saja ia lepas.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung ....


Selamat membaca gais 😄

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya kalo ada saran dan kritik silahkan diungkapkan di komentar hehe.


Sekian dan terima kasih 😉 selamat beraktivitas 😉


__ADS_2