SENIOR

SENIOR
Naik delman


__ADS_3

Kini semua orang dibuat panik oleh Lala yang menghilang dan sulit dihubungi.


"Jangan-jangan si Lala ngambek kali ya gara-gara disuruh bersihin rumah seminggu," tebak Reyhan.


"Kalo ngomong gak usah asal bang Rey gitu-gitu jaman sekolah dia rajin piket bahkan lebih rajin dari gw pas yang lain kabur dia piket sendirian di kelas tau," omel Raina.


"Yakan kali aja gw bener sekarang tuh anak kemana dah ngilang gak ada kabar malahan bolos ngampus lagi atau jangan-jangan tuh anak diculik ya tapi siapa yang mau nyulik dia yang ada dia yanv nyulik penculiknya," ucap Reyhan terus menebak-nebak hingga membuat yang lainnya pusing.


"Rey kamu ngomong lagi Papa selepet pake batu akik nih ya biar kinclong jidat kamu," ancam Gio sambil menunjukan batu akik yang baru saja ia temukan di kamar mandi.


Reyhan mendengus sebal dengan terpaksa ia membungkam mulutnya.


Fano terdiam tiada henti berfikir dan memilah ide-ide yang sudah berkumpul di dalam kepalanya.


"Pano punya banyak ide tapi Pano bingung mau pilih yang mana," gumam Fano.


"Bodoamat! mending lo diem deh bocil ntar yang ada diselepet pake batu akik lo sama aki-aki," ucap Reyhan.


"Suttttt... Papa Gio noh kak Ley ngomong buluan selepet pake batu akik," adu Fano sambil menunjuk Reyhan yang sudah memelototinya.


"Pano tauuuu, kak Leno mending kita cali kak Lala yuk kalo disini telus Pano gak dapet ide bagus soalnya otak Pano gak bisa mikil kalo ada kak Ley yang jelek," ajak Fano sambil menarik ujung kemeja Reno.


Reno yang baru saja kelar meeting di kabari oleh Raina kalau Lala belum pulang dan tidak datang ke kampus sudah ditanyakan ke rumahnya pun jawaban Bibi yang ada dirumahnya tidak sesuai harapan membuatnya panik sekaligus merasa bersalah karena tidak mau mengantarnya ke kampus.


"Yaudah yuk," ucap Reno beranjak dari duduknya segera keluar rumah bersama Fano.


"Kita gak ikutan kaya mereka?" tanya Fathan.


"Udah gak usah kita di rumah aja siap-siap sapu buat nyambut tuh anak ngeselin banget bikin seisi rumah panik," ucap Reyhan.


******


Lala menatap lemas dompetnya yang menyisakan uang koin bertulisan angka 500 sebanyak 6 koin.


"Lah kok duitnya tinggal segini ya ini mah buat naik angkot gak cukup, nyesel gw jalan jauh banget udah hp mati gak ada gunanya nih hp dijual laku gak ya tapi jangan ah ini kan hp pemberian Papa," gumam Lala.


Disaat Lala sedang terduduk ditrotoar ia mengalihkan pandangannya pada segerombolan anak yang sedang bertepuk tangan saat melihat delman lalu dengan semangat mereka menaiki delman bersamaan.


Seketika Lala mengembangkan senyumnya menghampiri delman.


"Pak, Lala mau naik delman dong tapi cuma punya uang segini nih kira-kira lewat kompleks mutiara gak ya?" ucap Lala sambil menunjukan sisa-sisa uangnya.


Awalnya kusir tersebut enggan menumpangi Lala karena melihat wajahnya yang memelas ia merasa tidak tega akhirnya ia membolehkan Lala naik delmannya.


"Yeayyyy makasih ya Pak, Lala doain semoga kudanya cepet beranak ya biar bapak bisa buka cabang delman terus jadi milioner," ucap Lala semangat ia duduk di tempat yang masih kosong bukan di muka ya gais.


Semakin lama yang ingin menaiki delman mulai bertambah hingga membuat Lala tidak enak hati dengan Bapak yang punya delman akhirnya Lala memutuskan untuk bergelayutan di belakang delman ala-ala anak sekolahan yang kalau naik angkot berdiri di depan pintu.


"Gak usah neng duduk aja nanti jatoh lagi," ucap Pak kusir.


"Gapapa Pak, itung-itung Lala sekalian bantuin," teriak Lala yang sudah berada di belakang.


"Ayoooo naik-naik masih muat tuh di dalem, kudanya jago lari loh yuk naik delman bapak ini di jamin seru gak kalah sama dufan sama jungleland," teriak Lala dengan semangat.


Pak kusir tertawa dan menggelengkan kepala melihat tingkah Lala, ia tersenyum melihat Lala yang begitu semangat berkat Lala delmannya menjadi ramai banyak anak-anak yang ingin menaiki delmannya hanya untuk mengobrol dengan Lala.


*****


Reno terus menyusuri jalanan dengan mobilnya bersama Fano sudah setengah jam lamanya ia mencari Lala namun tidak kunjung menemukannya hampir saja Reno berniat memutar balik mobilnya dan berhenti mencari Lala namun teriakan heboh Fano membuat Reno terkejut.


"Kak Lenooooo belentiii," teriak Fano.


"Apaaa si bikin kaget aja kamu," omel Reno.


"Hehe maap Blo maap, itu tuh Pano liat kak Lala lagi gelantungan di belakang kuda selu banget sebel deh kak Lala kenapa gak ajak-ajak Pano si," ucap Fano memonyongkan bibirnya.

__ADS_1


Reno mengerutkan alisnya ia sempat tidak percaya dengan perkataan Fano ia mengikuti arah pandangan Fano dan benar saja ia melihat Lala yang sedang asik bergelayutan sambil teriak-teriak.


"Tuh anak ya ngeselin banget orang pada panik nyariin dia eh malah asik banget disitu naik kuda," gerutu Reno.


"Ayooo kak Leno sampelin kak Lala selu banget itu Pano juga mau ah naik kuda sambil gelayutan," ucap Fano heboh.


Akhirnya Reno mengikuti perkataan Fano untuk menyusul Lala ia memberhentikan mobilnya di pinggir jalan terlihat Fano yang entah sejak kapan sudah berada di luar mobil dan berlarian seperti bebek menghampiri Lala.


"Kak Lalaaaa poooo," teriak Fano.


Lala sempat mendengar suara Fano namun ia menggelengkan kepalanya merasa tidak mungkin Fano berada di tempat yang sama dengannya, tiba-tiba Lala di buat terkejut saat melihat Reno dengan wajah garangnya yang sangat jarang sekali ia lihat membuatnya sedikit takut bahkan mengira laki-laki yang berada dihadapannya sekarang ini bukanlah Reno.


Kak Reno kenapa sih serem banget itu kak Reno beneran apa hantu yang nyamar jadi kak Reno ya.


"Ini hantu apa beneran mereka sih," gumam Lala dengan sengaja ia mencubit pipinya sendiri namun ia meringis kesakitan.


"Sakitnya beneran berarti mereka bukan hantu ah masa mereka sampe kesini sini sih udahlah cuekin aja hantu begituan mah gak mempan buat Lala," ucap Lala kembali membalikan badannya menaiki delman yang mulai sepi penumpangnya.


Reno menatap Lala kesal saat melihat Lala yang mengacuhkannya dan membalikan badannya kembali menuju delman bahkan tidak menyapanya ia segera menghampiri Lala dan menarik telinga Lala tanpa ampun.


"Aduh... Ampun ampun sakit nih kuping Lala, ihhh hantu bisa ngejewer juga ternyata ya lepasin ya hantu Lala kan gak ganggu kalian," ucap Lala meringis sambil memegangi telinganya yang ditarik oleh Reno.


Fano tertawa terbahak-bahak saat melihat dan mendengarkan Lala yang memohon untuk dilepaskan.


"Telus kak Leno jangan dilepasin bialin aja bial kupingnya lebal kaya kuping gajah telus di goleng dijual deh di pasal siapa suluh nyuekin kita padahal kita udah capek-capek nyali kak Lala mutel sono sini sampe lehel Pano sengklek nih nengok-nengok telus," ucap Fano sambil bertepuk tangan.


Pak kusir menatap Lala kebingungan saat melihat Lala yang tiba-tiba dihampiri laki-laki dengan raut wajah yang kesal, Pak kusir pun turun dari delmannya menghampiri mereka.


"La ada apa ini, ini siapa? pacar kamu," tanya Pak kusir.


Mata Lala terbelalak saat mendenger ucapan pak kusir dengan cepat ia menggelengkan kepalanya.


"Bukan pak Bud. Mana mungkin pacar Lala galak begini liat nih bahkan dari tadi kuping Lala gak dilepasin," adu Lala pada pak Budi yang merupakan kusir delman dengan wajah yang memelas.


Reno memandang Lala jengah ia kembali menarik telinga Lala hingga membuat Lala meringis kesakitan.


"Iya ya kaya yang tadi pagi haha bilangnya buru-buru gak taunya nganterin tante-tante menor ke toko kue, lepasin ah sakit tauu," ucap Lala memukul-mukul tangan Reno.


Perkataan Lala membuat Reno mengerutkan dahinya dan mengingat kejadian sebelumnya dan akhirnya mengingat hal tersebut.


"Lepasinnnlahhh ampunnn deh ampunnn lagian emangnya gw salah apasi kan gw gak ngerecokin lo berduaan sama pacar lo kenapa gw dijewer atau jangan-jangan lo diselingkuhin sama pacar lo itu terus lo kesel terus dilampiasinnya ke gw udahlah Kak jangan gitu juga kasian kuping gw," ucap Lala memelas.


"Berisik! ngomong lagi aku jadiin makanan kuda kamu ya," ketus Reno.


Fano tidak mau ambil pusing dengan perdebatan mereka ia berjalan menghampiri delman lalu naik kedatangannya membuat penumpang delman memandangnya gemas.


"Ayook pak Bud jalanin kudanya Pano mau keliling naik delman bialin aja meleka belantem kalo diliatin telus bisa sampe pelang dunia ke sepuluh," teriak Fano.


Akhirnya delman pun jalan meninggalkan kedua orang yang sedang berdebat tersebut, terlihat Fano yang sudah melambaikan tangannya ke arah mereka.


"Dadahhhhh Pano mau jalan-jalan dulu kalian jangan belantem aja dulu ya , kalo udah kelal belantemnya jangan kemana-mana ya tungguin Pano disitu," teriak Fano.


"Tuhkan gara-gara kamu si Fano jadi pergi naik delman kalo dia diculik gimana? Ujungnya aku lagi yang ngomong ke Mama," omel Reno.


"Kok nyalahin gw sih lagian kan Fano naik sendiri gak gw suruh," bantah Lala merasa tidak terima karena terus menerus disalahkan oleh Reno.


*******


Suasana di rumah Raina menjadi ramai saat mendengar perkataan Raina yang baru saja mendapat kabar dari Reno yang sudah menemukan Lala dan Reno juga membagikan lokasinya pada Raina.


"Gilaaa jauh banget nih anak ampe kesono sono," ucap Reyhan.


"Terus sekarang kita gimana mau nyusul mereka atau tetap disini aja," tanya Fathan.


"Kata kak Reno gak usah nyusul tunggu di rumah aja soalnya si Fano lagi naik delman," ucap Raina.

__ADS_1


"Tuh anak ya bener-bener masih sempet aja dia naik delman padahal orang lagi panik begini," oceh Reyhan.


"Namanya juga anak kecil Rey. Dulu kamu lebih parah dari pada Fano," ucap Gio terkekeh.


"Yaudah kita tungguin aja di rumah," ucap Wina.


"Raina aku mau ngomong bentar sama kamu tapi gak disini ya gak enak sama yang lainnya," bisik Fathan.


Mereka memisahkan diri dari yang lainnya kini mereka berada di dekat kebun milik Gio.


"Ada apa? Awas aja kalo gak penting," tanya Raina.


"Hehe gak tau sih penting apa engga, aku cuma mau ngasih tau kalo aku sayang bangetsama kamu," ucap Fathan terkekeh.


Raina menatap Fathan jengkel dengan cepat tangannya menyubit pinggang Fathan tanpa ampun.


"Ampun... Ampunn pedes banget cubitan pacar aku kaya mulut netizen," ucap Fathan sambil mengelus pinggangnya.


"Biarin! Ngeselin banget si nyuruh ke depan kirain ada hal yang serius dan penting gak taunya mau ngomong itu doang untung cuma aku cubit kamu ya," omel Raina.


Fathan tertawa melihat Raina yang begitu kesal padanya rasanya bahagia sekali melihat wajahnya memerah karena emosi dikerjai olehnya.


"Kenapa sekarang jadi lebih galak kamu ya dari pada aku, tapi yang aku bilang tadi tuh penting dan serius tau kalo aku sayang banget sama kamu," ucap Fathan terkekeh.


"Iya tapi kan gak usah sampe misah dari yang lain juga kali," omel Raina.


"Oh jadi kamu maunya aku ngomong kaya tadi di depan keluarga kamu, terus besoknya kita ke KUA ya, wah kayanya kamu udah gak sabar buat dihalalin sama aku ya," goda Fathan berusaha memasang wajah serius dan menahan senyumnya.


"Tau ah ngeselin banget sih," ketus Raina berjalan meninggalkan Fathan dengan wajah yang bersemu merah akibat perkataan Fathan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2