
Lala asik melihat lihat sepatu pandangannya tertuju pada sepatu boat yang biasanya sering dikenakan saat banjir, ke pasar dan lain lain yang berhubungan dengan air.
"Bang ini berapa,"tanya Lala sembari menunjuk sepatu.
Penjual mengerutkan alisnya merasa heran saat Lala menunjuk sepatu boat padahal yang ia tahu Lala mencari sepatu untuk hadiah ulang tahun temannya.
"Yang ini neng,"tanya penjual ragu.
"Iya bang Lala serius gak becanda,"jawab Lala.
"Yang ini 100 ribu aja neng,"ucap Penjual.
"Ah ilah bang jangan mahal mahal masa sepatu boat doang 100 ribu, goceng yaaa goceng,"ucap Lala menaik turunkan alisnya.
"Bahan sepatunya aja gak dapet neng goceng kalo buat beli cilok dapet,"ucap penjual tertawa.
"Gocap teletabis bukan goceng,"ucap Reno gemas.
"Maaf ya Mas suka aneh anak ini maklumin aja,"ucap Reno tersenyum.
Lala menatap Reno garang lalu mencubit lengan Reno.
"Gw gak aneh, cuma salah sebut doang wajar manusia tempatnya salah dan khilap,"omel Lala.
"Dikit dikit nyubit untung daging aku gak serapuh ikan kalo gak abis nih daging dicubitin,"gerutu Reno sembari mengelus tangannya yang terasa nyeri akibat ulah Lala.
"Kalian pacaran ya, cocok banget yang cewenya
cerewet terus cowonya anteng Masnya sabar banget ya punya pacar begini,"ucap Penjual tersenyum menatap mereka berdua.
Lala dan Reno saling menatap lalu membuang mukanya secara bersamaan.
"Apaan si Bang, Lala bukan pacarnya dia Lala tuh masih jomblo,"ucap Lala menunjuk kening Reno menggunakan telunjuknya.
Reno menatap Lala kesal dengan sengaja ia menggigit telunjuk Lala yang tepat berada di hadapan wajahnya.
"Aduhhhhhh sakitttt ih kak Reno lo kalo laper beli makanan sono jangan cemilin jari gw, jari gw gak ada rasanya tauuuu,"teriak Lala menatap jarinya yang terdapat bekas gigitan Reno serta sedikit air liur di jarinya.
"Tuh kan ada ilernya lagi, huaaa Mama tolongin Lala kayanya bentar lagi Lala rabies nih kudu suntik tetanus,"rengek Lala.
"Makanya jangan cerewet gemes aku liatnya, enak aja rabies dikata hewan kali,"omel Reno.
"Bodoamat! pengen nangis tapi malu sama abangnya ntar diliatin yaudah deh tahan aja jadinya,"ucap Lala cemberut menatap jarinya.
"Mas ada tissu gak,"tanya Reno.
"Ada, bentar ya,"jawab Penjual berjalan ke dalam mengambil tissu lalu kembali menghampiri Reno memberikan tissu.
"Makasih ya Mas,"ucap Reno tersenyum ramah.
"Nih lap pake ini jarinya, gak usah cengeng,"ucap Reno menyodorkan tissu.
__ADS_1
Lala menatap Reno yang dihadapannya menyodorkan tissu, ia menggelengkan kepalanya menolak tissu yang disodorkan oleh Reno.
"Kenapa gak mau, mau kamu laminating tuh iler aku yang nempel di jari kamu,"ucap Reno geram.
"Enggalah mahal laminatingnya, gw maunya lo yang bersihin kan lo yang gigit,"pinta Lala ketus.
"Bilang dong dari tadi,"ucap Reno menarik tangan Lala mulai membersihkan jari Lala.
Penjual menatap mereka dengan senyum lebar,
walaupun mereka selalu ribut tetapi ada yang beda dari mereka seperti saling menjaga layaknya kakak dan adik yang saling melengkapi.
"Bang bungkusin sepatu boat yang warnanya aneh ya 100 ribu kan tapi sekalian bungkusin ya,"ucap Lala yang sudah tidak bersemangat mencari kado.
"Siappp, gak mau nawar dulu nih neng,"tanya Penjual.
"Engga deh, Lala gak semangat tapi bungkusinnya gratis yaa,"jawab Lala.
"Siappppp neng, mau berapa lapis,"ucap Penjual tersenyum senang.
"Tujuh lapis bang biar kaya langit, abang punya sampah gak,"tanya Lala.
"Buat apa neng,"tanya Penjual.
"Buat kadonya, kalo ada isiin sampah yang banyak lumayankan ngurangin kerjaan tukang sapu tapi kalo gak ada gapapa,"ucap Lala.
Penjual mengambil sepatu sesuai dengan pesanan Lala lalu ia berjalan ke dalam membungkuskan sepatu tersebut.
Pagi hari di rumah Raina sudah dibuat ramai oleh Lala yang terus membuntuti Reno karena ia lupa menagih janji Reno yang ingin membelikannya cemilan sekarung.
"Kak Renoooo, gw udah bawa karungnya nihhhh ayo belii mumpung gw ke kampus agak siangan nih,"ucap Lala menenteng nenteng karung kesana kemari.
Fano baru berlarian ke dapur ingin mengambil jatah sarapannya, ia melihat Lala yang membawa karung bergegas menghampirinya.
"Kak Lala ngapain bawa bawa kalung, mau mulung ya,"tanya Fano.
"Iya Fano, teletabis gadungan ini mau mulung,"saut Reno.
"Mulung dimana kak Lala, semungutttt mulungnya Pano minta uangnya aja ya dadah Pano mau salapan lujak dulu,"ucap Fano tersenyum lebar kembali berlarian menuju dapur.
Lala mengerutkan alisnya saat mendengar perkataan Fano.
"Mana ada sarapan rujak, aneh aneh aja tuh anak kalo ngomong,"gumam Lala.
"Kak Renoooo, ayoooo dosa loh ingkar janji nanti kuburannya sempit,"ucap Lala.
"Gampang itu mah, tinggal minta lebarin sama Papa aku,"ucap Reno santai.
"Bodoamat! buruan ayoo,"paksa Lala menarik Reno.
"Iyaaa teletabis gadungan, aku mau berangkat dulu ke kantor pokonya nanti kamu pulang itu karung udah ada isinya,"ucap Reno geram.
__ADS_1
"Oke awas aja kalo gak ada isinya kak Reno yang gw masukin karung terus gw kiloin,"ancam Lala.
Raina dan teman temannya baru saja selesai mengemaskan alat tulisnya kembali kedalam tasnya, rasanya sedari tadi perut mereka berdemo minta di isi karena pusing mendengarkan penjelasan dosen, mereka berjalan bersamaan menuju kantin.
"Hallo para Fans Lala yang sedang sibuk ngelayanin pembeli,"teriak Lala menyapa para pedagang di kantin merupakan salah satu rutinisnya.
"Mba lagi ulang tahun loh, kamu gak ada niatan ngadoin La,"ucap Mba Wiwik.
"Widihhhhh Mba Wiwik ulang tahun hbd yeee Mba, nanti deh kadonya nyusul,"ucap Lala.
"Berarti Lala dapet makan bakso gratis nih,"ledek Lala.
"Khusus Lala gratis deh, tunggu aja di meja ya,"ucap Mba Wiwik.
Lala berjalan kembali menuju mejanya dengan senyum sumringah.
"Kenapa lo senyum senyum gitu,"tanya Raina bergedik ngeri tidak biasanya Lala seperti itu.
"Lagi seneng,"jawab Lala.
Tiba tiba mereka dibuat kaget saat Maira dan teman temannya datang dan bergabung di mejanya.
"Ngapain lo kesini,"ucap Zara ketus.
"Ihhh santai dong ngegas mulu,"ucap Sinta.
"Kita kesini cuma mau nyapa kalian doang kok hehe, jangan lupa ya dateng ke acaran ulang tahun gw bawa kado masing masing satu jangan patungan OKEY,"ucap Shasha tersenyum.
"Oh sekarang gw ngerti kenapa lo ngundang kita keacara lo. Ternyata lo cuma ngarepin kadonya doang, temen temen lo gak sanggup beliin lo kado emangnya,"ucap Zara ketus.
"Zara udah jangan ribut, malu diliatin yang lain,"ucap Raina melirik sekitar.
"Raina lo jadi orang jangan baik banget, liat tuh orang yang udah jahat sama lo aja sampe sepede ini minta lo dateng ke acaranya bawa kado, gak tau malu banget jadi orang,"omel Zara menatap Maira dan teman temannya sinis.
"Udah biarin aja Zar, kalian pergi deh mendingan tadi bangkunya bisik bisik ke gw katanya dia gak kuat di dudukin kalian,"ucap Lala.
"Enak aja lo kalo ngomong yang ada gw males duduk disini bisa bisa kulit gw gatel gatel,"omel Maira.
"Lo gak mandi kali makanya gatel gatel, makanya kalo kekampus mandi Maira sabun mandi banyak kok di warung,"ucap Lala polos.
"Ihhh ngeselin ya lo, mau gw siram lo,"omel Maira.
"Ettttt jangannn gw udah mandi suer deh, lo mending nyiram diri sendiri aja kan katanya badan lo gatel gatel,"ucap Lala polos.
Sinta dan Shasha menatap Lala sebal, ia mengajak Maira pergi dari tempat mereka jika diteruskan Maira tidak akan kuat melawan Lala yang banyak sekali kosa katanya yang dapat membuat lawan bicaranya kesal sampai ubun ubun.
Raina, Zara dan Aisyah tertawa melihat Maira dan teman temannya pergi karena Lala.
"Kamu keren banget La, kenapa gak dari kemaren aja kamu begitu biar Raina gak disiram terus sama dia,"puji Aisyah sambil tertawa.
"Siapa dulu donggg Lala gitu lohhhh, Maira doang mah kecilll,"ucap Lala membanggakan dirinya sendiri.
__ADS_1
Bersambung.....