
Setelah Raina menerima niat baik Fathan untuk melanjutkan hubungan mereka pada tahap yang lebih serius. Hal tersebut membuat sahabat-sahabat Raina bahagia sekaligus sedih karena lagi-lagi salah satu temannya harus mulai membagi waktunya dan merubah prioritas hidupnya. Mereka tahu cepat atau lambat pasti akan tiba waktunya dimana satu per satu dari mereka akan menemukan jalan hidupnya masing-masing. Semua hanya bergantung pada waktu yang akan menentukan siapa yang lebih dulu menemukan prioritas hidupnya, tugas mereka sebagai sahabat hanya mendukung dan selalu mendoakan yang terbaik.
"Lagi-lagi gw ditinggalin sama sahabat gw, dulu mereka selalu bilang kalo diantara kita bertiga, gw yang bakal duluan ninggalin mereka tapi nyatanya gw yang ditinggal sendirian, "ucap Zara.
Zara berbicara sambil menatap beberapa dekorasi yang hampir selesai mereka rangkai di kamar Raina, mereka memang sengaja membuat janji untuk berkumpul di kamar Raina saat Raina pergi ke butik bersama Fathan.
Mendengar perkataan Zara sontak membuat yang lainnya menghentikan aktivitas mereka masing-masing kemudian menatap Zara dengan tatapan kesal mereka.
"Ngomong apaan lo Zar, lo kata nikah enak apa! Sembarangan aja lo kalo ngomong, lo harusnya manfaatin masa jomblo lo buat nikmatin kehidupan yang bebas," ucap Lala dengan gemas melempari Zara dengan bantal-bantal yang ada di dekatnya. "Tapi nikah emang enak sih, kamar jadi gak sepi dan gak mungkin juga tiba tiba ada pocong di samping gw pas tidur hehe," lanjut Lala menunjukkan cengirannya.
"Jangan ngomong begitu lah Zara, lo anggap yang lainnya apa. Kaya Aisyah, Rama, Raka mereka kan temen lo juga lagipula mereka juga kayanya masih betah main-main. Walaupun gw baru gabung sama kalian tapi gw ngerasa kalian udah kaya keluarga gw sendiri, agak nyesel sih baru sadar sekarang, coba dari dulu gw sadar mungkin masa-masa kuliah gw dulu bakal asik dan berkesan banget. Lo termasuk beruntung dari awal udah punya lingkungan yang positif dan mendukung lo ke arah yang lebih positif. Tapi sisi lain gw merasa beruntung karena gw gak terlambat banget buat sadar," Shasha tersenyum sambil menepuk bahu Zara.
"Iya Zara yang dibilang sama kak Shasha bener. Walaupun Raina sama Lala udah gak bisa sepenuhnya bareng kita lagi tapi kan kamu punya aku, kak Shasha, kak Rama, kak Raka jadi kamu gak perlu ngerasa kesepian karena kita bakal selalu ada di samping kamu. Jangan pernah berpikiran kalau kamu sendirian," ucap Aisyah. " Ah iya ada satu lagi tuh Abang aku, bang Farhan. Aku liat-liat akhir-akhir ini kamu deket banget ya sama dia. Dia aslinya perhatian dan boyfriendable banget tau," lanjut Aisyah seolah-olah sedang mempromosikan Abangnya pada Zara hingga membuat Zara yang mendengarnya mendelikkan mata dan mendengus sebal.
"Amit-amit. Kita lagi girls time kenapa jadi ngomongin dosen gadungan itu sih," protes Zara.
"Tau nih Zara tiba-tiba jadi sedih gini kan. Biasanya juga gak mau ditempelin, ini tumben banget galau ditinggal Lala sama Raina. Zara yang Lala tau tuh Zara yang kuat, super women dah pokoknya. Zara yang gak pernah takut sama apapun, Zara yang selalu jadi orang paling depan kalau liat temennya diganggu orang. Zara tau gak kenapa takdir ngeduluin Raina sama Lala buat duluan nemuin jodoh kita?" ucap Lala sambil mendudukkan dirinya di samping Zara kemudian menatap Zara dengan wajah seriusnya.
Zara menaikkan sebelah alisnya seolah sedang memberikan kode pada Lala untuk melanjutkan perkataannya, namun yang diberi kode sepertinya tidak mengerti dengan yang ia maksud. Sontak hal tersebut membuat Zara melirik sebal pada Lala.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Zara dengan malas.
"Kalau Zara yang nikah duluan pasti kita bakal kehilangan banget sosok preman berwujud perempuan yang selalu jadi tameng buat kita. Coba dah bayangin kalo lo gak ada, siapa yang bakal ngehajar abang-abang begal, kang palak di depan indomaret terus nanti siapa juga yang bakal mukul kak Reno kalo nanti dia tiba-tiba tertarik sama tante-tante di kantornya. Gw yakin takdir lagi siapin jodoh yang tepat buat cewe kuat kaya lo Zar. Jadi jangan sedih lagi yaa, gw ikut sedih nih dan merasa bersalah karena udah ninggalin lo tapi kan gak mungkin juga gw minta cerai sama kak Reno," ucap Lala kemudian memeluk Zara.
"Kalo ngomong suka gak ngaca, semua orang juga tau diantara lo sama gw siapa yang lebih cocok sama julukkan preman," omel Zara.
" Hehe Lala kan begitu karena belajar dari Zara. Lala waktu itu cuma ngebayangin aja kalau seandainya Zara beneran nikah duluan terus nanti siapa yang nolongin Raina, dia kan teralu kelewat baik dan gak suka ngelawan orang bikin Lala gemes jadinya," saut Lala sambil tertawa.
"Tapi emang gila banget sih kalo diinget-inget. Si Lala nyiram orang kaya nyiram kucing gak mikir-mikir dulu. Apa lagi kalo udah ngejambak orang beuh gw akuin sadis banget, waktu itu rambutnya Maira sampe rontok banyak banget," sambung Maira.
"Yaudah sih itu kan suatu bentuk perlindungan Lala dari musuh," ucap Lala dengan malu-malu.
"Ah iya Raina kira-kira berapa lama lagi ya sampe rumahnya. ini semuanya udah kelar soalnya," ucap Aisyah yang menyadarkan semua sahabatnya dengan tujuan awal mereka.
******
__ADS_1
Raina dan Fathan kini berada di salah satu restoran, setelah selesai dengan urusan mereka di butik, mereka memutuskan untuk mampir ke restroran terlebih dahulu karena cacing di perut mereka sudah berteriak minta asupan.
"Aku gak nyangka banget kalo cerita kita jadi happy ending," ucap Raina memecahkan keheningan yang terjadi diantara mereka.
" Emang kamu mau cerita kita berakhir dengan sad ending? Endingnya salah satu diantara kita bakal pergi sama kisah barunya sedangkan yang satu lagi berusaha untuk mengikhlaskan gitu?" tanya Fathan sambil terkekeh menatap Raina gemas.
" Kamu tau gak? Aku bersyukur banget ending kisah kita sebagus ini. Aku gak bisa bayangin kalau kita ditakdirkan cuma sebatas kenangan masa lalu dan gak lebih dari itu," lanjut Fathan.
"Aku juga bersyukur banget. Aku harap kita bakal terus sama-sama. Kalau diinget-inget gimana awal pertemuan kita rasanya mustahil banget ya buat nyampe ditahap yang sekarang," ucap Raina sambil kembali memutar beberapa kenangan masa lalu nya.
"Ini semua karena usaha kamu yang begitu hebat, kamu yang gak pernah nyerah buat terus yakinin hati aku. Makasih karena gak pernah ada niatan buat nyerah, rasanya jarang banget aku ngucapin kata ini tapi kali ini aku mau ungkapin ke kamu. Raina aku cinta kamu, kalo kata drama-drama korea yang kamu tonton saranghamnida," ucap Fathan.
Raina terkekeh, ia menatap Fathan tak percaya."Sejak kapan kamu nonton drama," tanya Raina.
"Eh kalian berdua disini. Denger-denger kalian mau nikah ya. Selamat ya, lancar sampe hari H nya. Gak nyangka ternyata kalian akhirnya nikah juga," ucap seseorang yang tidak asing bagi Raina dan Fathan.
Raina terdiam, ia dibuat kebingungan harus menggunakan respon seperti apa pada perempuan yang kini berdiri di hadapannya. Jujur saja hubungannya dengan perempuan tersebut saat pertemuan terakhir antara dirinya dan perempuan tersebut masih sangat jauh dari kata baik hingga kini membuat dirinya sangat canggung saat berhadapan dengan perempuan itu yang tiba-tiba saja mendukung acara pernikahannya dan mendoakan kelancaran atas acara tersebut.
*****
Bersambung ...
Makasih buat yang masih stay dan selalu nunggu cerita ini. Jangan lupa like, komen dan sarannya ya gais.
Kabar baik buat penggemar Lala dan Reno, aku udah buat cerita versi mereka yaaa, buat penggemar Lala dan Reno bisa mampir ke novel baruku judulnya LALA & RENO. silahkan berikan dukungan kalian supaya aku semangat buat up terus.
__ADS_1
Terima Kasihhhhh