SENIOR

SENIOR
Ketoprak


__ADS_3

Mereka masuk ke dalam kebun binatang melihat dan memberi makan hewan yang mereka kunjungi.


"Kak jungkook, di sini ada cacing gak,"tanya Fano.


"Ada, mau cacing apa ? cacing pita atau cacing tanah,"tanya Raina menahan kesal.


"Emang ada cacing pita, cacing pake pita pasti cacingnya pelempuan ya,"ucap Fano.


Fathan tertawa mendengar perkataan Fano ia mengacak ngacak rambut Fano gemas.


"Fano cacing pita itu cuma namanya aja mau cacingnya cewe atau cowo tetep aja namanya cacing pita,"ucap Fathan.


"Oh gitu, Pano mau liat cacing pita dong, setiap kesini gak pelnah liat,"ucap Fano.


"Kita liat yang lain aja ya,"ucap Raina berjalan menuju tempat kudanil.


"Ini apa ya Kak, milip badak tapi gak ganteng ini kembalannya kak Ley, kak Jungkook kembalan Pano minjem hp dong Pano mau poto hewannya buat Pano tunjukin ke kak Ley kalo hali ini Pano ketemu kembalannya kak Ley,"ucap Fano menadahkan tangannya di depan Fathan.


"Fano mau kasih makan kudanilnya gak,"tanya Fathan.


Fano melirik hewannya lalu ia browsing menggunakan ponsel Fathan mencari gambar kuda dan membandingkannya dengan hewan yang berada di hadapannya.


"Gak milip kuda, kenapa namanya ada kudanya,"tanya Fano.


"Ini namanya kudanil emang beda gak sama kaya kuda yang biasanya Fano liat,"ucap Fathan.


"Ohhh gitu, Kak Jungkook hmm di sini ada kelualga semut gak,"tanya Fano melihat sekeliling.


Raina menghela napas sebal ia tidak ingin menjawab pertanyaan Fano karena tidak ada ujungnya.


Setelah puas berkeliling mereka menyewa tikar


lalu mencari tempat yang cocok.


Fano masih memegang ponsel Fathan lalu ia mengambil banyak sekali gambarnya di ponsel Fathan.


Ia memonyongkan bibirnya dan memejamkan matanya di depan kamera, Fathan terkekeh melihat tingkah Fano saat mengambil gambar.


"Eh hp siapa itu udah monyong monyong aja depan hp, gayanya kenapa begitu si kalo foto,"ucap Raina.


Fano menolehkan kepalanya sekilas kembali fokus pada kamera.


"Bialin, hp nya kak Jungkook kelen Pano tambah ganteng disini hp nya buat Pano aja ya,"ucap Fano.


"Kak Laina kalo mau ikut poto bilang aja gak usah malah malah kesulupan nenek moyang kudanil tau lasa,"ucap Fano.


Dan akhirnya mereka mengambil Foto bersama lalu makan bersama.


Tidak terasa waktu menunjukan pukul 16.30 mereka harus keluar dari kebun binatang, mereka memutuskan mengemas sampah lalu pergi menuju pintu keluar.


Saat sampai di pintu keluar mata Fano tertuju pada yang berbentuk teletabis ia berlarian dan badut memeluk badut tersebut.


"Kak Lalaaaaaaa,"teriak Fano memeluk badut.


Fathan dan Raina mengerutkan alisnya saling melempar pandangan ketika melihat Fano berlarian memanggil nama Lala.


"Gilaa badut dipanggil Lala,"ucap Fathan tertawa.


"Tuh anak emang aneh kak lo aja dipanggil Jungkook sama dia padahal gak ada mirip miripnya,"ucap Raina.


"Tapi gantengkan, kalah si Jungkook sama gw,"ucap Fathan tersenyum percaya diri.

__ADS_1


"Yaampun pedenya tingkat dewa, iya lo ganteng tapi gantengan Jungkook lah,"ucap Raina ketus berjalan menyusul Fano.


"Kenapa sekarang jadi dia yang galak ya, kena karma apa gimana ini ceritanya,"ucap Fathan heran menyusul Raina.


"Kak Lala foto yuk sama Pano, kameranya bisa bikin kita tambah kelen loh,"ajak Fano pada badut.


"Fano itu bukan kak Lala itu teletabis namanya Lala,"ucap Raina.


"Iyaa tapi milip kak Lala,"bantah Fano tersenyum mengambil gambar menggunakan ponsel Fathan untuk memamerkan hasilnya pada Lala.


Selesai Fano mengambil gambar mereka bergegas pulang, sebelum pulang ke rumah mereka mampir membeli makananan dan cemilan dahulu.


"Kak Jungkook kembalan Pano, Pano mau makan ketoplak banyakin kelupuknya ya,"pinta Fano semangat.


"Semuanya samain aja Kak,"ucap Raina.


"Fix hali ini kamu buat aku bangklut tau Pano,"ucap Fathan mengikuti logat Fano sembari melihatkan dompetnya yang tersisa uang seratus ribu rupiah.


"Hehe sedekah Kak bial makin ganteng, nanti kalo Pano punya uang Pano mau sedekah juga bial ganteng telus pano mau beli tluk,"ucap Fano menyengir.


"Terserah lo ah kesel gw, berasa ngasuh bayi yang pengen jalan jalan ini mah bukan gw yang mau jalan,"omel Raina.


"Udah gak usah ngomel mulu cepet tua terus keriput tau rasa, besok kita jalan jalan berdua ke pantai,"ucap Fathan terkekeh.


"Gimana gak ngomel, lo aja suka berubah dadakan sekarang baik besok galak ehh dia malah ngerusak momen yang langka ini,"ucap Raina geram.


"Momen apa yang langka,"tanya Fathan.


Raina terkesiap refleks menutup mulutnya ia salah tingkah memutar matanya berusaha mencari alasan.


"Hmmm gak gw salah ngomong hehe,"ucap Raina menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Mereka sampai di rumah tepat pukul 18.15 bergegas masuk kedalam rumah.


"Loh Lala masih disini,"ucap Fathan heran.


"Iya, emangnya kenapa,"tanya Lala.


Fathan melirik Raina mengkodenya untuk menjawab pertanyaan Lala.


"Masalahnya kita beli makanan pas banget gw kira lo udah balik,"ucap Raina hati hati takut diamuk Lala.


Lala menatap tentengan yang dibawa mereka, sebanyak itu kantong plastik tidak ada sedikitpun buatnya ia memalingkan wajahnya kesal.


"Jahat ya kalian gw dari tadi nahan laper tapi gak ada sedikitpun buat gw,"omel Lala.


"Kan kita ngiranya lo udah pulang kalo gak lo makan punya gw aja nih,"ucap Fathan mengalah.


"Ehh engga enggak lo belom makan biarin aja Lala keluar nyari makanan,"cegah Raina.


Lala melirik Fano yang asik memakan choky choky, ia tersenyum lalu menoel noel tangan Fano.


"Apasi Kak Lala genit banget noel noel Fano,"ucap Fano menepis pelan tangan Lala.


"Ketopraknya minta ya,"ucap Lala pelan.


Fano berkacak pinggang membelalakan matanya pada Lala."Enak aja ini makanan kesukaan Pano kak Lala makan Indomie aja sana,"tolak Fano mengambil ketopraknya.


Lala memelas saat Fano menolak dan memperhatikan Fano saat membuka bungkus ketoprak air liurnya serasa ingin menetes.


"Kak Lala ambilin sendok dong Pano mau makan gak ada sendoknya,"pinta Fano.

__ADS_1


"Gak mau! enak aja nyuruh nyuruh kamu aja pelit,"tolak Lala membuang mukanya.


"Kak Lala jadi olang tuh gak boleh dendam kata Pak ustad dosa nanti masuk nelaka sepelti biasa kalo kak Lala masuk nelaka Pano gak bisa nolongin bisanya ketawain doang,"ucap Fano yang masih sibuk dengan choky chokynya.


"Siapa juga yang mau ditolongin sama Fano, Fano tau gak orang pelit tuh bisa masuk neraka juga loh,"ucap Lala.


"Yaudah deh ambilin sendok dulu nanti kak Lala aku kasih kelupuknya tapi dikit aja soalnya Pano suka kelupuknya,"ucap Fano.


"Enggak mau, udah ah aku mau masak indomi aja awas ya kalo Fano minta aku ceburin ke dalem aquarium biar berenang bareng ikan,"tolak Lala berjalan menuju dapur.


"Ih dasal teletabis pelit Pano gak jadi ngepens ah sama Lala, Pano ngepens sama dipsi aja nanti kalo Pano punya anak Pano namain dipsi,"omel Fano menghentakan kakinya beranjak dari duduknya berlarian menuju dapur mengambil sendok.


"Masak masak sendili, makan indomi sendili yang lain makan ketoplak, emang enak sukurin wlee,"ledek Fano menjulurkan lidahnya lalu berbalik menggoyang goyangkan bokongnya.


Lala manahan geram ingin sekali rasanya memasak Fano bersama dengan Indomie.


"Fanooo,"teriak Lala.


"Kaboorrrrrrrr,"teriak Fano berlarian menuju ruang tengah sambil cekikikan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2