
Raina berlarian menyusul Fathan sambil meneriaki namanya, ia sadar sedari tadi menjadi pusat perhatian orang namun ia tidak peduli.
"Kak Fathan!" teriak Raina.
Fathan berhenti saat melihat boneka keroppi. Ia terdiam sejenak lalu tersenyum menghampiri boneka tersebut.
"Kak Fathan jahat banget aku ditinggalin," keluh Raina dengan arah pandangan melihat boneka keroppi yang dilihat oleh Fathan.
"Ngapain aku disitu cuma buat nontonin pacar sendiri minta nomor hape cowo mending aku jalan," sindir Fathan dengan nada ketusnya.
Raina tertawa mendengar perkataan Fathan ia mengusap wajah Fathan dengan cepat menggunakan telapak tangannya.
"Aku tau kamu cemburu, tapi Marvel itu temen aku loh sama kaya kamu dan Fahira. Aku aja gak marah sama kamu pas kamu bahas-bahas masa lalu di depan aku, padahal aku gak ngerti arah pembicaraan kalian," ucap Raina santai.
Fathan semulanya fokus pada boneka akhirnya mengalihkan pandangannya ke arah Raina.
"Maksud kamu apa? Aku sama Fahira udah jelas gak ada apa-apa, aku juga udah cerita ke kamu kalo Fahira sukanya sama Farhan bukan aku, gak adil kalo kamu bandingin sama cowo yang tadi. Aku sama Fahira ketemu gak pelukan kaya kalian," jelas Fathan.
"Iya aku yang salah!" ucap Raina penuh penekanan, ia tidak mau memperpanjang perdebatan yang nantinya akan mempersulit keadaan hingga ia memilih untuk mengalah.
Sebenarnya perkataan Fathan membuat hati Raina jengkel namun ia berusaha sebisa mungkin tidak memancing keributan.
********
Lala baru saja dapat pesan dari Mamanya untuk cepat kembali ke rumah hingga dengan terpaksa ia berpamitan pada teman-temannya.
"Gais. Lala pulang duluan ya, kalian jangan kangen Lala besok kita ketemu lagi kok, tapi besok libur yaudah besoknya lagi aja kita ketemunya, bye bye," pamit Lala.
"Mau dianter gak?" tawar Farhan.
"Engga usah Lala biasa sendiri kok kaya bang toyib, kak Rama gak usah nawarin Lala tenang aja adik ketemu gede lo ini mandiri," ucap Lala dengan percaya diri beranjak dari kursinya.
Rama memandang Lala heran, ia menggelengkan kepala saat mendengar celotehan Lala.
"Kepedean banget lo gw aja gak ada niatan nawarin lo," bantah Rama.
"Yaudah hati-hati di jalan ya La," ucap Aisyah tersenyum.
Setelah Lala pergi meninggalkan kantin suasana meja mereka menjadi ramai sekali membicarakan perihal ulang tahun Lala.
"Tumben banget si Lala gak kode-kode kaya dulu, biasanya dulu tuh dia kode terus loh bukan kode lagi malahan request," ucap Zara.
"Mungkin dia lupa Zar, sekarang mending kita berangkat cari kado buat Lala aja yuk," saut Aisyah.
"Nah ide bagus tuh, tapi hari ini gw bawa motor gak bawa mobil," ucap Rama.
"Gw juga," saut Raka.
"Yaudah Gapapa naik motor seru juga kok," ucap Farhan.
***********
Saat membaca pesan dari Raina, Fano tanpa permisi ikut melihat isi pesan dari Raina ia berusaha mengeja hingga membuat Reno gemas melihatnya.
"Sampe lima kali lebaran gak bakalan selesai kamu bacanya Fano kalo kaya begini," ledek Reno.
"Pano masih PAUD belum bisa baca di dalem hati kaya olang tua, sabal bental ya Pano lagi usaha kak Leno doain Pano aja bial cepet kelal bacanya," ucap Fano melanjutkan kembali mengeja setiap huruf yang ada di layar ponsel Reno.
Reno menghela nafas ia memberikan ponselnya pada Fano membiarkan sepupunya membaca.
Setelah 15 menit Fano belum juga mengembalikan ponselnya.
"Udah belum bacanya, lama banget sih kalo kak Reno yang baca udah satu buku habis nih," ucap Reno terkekeh.
Reno penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Fano pada ponselnya, ia menghampiri Fano ia terkejut saat melihat Fano asik mengirim banyak sekali stiker di pesan whatsapp tepatnya di kontak Lala.
__ADS_1
Fano asik cekikikan saat Lala membalas pesannya, ia kembali mengirimkan stiker pada Lala.
"Fano kan mau baca katanya kok malah ngirim-ngirim stiker sih," ucap Reno.
"Stikelnya lucu ada gambal petliknya, Pano udah kelal bacanya dali tadi," ucap Fano.
"Apa bacaannya?" tanya Reno.
"Kak Lala besok ulang tahun," jawab Fano santai.
Reno mengerutkan dahinya saat melihat Fano yang begitu santai tidak seheboh biasanya padahal besok yang berulang tahun Lala.
"Fano gak mau beli kado buat kak Lala," tanya Reno.
"Beli dong, tapi nanti tunggu Abang tukan mainan yang pake gelobak lewat di depan lumah," jawab Fano.
"Mau ngadoin apaan beli disana emangnya kak Lala anak kecil dibeliin mainan," ucap Reno tertawa.
"Bialin ah, Pano mau makan dulu lapel bye bye kak Leno jomblo," ucap Fano tangannya menyodorkan ponsel pada Reno lalu berlarian menuju dapur.
*********
Berbeda dengan yang lain kini sepasang manusia yang sedang berada diatas motor terus berdebat membuat orang sekitar yang mendengar perdebatan mereka menatap keduanya sambil menggelengkan kepala.
"Ngapain juga anda di motor saya padahal anda bisa ikut motor Rama," teriak Farhan karena situasi jalanan yang membuat suaranya tidak terdengar jika tidak berteriak.
"Apa? Lo ngomong apa sih?" teriak Zara tepat di depan telinga Farhan membuat Fathan meringis untung saja ia menggunakan helm kalau tidak mungkin sehabis membeli kado Lala ia harus pergi ke THT.
Farhan memutuskan untuk menepikan motornya sebentar, setelah motor berhenti ia menaikan kaca helm menatap Zara kesal.
"Gak usah teriak di kuping saya bisa tidak. Lama-lama anda saya turunin disini!" omel Farhan.
"Namanya juga di jalan, nanti kalo gw ngomong kaya biasa dibilang bisik-bisik giliran teriak marah-marah sadar dosen aneh, kalo bukan dosen udah gw jitak nih orang," ucap Zara dengan mengecilkan suaranya diakhir kalimat.
"Masalahnya telinga saya ada di dekat mulut anda jadi gak wajar kalo anda berteriak di telinga saya," ucap Farhan kembali menurunkan kaca helmnya lalu menjalankan motornya.
********
Fathan mengikuti Raina dari belakang namun tidak mengeluarkan sepatah kata.
"Kak Fathan kenapa jalannya di belakang sih udah kaya bodyguard aja, udahlah gak usah diperbesar masalahnya kita fokus aja dulu cari kado Lala," ucap Raina.
"Terus aku disuruh anteng aja gitu ngeliat pacar aku peluk-peluk cowo lain di depan aku abis itu malah membalikan keadaan ngebawa nama Fahira bukannya ngaku salah atau apa gitu," oceh Fathan.
Raina menunduk sejenak berusaha menetralkan rasa kesalnya.
"Kak dari tadi aku ngalah loh biar kita gak banyak debat, tapi kenapa kamu kaya gini sih. Ya udah aku minta maaf kalo aku udah peluk-peluk cowo lain di depan kamu tapi itu cuma sekedar rasa kangen aku sama dia aja gak lebih," jelas Raina.
Disela perdebatan mereka muncul Fahira yang entah sejak kapan ia sudah berada di belakang Fathan membuat Raina semakin kesal.
"Hallo, kalian kenapa ribut-ribut begini," sapa Fahira.
"Ah biasanya Hira perempuan selalu merasa benar padahal salah," sindir Fathan.
"Gw perempuan juga loh, berarti lo ngatain gw juga," ucap Fahira.
Mereka hanyut dengan pembicaraan mereka yang membuat Raina semakin kesal, ia bagaikan obat nyamuk diantara pasangan yang sedang dimabuk cinta.
Raina tidak fokus pada tujuannya hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi meninggalkan Fathan dan Fahira di toko boneka.
Maunya apasih tadi gw dimarah-marahin sekarang justru malah dia yang asik ngobrol serasa gak ada orang disana.
Raina memutuskan untuk pergi ke restoran, salah satu kebiasaannya jika sedang kesal pasti ia melampiaskannya ke makanan.
Mending gw makan dah dari pada migrain liat pacar asik sama masa lalunya.
__ADS_1
Raina masuk ke dalam restoran sambil mencari meja yang kosong.
Fathan dan Fahira baru menyadari kepergian Raina mereka saling melempar pandang.
"Lo gak susul Raina? Gw takut dia salah paham sama gw," tanya Fahira.
"Gak usah lah, gw juga lagi kesal sama dia dari pada ribut lagi mending diemin aja dulu. Palingan sekarang dia gak jauh dari sini," ucap Fathan santai.
"Sebenernya lo serius gak sih sama dia? Keliatannya lo santai banget gak ada panik-paniknya kaya cowo lain, padahal gw denger-denger lo bucin banget," ucap Fahira dengan serius.
Fathan mendengus sebal ia melirik Fahira sekilas.
"Kalo dibilang serius pasti serius Hira, cuma gw lagi bete aja sama Raina," curhat Fathan.
Fathan mulai menceritakan masalahnya mulai dari niatnya ingin menemani Raina mencari kado sampai akhir pada Fahira.
Fahira tertawa sambil memukul bahu Fathan saat mendengar cerita Fathan.
"Cemburuan juga lo ya ternyata Ha-ha-ha, kayanya Raina salah paham sama kita deh," ucap Fahira dengan tertawa mengejek.
"Dia teralu nethink sih sama gw padahal gw sayang sama dia tapi dia curigaan terus heran gw harus gimana," ucap Fathan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung ....