SENIOR

SENIOR
Bolos


__ADS_3

Pagi hari pada pukul 08.49 tepatnya di rumah Fathan seisi rumah dibuat kebingungan dengan sikap Fathan yang sibuk bolak balik melirik cermin.


"Ngapain si kamu Fathan lama-lama tuh kaca bisa retak kamu tengokin terus," tegur Ita.


"Biasalah Bun kaya gak pernah muda aja," jawab Fathan.


"Bun bang Han kapan kelarnya sih, sekarang bang Fath bucin banget pacaran terus tiap hari aku dianggurin tapi pacarnya diapelin mulu," adu Aisyah sambil mengerucutkan bibirnya.


"Seminggu lagi dia sidang akhir abis itu balik lagi kesini mungkin sekitar 2 mingguan lagi lah," jawab Ita.


"Aisyah mau bareng gak? apa mau berangkat ntar aja," tanya Fathan yang mengetahui Adiknya kelasnya Aisyah dimulai pada pukul


10.45.


"Bareng aja deh, pasti Raina berangkat bareng bang Fath kan jadi aku gak bosen nungguin di kampus kalo ada Raina," ucap Aisyah semangat.


"Yaudah yuk buruan kelas gw 45 menit lagi mulai nih, Bun Fathan pamit berangkat ngampus ya," pamit Fathan mencium punggung tangan Ita begitu pun Aisyah ia melakukan hal yang sama dengan Fathan.


******


Mobil Fathan sampai diperkarangan rumah Raina, terlihat Raina yang sudah rapi dan siap menyambut kedatangan mereka.


Aisyah mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Lala namun ia tidak melihat tanda-tanda kehadiran Lala.


"Lala gak ikut?" tanya Aisyah.


"Lala lagi beberes noh di dalem bareng gengnya," jawab Raina.


Fathan tertawa mengingat kejadian semalam saat ketiganya diamuk oleh Wina dan dihukum selama seminggu.


"Ternyata omongan Mama kamu gak bercanda ya jadi pengen ngeledek si Lala tapi udah mepet banget nih 17 menit lagi mending kita berangkat duluan aja dah," ajak Fathan.


"Lah terus si Lala berangkat sama siapa," tanya Aisyah bingung.


"Udah biarin dia mah naik karpet aja bisa nyampe ke kampus, yuk ah buruan telat nih," ucal Fathan menarik kedua perempuan yang masih terdiam.


*****


Aisyah, Fathan dan Raina sudah sampai di parkiran kampus kedatangan mereja berhasil menyita seluruh perhatiaan disekitarnya.


*Eh itu si Raina makin nempel aja ya sama kak Fathan.


Iya tuh jadi iri gw.


Katanya sih mereka jadian pas acara kemping gua denger langsumg dari Lala gak mungkin kan ini hoax.


Kalah telak si Maira haha*.


Kira-kira begitulah gosip yang sedikit terdengar oleh telinga mereka membuat Raina ingin menolehkan kepalanya ke arah si penggosip namun ditahan oleh Fathan lalu merangkul Raina melanjutkan jalannya.


"Senangnya dalam hati dipepet dua cewe cakep," goda Rama yang tiba-tiba saja sudah berada di belakang mereka.


"Sirik aja lo jomblo," ledek Fathan.


Rama membelokan kakinya menuju kelas lalu menghentikan langkahnya saat merasa ada yang aneh, ia melirik Fathan kebingungan karena Fathan terus berjalan bersama Raina dan Aisyah.


"Ehhh mau kemana lo Fath kelasnya disini oneng," teriak Rama.


Mereka bertiga menghentikan langkahnya saat mendengar teriakan Rama, Fathan memejamkan mata tangannya terangkat menepuk dahinya.


"Hehe kelewat deh, jalan bareng kamu kaya ada magnetnya sampe gak rela pisah gini, aku masuk kelas dulu ya, De jagain pacar gw ya kalo dia genit jewer aja," ucap Fathan segera meninggalkan Raina dan Aisyah.

__ADS_1


"Kok Aku geli sendiri ya Raina liat Abang aku yang sekarang," ucap Aisyah bergedik ngeri.


Raina hanya terkekeh saat mendengar ucapan Aisyah dan melanjutkan langkah kakinya menuju kantin diikuti oleh Aisyah.


*****


Sementara di rumah Raina terlihat tiga orang yang baru saja mendudukan dirinya secara bersamaan di sofa setelah mengerjakan pekerjaan rumah.


"Huhh telnyata selu juga yaa gotong loyong tapi capek badan Pano pegel-pegel kayanya encok deh," ucap Fano sambil memegang kepalanya.


"Iya Fano iyaaa suka-suka Fano lah gemes aku liatnya," ucap Reno geram.


"Gara-gara lo nih ya kak Reno ngajarin yang gak bener ke Fano," omel Lala.


"Mama aku tuh marah gara-gara si Fano nyolong toplesnya nah imbasnya ke semua gak usah nyalahin aku juga lah," bantah Reno.


"Udah-udah belisik Pano pusing nih ini semua salah tukang bakso bial adil," teriak Fano.


"Bodoamat ah gw mau siap- siap dulu udah jam 10 ntar gw telat lagi," ucap Lala berjalan meninggalkan keduanya begitu pun dengan Reno yang berjalan menuju kamarnya untuk bersiap berangkat ke kantor.


Fano melirik keduanya yang perlahan pergi lalu ia merebahkan tubuhnya di sofa meraih remot televisi mencari kartun kesayangannya.


"Pano jadi sendilian deh kan. Pano jadi pengen belangkat PAUD lagi," gerutu Fano.


29 menit kemudian Lala dan Reno bertemu di ruang tamu mereka tersenyum menggelengkan kepalanya saat melihat Fano yang sedang tertidur pulas sambil memegang remot televisi.


"Kasian banget si bocil pasti capek banget, anteng-anteng ya Fansku," ucap Lala mencium gemas kening Fano.


Lala membelalakan matanya saat melihat Reno yang sudah sampai di depan pintu ia berlarian menyusul Reno hingga membuat nafasnya sesak.


Lala mengetuk kaca mobil Reno tidak sabar hingga membuat Reno menatapnya kesal.


"Kak Reno jahat banget si ninggalin gw, gw nebeng ya anterin gw sampe kampus, ganteng deh cakep deh," bujuk Lala dengan wajah yang dibuat semelas mungkin.


Lala memandang mobil Reno yang perlahan mulai meninggalkan rumah dengan kesal ia terus meneriaki Reno dan menyumpahinya.


"Dasar bos gadungan masa bos takut telat padahal gak ada yang pecat dia juga," gerutu Lala.


Lala menghela nafas ia hanya bisa pasrah saat melihat jam tangannya menunjukan pukul 10.30 membuatnya pesimis.


"Udahlah gw bolos aja percuma juga gw berangkat pas sampe sono udah kelar mending gw jalan-jalan aja ah," gumam Lala.


Langkah kaki Lala membawanya pergi menuju perkampungan kumuh, ia melihat 4 orang anak yang sedang ribut merebutkan makanan di pinggir jalan membuat Lala penasaran lalu menghampiri mereka.


"Eh jangan rebutan tenang-tenang Lala beliin lagi nih kalian boleh minta ke abangnya sampe puas nanti aku yang bayarin," ucap Lala melirik penjual batagor.


Perkataan Lala membuat keempat anak tersebut bersorak kegirangan mereka berlarian menghampiri penjual batagor dengan semangat.


"Kasih aja bang nanti Lala yang bayar itung aja totalnya, tapi Lala juga mau ya seporsi," ucap Lala tersenyum.


Batagor sudah jadi Lala memakan batagor bersamaan dengan keempat anak tersebut.


"Oh iya kalian kok disini kalian gak sekolah?" tanya Lala sambil meletakan piring kosong si sampingnya.


Dengan bersamaan mereka menggelengkan kepalanya lalu melirik kembali gerobak batagor.


"Kenapa? harusnya kalian tuh sekolah biar masa depan kalian bagus, ah iya kalo kalian mau nambah minta aja lagi mau bungkus juga gapapa silahkan," ucap Lala tersenyum.


"Boleh kak?" tanya salah satu dari anak tersebut direspon anggukan oleh Lala.


Lala tersenyum melihat anak-anak tersebut yang begitu semangat.

__ADS_1


Tiba-tiba datang seorang laki-laki menghampirinya sambil bertepuk tangan.


"Wih banyak duit lo neraktir mereka segitu banyaknya atau jangan-jangan lo mau nyulik mereka terus lo jual ya," ucap laki-laki yang kini berada di hadapannya.


Lala menatap laki-laki yang berada di hadapannya geram dengan cepat kakinya terangkat menginjak laki-laki tersebut tanpa ampun.


"Seenak jidat aja lo kalo ngomong gw selepet nih ya, gw tuh ikhlas lahir batin beliin mereka lagian nih ya gw cantik begini mana ada tampang penculiknya," omel Lala.


Salah satu anak menghampiri mereka menarik ujung baju laki-laki tersebut.


"Kak Bayu jangan marah-marah sama kak Lala, kak Lala ini baik banget tau," ucapnya.


"Tuh dengerin anak kecil gak mungkin boong," ketus Lala.


"Oh gitu ya udah gw minta maaf soalnya sekarang banyak banget orang yang sok baik nyatanya ada maunya," ucap Bayu.


"Ah iya kalian ngapain masih disini sekarang kan jam nya kalian belajar, walaupun kalian gak sekolah kalian tuh gak boleh kalah sama anak yang sekolah ayo buruan ikut kak Bayu udah ditungguin dari tadi ternyata asik makan batagor ya," ucap Bayu.


"Yaudah kalo begitu kak Lala pamit dulu ya kalian belajar yang rajin biar nanti jadi orang sukses," pamit Lala segera pergi meninggalkan mereka.


******


Jam kuliah di kelas Raina baru saja berakhir kelas yang semulanya sunyi menjadi ramai saat dosen keluar kelas.


"Si Lala kebangetan ya bukannya berangkat malah bolos," ucap Zara.


"Gw juga gak ngerti Zar tadi gw telpon rumah katanya dia udah berangkat, gw tanya kak Reno jawabannya pun sama," ucap Raina.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2