SENIOR

SENIOR
Gara-gara toples


__ADS_3

Fano memberikan piring yang berisi tulang ikan pada Lala dengan lincahnya ia berlarian menuju dapur menghampiri Reno yang sedang duduk di meja makan.


"Kak Leno malah duduk ayo kita ke tamannya papa Gio telus tanam pohon ikan lele," ajak Fano sambil menarik-narik baju Reno.


Lala memasang wajah bingungnya ketika mendengar perkataan Fano ia melirik piring yang berada di tangannya menatap Reno jengkel.


Awas lo ya tunggu pembalasan gw, Kak. Gak ngerti banget sih orang lagi ngobrol malah digangguin.


Reno menahan tawanya saat menyadari tatapan jengkel Lala yang tertuju padanya.


Bodoamatlah mau marah ya marah aja intinya aku happy ngerjain dia.


******


Di ruang tamu heboh dengan Raina yang terus mengintrogasi Aldo mengenai alasan kedatangannya yang diluar dugaan hingga membuat Fathan jengkel saat melihat Raina begitu antusiasnya bertanya pada Aldo sampai dirinya tak dihiraukan.


"Aldo jujur sama gw buruan gak usah ngeles terus lo ada apa sama Lala," tanya Raina dengan rasa penasaran yang sudah berada di puncak kepalanya.


"Kepo ah. Noh liat pangeran galak lo udah melotot ntar balik dari sini tinggal nama doang lagi gw," jawab Aldo sengaja menyindir Fathan karena sedari tadi ia risih terus menerus ditatap oleh Fathan.


"Biarin ah gw lagi kepo tingkat dewa cerita buruan ke gw lo suka sama Lala? sejak kapan? kok gw gak tau, cieee udah move on tapi kok cepet banget ya," Raina tidak menyerah dan terus menghujani Aldo dengan pertanyaan-pertanyaannya.


"Oh jadi kamu pengennya dia gak move on dari kamu gitu?" ucap Fathan dingin.


Raina melirik Fathan menunjukan cengirannya.


"Hehe gak gitu maksudnya nanti aku jelasin ya jangan marah dulu pacar aku ganteng deh kalo gak marah-marah," ucap Raina mengeluarkan senyum termanisnya untuk membujuk Fathan.


"Aku mendadak mual nih denger omongan kamu tolong dong kayanya aku alergi deh," sindir Reyhan mengikuti cara bicara Raina.


"Mah, anak kita ternyata alay ya dia sadar gak sih disini ada kita, pusing kepala siwon dengernya sampe ubanan nih," sindir Gio.


"Namanya juga anak muda,Pah. Kaya gak pernah alay aja sampe sekarang pun kamu masih lebay," ucap Wina terkekeh.


Disela obrolan mereka terdengar keributan dari arah kebun mereka melirik Fano yang membawa sehelai kain berwarna biru sambil berlarian menuju luar rumah.


"Kaya kenal tuh kain yang dibawa sama Fano," ucap Reyhan.


"Mereka ngapain lagi sih ya ampun pusing lagi kepala Siwon kan jadinya, mari gais kita susul mereka Papa tau kalian pasti penasaran mereka lagi ngapain kan," ajak Gio dengan semangat ia berjalan menuju kebunnya.


Saat sampai di depan kebun yang mereka lihat pertama kali adalah Fano yang sedang asik memetik berbagai macam bunga yang ada di kebun ia masukannya ke dalam toples hal tersebut membuat Wina geram ia teringat dengan biji ketapang yang baru saja ia masukan ke dalam toples yang sekarang sedang digunakan oleh Fano untuk wadah bunga.


Sementara Gio tak kuasa menahan sedihnya ketika melihat bunga-bunganya yang sangat ia jaga seperti menjaga istri dan anaknya menjadi lenyap akibat ulah Fano.


Sementara Raina, Fathan dan Reyhan saling melirik satu sama lain saat melihat perubahan raut wajah Wina dan Gio.


"Mah yuk kita teriak barengan satu... dua... tigaaaa," ucap Gio.


"Fanooooooo," teriak Wina dan Gio bersamaan berjalan menghampiri Fano sambil berkacak pinggang.


Fano terkejut saat mendengar teriakan Wina dan Gio ia lebih terkejut lagi saat melihat raut wajah mereka yang siap menerkamnya dengan cepat ia berlarian menghampiri Reno dan Lala yang sedang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.

__ADS_1


Haduh kena deh Pano, Pano minta tolong sama siapa ya huaa... siapapun tolongin Pano sumpah Pano nyesel nyolong toples mama Wina.


Fano bersembunyi di balik punggung Reno kakinya gemetaran saat melihat yang lainnya berjalan menghampirinya.


"Kalian bertiga sini!" teriak Wina.


Ketiganya berjalan menghampiri Wina dengan saling menyikut satu sama lain dengan kepala yang menunduk.


"Kalian tuh ngapain sih malem-malem ada aja kerjaannya, ini juga Reno paling tua bukannya ajarin yang bener malah ikut-ikutan. Ini ide siapa?," omel Wina.


"Sukurin diomelin sama serigala rumahkan lo haha," ledek Reyhan.


Mereka saling tunjuk satu sama lain hingga membuat Wina kebingung.


"Kalian mau ngerjain Mama ya? Yang bener jawabnya bikin bingung aja," omel Wina namun jawaban mereka tetap sama yaitu saling tunjuk satu sama lain.


Wina menatap ketiganya jengkel dengan rasa kesal yang sudah berada di pucuk kepalanya ia menarik telinga mereka bergiliran.


"Oke, kalo jawaban kalian begitu kalian Mama hukum semuanya bersihin seisi rumah selama seminggu dan gak ada tawar menawar," tegas Wina lalu membalikan badannya meninggalkan mereka.


"Sukurin makanya jangan lawan macan betina selamat jadi pembokat ya anak-anakku sayang bye bye yuk gais kita balik lagi ke dalem kita kotorin rumah biar mereka banyak kerjaan," ucap Gio tertawa berjalan menyusul Wina yang sudah masuk ke dalam rumah terlebih dahulu.


******


Fathan melirik Aldo malas ia beranjak dari duduknya menghampiri Aldo ketika melihat Raina berjalan menuju dapur.


"Lo ngapain masih disini, noh Lala di kebon lagi bercocok tanam samperin sono kan lo nyari Lala kenapa ngekorin kita terus," ketus Fathan.


"Cerewet banget lo kaya nenek-nenek lo gak liat noh si Lala lagi kena omel nanti yang ada gw nambahin masalah dia makanya gw gak nyamperin dia," ketus Aldo.


Belum sempat Aldo menjawab Raina sudah datang terlebih dahulu membawakan minuman dan cemilan.


"Senengnya liat kalian akur begini, ngobrolin apasi asik banget kayanya?" tanya Raina.


"Raina gw mau pamit pulang nih kayanya gak memungkinkan waktunya buat gw ngobrol sama Lala lain waktu aja kali ya hehe, sampein aja ya nanti salam dari gw buat Lala," ucap Aldo tersenyum ia sudah tidak tahan melihat tatapan Fathan yang seakan-akan ingin membunuhnya lebih baik ia menunda pertemuannya dengan Lala dari pada ia harus terus menerus menanggapi sikap Fathan yang begitu cemburuan.


"Yah kok gitu cepat banget lo belom nyicipin cemilannya loh masa udah mau pulang kak Fathan aja yang dari tadi disini betah banget loh," ucap Raina sengaja sedikit menyindir Fathan hingga membuat Fathan jengkel.


"Dia mah enak Raina gak ada yang melototin lah gw tiap gerak dikit dipelototin haha, yaudah ah gw mau pamit sama orang tua lo dulu ya," ucap Aldo beranjak dari duduknya berjalan menuju Wina dan Gio untuk berpamitan.


*****


Setelah Aldo pulang mereka duduk di teras rumah.


Fathan terus memasang wajah jengkelnya meskipun yang membuatnya jengkel sudah pulang sejak 10 menit yang lalu.


"Kak jangan gitulah mukanya jadinya gak ganteng lagi dah pacar aku," ucap Raina menepuk-nepuk kedua pipi Fathan pelan menggunakan kedua tangannya.


Fathan melirik Raina sinis dengan gemas tangannya merangkul Raina lalu naruh kepala Raina telat dibawah ketiaknya.


"Kamu kenapa si kepala batu banget udah jelas-jelas aku gak suka kamu deket-deket sama dia tapi kamu malah nempelin dia terus, pacar kamu tuh siapa sih," omel Fathan.

__ADS_1


"Iya-iya ampun aku gak enak aja dia kan tamu masa dicuekin coba kamu jadi tamu terus dibiarin pasti keselkan," oceh Raina sambil memukul lengan Fathan.


"Dia kan tamunya Lala kenapa kamu yang repot suruh aja dia ngobrol sama Lala gitu aja susah banget," ucap Fathan kesal.


"Pacar aku cemburuan banget sih jadi gemes," ucap Raina mencubit gemas pipi Fathan.


"Aku gak cemburu cuma sebel aja liat dia ngikutin kamu terus," bantah Fathan.


"Sama aja sayang, dengerin nih ya mau dia ngikutin aku dari Sabang sampe Marauke tetap aja hati aku cuma buat kamu," ucap Raina.


"Ciee udah berani manggil-manggil sayang, pinter banget balikin situasi ya kamu, mana ada begitu yang ada dari Sabang sampai Marauke berjejer pulau-pulau tau," ucap Fathan tertawa.


******


Raina dan Reno tidak berhenti saling menyalahkan membuat Fano pusing mendengarnya, ia tersenyum saat tulang ikan lele sudah terkubur dengan rapi.


"Asikkk kita tunggu besok ya kila-kila nanti numbuhnya duit apa ikan lele ya Pano jadi gak sabal nunggu besok," ucap Fano semangat.


"Yaudah yuk balik ke dalem sebelum Mama ngamuk lagi," ajak Reno.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.....


__ADS_2