SENIOR

SENIOR
nemu bayi


__ADS_3

Hari ini semua sedang bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit menemani Raina untuk menjalankan operasi donor kornea matanya kecuali Lala, Reno dan Farhan dikarenakan Farhan yang ada jadwal mengajar di kampus. Sedangkan Lala dan Reno ada jadwal pemotretan untuk prewedding mereka hingga dengan sangat terpaksa mereka tidak bisa ikut menemani Raina.


Raina terlihat gugup dan sangat gelisah ia sangat merasa takut. Ia takut operasinya gagal hingga membuat orang-orang disekitarnya sedih.


Fathan yang berada di samping Raina dengan sigap langsung merangkul Raina berusaha menenangkannya karena ia tahu kini suasana hati Raina sangat tidak baik.


"Aku tau kamu panik dan cemas, tapi kamu harus yakin semuanya akan baik-baik aja, tenang ada aku disini yang selalu ada di samping kamu kalo perlu aku temenin kamu sampe ke ruang operasi," ucap Fathan.


"Ayooo kita berangkat, dokternya udah ada di rumah sakit gak enak kalo telat," teriak Wina.


Mendengar teriakan Wina semua segera berjalan menuju mobil dengan cepat.


***


Lala sepanjang jalan terus merengut dan menyalahkan Reno yang tidak bisa membujuk Wina dan juga Gio untuk menunda prewedding mereka dan mengizinkan mereka menemani Raina.


Reno yang sedang fokus pada kemudinya menatap Lala jengah, ingin sekali rasanya ia menyumpal mulut Lala dengan kertas.


"Kamu cerewet banget sih Lala. Aku udah usaha bilang ke Mama dan Papa tapi mereka gak izinin yaudah mau gimana lagi masa mau aku lawan berarti aku durhaka emangnya kamu mau punya suami durhaka? Bisanya nyalahin doang padahal kamu cuma diem tadi pas di depan Mama sama Papa," omel Reno.


"Gak mau lah masa Lala punya suami titisan malin kundang sih. Yah terus gimana dong padahal Lala pengen banget nemenin Raina operasi," ucap Lala.


"Lala dengerin aku ya. Disana udah banyak yang nemenin Raina kalau nambah kamu nanti rumah sakitnya jadi sempit. Udah ya ini emang pilihan paling tepat kita foto prewed biar cepet kelar terus urus semua yang belum selesai biar nanti gak ketar ketir. Kamu mau kan Raina bisa liat acara nikahan kita?" ucap Reno tanpa melihat Lala.


Lala menghela nafas pasrahnya, setelah ia pikir-pikir ucapan Reno ada benarnya juga.


"Yaudah deh iya," ucap Lala pasrah.


Reno menginjak remnya secara mendadak saat melihat anak kecil yang hampir saja tertabrak oleh mobilnya karena anak tersebut berlarian menyebrang jalan dan tidak melirik sekitar. Untung saja Reno tidak membawa mobilnya dalam kecepatan yang tinggi hingga hal yang tidak ia inginkan tidak terjadi.


Lala terkejut saat melihat anak kecil yang nyaris tertabrak. Keningnya pun terasa sakit karena kejedot oleh dashboard mobil refleks ia mengusap keningnya.


Reno pun panik dan menatap Lala panik cemas, ia bingung harus menanyakan kondisi Lala atau menghampiri anak kecil tersebut terlebih dahulu.


Lala membuka pintu mobil sambil mengusap-usap keningnya, ia melihat anak tersebut sedang berjongkok di dekat mobil Reno dengan perasaan cemas dan khawatir Lala menghampiri anak tersebut.

__ADS_1


"Hai, pasti kamu syok banget ya De. Sini yuk ikut aku minggir dulu," ajak Lala menggandeng tangan anak tersebut.


"Maafin aku ya udah buat kamu ketakutan, ada yang luka gak?" tanya Lala.


Anak tersebut menggelengkan kepalanya kemudian ia memeluk tubuh Lala sambil memeluk tubuh Lala.


"Orangtua kamu mana? Kenapa kamu jalan sendirian Dek, bahaya loh nanti kalau kamu hampir ketabrak kaya tadi lagi gimana." Lala mengedarkan pandangannya kesekitar jalanan.


"Aku sama adik aku ditinggalin sama Mama mona Kak," ucap anak tersebut dengan wajah sedihnya.


Lala tercengang saat mendengar ucapan anak tersebut ia tidak habis fikir dengan seorang Ibu yang tega membuang anaknya sedangkan banyak sekali orang diluar sana yang menginginkan kehadiran seorang anak.


"Terus adik kamu dimana?" tanya Lala dengan lembut.


"Adik aku ada disana kak. Aku lapar mau cari makan tapi aku gak punya uang." Anak tersebut mengarahkan jari telunjuknya ke arah seberang.


Reno yang baru saja selesai menepikan mobilnya supaya tidak menghalangi jalan segera ia berjalan menyusul Lala. Reno menghentikan langkahnya sejenak ia tersenyum melihat Lala yang begitu perhatian dan mennyayangi anak tersebut.


"Dibalik sikapnya yang aneh-aneh ternyata dia penyayang sama anak-anak. Sosok perempuan kaya gini yang aku butuh untuk jadi pendamping aku," gumam Reno.


"Kamu gapapa kan dek? Gak ada yang luka, maafin kakak ya, kakak gak sengaja." Reno berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan anak tersebut.


"Nanti aja kak nanya-nanyanya itu udah Lala tanyain soalnya, mendingan kita kesana dulu deh kasian adiknya anak ini, Lala takut nanti adiknya diculik dan Lala gak bisa bayangin kalo beneran diculik." Lala berbicara dengan nada paniknya hingga membuat Reno ikut Panik.


"Emang ada apa sih? Kenapa kita harus nyusulin adiknya anak ini?" tanya Reno kebingungan.


Lala mendengus sebal karena Reno banyak sekali bertanya padanya.


"Ih kak Reno nanti aja nanyanya, sekarang kita pergi dulu ke seberang sana buat ambil adiknya Cila," ucap Lala menatap Reno geram.


Reno pun menganggukkan kepalanya menuruti apa yang Lala minta tanpa menanyakan beberapa pertanyaan yang bersarang di kepalanya.


"Yaudah ayo." Reno menarik tangan Lala.


Cila yang mengarahkan tempat dimana ia meletakkan adiknya ke pada Lala, sementara Reno terus menatap Cila dengan tatapan curiganya ia takut Cika merupakan salah satu anak yang diperalat oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

__ADS_1


"Mau kemana sih dari tadi gak nyampe-nyampe," keluh Reno.


Lala melirik sinis Reno kemudian tangannya mencubit pinggang Reno hingga membuat Reno gemas.


"Bisa diem gak? Dari tadi kak Reno nanya mulu nih liat tuh Cila jadi takut sama kak Reno," omel Lala.


"Bukan begitu Lala. Kita udah telat dan udah di tungguin sama tukang fotonya, kamu kamu diocehin sama Mama selama seminggu," ucap Reno.


Lala menggelengkan kepalanya dengan mantap.


"Gak takut sama sekali. Lagian mana mungkin mama Wina marah aku kan punya alasan kenapa telat dateng kesana," ucap Lala.


"Yaudah terserah kamu deh," pasrah Reno dengan wajah kesalnya.


Cila berhenti disuatu tempat yang sangat kumuh, ia berjalan memasuki tempat tersebut. Reno semakin dibuat ragu pada Cila ia terus was-was melihat sekitar.


"Itu kak adik aku," ucap Cila menunjuk anak bayi yang sedang menangis.


"Pantes aja dari tadi aku denger suara anak nangis heum, aku kira ada hantu loh disini Cila untung aku pemberani. Jadi adik kamu masih bayi?" ucap Lala melangkahkan kakinya menghampiri bayi yang sedang menangis.


Reno merasa tidak terima saat mendengar pernyataan dari Lala yang menyatakan dirinya pemberani.


"Heleh berani apanya dari tadi aku liat itu kaki gemeteran begitu," sindiri Reno.


Reno merasa lega saat melihat sosok bayi, ia bisa bernafas lega dan mulai berusaha mendekatkan dirinya pada Cila.


"Ayo Cila kita kesana samperin adik kamu, maaf ya kakak udah bikin kamu takut," ucap Reno menggandeng tangan Cila.


***


Bersambung ....


Jangan lupa like dan komentarnya ya gaisss. kalo ada saran juga boleh dititipkan di kolom komentar ya.


Terima kasih buat kalian yang baca novel ini.

__ADS_1


Sekian dan terima kasih.


__ADS_2