SENIOR

SENIOR
Pecel daun


__ADS_3

Setelah mengantarkan Raina dan Lala ke kampusnya kini Fathan dan Reno mengemudikan kendaraan mereka menuju tempat yang dikatakan oleh Genta.


Setelah 30 menit lamanya Fathan dan Reno menempuh perjalanan dari kampus sampai rumah Reno, akhirnya mereka sampai kemudian mereka memasukkan mobil mereka ke perkarangan rumah.


Sebelum mereka berjalan menuju lokasi yang dibagikan oleh Genta melalu pesan Whatsapp, Fathan dan Reno berniat kembali ke rumah Reno untuk memparkirkan mobil mereka. Mereka berniat berjalan kaki menuju tempat orang tersebut.


"Ayo kita kesana, lo aja bang yang pake google mapsnya," ucap Fathan.


Reno menganggukkan kepalanya kemudian mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya. Ia menggeser-geser layar ponselnya kemudian membuka aplikasi google maps.


"Iya nih udah di mulai," saut Reno.


***


Maps berhenti di titik lokasi yang sempat dibagikan oleh Genta, Reno mengedarkan pandangannya ke sekitar. Ia mencari dimana keberadaan Genta. Hingga akhirnya Reno menghela nafas leganya saat Genta yang berada di depan salah satu kontrakan bersama dengan 1 perempuan dan juga Fano.


"Si Fano ngilang ternyata ada disini, kapan perginya tuh anak," ucap Fathan menatap ke arah Fano heran.


"Iya ya, untung Fano ada disini. Kebiasaan itu anak kalo pergi gak pamit-pamit dulu," saut Reno.


"Yaudah kita samperin aja dulu dah," ucap Fathan berniat melangkahkan kakinya menyusul Fano dan Genta tetapi terlebih dahulu di tahan oleh Reno.


"Nanti aja, kita liatin dulu Genta sama Fano mau ngapain. Seandainya kita semua kesana yang ada nanti perempuan itu gak mau ngasih kita informasi," ucap Reno.


Fathan terdiam sejenak sambil berfikir kemudian ia menganggukkan kepalanya, ia melangkahnya kakinya menuju salah satu warung yang berada tidak jauh dari kontrakan Nova. Reno pun mengikuti Fathan dari belakang.


***


"Kakak Nova, Pano lapel banget nih. Kasih Pano makanan dong pecel daun juga gapapa. Pano suka kok Hehe," pinta Fano menunjukkan cengirannya.


Genta yang mendengar permintaan Fano tersebut hanya menatap Fano dengan tatapan herannya. Ia menghela nafas pasrahnya dan membiarkan Fano berbicara sesuka hatinya hingga anak itu bosan.

__ADS_1


Nova terkekeh geli kemudian mengacak-acak gemas rambut Fano.


"Lucu banget sih kamu. Pasti rumah kamu rame banget deh karena ada anak sepintar dan selincah Fano. Yah gak ada pecel Fano, adanya gorengan tuh di dalam. Mau gak?" saut Nova.


Fano melangkahkan kakinya memasuki kontrakan Nova, ia mendudukkan dirinya di atas sofa ruangan kemudian meraih salah satu gorengan.


"Pano suk golengan juga kok kak Nopa. Pano bawa pulang boleh gak?" tanya Fano dengan semangat.


"Bawa aja kalo Fano doyan, asalkan dihabiskan," saut Nova.


"Oh iya, kakak Nopa kok di lumah sendilian, emangnya gak takut ada cicak, ada semut, ada kecoa telbang, ada lalon yang suka ada di lampu-lampu," tanya Fano sambil mengunyah makanannya.


"Fano kalo makan jangan sambil ngomong. Itu yang di mulut di telan dulu baru ngomong, nanti keselek pasti kak Genta yang disalahin," ucap Genta.


"Biarin aja Genta, kasian kelaperan si Fano, nanti kalo Fano nangis gimana," ucap Nova tersenyum menatap Fano.


Fano yang menyadari dirinya ditatap oleh Nova pun membalas tatapan Nova kembali.


"Oh iya Nova. Mau tanya nih, kenapa lo tinggal disini? Kerja atau gimana?" tanya Genta.


Nova terdiam sejenak hingga membuat suasana hening. Ia kembali teringat dengan tujuannya tinggal di daerah sana dan sengaja mengambil kontrakan yang jaraknya tidak jauh dari rumah Raina.


"Kak Nopaaaa!" teriak Fano.


"Apaaa Pano!" teriak balik Nova.


"Gapapa kok. Emang kebetulan aja dapat kontrakannya disini," saut Nova dengan gugup.


Sepeltinya kak Nopa lagi bohongin kita semua. Tapi tenang aja kak Nopa, Pano gak pelcaya sama omongannya kak Nopa kok Hehe.


***

__ADS_1


Raina, Aisyah dan Lala kini sedang berada di kelas mengikuti kelas pak Jono. Namun di dalam kelas terasa kurang karena tidak ada Zara disana. Raina, Lala dan Aisyah sedari tadi berbisik-bisik menanyakan kabar Zara yang tiba-tiba saja menghilang tanpa kabar.


"Zara gak jelas banget sih, bukannya masuk kelas malah pergi tanpa pamit dan gak ada alasan," gerutu Lala.


Aisyah tersenyum pada Lala, dirinya sendiri pun sangat mengkhawatirkan Zara. Ia takut terjadi sesuatu yang tidak ia inginkan terjadi pada Zara, tetapi Aisyah tidak ingin memperlihatkan kegelisahan dan rasa khawatirnya tersebut pada teman-temannya.


"Mungkin Zara lagi sibuk kali atau gak dia lagi sakit makanya dia gak kabarin kita semua," saut Aisyah.


"Gak kaya biasanya, Zara biasanya kan cerita kalo ada apa-apa, misalnya kaya ke kampus, dia izin gak masuk. Pasti dia cerita ke aku," saut Aisyah.


"Zara gak berangkat ke kampus karena lupa bawa duit kali ya, dia kan pernah kaya begitu akhirnya ditahan abis itu di suruh nyuciin angkotnya abang angkot," ucap Lala dengan raut wajah polosnya.


"Yaudah kita tungguin aja sampe dia dateng. Jangan ngbrol dulu soalnya pak Yono lagi ngejelasin materi, siap-siap aja di lempar spidol nanti kita kalo ketauan ngobrol sama pak Yono," ucap Raina melirik pak Yono dengan bergedik ngeri sambil membayangkan kejadian beberapa minggu yang lalu dimana ada salah satu teman kelas yang mengajak teman lainnya mengobrol tiba-tiba saja di lempar spidol oleh pak Yono.


"Oh iya juga ya, serem si Yono kalo udah marah-marah. Lala gak mau di lempar spidol, yaudah kita fokus aja liatin pak Yono sampe pak Yononya salting gara-gara kita liatib terus hehe," ucap Lala.


"Dijewer istrinya nanti dia kalo ganjen La," saut Aisyah.


"


***


Note :


Maaf ya gais aku belum bisa up banyak-banyak di karenakan ada suatu hal. aku bisa up banyak hanya di sabtu/ minggu. Maaf juga kalo ceritanya makin ngebosenin dan banyak Lala dan Renonya ketimbang Raina. Sejujurnya author sengaja biar gak kebingungan mau ngetik apa lagi makanya aku ngembangin cerita kemana-mana. Harap maklumin ya, aku masih penulis pemula hehe. InsyaAllah novel ini mau aku tamatin dalam waktu dekat ini biar gak terbengkalai.


Terima kasih buat respon baiknya, buat komen kerennya, komen yang bikin terharu, komen yang bikin minder kalo mau ngetik hehe. Buat pembaca yang hanya membaca tanpa meninggalkan jejak.


Jangan lupa like, komen dan saran. Kalau ada saran boleh dititipkan di kolom komentar buat bahan evaluasi aku di bab selanjutnya ya gais.


Sekian dan Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2