SENIOR

SENIOR
Bertemu teman lama


__ADS_3

Mama Wina sedang sibuk menyiapkan hidangan untuk tamu arisan yang akan datang ke rumahnya.


"Rain Mama minta tolong boleh gak, beliin sirup marjan sama cemilan cemilan buat tamu,"pinta Wina.


"Boleh dong Ma, yaudah aku beliin uangnya mana hehe, aku pake motor ya,"ucap Raina.


"Hati hati tapi bawa motornya, Mama jadi ngeri kalo kamu naik kendaraan sendiri gara gara waktu itu kamu bawa mobil nabrak pohon,"ucap Wina sambil menyerahkan uang pada Raina.


"Iya tenang aja Ma sekitaran kompleks ini, jalanannya juga sepi, aku berangkat dulu ya,"pamit Raina mengambil kunci motor lalu pergi.


Beberapa menit kemudian Raina sudah sampai di depan mini market, ia memarkirkan motornya lalu masuk ke dalam mini market.


Raina pergi menuju tempat marjan berada, saat ia sampai ada seorang laki laki yang mengenali dan menyapanya.


"Raina, lo Raina kan masih inget gw gak,"sapanya.


"Iya gw Raina, maaf lo siapa ya,"tanya Raina


Raina menajamkan penglihatannya ia merasa tidak asing dengan orang yang berada di hadapannya. Ia berusaha mengingat ingat siapa orang yang ada dihadapannya.


"Gw Aldo teman tk lo, gilaa ya lo tambah cakep aja,"ucap Aldo memuji Raina.


"Aldoo, seriusan lo Aldo yang dulu suka pipis di celana hahaha,"ucap Raina heboh sambil tertawa.


"Lo mah ingetnya yang jelek jelek, sekarang gw udah gak gitu lagi kali,"ucap Aldo terkekeh.


"Ya iyalah Do, kan udah gede masa iya begitu terus, btw udah lama bangat ya kita gak ketemu, terakhir pas gw sd kelas 4 loh,"ucap Raina.


"Lo sombong si gak pernah main ke tk lagi, pas anak anak pada reunian lo doang yang gak ada kaya ilang ditelen bumi,"ucap Aldo.


"Haha emang tk nya masih ada ya,"tanya Raina.


"Masih lah konyol lo mah Rain, lain kali datang ke acara reunian lo,"ucap Aldo.


Disela sela obrolannya dengan Aldo ia teringat dengan pesanan Mamanya, ia bergegas pamit menuju kasir.


"Iya deh kapan kapan gw datang, gw buru buru nih lagi disuruh sama Mama takutnya dicariin nanti kita ngobrol ngobrol lagi deh, rumah gw masih yang dulu kok gak pindah pindah maen aja ke rumah, duluannn yaa dadah,"pamit Raina.


Aldo memandang Raina yang perlahan menjauh


darinya, ia menatap kagum kearah Raina.


"Raina Raina dari dulu lo gak berubah masih inget aib ain gw lagi hahah, sekarang lo makin cantik gak salah gw suka lo dari dulu,"puji Aldo.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


Raina yang sudah selesai membayar belanjaannya ke kasir bergegas ke parkiran mengendari motornya menuju rumah.


Saat mengendari motornya dari arah berlawanan ada mobil yang melaju refleks Raina gugup dan tidak bisa mengendalikan motornya akhirnya ia terjatuh bersama motornya menabrak pohon.


Pemilik mobil panik dan memberhentikan mobilnya bergegas menghampiri Raina yang masih setia menempel di aspal.


"Lo gapapa, maaf gw gak sengaja sini gw bantu,"ucap Fathan mengulurkan tangannya.


Raina membalikkan badannya dan menoleh lalu mengambil tangan yang berada tepat dihadapannya.


Fathan membelalakan mata ia kaget ketika melihat orang yang menyambut uluran tangannya adalah Raina refleks ia melepaskan tangannya dari Raina hingga membuat Raina tersungkur.


"Ih kak Fathan apaan si kalo gak niat bantuin gak usah sok sokan mau bantuin sakittt tau,"omel Raina.


Fathan terkesiap saat melihat Raina tersungkur di aspal lalu ia dengan sigap membantu Raina berdiri.


"Ya maaf gw kaget kenapa tiba tiba di depan gw ada lo, sini gw bantu kali ini gak gw lepasin kok,"ucap Fathan gugup.


"Awas aja kalo di lepas lagi,"omel Raina.


"Lagian lo ngapain si segala bawa motor lagi, mobil masih jauh lo udah panik aja, kalo gak bisa bawa motor mending gak usah bahaya tau bukan buat lo doang tapi buat orang lain juga,"omel Fathan.


"Ya maaf gw abis dari mini market di suruh sama Mama gw, kalo jalan kan lumayan bisa berotot ntar gw akhirnya gw paksa aja naik motor,"ucap Raina sambil meringis kesakitan.


"Bisa jalan gak lo,"tanya Fathan.


"Bisalah walaupun kaki gw perih bangat noh luka mulu, siku gw juga kenapa kalo jatoh ke aspal separah ini lukanya,"ucap Raina.


"Yaudah diobati dulu tuh luka ntar infeksi lagi,"ucap Fathan meringis melihat luka luka di kaki dan tangan Raina.


Fathan terus melirik luka luka di sekitar kaki dan tangan Raina.


"Seriusan ntar kaki lo diamputasi gimana,"ucap Fathan panik.


"Enggalah kak luka begini doang mah, biar manja tapi gw gak secengeng itu kok, lo mau bantuin gw gak nih,"ucap Raina sambil memunguti belanjaannya yang berserakan di aspal.


"Sirup yang lo beli pecah 2 nih,"ucap Fathan.


"Yahhh ampunnn bisa abis gw di ceramahin Mama seminggu, udah gak bawa uang lebih lagi terus pulang lecet lecet begini,"gerutu Raina menunduk menatap sirup yang berceceran.


"Yaudah tenang aja gw yang ganti buruan beresin terus liat belanja apaan aja yang rusak kita ke mini market beli lagi, lo bareng gw aja ntar gw anter sampe rumah lo, motor lo tinggal aja disini ntar suruh orang rumah lo ambil gw yakin motor lo gak bisa nyala,"ucap Fathan.


Fathan dan Raina ke mini market membeli barang yang rusak, setelah dari mini market mereka bergegas menuju rumah Raina.


Mobil Fathan berhenti tepat di depan rumah Raina, lalu ia membantu Raina mengeluarkan barang belanjaannya dan membawa belanjaan kedalam rumah.


"Kamu kemana aja si de, ke mini market kaya ke kemana tau lamanya, ini kenapa nih tangan sama kaki luka semua kamu jatoh lagi kan Mama udah bilang..."omel Wina.


Raina menundukkan kepalanya dengan hikmat mendengarkan seluruh ceramahan sang Mama sampai selesai.


Fathan yang masih setia berdiri di samping Raina terus menahan tawanya ketika Raina kena omel oleh Mamanya.


"Tante maaf gak ada maksud motong ceramahnya tante ke anak tante yang nakal ini, belanjaannya gimana ya Tan,"tanya Fathan menyengir.


"Ah iya sampe lupakan, bawa kedapur aja Nak taro di meja makan aja,"pinta Wina.


"Makasih banyak ya udah nganter Raina terus bantuin bawa belanjaan juga, minum dulu yuk masuk,"ajak Wina menarik tangan Fathan.


"Ah iya tante,"ucap Fathan menyetujui ajakan Wina ia berjalan menuju dapur bersama Wina diikuti Raina dibelakang.


Raina memandang Fathan dan Wina yang sangat mudah sekali akrab, ia merasa tidak dihiraukan semenjak kehadiran Fathan di rumahnya.

__ADS_1


"Sebenarnya yang anak siapa si kok yang dikasih minum orang lain, gw abis jatoh padahal bukannya di manja manja malah kena ocehan beruntut dikasih minum aja engga,"gerutu Raina.


Fathan yang melihat Raina yang sibuk komat kamit sendiri seperti mbah dukun, ia tak kuasa menahan tawanya.


"Tante anak tante kaya mbah dukun komat kamit sendiri untung dia lagi gak minum kalo gak abis kita disembur sama dia,"ucap Fathan tertawa.


"Ya ampunnn ada ada aja kamu nak, kamu mau minum apa,"ucap Wina terkekeh.


"Aku mah apa aja, es teh juga boleh,"ucap Fathan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2