SENIOR

SENIOR
Jambak Maira


__ADS_3

Pagi hari di rumah keluarga Raina, terlihat Fathan yang sedang berjalan dan membantu Raina menuruni anak tangga.


Kini semuanya sedang berkumpul di meja makan, terlihat makanan yang terhidang di atas meja makan.


"Oh iya, nanti kalo urusan kampus udah kelar kalian semua langsung balik kesini ya soalnya ada yang mau diomongin," ucap Wina.


Fathan menyengir lalu melirik ke arah Lala dan Reno bergantian.


"Soal semalem ya Tante?" Fathan sengaja berbicara sambil melirik ke Lala.


"Apa liat-liat! gw selepet garpu nih ya," ketus Lala.


Lala menatap Fathan jengkel tangan kirinya terangkat menunjukkan garpu pada Fathan.


"Emangnya kak Jungkook somay ditusuk galpu," saut Fano dengan wajah polosnya.


Fathan menggelengkan kepalanya sambil tertawa, ia kembali teringat dengan tujuannya yaitu ingin membuat perhitungan dengan Maira.


"Iya Tante, tenang aja nanti kita semua balik lagi kesini kalo semua urusan udah kelar," ucap Fathan.


***


Setelah menyelesaikan sarapan bersama, mereka bersiap-siap untuk berangkat ke kampus lalu berpamitan dengan kedua orang tua Raina.


"Tante, Om pamit dulu ya semangat ngurus acara dadakannya Hahaha." Fathan mencium tangan kedua orang tua Raina dengan sengaja menyelipkan candaan yang membuat Lala menatapnya sebal.


Fathan melangkahkan kakinya mendekati Raina, ia memegang kedua bahu Raina sambil menatap kedua mata Raina.


Rasanya Aku gak kuat liat keadaan kamu sekarang, Aku bisa natap kedua kata kamu tapi kamu sama sekali gak bisa liat aku. Tenang aja Raina, Aku pastiin dia gak bakalan lolos dari Aku.


Fathan menghela nafasnya lalu tersenyum menatap Raina.


"Aku berangkat ya." Fathan berpamitan dengan Raina lalu mencium kening Raina.


"Idih cium-cium belom halal woi, omelin dia mama Wina nikahin aja mereka berdua liat tuh masa ada orang banyak nyosor aja kaya bebek," ucap Lala.


"Sudah berkacakah anda pagi ini?" saut Fathan.


"Udahlah, makanya gw cantik," ucap Lala tersenyum dengan bangga.


"Yaudah kita berangkat aja yuk kak Fathan, ngeladeni si Lala gak ada kelarnya yang ada nanti si Maira kabur, gak sabar gw pengen maki-maki dia." Zara mengepalkan kedua tangannya sambil menggertakkan giginya dengan gemas.


***


Reno yang juga ikut pergi bersama dengan mereka hanya menggelengkan kepala menanggapi perdebatan yang terjadi di dalam mobilnya.


"Raina beneran mau cuti dulu? Lala cuti juga lah temenin Raina aja, kalo gak ada Raina nanti gak ada yang belain Lala dari omelan Zara," keluh Lala.


"Berisik nih Lala dari tadi ngomong mulu," protes Raka.


"Shasha kok mau si deket-deket kak Raka sini aja deketan sama Lala," ucap Lala.


Tidak terasa kini mobil Reno perlahan masuk area parkir kampus dengan bersamaan mereka turun dari mobil Reno.


"Berasa lagi liburan ya naik mobil bareng-bareng terus keluarnya bareng-bareng," ucap Aisyah terkekeh.


Mereka berjalan beriringan membuat orang sekitar mengalihkan pandangannya ke arah mereka begitu juga dengan Maira dan Sinta yang tidak sengaja melihat mereka dari kejauhan.


"Mereka kenapa datengnya barengan begitu ya, mending kita pergi dari sini deh Ra." Sinta menarik tangan Maira menjauhi tempat tersebut.


"Kita misah dulu ya, Aku mau bicarain cuti Raina dulu kalian duluan aja nanti kalo udah kelar kabarin biar pulangnya barengan," ucap Reno.

__ADS_1


"Siap bang Ren, gak mau pamitan sama calon dulu?" tanya Fathan terkekeh.


Lala mencubit gemas lengan atas Fathan hingga membuat Fathan meringis.


"Itu belom seberapa, awas aja kalo lo ledekin gw lagi nanti gw ceburin ke empang belakang," ketus Lala.


Fathan mengusap-usap pelan lengan atasnya, ia mengalihkan pandangannya ke arah Reno yang belum pergi.


"Bang Reno kenapa takdir lo gak bagus banget sih dapet cewe model beginian, banyakin sabar ya bang Ren." Fathan berbicara sambil menepuk-nepuk pelan bahu Reno.


"Yaudah Aku duluan ya," pamit Reno.


"Gak mau pamitan dulu nih?" tanya Fathan.


Reno menggelengkan kepalanya melirik ke arah Lala yang raut wajahnya memerah menatap Fathan kesal.


"Gak usah, yaudah duluan ya." Reno melirik ke arah yang lainnya lalu pergi meninggalkan yang lain.


Setelah Reno pergi mereka kembali melanjutkan jalannya.


"Lo dari tadi ngegodain si Lala mulu kayanya Fath, ada apa sih?" tanya Rama penasaran.


Fathan terkekeh sambil melihat Lala yang terdiam sambil menekuk wajahnya.


"Nanti jawabannya pas kita balik, bakal disampein langsung sama tante Wina," saut Fathan.


"Aku tau kok," sambung Aisyah tertawa.


"Berisik banget sih kalian ini, ngomongin orang tuh di belakangnya jangan di depannya, payah nih kalian. Mendingan kalian fokus nyari Maira deh." Lala berjalan gontai rasanya hari ini ia sebal sekali dengan Fathan yang terus menerus menggodanya.


"Eh itu Maira sama Sinta jalan ke arah kelas," ucap Shasha.


"Oh iya, yaudah yuk kita samperin aja udah gak sabar rasanya mau jambak-jambak orang jahat kaya dia." Lala berjalan cepat mendahului yang lainnya dengan semangat.


Penghuni kelas kaget saat melihat Lala yang datang ke kelas mereka tiba-tiba mendorong Maira.


Maira memalingkan wajahnya, wajahnya memerah menahan kesal sekaligus malu. Perlahan ia berdiri dibantu oleh Sinta.


"Maksud lo apa dateng-dateng dengan seenak jidat lo dorong gw!" bentak Maira dengan mendorong bahu Lala pelan.


"Jangan pura-pura gak tau deh lo, dasar manusia setengah jin tega banget lo nabrak Raina terus kabur," teriak Lala.


"Ngomong apa si lo? Gak usah asal nuduh deh lo!" bentak Maira.


Fathan dan yang lainnya masuk ke dalam kelas dengan tergesa-gesa mereka khawatir Lala.


"Gak usah sok polos, Shasha sendiri yang cerita sama gw dan yang lain kalo lo yang udah nabrak Raina terus kabur. Lo gak punya hati ya, gara-gara lo Raina buta dia harus ambil cuti kuliah, Argh ... Gw benci banget sama lo Maira!" teriak Lala.


Lala menarik rambut Maira dengan geram hingga membuat Maira kesakitan sambil memegang rambutnya.


"Lala udah! Bar-bar banget sih lo, liat Maira udah kesakitan kaya gitu!" teriak Sinta berusaha melepaskan tangan Lala dari rambut Maira.


Sinta melirik sekitar yang hanya menjadikan mereka bahan tontonan, pandangannya beralih ke arah Fathan dan yang lainnya yang sedang menatap ke arahnya dengan tatapan dingin.


"Kalian kenapa diam aja! Bantuin gw buruan!" teriak Sinta meminta bantuan pada teman kelasnya.


Fathan perlahan melangkahkan kakinya mendekat ke arah Sinta dan Maira sambil memberi kode pada yang lainnya agar tidak membantu Maira dan Sinta.


"Dia pantes dapet itu semua, udah puas La?" ucap Fathan dengan nada dingin.


"Belom! Gw pengen jambak nih perempuan sampe botak biar dia tau rasa. Jambakan ini gak sebanding sama apa yang lo lakuin ke Raina!" teriak Lala.

__ADS_1


"Lala udah La nanti lo dapet masalah dari kampus, mending kita serahin semuanya sama Fathan dan pihak yang berwajib nih anak mau diapain," ucap Raka berusaha melerai.


Fathan menatap Maira dengan tatapan tajamnya wajahnya memerah menahan emosi.


"Lo keterlaluan Maira. Pernah gak Raina ngelakuin hal jahat ke lo? Kenapa lo tega nabrak Raina dengan sengaja! Dimana isi kepala lo, udah gak waras lo!" bentak Fathan.


Maira terdiam sejenak berusaha mencari alasan untuk mengelak dari Fathan.


"Kenapa kalian nuduh gw terus-terusan? Kalian punya bukti apa emangnya kalo gw yang lakuin, gw bisa nuntut kalian balik ya kalo kaya gini karena kalian nuduh gw tanpa bukti!" bentak Maira.


"Kita bukan orang bodoh Maira, kita gak mungkin nuduh orang tanpa bukti. Kalo lo gak percaya kita bisa buktiin di kantor polisi sekarang," ucap Rama.


Maira melirik sekitar lalu pandangannya berhenti pada Shasha yang posisinya berada di samping Raka. Ia menatap Shasha dengan tatapan tajam.


"Pasti kalian tau dari penghianat ini kan? Semua yang diomongin sama dia gak bener, dia sengaja ngejelekin gw karena dia ada masalah sama gw dan biar dia bisa gabung sama kalian dengan gampang, gak nyangka gw sama lo Shasha," ucap Maira sambil menuding Shasha.


"Gw ngomong sesuai fakta kok gak ada yang gw lebih-lebihin, maaf Maira sekarang gw mau jadi orang baik," saut Shasha.


"Halah gak mungkin secepat itu lo berubah, kalian bodoh banget bisa semudah itu percaya sama penghianat ini!" bentak Maira.


Fathan menatap Maira dengan tajam, ia mulai kesal dengan Maira yang terus menerus mengalihkan pembicaraan dengan menyalahkan Shasha.


"Diam! Gak usah ngalihin pembicaraan, sekarang lo berdua ikut gw ke kantor polisi!" teriak Fathan.


Maira dan Sinta mematung, ia enggan mengikuti Fathan hingga membuat Fathan makin emosi lalu menarik tangan keduanya dengan kasar.


Shasha dan Sinta berjalan dengan sedikit terseret, mereka meringis kesakitan karena tangan Fathan yang menarik mereka sangat kencang.


"Gak usah ditarik dong, sakit tangan gw Fath," ringis Sinta sambil memukulkan tangannya pada tangan Fathan.


"Iya Fathan, gw bisa jalan sendiri gak perlu ditarik-tarik karena gw yakin pasti gw yang menang dan tunggu aja kalian bakal gw bales," ketus Maira.


Fathan tidak memperdulikan ucapan Maira dan Sinta, ia terus berjalan dengan menarik kedua tangannya mereka.


Aldo yang baru saja sampai di kampus menatap bingung kearah Fathan yang sedang menarik tangan Maira dan Sinta dengan emosi. Ia berjalan cepat menghampiri mereka dengan rasa penasaran di dalam hatinya.


"Ini ada apa sih?" tanya Aldo penasaran.


"Tuh perempuan setengah jin udah nabrak Raina sampe Raina buta," ketus Lala.


Aldo membelalakan matanya ia kaget saat mendengar kabar buruk soal Raina, beberapa hari ini ia disibukkan dengan acara kampus hingga membuatnya dalam beberapa hari tidak berkomunikasi dengan Raina.


"Serius? Ini gak becanda kan?" tanya Aldo.


"Gw duluan urus perempuan gila ini, Rama lo ikut gw yang lainnya tunggu disini aja," ucap Fathan dengan nada dingin lalu berjalan meninggalkan yang lainnya sambil menarik Maira dan Sinta.


Rama menganggukan kepalanya berjalan menyusul Fathan.


"Kita ke kantin aja, nanti kita ceritain soal Raina ke lo Do," ucap Zara.


Dengan bersamaan mereka berjalan beriringan menuju kantin.


Aldo terus berusaha menerka-nerka apa yang sudah ia lewatkan beberapa hari ini. Ia terus merutuki kesibukannya sendiri yang membuatnya tidak bisa berkomunikasi dengan Raina.


****


Bersambung ....


Jangan lupa like dan komentarnya ya gais, kalo ada saran juga boleh silahkan dititip di kolom komentar pasti aku baca kok


Semoga episode ini menghibur kalian semua.

__ADS_1


Sekian dan terima kasih hehe


__ADS_2