
Seminggu berlalu banyak sekali hal-hal menyenangkan yang mereka lewati selama seminggu. Begitu pula dengan Raina dan Fathan yang semakin hari semakin tak terpisahkan.
Hari ini bertepatan dimana hari Fathan akan menjalani sidang skripsinya, kini semua teman-temannya pun ikut menyemangati Fathan yang akan masuk ke dalam ruang sidang.
"Semangat bebepkuh, Raina menunggu di pelaminan Haha. Gw tau kok otak lo gak cetek, gw yakin lo bisa selesai dengan cepat," ucap Rama sambil menepuk-nepuk bahu Fathan dan tersenyum pada Fathan.
"Iya doain aja, lo berdua harusnya siap-siap juga karena kalian kan pasti bakalan kebagian jadwal juga," saut Fathan.
"Tenang aja Fath, gw mah udah jago," ucap Raka terkekeh.
"Gaya lo Raka, nanti gak lolos salto-salto lagi lo," ledek Rama.
Fathan terkesiap saat pintu ruang sidangnya terbuka dan menampakkan seorang laki-laki dengan pakaian yang sama seperti dirinya dengan wajah sumringah.
Rama menatap orang tersebut, kemudian mendekatkan dirinya pada laki-laki yang baru saja keluar dari ruang sidang yang akan dipakai oleh Fathan.
"Ini muka ketara banget nih lagi seneng karena lolos sidang pasti," tebak Rama.
Laki-laki tersebut menolehkan kepalanya ke arah Rama, ia mengembangkan senyumnya dan seketika saja terlintas di dalam otaknya untuk mengerjai Rama.
"Iya dong. Belom lolos ya? Yhaaa ... Kasian deh lo. Susah banget tau suer dah gw gak boong, ini aja gw udah begadang tiap hari masih gelagapan juga jawabnya," ucap laki-laki tersebut dengan wajah seriusnya.
Mendengar penjelasan dari laki-laki itu berhasil membuat Rama membelalakan matanya, ia menepuk dahinya karena dirinya belum belajar sedikit pun.
Rama menatap laki-laki tersebut dengan penuh selidik, ia merasa curiga kalau dirinya sesang dikerjai oleh laki-laki yang ada di hadapannya ini.
"Serius lo Bar? Tapi tadi si Ela pas gw tanyain gak bilang kaya yang lo bilang. Lo mau nakut-nakutin gw ya Bar? Dosa lo Bar bikin orang panik," ucap Rama.
Ya ... Laki-laki yang sedari tadi dibicarakan adalah Bara salah satu mahasiswa yang terkenal dengan prestasinya.
Bara mendelikkan bola matanya kemudian melirik Rama dengan malas. Ia menaikkan kedua bahunya seolah tak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Rama.
"Terserah mau percaya apa engga. Lagian salah sendiri gak belajar, padahal mau sidang, udahlah gw mau ke kantin dulu, bye!" Bara melangkahkan kakinya meninggalkan Rama dan Raka yang berada di depan pintu ruang sidang Fathan, sedangkan Fathan sudah masuk terlebih dahulu ke ruangan sidangnya setelah Bara keluar.
"Lo belajar gak Rak?" tanya Rama.
"Belajar lah, gw mau lulus tepat waktu. Gw gak mau ngikutin jejak lo yang sesat yang ada nanti gw bisa jadi mahasiswa abadi disini," saut Raka.
__ADS_1
Rama menatap Raka tak percaya, ia terus menerus menatap Raka dengan tatapan penuh selidiknya.
"Dih gaya banget, parah gak ngabarin ke gw kalo lo belajar. Teman macam apa lo ini Raka," omel Rama.
"Kalo mau belajar mah belajar aja gak usah nungguin orang lain. Contoh noh si Fathan dia bisa ngatur waktunya sendiri. Padahal dia pacaran lo jomblo masa lo gak bisa sih buat belajar doang," ucap Raka.
Rama menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil menunjukkan cengiran khasnya.
"Gw ketiduran semalem Rak, ngantuk banget suer dah kaya gak tidur seabad," keluh Rama.
***
Raina yang masih berada di dalam perjalanan bersama dengan kedua temannya dibuat fokus pada ponselnya saat mengetahui Fathan akan segera sidang. Ia sangat kesal tidak bisa memberikan semangat langsung pada Fathan.
"Udah mulai pasti ya," tanya Aisyah.
"Katanya kak Fathan dia baru masuk ruang sidang dan sidangnya belum dimulai;" saut Raina.
"Tuh kan bener yang Lala bilang, pasti kita telat. Lagian sih Raina segala ke wc dulu kan jadinya lama dan akhirnya kita telat dateng kesana. Lala sih gak masalah tapi kan gw mikirin lo juga Rain," ucap Lala dengan heboh.
Aisyah dan Raina terkekeh saat mendengar Zara yang memarahi Lala.
"Tuh kan dimarahin," ucap Aisyah.
"Biarin aja biar cepet tua si Zara soalnya dia marah-marah terus;" ucap Lala dengan cuek.
Pengemudi taksi online hanya menggelengkan kepalanya saat mendengar perdebatan mereka.
Cittttt!
Suara gesekan antara ban mobil dan aspal membuat beberapa orang disekitar yang sedang berjalan refleks menolehkan kepala mereka ke arah sumber suara.
Raina dan kedua temannya menatap sekitaran, mereka menghembuskan nafas leganya saat mengetahui kalau sekarang mereka selamat dari kecelakaan.
"Ada apa Pak? Yaampun nyaris loncat jantung saya Pak," tanya Raina pada pengemudi ojek online.
Pengemudi berusaha menormalkan detak jantungnya yang berdetak begitu cepat.
__ADS_1
"Maaf ya mbak, saya gak ada maksud buat bikin kita semua dalam bahaya. Tadi saya liat ada anak kucing yang tiba-tiba lari di depan kita," jelas pengemudi taksi online.
"Iya pak gapapa, lain kali lebih hati-hati ya pak. Gak usah ngebut-ngebut banget bawa mobilnya karena kan kucing gak ngerti apa-apa soal nyebrang hehe," ucap Raina.
Pengemudi taksi online menganggukkan kepalanya menatap yang lainnya dari kaca mobilnya. Kemudian pengemudi taksi online kembali menyalakan mesin mobilnya dan mulai mengendarai taksinya kembali.
Aisyah menghela nafas leganya saat mengetahui bahwa mobil milik pengemudi taksi online tersebut masih bisa nyala.
"Untung masih bisa nyala ya pak," ucap Aisyah.
"Iya nih mbak, alhamdulillah banget bisa nyala jadinya saya bisa anter semuanya ke tujuan;" saut pengemudi taksi online
***
Fano baru saja pulang dari PAUDnya, ia berjalan memasuki rumah kemudian melirik sekitar ruangan yang terasa sepi.
Fano melempar tas sekolahnya di sembarang tempat kemudian ia berjalan menuju dapur.
Cila yang melihat Fano meletakkan tasnya di sembarang tempat membuat Zara kesal dan dirinya langsung menhampiri Fano sambil berkacak pinggang.
"Pano kalo abis pulang sekolah itu tas di taro di tempatnya lagi, jangan taro sembarangan. Cila aduin ke semua orang yang ada disini nih ya, biar Pano dimarahin," ucap Cila.
Fano mendengus sebal, ia menatap Cila dengan tatapan sebalnya.
"Ili bilang bosss" ucap Fano dengan nada meledeknya.
"Gak iri kok. Ogah banget iri sama Pano yang gak bisa bilang R," ketus Cila.
***
Bersambung ....
Jangan lupa like, komen dan sarannya ya gais. Kalau ada saran boleh dititipkan di kolom komentar untuk bahan evaluasi aku di bab selanjutnya.
Makasih banyak untuk kalian yang udah baca cerita aku sampai sejauh ini, semoga sehat dan bahagia selalu untuk kalian semua.
Sekian dan terima kasih.
__ADS_1