
Fathan dan Aisyah yang baru sampai di buat kebingungan karena banyak sekali mahasiswa yang berkerumun dan berbisik bisik sambil melihat ke arah mereka.
"Bang mereka lagi ngomongin kita ya,"tanya Aisyah.
"Gak tau, setiap kita dateng emang begitukan biasanya gak usah dipikirin mending kita jalan,"ucap Fathan.
Raina yang baru saja sampai kelas ia merasa aneh ketika teman satu kelasnya menatapnya tidak seperti biasa.
Zara melihat perubahan pada teman kelasnya mengikuti arah pandangan mereka matanya berbinar melihat Raina yang sudah berada di depan pintu.
"Noh ada orangnya mending lo semua tanya langsung deh, kalo kepo tuh nanya orangnya langsung jangan nanya orang laen ntar beda lagi ceritanya,"ucap Zara menunjuk kearah pintu.
Raina mengerutkan alisnya melempar pandangannya pada Zara seolah sedang bertanya ada apa namun sia sia ia tidak mendapat jawaban, ia berjalan menghampiri Zara.
"Ada apasi, gw udah bayar iuran kelas kok terus gw gak ada utang, lagian kalo gw belum bayar yang melotot biasanya si Bimo ini kok semuanya ngeliatin gw,"tanya Raina kebingungan sambil menatap sekeliling.
"Lo gak sadar ya sekarang lo tuh jadi trending gosip nomer 1 di kampus,"ucap Zara malas.
Raina terkejut sekaligus bingung mengapa ia bisa menjadi bahan gosip padahal ia tidak melakukan apapun yang membuat satu kampus heboh.
"Emangnya gw ngapain kok bisa jadi gosip satu kampus,"tanya Raina.
"Udah gapapa Raina lo jadi artis kampus ngalahin maira,"ucap Lala senang.
"Lala diem gw sumpel ya mulut lo pake botol aqua,"ancam Zara.
"Galak banget ewh,"ucap Lala membuang mukanya.
"Eh kalian semua Lala mau nanya boleh gak,"teriak Lala sambil menaiki kursinya.
Sekelas mengalihkan pandangannya pada Lala yang sedang berdiri di kursinya.
"Nanya apa La, turun ege lo nyungsep tau rasa kita mah seneng liatnya mayan hiburan ya gakkk,"ucap Bimo tertawa.
"Iyaaaaa,"sorak yang lain.
"Tenang Lala udah pro gak bakalan jatoh, Lala mau nanya kalian kenapa si ngeliatin Raina terus bahkan bukan kalian aja satu kampus ngeliatin Raina, sekarang Raina jadi artis ya,"teriak Lala ia merasa gemas dengan Zara yang tidak memberi tahu sedari tadi padahal ia sudah penasaran sekali.
"Lo gak punya hp apa gimana si La masa berita beginian aja gak tau,"saut salah satu teman kelasnya.
"Punya lah enak aja lo kalo ngomong, bentar yaa gw ambilin ada di tas gw hp nya,"ucap Lala turun dari kursinya bergegas mengambil tasnya mencari ponselnya.
Lala tersenyum saat menemukan ponselnya ia kembali menaiki kursi.
"Nih gw punya hp tapi hp gw mati abis di mainin sama sepupunya Raina yang somplak,"ucap Lala menyengir.
"Bodoamat Laaaa, untung dikelas yang kaya lo cuma satu kalo banyak udah ayan gw,"ucap Bimo geram.
"Yaudah buruan kasih tau, soalnya hp gw mati nih,"ucap Lala.
"Nih lo liat sendiri deh kalo diomongin ntar lo malah nanya mulu bikin pusing,"ucap Bimo menyodorkan ponselnya.
Lala menatap ponsel Bimo."Widihhh hpnya apel kegigit pake buat foto boleh nih, foto dulu yuk guysss,"ucap Lala membuka menu kamera mengarahkan ponsel kearah kelasnya lalu berfoto bersama dengan yang lainnya.
"Eh teletabis katanya lo mau liat gosipnya kok lo jadi nyampah di hp gw si,"omel Bimo.
"Hehe maap hilap gak bisa liat hp bagus apa lagi yang kameranya bisa sulap, gosipnya dimana,"ucap Lala menyengir.
Bimo memutar bola matanya jengah mengambil ponselnya mencari gosip tersebut lalu menyerahkan ponselnya kembali pada Lala.
Lala melihat layar ponsel, ia mengangguk anggukan kepalanya menyerahkan ponsel kembali pada pemiliknya.
"Apaaaaaaa, coba liat lagi liat lagi,"teriak Lala.
"Tadi gayanya sok ngerti banget sekarang teriak dasar teletabis,"omel Bimo memberikan kembali ponselnya.
"Rainaaaaaaa, gosipnya sih bener tapi kata katanya sadisss siapa nih yang buat berita deterjen mana yang sok tau,"teriak Lala turun dari bangku tergesa gesa hingga hampir saja membuatnya terjatuh dari kursi kalau tidak di tahan oleh Aisyah yang baru saja sampai di kelas.
"Hwaaaa Ais pahlawankuuuu cium dulu sini,"teriak Lala mencium Aisyah.
"jijik banget si,"ucap Zara.
"Iri lo yaa, sini gw cium juga,"ucap Lala menghampiri Zara dan berhasil mendapat dorongan dari Zara.
"Gw jitak lo ya,"omel Zara.
__ADS_1
"Dasar ibu tiri, Raina liat ini deh lo sama kak Fathan dan Fano jadi trending gw sedikit bangga si sama kalian,"ucap Lala tersenyum lebar.
Raina mengambil ponsel yang diberikan oleh Lala ia terkejut melihat kata katanya yang menyatakan bahwa Fano merupakan anak dari Fathan dan Raina.
Aisyah ikut penasaran ia menolehkan kepalanya pada ponsel yang berada di ponsel Raina.
"Pantes aja tadi pas baru nyampe semua orang pada ngeliatin ke arah kita gitu ternyata ada gosip ini,"ucap Aisyah.
"Yang di foto sih bener cuma kata katanya yang salah gw harus apa ya sekarang pasti udah kesebar sampe kemana mana ini,"tanya Raina bingung.
"Itu mah gampang Raina yang paling penting tuh temen sekelas kita dulu di kasih klarifikasi biar lo nyaman di kelas kalo mereka udah tau kebenerannya dan berenti natap lo kaya kuman buat yang lainnya ntar aja kita pikirin lagi,"ucap Lala kembali menaiki kursi.
"Woiiii Lala cantik disini mau ngomong, dengerin
yaaaa kalo gak didengerin duit jajan lo hijrah ke dompet gw,"teriak Lala.
Raina, Aisyah dan Zara menggelengkan kepalanya melihat tingkah Lala yang begitu aneh, mereka terus mengamati Lala penasaran dengan apa yang ingin diucapkan oleh anak ajaib itu.
"Selalu dah kalo udah berhubungan sama Lala duit gw melayang mulu,"ucap Bimo.
"Okeeee, gini yaaa gw sebagai temennya Raina yang paling cantik gw mau ngejelasin sama kalian soal gosip yang beredar soalnya sebelum Raina pergi gw ada di rumahnya Raina,"ucap Lala.
"Yaudah buruan ngomong lama banget nih, keburu uang jajan gw ngilang,"omel salah satu teman kelasnya.
"Sabar dong lo kata ngomong secepet kentut yang brebet brebet kelar, Anak kecil yang ada di foto itu namanya Fano dia tuh sepupu Raina yang somplaknya nauzubillah bukan anaknya Raina sama kak Fathan pacaran aja belom gimana mau nikah suka halu itu yang nyebarin berita,"ucap Lala.
"Beneran nih,"tanya Bimo ragu.
"Beneranlah mana pernah seorang Lala boong, kalo gw boong duit gw tambah banyak di dompet,"ucap Lala.
"BODOAMAT LALA!!!"teriak satu kelas.
Lala refleks menutup telinganya."Ampunnnnn weii jangan rusak kuping Lala,"teriak Lala.
Raina, Zara dan Aisyah menatap Lala kagum ia tidak menyangka Lala sebegitunya membela Raina bahkan ia maju menjelaskan sebelum Raina angkat bicara.
Lala perlahan turun dari kursi menghampiri Raina dengan senyum yang mengembang.
"Gak usah ngeliatin gw begitu iya gw tau kalo gw tuh keren,"ucap Lala.
"Makasih La,"ucap Raina memeluk Lala diikuti aisyah dan Zara.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
Raina dan teman temannya berkumpul di kantin.
"La karena lo udah bantuin gw lo gw traktir sepuasny,"ucap Raina.
"Lala doang parah banget gak adil,"protes Zara.
"Yaudah kalian juga,"ucap Raina terkekeh.
Baru saja beberapa langkah mereka berjalan menuju kedai yang ada di kantin terpaksa menghentikan langkahnya saat melihat Raina sudah basah kuyup.
"Heh ganjen banget lo ya jadi cewe, seneng lo jadi tranding topic di kampus,"omel Maira.
"Tau ih jadi cewe kok nyari sensasi banget ewh,"ucap Sinta.
"Biarin si Ra, Sin itu rezekinya Raina bisa jadi terkenal walaupun beritanya agak aneh,"ucap Shasha polos.
"Diem Sha,"bisik Sinta menginjak kaki Shasha.
"Apasi gak jelas banget lo dateng dateng maen nyiram aja, mending lo pergi deh gw males ribut,"usir Raina menatap Maira malas.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung......