
Raina, Aisyah dan Zara kini sudah sampai di perkarangan kampus mereka. Raina berjalan dengan tergesa-gesa, ia tidak ingin kehilangan momen Fathan saat baru keluar dari ruang sidang.
"Raina sabar dong, lagian pasti kak Fathan belum selesai karena kan kak Fathan belum lama mulainya," ucap Zara.
Raina yang jaraknya lebih jauh dari ketiga temannya pun menghentikan langkah kakinya kemudian menolehkan kepalanya ke arah ketiga temannya.
"Bukan begitu Zara, gw cuma mau jadi pacar yang selalu ada buat pacarnya. Kasian kan kak Fathan kalo gw sengajain lama-lama," saut Raina.
"Yaampun temanku ternyata bucin sekali gaisss," sindir Zara sambil melangkahkan kakinya menyusul Raina.
"Bukan bucin lagi kalo Raina mah haha," sambung Lala tertawa geli sambil melirik Raina dengan lirikkan meledeknya.
Raina mendenguskan nafas kesalnya, ia berkacak pinggang kemudian memutar balik tubuhnya mendekati Lala.
"Lo ngeledekin sama ngetawain gw lagi awas aja ya La, gw pecat lo jadi kakak ipar gw," kesal Raina.
Mereka sudah sampai di depan ruang sidang Fathan di depan pintu ruang sidang terdapat Rama dan Raka yang kelihataanya sedang menunggu Fathan.
"Eh kak Raka, kak Rama. Gimana kak Fathan udah kelar belum sidangnya? Maaf nih telat banget soalnya jalanan macet," ucap Raina dengan raut wajah paniknya.
"Gak usah panik kaya gitu juga kali Raina. Tenang aja Fathan pasti aman-aman aja di dalam sana. Lagian Fathan kan mau sidang skripsi bukan mau perang Haha," ucap Raka yang diselingi oleh tawanya.
__ADS_1
"Tau nih si Raina mah suka aneh, gw yakin kak Fathan gak sepanik dia nih mukanya," ucap Lala sambil menatap Raina.
"Bukannya gitu gais. Gw tuh udah janjian sama kak Fathan mau nemenin dia sampe kelar sidang eh gak taunya udah dimulai duluan," ucap Raina.
***
Saat sedang sibuk bolak-balik menunggu kedatangan Fathan, tiba-tiba saja Raina dibuat kebingungan saat ada suara perempuan yang meneriaki namanya dari kejauhan.
Raina menolehkan matanya kemudian memicingkan matanya saat melihat seorang perempuan sedang melambai-lambaikan tangannya ke arah dirinya.
"Loh itu kan Nova, baru tau kalo dia kuliah disini juga," gumam Raina.
"Hai Raina. Udah lama banget ya kita gak ketemu, eh pas banget kita ketemu disini. Apa kabar lo?" sapa Nova.
"Raina, ikut gw yuk bentar. Gw mau ngomong sama lo tapi berdua aja," ucap Nova.
Mendengar hal tersebut membuat ketiga teman Raina yang lokasinya tidak jauh dari posisi menjadi penasaran.
Zara melirik Nova dengan tatapan penuh selidik, ia memperhatikan mata Nova.
"Kenapa berdua? Padahal kan rame -rame juga seru malahan kalo kata gw lebih seru kalo berdua aja kan jadinya krik," ucap Lala.
__ADS_1
"Iya bener tuh katanya Lala, masa kita gak boleh tau sih, padahal kita kan penasaran banget," sambung Aisyah.
Nova menghela nafasnya sebal, ia terdiam sejenak berusaha mencari alasan yang dapat diterima dengan baik oleh Aisyah, Zara dan Lala.
"Kita kan teman lama, pasti pengen ngelepas kangen aja sekalian mau cerita juga sama Raina. Gw gak biasa cerita sama banyak orang," ucap Nova.
"Udahlah biarin aja. Mau dimana Nova? Mumpung gw masih nunggu orang yang lagi sidang," ucap Raina.
Akhirnya mereka pun pergi meninggalkan Aisyah, Lala dan Zara yang sedang menatap Raina kesal.
"Raina keras kepala banget kalo di kasih tau. Sumpah ya Lala mencium aroma-aroma tidak baik dari si Nova itu. Lala takutnya Raina diapa-apain sama dia, soalnya dia mencurigakan sekali," ucap Lala dengan yakin.
"Tau dari mana lo? Gak usah gaya deh segala nyium-nyium aroma kaya anak indihome aja," ucap Zara.
"Keliatan tau dari matanya. Masa kalian gak bisa liat kalo cewe yang ngaku temennya Raina lagi bohong. Mending kita ikutin dia aja yuk," ucap Lala dengan raut wajah penasarannya.
"Gak ah males. Lo aja sana, nanti kalo ada kabar baru ya. Nanti kontak aja ke whatsapp gw," ucap Zara.
***
Mohon maaf belum bisa update hari ini, kemungkinan besok saya bakalan crazy up untuk mengganti beberapa bab yang masih kurang-kurang di hari sebelumnya👍😉
__ADS_1
Aku berharap kalian gak akan bosan dan tetap jadi readers setia aku hehe. Walaupun pembacaku gak sebanyak penulis lain tapi meskipun cuma sedikit aku senang karena pembaca masih ngasih komen yang buat semangat Hehe.
Aku ngetik bab hari ini sambil ngantuk-ngantuk kadang gak nyadar tiba tiba udah ketiduran aja hehe.