SENIOR

SENIOR
Kembali....


__ADS_3

Hallo semua makasih sudah menunggu aku up meskipun lama hehe.


Mau cerita sedikit kenapa aku sekarang jarang up hehe aku jarang up karena kerjaan juga yang resikonya tinggi kalo aku kecapekan dan sekarang juga posisinya aku lagi isolasi jadinya aku harus istirahat. Berhubung aku kangen ngehalu jadinya aku lanjutin deh cerita yang belum selesai ini hehe.


Sehat-sehat selalu buat semuanya. Semoga pembaca disini sehat dan bahagia semua yaaaa. Terima kasih sudah nungguin karyaku update kembali.


Aisyah menatap Raina dengan tatapan ibanya. Ia berusaha memutar ide-ide yang bermunculan di atas kepalanya untuk membuat sahabatnya tidak terus menerus memasang wajah muramnya.


"Raina udah dong jangan jelek gitu mukanya. Aku janji deh nanti kalo aku pulang terus ketemu bang Fathan pasti aku omelin dianya," bujuk Aisyah sambil menyikut-nyikut lengan Raina.


Raina menolehkan kepalanya sambil menatap Aisyah.


"Oh iya kok lo kesini sendirian aja sih Ais tumben banget. Zara dan yang lainnya kemana?" tanya Raina.


Aisyah hanya menggelengkan kepalanya sambil menaikkan kedua bahunya.


"Gak tau Raina. Aku buru-buru kesini karena takut kamu bunuh diri saking sedihnya makanya aku gak tanya-tanya ke yang lain dulu," saut Aisyah dengan wajah polosnya.


Raina mengerutkan dahinya menatap Aisyah jengkel. Ia tidak menyangka Aisyah bisa berfikiran seperti itu pada dirinya.


"Gak begitu juga kali. Ngapain bunuh diri tinggal cari cowo lain aja kan gampang hehe. Kak Fathan kan ada duplikatnya noh kak Farhan hehe," ucap Raina menunjukkan cengirannya.


Aisyah terkesiap ia menggeser posisi duduknya kemudian menatap Raina dengan tatapan garangnya. Meskipun ia sangat menginginkan Raina menjadi saudaranya tetapi tidak dengan jalan seperti itu juga.


"Eh apa-apaan nih. Kamu sama bang Fath aja kalo bang Han udah ada jodohnya. Dari pada kamu diem dan murung gak jelas disini. Mending kita lakuin apa kek gitu yang bermanfaat contohnya kaya masak atau apapun itu," ucap Aisyah perlahan beranjak dari duduknya menatap Raina.


Raina tak menggubris ajakkan Aisyah, ia memilih merebahkan tubuhnya di atas kasur dan membiarkan Aisyah yang masih berdiri menatap dirinya kesal sambil berkacak pinggang.


"Diajakin ngelakuin kegiatan yg bagus malah milih tidur, biarin aja nanti badannya kurus tau rasa huuuu," sorak Aisyah.

__ADS_1


***


Berbeda dengan Aisyah dan Raina. Kini Reno dan Lala terlihat kelimpungan karena Vico yang aktif sekali bergerak-gerak tidak mau makan.


"Kak Reno gimana ini, tolongin dong pegangin jangan diem aja atau gak kak Reno nih ya yang Lala suapin makanan bayi," omel Lala sambil memelototkan matanya pada Reno dan menyodorkan sendok berisi makanan bayi.


Reno membuka mulutnya kemudian melahap habis makanan bayi yang ada di sendok dengan wajah tanpa dosanya. Ia tersenyum menatap Lala yang sedang menatap dirinya jengkel.


"Apaa? Gak boleh marah ya hehe. Tadi kan kamu sendiri yang bilang yaudah aku makan lagian bubur bayinya enak banget kok," ucap Reno mengambil alih sendok yang berada di tangan Lala.


"Kak Reno!!! Itu kan cuma ancaman doang bukan beneran ish. Gak ngerti dan gak peka banget sih jadi suami," keluh Lala.


"Itu aku pengertian dan peka loh istriku, tanpa kamu suapin aku bisa makan sendiri. Bener kan Vico?" saut Reno sambil menaik turunkan alisnya menatap bayi menggemaskan tersebut yang sedang tertawa sambil menatap Lala.


"Vico geleng-geleng nak buruan jangan setuju sama bapak-bapak gadungan ini. Vico kan anak Mama ya Nak," bujuk Lala.


Reyhan yang baru saja kembali dari dapur hanya menggelengkan kepalanya ketika mendengar ucapan Lala.


"Dih lebih miris lagi kalo si Vico jadi anak lo kak. Nanti yang ada Vico gak pernah dikasih makan," saut Lala.


"Enak aja lo. Tuh liat bayi tangannya sampe masuk ke mangkok gimana sih jadi emak," ucap Reyhan terkekeh geli melihat wajah Vico yang sangat lucu ketika merasakan tangannya ada sesuatu yang lembut dan agak aneh.


Lala terkesiap ia membelalakan matanya saat melihat bubur yang sebelumnya sempat ia pegang tiba-tiba saja sudah di tangan Vico. Ia menatap Reno dengan tatapan penuh selidik.


"Mau salahin aku lagi pasti kamu ya, Sumpah Vico sendiri yang ambil lagian kan itu mangkok adanya di tangan kamu harusnya kamu salahin tangan kamu," ucap Reno.


****


"Kita cuma bersegini aja? Gak ajak Lala sama Aisyah?" tanya Shasha yang kini sudah bergabung dengan Fathan dan yang lainnya.

__ADS_1


"Iya segini aja, soalnya tadi gw coba kontak Aisyah katanya dia lagi sama Raina. Raina lagi galau katanya gara-gara pacarnya yang sok ide ini pengen ngelamar pake cara romantis," sindir Zara sambil melirik sinis ke arah Fathan.


Sedangkan Fathan yang dilirik hanya terkekeh geli, Ia tidak bisa membantah karena apa yang dikatakan oleh Zara memang benar dan tidak salah.


"Yaudah intinya lo semua bantuin gw ya, gw gak ngerti soal beginian soalnya," ucap Fathan dengan santai.


"Minta tolong kaya beli kuaci aja lo Fathan, gak ada mohon-mohonnya sama sekali. Pokoknya teraktir makan sepuasnya ya gw gak mau tau," ucap Rama dengan senyumnya.


"Iya tenang aja makan doang mah gampang, lo mau borong juga gapapa," saut Fathan.


"Kak mending lo gantiin duit gw yang dikuras abis sama kembaran lo dah. Gw gak punya duit lagi nih," ucap Zara sambil menatap Farhan dengan tatapan sinisnya.


"Dasar pelit. Gitu aja perhitungan banget," saut Farhan.


"Bukannya pelit tapi emang lagi gak ada duit pak dosen yang terhormat. Lagian ada aja sih dosen yang tega banget malakin mahasiswanya yang gak punya duit," keluh Zara.


"Ribut aja terus. Lama-lama gw ajak Raina juga nih buat siapin rencananya biar cepet jadi dan sesuai kemauan dia," sindir Raka.


"Gak jadi surprise dong Rakaaaa. Ngeselin juga lo ya lama-lama," saut Shasha.


"Sabar Sha. Raka emang suka gak jelas gitu kalo lagi deket sama cewe," ucap Rama terkekeh yang langsung dihadiahi tatapan garang dari Raka.


****


Bersambung....


Jangan lupa like, komen dan saran ya gais. Kalo ada saran boleh dititipin di kolom komentar yaaa.... Supaya aku bisa semangat lagi up nya dan terus rajin up hehe


Maaf belum bisa up banyak karena aku baru sempat nya malem hehe. Ini kejar ngetik supaya bisa up malam ini, semoga kalian terhibur dengan episode hari ini.

__ADS_1


Sekian dan Terima kasih.


__ADS_2