SENIOR

SENIOR
Perasaan


__ADS_3

Reno melengos menjauhi Lala tanpa menjawab pertanyaan Lala hingga membuat Lala menatap ke arahnya dengan tatapan kesal.


Lala menghentakkan kakinya menyusul Reno yang sedang duduk di kursi yang tidak jauh dari kolam renang.


"Kak Reno gak sopan banget sih orang lagi ngomong malah pergi." Lala memelototi Reno sambil berkacak pinggang.


"Kamu yang gak sopan, ngajak orang kesini tapi gak disuruh duduk, emangnya kamu pikir gak pegel apa dengerin ocehan kamu yang gak selesai-selesai itu," saut Reno dengan santai.


"Bilang dong kalo mau duduk dulu jangan diem aja, bikin sebel aja sih kak Reno." Lala menatap reno sebal lalu mendudukan dirinya di kursi yang berada tepat di hadapan Reno.


"Buruan ngomong aku kasih waktu 5 menit gak boleh lebih," ucap Reno.


Lala tercengang saat mendengar ucapan Reno dengan gemas ia memukul lengan Reno.


"Mana cukup dikasih waktu 5 menit, boleh nego gak ? Tiga menit aja deh deal nih," ucap Lala.


Reno menghela nafasnya ia menatap Lala malas lalu beranjak dari duduknya namun dengan cepat Lala menahan tangan Reno dan berusaha membujuknya.


"Gitu aja ngambek, Yaudah iya 5 menit deh. Lala mau nanya nih yang pertama adalah Kak Reno kenapa gak nolak atau apapun itu semacemnya biar gak nikah sama Lala padahal Lala tau kak Reno gak mungkin punya perasaan sama Lala kalo pun ada rasa pasti cuma rasa sayang antara adik sama kakak aja kaya Raina gitu lah," ucap Lala.


Reno menarik nafas lalu mengeluarkannya perlahan, ia menatap Lala sejenak kemudian kembali mendudukan dirinya di kursi yang sebelumnya sempat ia tempati.


"Perlu kamu tau dari kecil Aku selalu nurutin apa kata orang tua aku jadi mana mungkin bisa aku nolak mau mereka. Dari kecil Aku punya cita-cita jadi dokter tapi kedua orang tua Aku banyak berharap sama aku karena aku anak pertama yang diharapin sama mereka untuk ngurus perusahaan dan aku pun gak bisa nolak mereka. Begitu pun sekarang aku gak bisa nolak apa yang mereka mau walaupun aku gak suka sama kamu yang rusuhnya kebangetan." Reno bercerita sambil menatap ke arah kolam, ia kembali teringat dengan cita-cita yang sangat ia impikan.


Lala terdiam sejenak lalu tangannya terangkat menuju bahu Reno ia mengusap lembut bahu Reno karena ia sangat mengetahui bagaimana berada diposisi Reno.


"Terus gimana Kak Reno. Gak mungkin kan kita nikah kalo gak ada rasa sayang dan cinta diantara kita berdua yang ada nanti bakal nyakitin diri masing-masing terus nanti cerai, amit-amit dah Lala gak mau huaaaa," ucap Lala memelaskan wajahnya.


Reno mengalihkan pandangannya kemudian dengan geram ia menarik hidung Lala hingga membuat hidung Lala memerah seperti badut.


"Sakit kak Reno. Pasti hidung Lala merah deh kaya badut," omel Lala.


"Makanya kalo ngomong yang bener jangan macem-macem. Omongan itu doa, kalo kejadian gimana?" ucap Reno.


"Iya maaf lagian Lala kan takut jadi kaya gitu dan Lala kan cuma ngomong aja gak doain diri sendiri," ucap Lala sambil mengusap-usap hidungnya.

__ADS_1


Reno menatap Lala lekat, ia sibuk dengan lamunannya sambil menatap Lala hingga membuat Lala gugup karena terus menerus ditatap oleh Reno.


"Sekarang aku yang nanya. Gimana perasaan kamu ke aku?" tanya Reno dengan raut wajah seriusnya.


Lala terkesiap ia memalingkan wajahnya dari Reno terlihat Lala semakin gugup saat mendapat pertanyaan dari Reno sekaligus ditatap lekat oleh Reno.


"Kenapa nanya begitu? Hm ... Lala jawab deh meskipun Lala bingung jadi gini kak Reno perasaan Lala ke kak Reno itu sama kaya perasaan kak Reno ke Lala Hehe." Lala tersenyum kaku pada Reno.


"Oh berarti kalo aku ada perasaan cinta dan sayang kamu juga ngerasa yang sama?" tanya Reno menatap Lala lekat.


Lala yang sedari tadi susah payah menahan rasa gugupnya kini ia dibuat semakin gugup bahkan terlihat gelisah.


"Kak Reno gak usah bercanda sih, kenapa jadi Lala yang dipojokin sih nyebelin banget," omel Lala berusaha mencairkan suasana.


"Jawab aja," saut Reno.


"Kalo Lala bilang iya emangnya kenapa?" tanya Lala.


"Kalo kamu bilang iya, yaudah kita lanjutin dan kita jalanin aja apa mau orangtua kita masing-masing. Untuk sekarang ini memang aku belum ada rasa apapun buat kamu, tapi gak ada salahnya kan kalo kita coba dulu lagian kan gak mungkin langsung nikah pasti ada jarang sebulan atau dua bulan bahkan mungkin aja tiga bulan," ucap Reno.


"Kak Reno jangan main-main sama pernikahan, Lala gak mau pernikahan jadi ajang coba-coba, Lala takut nanti gagal kaya pernikahan Papa dan Mama Lala yang akhirnya ngebuat anaknya kekurangan kasih sayang. Jujur Lala belum siap nikah buat sekarang ini, rasa trauma Lala masih jelas ada diotak Lala bahkan tadi pas Mama Lala dateng barengan sama Papa dan Ibunya kak Rama Lala sedih banget dan gak tega sama Mama Lala." Selesai berbicara Lala menundukkan kepalanya.


Reno merasa bersalah dan ia menyesal telah membuat Lala sedih, perlahan ia mendekati Lala kemudian merangkul Lala.


"Kalau kamu belum siap silahkan kamu ngomong aja sama yang lainnya. Tapi yang perlu kamu tau di keluargaku tidak ada yang namanya perceraian dan aku sangat mengutamakan prinsip itu, jadi kamu gak perlu takut kalau kehidupan pernikahan kamu akan berakhir sama dengan orang tua kamu," ucap Reno.


***


Terlihat yang lainnya tidak sabar menunggu Lala dan Reno untuk segera kembali bergabung dengan mereka.


"Lala sama kak Reno ngobrolin apaan sih kok lama banget ya gak balik-balik," ucap Aisyah melirik ke arah kolam penasaran.


"Mungkin aja Lala lagi memantapkan hatinya asikkkk Haha," saut Aisyah tertawa.


"Mereka tuh sebenernya udah deket dan kayanya saling suka tapi mereka gak sadar aja sama perasaan mereka masing-masing, apalagi Lala dia kan polosnya kelewatan lebih tepatnya gak pekaan orangnya," sambung Zara.

__ADS_1


Raina mendengar obrolan teman-temannya refleks menepuk-nepuk tangan Fathan yang berada di lengannya.


"Kak Fathan mereka belum balik juga? Bantuin aku dong buat samperin mereka, kayanya Lala perlu saran deh," pinta Raina.


Fathan menganggukkan kepalanya ia beranjak dari duduknya kemudian membantu Raina berdiri dan meminta izin pada Wina dan Gio untuk menyusul Lala dan Reno. Fathan membawa Raina menuju kolam renang.


Reno memalingkan wajahnya dan menahan senyum saat melihat Reno yang sedang merangkul Lala.


"Eh maaf gak tepat ya datengnya Haha. Jadi ganggu deh gw sekali lagi maaf ya bang Reno. Kita kesini karena khawatir kalian ribut eh ternyata lagi menjalin keuwuan, Raina kayanya kamu gak perlu kasih saran deh sayang ke Lala," ucap Fathan sambil menatap Raina.


Refleks Lala menjauhkan dirinya dari Reno kemudian menatap Fathan kesal.


"Apasih kak Fathan rusuh banget lo, Raina sini pas banget gw mau ngomong juga sama lo. Kalian berdua balik ke ruang tengah ya biar nanti Raina gw yang bantuin kesana soalnya gw mau ngobrol sama Raina dulu," ucap Lala.


"Oke deh. Tapi sekali aja ya besok-besok gw gak mau berbagi sama lo." Fathan membalikkan tubuhnya kemudian berjalan meninggalkan kolam bersamaan dengan Reno.


Setelah memastikan Fathan dan Reno sudah pergi, Lala memasang wajah sedihnya kemudian memeluk Raina.


"Raina. Tolongin Lala plis, Lala bingung mau gimana soalnya ini dadakan banget kaya tahu bulat," keluh Lala.


Raina terkekeh saat mendengar keluhan dari Lala.


"Bingung kenapa sih? Kan lo mau nikah sama Abang gw lagi. Kapan lagi coba lo bisa jadi sodara gw bahkan kakak ipar lagi. Abang gw juga mapan gak bakalan ngecewain lo pastinya lah," ucap Raina.


"Bukan gitu Raina, gw takut aja nanti gak bertahan lama kaya pernikahan orangtua gw yang ujungnya bakal nelantarin anaknya sendiri, gw juga tau kalo kak Reno sama sekali gak ada perasaan sama gw gimana mau awet yang ada baru nikah gw didepak nanti disuruh tidur di lantai kaya di cerita-cerita novel," curhat Lala.


****


Bersambung ....


Jangan lupa tinggalkan like dan komen ya gais kalo ada saran silahkan dititipkan di kolom komentar ya gais aku terima saran kok.


Semoga bab ini menghibur kalian ya.


Sekian dan terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2