SENIOR

SENIOR
Kaget


__ADS_3

Selesai mengambil tiga piring berisi makanan beserta lauk pauknya Wina membawa ketiga makanan tersebut menggunakkan nampan.


"Yuk Fano, nanti minumnya dianter sama mba Lilis ya, sekarang Fano makan dulu sama temen-temennya. Buat kalian banyak-banyak sabar ya nanti selesai anter makanan baru kita lanjut lagi Hehe," ucap Wina.


Wina memberi kode pada Fano untuk mengikutinya.


"Pano mau makan disini aja mama Wina, di kamal gak bisa nonton tipi," rengek Fano.


"Yaudah kamu makan di pojokkan sana ya sambil nonton tapi janji jangan nakal dan jangan recokin kita dulu, Oke!" ucap Wina.


"Oke bos. Pano ke kamal dulu ya panggil teman Pano," pamit Fano berlarian ke arah kamarnya.


Wina berjalan menuju tempat yang biasanya sering digunakan oleh Reyhan untuk bermain Playstation lalu ia meletakkan makanan kemudian kembali bergabung dengan yang lainnya.


"Akhirnya balik juga, ayo Tante buruan cerita suer deh penasaran banget nih," ucap Aldo dengan semangat.


"Sabar dong sabar belom juga duduk, tenang aja pasti kalian bakal tau hari ini kok," ucap Wina terkekeh.


Wina mendudukkan dirinya di samping Raina, ia menahan tawanya saat melihat raut wajah penasaran dari yang lainnya.


"Oke jadi gini, Reno bakal nikah sama itu tuh perempuan yang duduk di antara Zara dan Aisyah, pasti kalian kenal kan? Pasti kenal dong gak usah Tante sebutin namanya pasti kalian paham," ucap Wina.


Semua pandangan tertuju pada Lala hingga membuat Lala gugup dan kebingungan, ia melirik Reno berharap Reno memberinya bantuan.


"Kenapa pada ngeliatin Lala sih, Lala tempelin koyo cabe nih ya matanya satu-satu," ketus Lala.


"Lo gak denger tadi katanya mama gw orang yang nikah sama bang Reno katanya ada di tengah-tengah Lala dan Aisyah nah karena lo di tengah makanya kita semua liatin lo, tapi kok gw gak yakin ya kayanya mama gw salah liat deh," ucap Reyhan dengan raut wajah ragunya.


"Mama Wina bercanda mulu nih, jangan percaya ya gais mana mungkin Lala nikah sama kak Reno lagian kak Reno aja gak bilang sama Mamanya Lala." Lala menggelengkan kepalanya berusaha menepis semua pikiran orang-orang yang sudah melayang-layang ntah kemana-mana.


Wina mengalihkan pandangannya ke arah pintu rumahnya refleks ia mengembangkan senyumnya saat melihat siapa orang yang berada di depan pintunya.


"Kata siapa? Tuh liat di depan pintu rumah ada siapa?" saut Wina sambil melirik ke arah pintu dan mengacungkan telunjuknya ke arah pintu.


Lala mengikuti arah pandangan Wina begitu pun yang lainnya. Lala mengerutkan dahinya saat melihat Mamanya datang ke rumah Raina bersama dengan Papanya dan tidak hanya berdua terlihat juga Ibu dari Rama yang menyusul keduanya.

__ADS_1


Kok mereka bisa ada disini ya, udah gitu ada Mamanya kak Rama juga lagi. Kira-kira Mama sedih gak ya, Papa kok tega banget sih dateng kesini bertigaan begitu.


Lala menatap ke arah mereka dengan tatapan sebal kemudian Lala mengalihkan pandangannya ke arah Linda ia menatap Linda iba.


Lala beranjak dari duduknya menghampiri mereka, ia mencium tangan kedua orang tuanya kemudian Ibu dari Rama. Ia tersenyum pada Linda dan merangkul Linda mengajaknya bergabung dengan yang lainnya.


"Mama kenapa kesini sama Papa. Emangnya Mama kuat liat mereka," ucap Lala menatap Linda Iba.


"Demi anak Mama yang rusuh ini semua Mama lakuin. Lagian Mama udah kebal dan biasa aja kok, kamu gak usah panik gitu ah. Cie yang tiba-tiba mau nikahan tapi gak ngabarin maknya langsung emang ya anak durhaka kamu ini," ucap Linda menyentil gemas hidung anak satu-satunya.


Lala terkaget saat mendengar ucapan Linda, ia merasa hari ini seperti orang asing yang sama sekali tidak tahu apa-apa.


"Lala aja gak tau Ma, kenapa tiba-tiba pada bilang Lala mau nikah, udah gitu bilangnya mau nikah sama kak Reno lagi. Padahal Lala aja gak ada hubungan apa-apa sama kak Reno masa iya tiba-tiba nikah," ucap Lala.


Lala dan Linda duduk bersamaan dengan Linda bergabung dengan yang lainnya.


"Nah berhubung orang tua dari Lala udah dateng kita bisa omongin semuanya secara serius mengenai pernikahan antara Lala dan juga anak sulung saya yaitu Reno. Buat mba Linda dan keluarga selamat datang ya anggap aja rumah sendiri," ucap Wina tersenyum pada Linda.


Lala dibuat semakin gelisah saat memdengar ucapan Wina, ia tidak menyangka perkataan Wina semalam tidak hanya sekedar candaan.


"Beneran dong. Semalam kan kamu udah denger sendiri bahkan kamu nantangin Mama loh, nah ini sekarang Mama buktiin tadi pagi Mama udah bicara sama orang tua kamu dan mereka setuju karena Mama kamu udah kenal sama Reno kan," jelas Wina.


Lala menghela nafas sebal, ia mengalihkan pandangannya ke arah Reno memberi kode pada Reno berharap Reno akan membantunya berbicara pada Wina, namun Reno hanya diam dan enggan menyauti Lala.


"Tapi Lala ngiranya bercanda, Lala belum siap nikah sekarang Ma, lagian Lala gak ada hubungan apapun sama kak Reno kita bener-bener cuma temanan aja." Lala berusaha memberi penjelasan pada Wina.


"Iya kalian emang gak ada hubungan apa-apa tapi kedekatan kalian selama ini udah cukup jadi alasan buat Mama dan keluarga kamu setuju kalau kalian menikah. Bukan keluarga aja pasti teman-teman kalian pun pasti sependapat dengan Mama, Iya gak anak-anak?" Wina berbicara dengan yakin lalu meminta dukungan dari yang lainnya.


"Iyaaaa mama Winaaaa," satu Fano dan teman-temannya.


"Loh emangnya kalian yang ditanyain? Dih sotoy banget main nyaut-nyaut aja dasar para bocil," ucap Reyhan.


"Lucu banget sih jadi gemes liatnya," sambung Aisyah.


Lala tidak menghiraukan perdebatan mereka, ia menatap Reno yang sedang tertawa sambil melirik ke arah Fano dan teman-temannya.

__ADS_1


Nyebelin banget sih kak Reno ini. Bukannya bantuin Lala dia malah asik-asikan ketawa, nih orang pengen banget nikah sama Lala apa gimana sih. Eh tapi gak mungkin pasti nanti dia kaya di novel-novel perjodohan yang Lala baca deh, pasti nanti setelah nikah Lala dicuekin disuruh tidur di lantai terus Lala disiksa huaaaaa tolongin Lala ya Allah Lala gak mau.


Lala menggelengkan kepalanya sambil mengucapkan kata amit-amit berkali-kali hingga membuat sebagian orang yang menyadarinya melihat Lala dengan tatapan bergedik ngeri.


"Mama Wina dan yang lainnya sebentar ya Lala mau ngomong dulu sama kak Reno." Lala beranjak dari duduknya lalu menatap Reno yang masih setia dengan duduknya.


Lala menatap Reno geram dengan rasa kesal yang menumpuk di kepalanya dengan geram ia menarik paksa tangan Reno hingga membuat Reno sedikit terseret.


"Pelan-pelan dong Lala masa sama calon suami kok kasar banget sih," ucap Aldo.


"Tau nih Lala calon istri bar-bar ngeri nanti Abang gw dianiaya sama dia," sambung Reyhan.


"Kaya pacar gw dong nih lemah lembut gak kaya lo bar-bar banget, sabar-sabar ya bang Reno nanti kalo lo jadi sama dia," sindir Fathan sambil mengelus gemas pipi Raina.


"Huss. Gak boleh gitu Kak, nanti Lala marah loh," ucap Raina.


"Biarin aja Raina ngeselin sih dia," ucap Fathan terkekeh.


"Diem aja deh lo kak Fathan. Kenapa gak dia aja yang dinikahin sama Raina si. Kenapa harus Lala sama kak Reno." Ketus Lala menunjuk ke arah Fathan.


"Ayo buruan kak Reno ini penting, badan kak Reno berat tau Lala gak kuat kalo terus-terusan harus nyeret kak Reno," bujuk Lala.


Reno mendengus sebal, perlahan ia beranjak dari duduknya dengan menarik tangan Lala yang hampir terhuyung ke depan. Kemudian ia berjalan bersamaan dengan Lala.


Lala mengedarkan pandangannya dan ia tersenyum saat merasa keadaan sudah aman dan tidak ada satu pun orang yang mendengarkan pembicaraan antara mereka.


"Kak Reno kenapa dari tadi diem aja? Emangnya kak Reno mau dinikahin sama Lala dan nanti jadi bangkrut gara-gara Lala banyak maunya," ucap Lala.


***


Bersambung ....


Jangan lupa like dan komentatnya ya gais kalo ada saran silahkan dititipkan di kolom komentar


Sekian dan terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2