SENIOR

SENIOR
Pingsan


__ADS_3

Melihat Maira yang sendirian di dapur membuat Rama tersenyum dan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emasnya untuk menakut-nakuti Maira, kemudian ia berjalan mendekat ke arah dapur. Dengan sengaja ia menyetel suara-suara horor dari ponselnya untuk membuat Maira ketakutan.


Maira yang sedang duduk sambil memakan wafer bermerek tango kesukaannya di buat tersedak saat telinganya mendengar jelas suara-suara yang tidak ingin ia dengar.


"Fahira, gak udah nonton film horor lagi deh. Awas aja lo ya nanti ngerengek lagi, gw tendang lo dari sini!" teriak Maira.


Namun suara-suara horor semakin terdengar jelas dan suaranya semakin keras hingga berhasil membuat Maira bergedik ngeri. Maira menggebrak meja makan dengan kesal, ia berjalan dengan cepat menuju ruang tengah untuk memarahi Fahira, namun saat sampai di ruang tengah lagi-lagi ia dibuat terkejut dengan kondisi ruang tengah yang sepi dan televisi yang menunjukkan layar hitamnya.


"Loh ini tv mati terus Fahira gak ada disini terus tadi suara dari mana yang gw denger barusan. Jangan-jangan omongannya Fahira bener lagi kalo disini ada hantu," ucap Maira bergedik ngeri.


Maira berniat kembali ke kamarnya namun tiba-tiba saja lampu padam hingga membuatnya kesulitan melihat sekitar dan beberapa kali menabrak barang-barang yang berada di dekatnya.


Pandangan Maira beralih pada satu titik cahaya yang berada di dalam ruangan yang gelap. Tiba-tiba saja sekujur tubuhnya kaku saat melihat sosok di balik cahaya tersebut.


"Ha ... Ha ... Han ... Hantuuuu!" teriak Maira.


Entah mendapat kekuatan dari mana Maira berlarian sekencang-kencangnya tanpa memperhatikan jalan sekitar hingga akhirnya ia terjatuh karena tersandung karpet.


"Fahiraaaa!" teriak Maira berharap Fahira segera keluar dari kamarnya dan menghampiri dirinya.


Zara berjalan dengan perlahan mendekati Maira yang sedang berteriak. Rasanya ia puas sekali melihat wajah ketakutan Maira, tetapi itu saja belum cukup untuk membalas semua apa yang dilakukan oleh mereka berdua.


"Kamu harus tanggung jawab," ucap Zara dengan nada datarnya dan memelototkan matanya pada Maira.


"Tanggung jawab apa. Gw gak ada urusan sama lo, pergi jangan ganggu gw!" teriak Maira.


Zara semakin mendekatkan dirinya dengan Maira, ia mengeluarkan bakat terpendamnya selama ini yaitu meniru suara tertawa kuntilanak si hantu lagend dari Indonesia.


Mendengar suara Zara berhasil membuat Maira menutup kedua telinganya dan menunduk ketakutan.


"Pergi! Jangan ganggu gw, kalo mau ketawa diluar aja," usir Maira.


"Kamu harus tanggung jawab, kamu sudah menghancurkan tempat tinggal kami. Dasar manusia perusak," ucap Zara.


Maira mengerutkan dahinya berusaha mencerna apa yang Zara ucapkan namun rasanya sulit sekali disaat seperti ini untuknya berfikir.


"Gw gak ngerti maksud lo. Gw ngerusak tempat kalian? Maksudnya apa. Gw sama sekali gak ke kuburan dan gak ngerusak kuburan lo," ucap Maira.

__ADS_1


Zara mendengus sebal saat mendengar ucapan Maira, ingin sekali rasanya ia mengganti otak Maira dengan kacang kulit.


Si Maira oon banget sih heran gw, gitu aja gak ngerti. Gw lempar baskom juga nih lama-lama.


"Villa yang kamu bakar adalah tempat kami. Kamu telah menghancurkan tempat kami. Sekarang kamu harus tanggung jawab, kamu harus mati!" ucap Zara sengaja menekankan ucapannya diakhir.


"Enggak! Gw sama sekali gak bakar villa kalian jangankan bakar masuk aja gw ogah," bentak Maira.


"Pergi gak lo dari sini atau mau gw lempar pake guci ini. Lo itu setan gak selevel sama gw, mending lo pergi sana!" teriak Maira.


Zara sengaja mematikan senter yang ia pegang hingga kini ruangan menjadi gelap tanpa ada penerangan sedikitpun.


"Dasar manusia perusak! Gak tau diri!" ucap Zara.


Disela-sela pembicaraan antara Maira dan Zara, datanglah Reyhan dan Fano dengan Reyhan yang menggunakan kostum pocongnya dan Fano yang masih sama seperti sebelumnya.


"Kak Ley lama banget sih jalannya kebulu kabul nanti dia," bisik Fano.


Fano berusaha mendorong tubuh Reyhan supaya Reyhan berjalan dengan cepat.


Maira mendongakkan kepalanya karena ia mendengar suara-suara grasak-grusuk yang tidak jauh dari dirinya. Maira tidak bisa mengeluarkan suaranya saat melihat Fano dan Reyhan yang sedang ribut.


"Haduhhh semoga aja gw salah liat. Gw gak mau liat," gerutu Maira menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.


Reyhan yang sempat berbincang-bincang dengan Shasha saat Fano dan Zara sedang mengerjai Fahira, ia mendapat informasi dari Shasha kalau Maira sangat takut pada sosok pocong. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengambil opsi kedua dan meminta tolong pada Shasha untuk mempoles wajahnya semirip mungkin dengan sosok pocong.


Akhirnya berhasil, penjahat kok takut sama pocong Haha.


Reyhan tertawa di dalam hatinya saat melihat Maira yang menunduk ketakutan sambil menutup kedua matanya. Rama tersenyum, ia berniat mendekatkan dirinya pada Maira.


Fano berlarian mendekati Maira, ia menarik paksa tangan Maira dari wajahnya supaya Maira tidak menutupi Matanya.


"Jangan tutup mata, kita gak ngajakin main petak umpet," ketus Fano.


Saat tangannya berhasil ditarik oleh Fano sontak Maira kaget dan tiba-tiba saja pingsan.


Reyhan yang melihat hal tersebut hanya mendengus sebal. Padahal ia belum menjalankan rencananya tetapi Maira sudah pingsan terlebih dahulu.

__ADS_1


"Halah payah penjahat macam apa dia, liat hantu pocong aja pingsan. Ram gotong dia ke villa kita terus lampunya matiin ya, buruan ya terus iket biar nanti dia jadi urusan gw. Gw jamin dia langsung ngaku. Kalian urus yang satunya aja," ucap Reyhan.


"Idih nyuruh-nyuruh, sutradaranya disini gw bukan lo. Jadi gak ada tuh ya artis yang ngatur-ngatur sutradaranya," protes Rama.


Reyhan mendengus sebal, ia memelototkan matanya pada Rama supaya Rama segera melakukan apa yang ia minta.


"Gw lagi kaya begini mana mungkin gotong dia. Lo mau nyuruh Fano? Lemah banget lo ginian doang nyuruh bocil," ucap Reyhan.


"Iya iya iya. Minggir Fano si tuyul cadel, biar orang kece aja yang gotong mak lampir ini," ucap Rama.


***


Zara yang ditugaskan melihat kamar Maira pun dengan cepat-cepat ia kembali ruang tengah untuk mengabari pada yang lainnya kalau Fahira sedang tidur.


"Fahira tidur. Sumpah kebo banget tuh orang, udah gw pukul-pukul pipinya terus gw cipratin air tetap aja gak bangun-bangun," ucap Zara.


"Kalo gitu kita persingkat waktu aja, itu si Fahira dibawa ke villa kita aja dan satuin sama Maira biar nanti kita takut-takutin mereka disana sampe mereka ngaku. Hari semakin pagi nih nanti keburu subuh," ucap Reyhan melirik jam tangannya.


Zara melirikkan matanya ke arah lengan kiri Reyhan, ia menggelengkan kepalanya saat melihat jam tangan yang dipakai oleh Reyhan.


"Pocong mana sih yang pake jam tangan. Di dunia hantu ada pasar malem juga ya," heran Zara.


"Pocong juga mau bergaya kali, emangnya manusia doang," saut Reyhan.


"Udah buruan pindahin tuh yang satu lagi, minta tolong ke yang lain sana kasian gw sama lo Ram berasa kaya kuli panggul dadakan Haha," ucap Reyhan.


****


Bersambung ....


Jangan lupa like, komen dan sarannya ya gais. Kalo ada saran boleh dititipkan di kolom komentar buat bahan evaluasi aku hehe


Gais mau curhat dikit tapi ini gak penting kok Haha


Jujur bab kali ini aku lagi buntu banget bawaannya males aja mau ngetik, makanya sekarang aku cuma bisa up 1200 kata gak kaya biasanya. Harap maklum ya gais author juga manusia yang bisa konslet setiap saat dan kapanpun Hahaha. Doa kan saja semoga otakku cepat sembuh dan gak buntu lagi.


Coba kalian mampir dulu ke novel aku yang baru barangkali kalian cocok, walaupun baru 5 episode sih.

__ADS_1


Sekian dan terima kasih.


__ADS_2