SENIOR

SENIOR
Dede bayi


__ADS_3

Reno terusik dengan suara-suara yang terdengar sangat berisik di kedua telinganya, ia mengerjapkan matanya berkali-kali kemudian tangannya mengusap matanya.


"Welcome to world bang Reno, gw kira lo terlanjur nyaman di alam mimpi sana," sapa Rama.


"Udah pada balik?" tanya Reno yang disauti dengan anggukkan kepala oleh Rama.


Reno menolehkan kepalanya melihat Lala dan Fano juga Cila yang masih tertidur pulas, Reno berniat ingin membangunkan Lala namun ia tidak tega membangunkannya karena Lala terlihat sekali kelelahan sampai telinganya mendengar dengkuran Lala.


"Itu si Lala ngorok? Gilaa nih anak nunjukin aibnya di depan calon suami Haha." Raka menertawakan Lala sambil melirik Reno.


"Hp mana hp kayanya perlu diabadikan nih barang kali nanti berguna nih video," heboh Rama.


Fano mendengus kesal sambil menutupi kedua telinganya dengan kedua telapak tangannya. Dengan cepat ia bangun dari tidurnya dengan dahi yang berkerut.


"Siapa yang ngolok nih belisik banget kasian kuping pangelan jadi mules," gerutu Fano sambil menggaruk kepalanya.


"Tuh pelakunya, silahkan lampiaskan saja amarahmu Nak," adu Rama sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah Lala.


"Dasal kak Lala pooo tunggu pembalasan Pano ya." Fano beranjak dari duduknya kemudian ia berjalan menuju kamarnya dengan mulut yang terus berkomat-kamit.


Sedangkan Rama dan Raka yang melihat kepergian Fano hanya menatap Fano heran. Ia berfikir Fano akan mengamuk pada Lala namun yang mereka lihat justru Fano memasuki kamarnya.


Setelah 5 menit berada di dalam kamarnya Fano pun keluar dengan membawa terompet di tangan kanannya, ia berlarian menuju tempat dimana Lala sedang tidur.


"Loh tuh anak mau ngapain balik lagi segala bawa terompet padahal tahun baru masih lama." Rama menatap Fano dengan penasaran, ia terus mengamati Fano dan menunggu apa yang akan dilakukan oleh Fano selanjutnya.


Setelah sampai di samping Lala, Fano mendudukkan dirinya tepat di samping Lala kemudian mengarahkan terompet tersebut tepat di depan telinga Lala.


"Kak Lama sama kak Laka kalo gak mau dengel suala telompetnya tutup kuping aja ya, soalnya Pano gak tanggung jawab kalo kak Lama sama kak Laka jadi budek ya," ucap Fano.


Fano bersiap-siap hendak meniup terompet tersebut.


"Rasakan pembalasan Pano, siapa suluh ganggu tidul ganteng Pano," gumam Fano.


Pret! Pret! Pret!


Begitulah sekiranya bunyi terompet yang ditiup oleh Fano yang berhasil membuat Lala terkejut. Bukan hanya Lala saja tetapi Cila pun ikut terbangun saat mendengar suara terompet tersebut.


Lala mengusap matanya, ia melihat Fano sedang memegang terompet.

__ADS_1


"Fanoooo!" teriak Lala.


"Apaaaaa!" teriak Fano.


"Iseng banget sih orang lagi tidur ngapain niup terompet di depan kuping, tahun baru masih lama tau gak sih," omel Lala.


"Telnyata suala kak Lala lebih gede dan selem dali pada telompet Pano ya telnyata," ucap Fano dengan polosnya.


Reyhan yang sedari tadi hanya diam menyaksikan perdebatan mereka. Reyhan beranjak dari duduknya meninggalkan yang lain menuju kamarnya.


Aisyah yang melihat Reyhan sedang berjalan refleks langsung bertanya pada Reyhan.


"Kak Rey mau kemana?" tanya Aisyah.


"Kepo! Udah ah jangan nanya mulu kaya satpam baru lo." Reyhan kembali berjalan meninggalkan Aisyah.


Aisyah menatap punggung Reyhan dengan tatapan kesalnya.


"Jadi nyeselkan nanya ke dia. Emang dasar nih mulut gak bisa diajak kompromi main nyeplos aja," gerutu Aisyah sambil memukul mulutnya dengan telapak tangannya.


"Aku kan kasian liat dia sendirian dan murung terus makanya aku tanyain, eh malah direspon begitu awas aja nanti kalo dia butuh aku," lanjut Aisyah.


***


"Liat deh ganteng banget Kak. Gemes banget. Ehhh dia ketawa kak," heboh Raina.


Fathan mengarahkan pandanganya pada bayi yang berada di gendongan Lala.


"Iyalah dia happy liat orang yang gantengnya kaya aku di depannya. Iya kan dede bayi?" saut Fathan sambil mengusap gemas pipi dede bayi.


"Oh iya ini bayi namanya siapa ya? Dari tadi aku manggilnya dede bayi terus," ucap Raina.


Fathan menatap Raina dengan tatapan gemas, ingin sekali rasanya ia menggigit Raina sekarang juga karena bisa-bisanya ia menanyakan nama seorang bayi pada dirinya yang jelas-jelas ia tidak mengenal bayi tersebut sama sekali.


"Kamu serius nanya itu ke aku?" tanya Fathan.


Raina menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"Iyalah, emangnya ada orang lain disini?" ucap Raina.

__ADS_1


"Sekarang aku tanya sama kamu, kamu kan orang yang duluan liat bayi ini setelah Lala sama bang Reno nih. Pertanyaannya, kamu tau nama bayi ini?" tanya Fathan menatap Raina lekat.


Raina menatap bayi tersebut sejenak kemudian ia menggelengkan kepalanya.


"Nah kamu aja gak tau apa lagi aku yang baru tau bayi ini dari kamu," geram Fathan.


"Hehe iya juga ya. Yaudah deh maafin aku ya abisan aku bingung sih. Kira-kira Lala tau gak ya nama bayi ini?" ucap Raina.


"Ini kedua kalinya kamu nanyain hal yang sama sekali aku gak tau loh sayang," gemas Fathan.


Bayi yang berada di gendongan Raina tertawa saat melihat raut wajah Fathan yang menahan kesal pada Raina.


"Tuh kan sampe diketawain sama bayi loh aku," keluh Fathan.


"Hehe gapapa dong kak berarti dia suka sama kamu. Mendingan ketawakan dari pada nangis, coba bayangkan kalo dede bayi ini nangis pas liat kamu, kan jadi repot kitanya," ucap Raina.


"Gampang itu mah, kalo bayi ini nangis kita balikin aja ke Lala, kan dia yang bawa bayi ke rumah kamu, beres kan?" ucap Fathan dengan santai.


***


Reyhan kini berada di dalam kamarnya, ia mengambil bingkai foto yang terdapat fotonya dengan Kinan kemudian ia mendudukkan dirinya di atas kasur.


"Aku minta maaf Kinan lagi-lagi aku ingkar janji sama kamu. Maaf aku belum bisa ikhlas sama kepergian kamu. Maaf juga aku gak bisa buat pura-pura bahagia di depan orang lain. Aku kangen banget sama kamu andai aja kamu ada disini pasti aku bahagia banget. Kamu tau gak? Mereka semua bahagia disana, tapi aku engga itu semua karena aku belum bisa ikhlasin kepergian kamu. Aku bahagia liat Raina bisa liat lagi, tapi rasanya di hati aku kaya ada yang kurang. Kamu tau gak apa yang kurang? Kamu kinan!" Reyhan mencurahkan isi hatinya pada bingkai foto yang terdapat foto Kinan dengan dirinya.


"Kamu tau gak tadi si Aisyah kepo banget sama aku. Pas di rumah sakit dia nyamperin aku, udah aku suruh pergi masih aja ngeyel dan lebih ngeselinnya lagi dia nabok pipi aku kenceng banget dan banyak orang yang videoin berasa kepergok selingkuh tau gak sih. Tadi sebelum aku ke kamar dia juga kepo sayang, dia nanyain aku mau kemana. Bikin kesel aja tau gak sih, udah tau orang lagi sedih, galau, meriang gara-gara ditinggalin sama kamu." curhat Reyhan.


Reyhan bercerita pada bingkai foto layaknya sedang bercerita dengan manusia, ia mencurahkan seluruh isi hatinya mulai dari Aisyah yang terus mengikutinya sampai Lala dan Reno yang membawa anak bayi dan juga satu anak perempuan ke rumahnya.


"Aku jadi ngerasa sendirian Kin, semua orang pada sibuk sama acaranya bang Reno, biasanya kalo lagi kaya gini kamu selalu ada di samping aku, tapi sekarang beda," ucap Reyhan menatap bingkai.


***


Bersambung ....


Jangan lupa like dan komentarnya ya gais. Kalo ada saran juga boleh dititipkan di kolom komentar nanti aku baca barang kali sarannya bisa jadi inspirasi bab selanjutnya hehe.


Terima kasih loh kalian udah baca sampe abis bab ini, Sehat-sehat terus buat kalian semua.


Sekian dan terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2