SENIOR

SENIOR
Kebun Binatang.


__ADS_3

Fano yang sibuk menarik Fathan untuk mengajaknya berjoget joget ala boyband Korea, Fathan yang sangat enggan untuk berjoget memutar otaknya agar bisa menghindari Fano tanpa membuatnya kecewa.


"Fano suka liat hewan gak,tanya Fathan.


"Sukaaa apa lagi golila Pano suka banget,"ucap Fano girang.


"Kak Fathan mau ke kebun binatang, Fano mau ikut gak,"ucap Fano tersenyum.


"Mauuuu, yaudah kita gak jadi joget, ayo pergi liat golila aja,"ucap Fano menarik tangan Fathan seketika ia melupakan niatnya yang ingin berjoget dengan Fathan.


Mereka meminta izin pada Mama Wina dan Papa Gio untuk pergi ke kebun binatang, mereka mengizinkan Fano berjingkat jingkatan senang memeluk Wina dan Gio bergantian lalu menciumi mereka penuh sayang.


"Papa Gio bau rumput ih,"ucap Fano menutup mulutnya ia terbiasa jika mencium bau yang tidak ia suka selalu menutup mulutnya.


"Eh bocil kebiasaan banget si bau tuh nutup idung bukan mulut,"ucap Reyhan gemasss.


"Bialin yang penting Pano tetep ganteng milip kak Patan jungkook,"ledek Fano menjulurkan lidahnya.


Lala menatap dan memandang heran Fathan saat namanya ditambah tambahkan embel embel jungkook oleh Fano.


"Oh Kak jungkook kembaran Fano yang disebut sebut sama Fano tuh yang ini,"ucap Lala menunjuk Fathan.


"Iya kak Lala ini namanya kak Patan jungkook kembalan Pano gantengkan milip Pano telus dia jomblo juga kaya Pano olang olang ganteng semuanya jomblo, kak Ley jelek makanya punya pacal, kak Kinan matanya silindel kaya temen Pano gak bisa liat yang ganteng,"ucap Fano.


"Udah udah katanya mau jalan jalan kalo ngobrol terus gak jadi ajak Fano nih ya,"ancam Raina.


"Iya iya celewet banget gak sabalan dasal cewe,"ucap Fano memanyunkan bibirnya.


Mereka hanya menggelengkan kepalanya, Rainandan Fathan berpamitan bergegas meninggalkan rumah.


Setelah menempuh perjalanan yang membuat pengemudi dan penumpang sesak melihatnya akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.


Mereka memarkirkan mobil berjalan keluar menuju pintu masuk, Fano dibuat terkejut ketika melihat badut yang kepalanya besar badannya kecil ia sangat takut sekali dengan badut menurutnya badut sangat seram melebihi hantu satu satunya badut yang tidak ia takuti adalah jelmaan badut teletubbies.


"Hwaaaa tolong itu ada badut peyang, kak Laina tutupin Pano bial gak keliatan sama badutnya,"rengek Fano terus bersembunyi di balik tubuh Raina sembari memegangi kaki Raina.


Fathan melirik kearah badut tersebut menahan tawanya ia tidak menyangka anak seaktif Fano takut dengan badut.


"Fano kok takut sama badut, badutnya lucu tau kak Fathan aja suka masa kembaran kak Fathan gak suka badut si,"ucap Fathan.


"Kak Patan jungkook suka badut, okee Pano gak boleh takut sama badut peyang Pano belani anti cemen cemen club,"ucap Fano semangat.


"Nah gitu dong masa sama badut aja takut,"ucap Fathan.


"Gendong,"pinta Fano yang sudah mengedipkan matanya di bawah.


"Biar aku aja yang gendong bisa bisa lo encok dadakan gendong dia,"ucap Fathan terkekeh.


"Ye sembarangan lo kalo ngomong kak,"ucap Raina memukul lengan Fathan pelan.


"Sekarang kita perginya ke sini dulu ya besok besok kita pergi ke tempat yang bagus buat foto prewed,"ucap Fathan.


Raina tersipu malu menundukan kepalanya saat mendengar perkataan Fathan.


"Apasi kak gak usah godain gw mulu, nanti kalo gwnbaper lo mau tanggung jawab,"ucap Raina ketus.


"Jangankan tanggung jawab tanggung yang lainpun gw jabanin,"ucap Fathan tekekeh.


Fano yang berada digendongan Fathan tiba tiba gelisah saat mendekati badut, badut menghampiri Fano refleks Fano menoyor kepala badut yang sangat besar.

__ADS_1


"Badut jangan deket deket Pano, jauh jauh 1 cm dari Pano gak tau apa Pano takut,"omel Fano.


"1 cm mah gak ada jauh jauhnya Fano aneh nih anak Tante Mila ngidam apasi pas hamil dia bisa bisa brojol anak ajaib begini,"ucap Raina geram.


"Namanya anak kecil bagus loh kalo aktif begini gw suka anak yang begini nanti kalo gw punya anak mau gw latih jadi kaya Fano,"ucap Fathan membayangkan ia mempunyai anak yang seperti Fano kelak.


"Ngayal aja terossss, kuliah aja dulu yang bener terus lulus terus kerja baru deh nyari jodoh terus lo munculin tuh generasi Fano,"ucap Raina.


"Iya jangan bosen nunggu gw ya sampe sukses,"ucap Fathan tertawa.


"Mulai gilaa nih, jadi aneh banget lo kak sekarang gak kaya biasanya,"ucap Raina menoyor pelan kepala Fathan.


Fano tidak mendengarkan perdebatan orang orang di sekitarnya ia melirik ke sebelah kanan pada penjual balon ia menepuk nepuk bahu Fathan.


"Kak jungkook Pano mau balon yang walna walni kaya idup Pano,"pinta Fano.


Tanpa basa basi Fathan berjalan menghampiri penjual balon diikuti oleh Raina.


"Bu mau balonnya ya, Fano mau yang mana 1 aja kalo banyak banyak ntar susah bawanya terus meledak dijalan,"tanya Raina.


"Mau yang walna bilu aja deh walna kesukaan Pano,"ucap Fano menunjuk balon yang berwarna kuning.


"Fano yang bener biru apa kuning,"geram Raina.


Fathan tersenyum melihat wajah Raina yang menahan kesalnya pada Fano.


"Pano mau yang bilu tapi mau nunjuknya yang kuning,"ucap Fano.


"Au ah udah bu kasih aja yang biru kesel aku sama anak ini,"ucap Raina pasrah.


"Anaknya ganteng banget kaya Bapaknya ya, bawelnya mirip Mamanya,"ucap Penjual balon.


"Tuhkan penjual balon aja bilang gw ganteng


haha,"ucap Fathan tertawa.


"Ya emang lo ganteng Kak, tapi gak adil banget


Ibunya bilang lo ganteng gw cerewet,"omel Raina.


"Biarin ajalah emangnya lo mau dibilang ganteng


hahah,"ucap Fathan terus tertawa.


"Lagian Ibunya ada ada aja kita disangka udah punya anak muka masih imut begini masih cocok jadi anak sekolahan padahal,"gerutu Raina.


"Yaudahlah biarin, yang jelas tuh Ibu udah buat lo seneng karena omongannya dia yang bilang kita orang tua nya Fano kan,"ucap Fathan percaya diri.


"Udah udah kalian ini belantem telus olang gede keljaannya libut mulu pusing pala laja pangelan,"omel Fano memutarkan bola matanya.


"Makanya Fano jangan cepet gede ya nanti pusing,"ucap Fathan.


"Tapi Pano pengen cepet gede Kak, Pano bosen jomblo telus Pano mau cali pacal yang cantik kaya cindellela kata Papa Stepen kalo Pano udah gede Pano boleh punya pacal segudang,"ucap Fano tersenyum lebar.


Raina dan Fathan saling melempar pandang mereka tercengang mendengar anak berusia 5 tahun bisa berkata seperti itu.


"Nih pasti om Steven deh yang ngajarin Papa paling gokil dia tuh anak sendiri diajarin jadi playboy,"ucap Raina terkekeh.


"Steven yang disebut Fano itu Papa kandungnya,"tanya Fathan.

__ADS_1


"Berarti dia bener bukan adenya Lala ya,"ucap Fathan.


"Yang bilang Fano adenya Lala siapa Kak lo nya aja yang gak percayaan kalo dibilangin,"omel Raina.


"Tuh kan belantem lagi, ayo masuk Pano mau liat golila,"ajak Fano.


Saat sampai di loket mereka harus mengantri untuk membeli kartu karena sekarang ini tempat wisata kebun binatang sudah menggunakan kartu tidak menggunakan tiket.


Fano diturunkan sebentar oleh Fathan karena merasa mulai berat apalagi ia harus mengantri.


"Hallo Mba cantik, kenalin aku Pano pangelan telganteng seduniaaaa,"sapa Fano merentangkan tangannya.


"Hai Fano, Fano kesini sama siapa, mana keluarga Fano,"sapa Penjaga pintu masuk kebun binatang.


"Pano gak sendilian tadi disini sama Kak jungkook dan kak Laina,"jawab Fano menunjuk tempatnya berdiri namun tidak ada mereka disana.


"Jungkook artis korea,"tanya Mba penjaga pintu masuk.


"Bukan yang ini lebih ganteng lagi, jungkook yang itu kalah, oh iya Mba cantik liat kak Jungkook dan kak Laina gak,"tanya Fano.


"Engga tuh aku aja gak tau mereka yang mana,"jawab penjaga pintu masuk.


"Yah telus gimana masa Pano udah kece kece begini jadi anak ilang,"ucap Fano menghela napasnya.


"Mba cantik Pano numpang duduk ya disini, pano capek bedili telus nanti kalo ada yang nyaliin Pano kasih tau ya Pano disini,"ucap Fano.


Sementara Fathan dan Raina sibuk bolak balik mencari Fano, mereka saling menyalahkan satu sama lain.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2